NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 PAKSAAN

Pagi itu Dinar sudah sampai ke ruangan Dut dirawat.Dut sudah bangun dan dimandikan, Dinar membawakan sarapan untuk Pak Sukri dan Bik Ani.

"Wah sudah bangun adik kakak, udah wangi, udah sarapan dek"

"Udah Kak"

"Iya Non tadi Bibi suapin"

"Manja dong" Dinar mencandai Dut.

"Ah... Kakak"

"Pak ,Bik sarapan, ini Dinar bawakan mumpung masih panas"

"Iya Non"

"Oh Yang Bik Dinar akan kekampus hari ini menyelesaikan skripsi serta daftar wisuda sekalian, Bibi atau Bapak bisa tolongin Dinar jaga in Dut dulu"

"Ngak Apa, Kamu selesaikan urusan kamu di kampus dulu Nak, Biar Bapak jaga Iqbal, dan Bik Ani pulang dulu"

"Iya Non Bibi pulang dulu sambil beres-beres dirumah"

"Iya Bik kita bagi tugas aja"

"Baik Non"

Setelah mengunjungi Dut, akhirnya Dinar pergi kekampus untuk menyelesaikan semua urusan menyangkut wisudanya. Dinar menyelesaikan perbaikan skripsinya sedikit dan memperbanyak sesuai prosedur kampus dan mengisi formulir calon wisudawati dengan syarat nilai selama kuliah harus direkapnya.

Kesibukan Dinar sesudah ujian sangat padat sekali, karena hanya butuh waktu sepuluh hari untuk mengerjakan semua ditengah dia juga sibuk. untuk menjaga adiknya. Tak terasa Dut yang dirawat sepuluh hari, akhirnya sudah boleh pulang dan melakukan kontrol rawat jalan selama tiga kali melihat perkembangan Dut selanjutnya.

Pak Sukari memberitahukan Dinar saat malam datang ke rumah sakit.

"Nak Dinar, Besok siang kata dokter Nak Iqbal sudah boleh pulang"

"Oo benar Pak, syukurlah Dut sudah bisa pulang, besok biar Dinar urus segala administrasinya."

"Iya Non"

"Besok siang aja habis Dut pulang Dinar kekampus"

" Iya benar Non "

***

Esok paginya Dinar yang tahu Dut akan pulang segera mengurus semua administrasi kepulangan Dut kerumah. Akhirnya siang itu Dut kembali pulang ke rumah, tapi ke rumah Dinar. hatinya merasa bahagia karena dia sudah pulih kembali berkat kakak nya.

Setelah mengantar Dut ke tempat kost nya dan istirahat Dinar baru berencana akan pergi kekampus untuk menemui dosennya Dut sangat bahagia karena dia akhirnya bisa tingga bersama Kakak sekarang.

"Dut istirahat ya jangan banyak gerak dulu Kakak mau ke kampus mencari dosen, tinggal sama Pak Sukri dan Bik Ani ya" Dut mengangguk mengikuti perkataan Dinar.

Dinar yang sudah kesiangan berharap masih bisa ketemu Dosennya di kampus untuk tanda tangan perbaikan skripsinya yang akan di gandakan.

Beberapa lama Dinar di kampus akhirnya dosen yang ditunggu sampai dan proses penandatanganan pun sangat mudah diminta, formulir pun sudah diisi tinggal pengajuan ke registrasi.

Tiba-tiba Handphone Dinar berdering terus menerus, Dinar pun mengangkat handphonenya, Pak Sukri yang menelpon.

"Assalamu'alaikum Pak, ada apa Pak" terdengar suara keributan Bik Ani dengan seorang wanita dan pria.

"Nak.... cepat pulang Pak Rudi datang kesini bersama Nyonya Meta dia mau membawa Nak Iqbal secara Paksa, Nak Iqbal tadi ditarik dan diseret, sekarang berhasil mengunci diri dikamar Non"

"Apa...!! Papa kesana sama istri mudanya mau apa mereka, Tunggu saya pulang segera Pak" Dinar yang akan mendaftarkan formulir wisudanya ke registrasi akhirnya diundur besok karena adiknya dalam ketakutan.

Dinar berlari ke parkiran dan segera melajukan mobilnya dengan cepat dari jarak kampusnya, kostnya tidak cukup jauh dan tidak melewati kemacetan yang berarti. Tubuh Dinar gemetar membayangkan adiknya kenapa-kenapa.

"Ya Allah lindungilah Dut" Dinar melajukan mobilnya secepatnya. Tidak berapa lama diapun sampai, dilihatnya mobil Papanya di depan rumah kostnya itu, dari luar terdengar suara Papa marah-marah didalam ruang tengah kost Tersebut.

