NovelToon NovelToon
Geranium

Geranium

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Aku Abhinav Ruchir mencintaimu dengan cara yang mungkin membuatmu sesak aku menginginkan seluruh perhatianmu, seluruh waktumu, dan seluruh duniamu hanya untukku. Cintaku padamu seperti geranium yang tumbuh liar ia menuntut ruang untuk terus berada di dekatmu, terkadang melupakan batasan, hanya karena ia takut kehilangan tempatnya di sisimu.

Aku tahu caraku mencintaimu mungkin terasa dominan. Aku tidak ingin berbagi satu detik pun darimu dengan dunia lain, karena bagiku, kamu adalah satu-satunya nutrisi yang membuat hatiku tetap bertahan hidup. Ada kalanya aku merasa egois karena ingin memilikimu seutuhnya.

Namun, inilah caraku menjaga hubungan ini tetap bersemi dengan memegangmu seerat mungkin, meski aku tahu keegoisan ini mungkin akan melukai kita berdua.

Biarkan aku menjadi orang yang paling 'membutuhkanmu' di dunia ini. Bukan karena aku lemah, tapi karena di antara segala kesibukanmu, aku selalu ingin menjadi alasan utama mengapa kamu harus pulang dan tetap tinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Di dalam kamar hotel yang dingin dan mewah itu, keheningan terasa lebih mencekam daripada teriakan. Tubuhku terasa remuk bukan hanya karena dorongan kasar yang kuterima, tapi karena guncangan batin yang luar biasa. Setiap detiknya terasa seperti mimpi buruk yang tidak memiliki pintu keluar.

​Aku terduduk di lantai, napasku tersengal, air mata yang tadi mengalir kini seolah membeku. Namun, rasa sakit fisik itu kalah telak dibandingkan dengan apa yang baru saja kudengar.

​Dari sudut ruangan, suara suaranya terdengar datar dan dingin saat ia berbicara di ponsel, memberikan perintah yang akan menghancurkan sisa hidupku.

​Abhi " Bakar rumahnya. Sekarang. Pastikan tidak ada yang tersisa dari masa lalunya di sana," perintahnya dengan nada bicara yang sama seperti saat ia memesan makan siang.

​Jantungku serasa berhenti berdetak saat ia melanjutkan kalimatnya dengan ancaman yang lebih mengerikan, ditujukan langsung kepada Dokter Akhtar.

Abhi " Dan untuk Dokter itu... berikan dia pelajaran yang cukup. Pastikan dia ingat posisinya di rumah sakit, dan ingatkan dia untuk tidak ikut campur dalam urusan tunanganku lagi."

​Dia menutup telepon dan melemparkan ponselnya ke meja dengan dentuman yang memekakkan telinga. Dia berbalik menatapku tatapan yang bukan lagi sekadar dominasi, melainkan sebuah kepemilikan yang obsesif dan menghancurkan.

​Abhi " Kenapa menangis? " suaranya lembut, namun penuh dengan ancaman yang terselubung. Ia melangkah mendekat, berjongkok tepat di depanku, dan mengangkat daguku dengan jari-jarinya yang kuat.

Abhi " Bukankah ini yang kamu inginkan? Kamu ingin menyelamatkan mereka, bukan? Aku sudah melakukannya. Aku menyingkirkan 'gangguan' itu untukmu. Jadi sekarang, kamu hanya milikku. Sepenuhnya."

​Aku menatap matanya yang gelap, menyadari bahwa pengorbananku memberikan diri untuk membantu orang lain justru menjadi bensin yang membakar hidup orang-orang yang paling kusayangi. Dia tidak akan pernah puas. Dia tidak sedang bernegosiasi dia sedang membangun penjara emas di sekelilingku.

Ia berdiri tegak, merapikan setelan jasnya dengan tenang, seolah apa yang baru saja ia perintahkan di telepon tadi hanyalah urusan administratif yang sepele. Ia tidak melirikku sedikit pun saat ia melangkah menuju jendela besar yang menghadap ke arah kota.

​Abhi " Selesaikan tangismu," suaranya mengalun dingin, tanpa menoleh.

Abhi " Kita akan kembali ke kota setelah aku memastikan tidak ada lagi sisa-sisa 'masa lalu' yang menghambat langkah kita. Bersiaplah. Begitu kita sampai di sana, duniamu yang lama sudah tidak akan ada lagi. Hanya akan ada apa yang sudah aku atur untukmu."

​Kata-katanya terasa seperti belenggu yang mengunci setiap gerakku. Ia tidak memberiku pilihan. "Kembali ke kota" bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pemindahan tahanan ke tempat di mana ia memiliki kendali mutlak.

​Aku menatap punggungnya dengan rasa benci yang bercampur dengan ketakutan yang melumpuhkan. Di luar sana, Dokter Akhtar mungkin sedang dalam bahaya, dan rumahku satu-satunya tempat di mana aku bisa merasa aman kini mungkin sudah berubah menjadi abu sesuai perintahnya. Dia benar-benar telah memutus semua jalur pelarianku.

​Saat ia berbalik, tatapannya menyapu tubuhku yang masih bergetar di lantai, lalu ia berjalan ke arah pintu kamar untuk keluar, meninggalkanku sendirian dalam ruangan yang menyesakkan ini.

​Abhi " Manfaatkan waktumu untuk berpikir," ucapnya sebelum pintu tertutup rapat, mengunciku di dalam kesendirian yang menakutkan.

Abhi " Karena saat kita menginjakkan kaki di kota nanti, kau tidak akan punya pilihan lain selain menjadi milikku sepenuhnya dan kita akan menikah."

1
Umi Fitriani
semangat thorr
you see me: Terima kasih kakak /Whimper/😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!