"Pak Sukri tidak bisa melarang saya membawa Iqbal, dia anak saya"

"Bukan begitu Pak tapi Iqbal tidak mau ikut Bapak tolong jangan dipaksa"

"Papa tidak boleh bawa Dut kerumah yang akan menyiksanya disana" Dinar tiba-tiba muncul di belakang Pak Rudiansyah.

"Kamu" Pak Rudiansyah kaget ketika Dinar susah berada dibelakangnya.

"Siapa kamu melarang Papa membawa adik kamu yang gak bisa kamu hidupin"

"Apa Papa pikir dia akan hidup jika Dut bersama Papa, ah.. kemana Papa ketika anak Papa disiksa oleh perempuan kejam ini." Dinar menunjuk Meta dengan marah.

"Perempuan yang sudah menjadikan anak Papa seperti budak, kerja dulu baru makan, dia ngak. keurus, salah sedikit dia dipukul, Wanita yang bukan ibu yang melahirkannya tega menyiksa anak Papa sendiri, Uhhh menyedihkan masih Papa bela"

"Kepala nya dipukul. dengan panci besi, bahkan setelah pingsan masih diinjak-injak, menyedihkan dasar wanita biadab"

"Meta hanya ingin mengajarkan agar Dut tidak. manja dan Mandiri" Pak Rudiansyah berusaha membela istri muda.

"Belajar mandiri, dengan menginjak, memukuli dan mendongak kepalanya, sungguh luar biasa Papa membela wanita yang jelas jelas hampir membunuh anak Papa sendiri.

"Bahkan dia pingsan dioperasi dan dirawat kemana kalian, dimana Papa, Papa sibuk dengan istri muda Papa ini. apakah kalian tidak berpikir bahwa itu karma kalian, setelah menyiksa anak yang tidak bersalah akhirnya Meta jatuh dikamar mandi dan tidak sadar, Allah sudah bayar tunai.

"Cukup, sekarang suruh Iqbal keluar"

"Tidak.... berani Papa paksa Iqbal harus pulang sekarang, Dan membawa dengan Paksa aku akan teriak dan lapor polisi bahwa Iqbal telah dianiaya oleh ibu tirinya.Pak Iqbal tak bisa mengatakan apa-apapun

"Kamu mengancam Papa"

"Ia ..sejak Papa memasukan wanita ini dikeluarga kita semua jadi kacau, jadi jangan berharap mengambil Iqbal lagi"

"Kamu melawan Papa kamu sekarang Dinar" ucap Meta.

"Iya gara-gara kau benalu, kau sudah siksa adikku, ingat aku tak akan melepaskan adikku untuk ikut dengan kamu lagi."

"Kalau begitu akan aku hentikan subsidi dana untuk kalian apakah kau akan bisa membiayai menyekolahkan adiknya tanpa aku"

"Aku akan kerja atau Papa akan aku laporkan ke dewan kehormatan karena Papa sudah menelantarkan kami anak Papa" Pak Rudiansyah kaget melihat kecerdasan anaknya jika Dinar sampai bertindak begini habislah dia.

"Kanapa Pa, Papa pikir aku bodoh, jadi sebaiknya keluar dari rumah ini dan jangan pernah menganggu Dut lagi"

"Kau sudah berani mengusir Papamu?

" Karena Papa datang bersama wanita yang sudah menyiksa adikku"

Dengan penuh kemarahan Pak Rudiansyah keluar bersama Meta dari rumah itu. Hatinya nampak kesal karena Dinar melawannya kembali. Begitu juga Meta yang sangat membenci Dinar semakin senang karena Ayah dan anak itu sudah benar-benar jadi musuh..

Setelah Pak Rudiansyah pergi, Pak Sukri mengetuk pintu bahwa Papanya sudah pulang"

Dut membuka pintu dan berlari memeluk Kakaknya yang sudah melindunginya

"Dut takut kak, Dut tidak mau ikut Mama Meta".

" Mulai kali ini kamu jangan takut lagi ada kakak disini yang jaga kamu" Dinar memeluk adiknya satu-satunya saudara yang dimilikinya.

"Pak Sukri mulai hari ini, jika Dut sudah mulai sekolah tolong tunggu dia, karena Meta merasa bahwa sakitnya kemarin dirumah sakit itu karena Dut jadi Dinar nyakin dia ingin balas sakit hatinya kepada Dut.

" Baik Nak" Bapak akan jaga den Iqbal di sekolah.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!