NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:718
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Sosok Mengejutkan

"Kakak, Mereka cepat sekali menyusul kita." Feng Yan terlihat cemas setelah melihat Lin Dan berada di depan tiga orang lainnya.

"Bergerak saja terus, kita tunggu kesempatan untuk bersembunyi dalam kegelapan malam." YunZhi mencoba menenangkan Kecemasan Feng Yan.

"Kurasa adik Yan sudah menghabiskan Energi spiritualnya untuk serangan besar tadi, kami harus cepat menemukan tempat persembunyian dan menyerap esensi alam untuk mengisi ulang Energi Spiritual."

Melihat kebelakang YunZhi sebenarnya juga merasa khawatir dengan kecepatan Lin Dan dalam bergerak.

"Jangan harap kalian bisa kabur dariku." Lin Dan memfokuskan energi spiritual di telapak tangan kanannya.

Sambil melompat di atas cabang pohon, ia segera menembakkan energi berbentuk bola itu ke arah dua orang yang dikejarnya.

"Rasakan ini bocah!!"

Booom

Bola itu meledak tepat di antara Feng Yan dan YunZhi sehingga membuat mereka melompat secara terpisah. Feng Yan melompat ke arah kiri sedangkan YunZhi ke arah sebaliknya.

"Kakak, sebaiknya kita berpisah dulu besok siang kita bertemu di dalam kota!!" Feng Yan berteriak pada YunZhi sambil terus memisahkan diri.

"Adik, apa yang kau lakukan?! Ini tidak benar. Sial bocah ini seenaknya saja membuat keputusan." YunZhi hendak berbelok ke arah Feng Yan lari. Namun Lin Dan sangat cepat dan sudah berada antara mereka berdua.

"Sial, besok kau harus menampakkan batang hidungmu di kota

Adik Yan!! " YunZhi berteriak pada Feng Yan sambil melepaskan kekesalan.

"Kakak biar aku yang mengejar Feng Yan, kalian kejar gadis itu saja" Tianzi sangat bersemangat ingin memiliki barang-barang peninggalan nyonya besar Huang.

"Jangan memberiku perintah, menghadapi dua orang saja kalian tidak bisa. Kalian bertiga kejar gadis itu sebelum ia berhasil masuk ke kota" Lin Dan menatap geram pada Tianzi.

Setelah mengatakan hal itu Lin Dan kembali melompat ke atas cabang pohon besar dan kembali dengan kecepatannya dalam bergerak.

"Kakak Tianzi apalagi yang kau tunggu, kita harus menangkap gadis itu sebelum ia memasuki kota" Huang Zhou dan satu saudara lainnya sudah berlari lebih dulu mengejar YunZhi.

"Cih, dasar bodoh."

"Kita datang ke kota ini untuk

Menghabisi Feng Yan, bukan untuk gadis tak dikenal" Tianzi menggerutu lalu kemudian ia memutuskan untuk mengabaikan ucapan kakak seniornya.

"Sepertinya kakak Lin Dan juga menyadari tentang harta peninggalan nyonya besar. Aku harus mencari kesempatan untuk merebutnya." Tianzi menyeringai setelah mendapatkan sebuah ide.

Hiyaaa!!!

Feng Yan tidak menyangka Lin Dan sudah kembali menyusul dan kini sedang melompat sambil mengarahkan senjata berupa golok yang sangat besar.

"Matilah bocah!"

Feng Yan yang sedang melompat di udara sudah tidak bisa menghindari sabetan dari golok itu. Satu-satunya jalan adalah menahan golok dengan tombak.

Walau itu pasti akan membuatnya terluka karena sudah jelas kalah jauh dari segi kekuatan dan posisi yang tidak

Menguntungkan.

"Aku tidak akan mati semudah itu!

"Feng Yan menahan tebasan yang datang ke arah kepala.

Tapi karena masih berada di udara ia tidak memiliki penopang untuk menahan tekanan dari serangan Lin Dan.

Trang

Booom

Tubuh Feng Yan langsung melesat jatuh membentur tanah hingga membuat kepulan salju berhamburan. Dan tubuhnya terbenam dalam tumpukan salju yang cukup tebal.

"Kau tenang saja, aku tidak akan langsung membunuhmu." Lin Dan mencekik leher Feng Yan dan mengangkat tubuhnya.

"Kudengar pakaian ini termasuk harta pusaka, itu artinya kau tidak akan mati dengan mudah saat kuhajar bukan?!"

"Hahaha"

Dengan tawa dan tatapan menyeramkan Lin Dan melempar tubuh Feng Yan ke sebatang pohon besar.

"Ahk" erang Feng Yan yang kesakitan.

Dengan kaki yang sudah lemas Feng Yan terlihat akan jatuh, namun ternyata Lin Dan sudah melesat dan mengarahkan tinjunya dada bocah yang sudah tak berdaya itu.

"Hahahaha"

"Ini sangat menyenangkan sekali"

Lin Dan terus memukul dan menendang, lalu ia kembali mencekik leher bocah malang itu.

"Jangan mati dulu bocah sampah, aku masih belum puas menikmati erangan kesakitanmu"

Lalu ia melempar tubuh Feng Yan ke udara.

"Hupp"

Memberikan tekanan ke tanah, Lin Dan melompat dan memukul dada Feng Yan sebelum pemuda belia itu jatuh kembali.

Mendapat pukulan telak Feng Yan bahkan tidak lagi bisa mengeluarkan suara erangan kesakitan.

Ia tersungkur di hamparan salju dengan darah mengucur dari kepala akibat terkena pukulan dan benturan dengan pohon..

Lin Dan mengambil Golok besarnya, berniat mengakhiri hidup Feng Yan dengan menebas lehernya.

Feng Yan sudah berusaha berdiri namun ia sudah tidak memiliki tenaga sedikitpun. Serta pandangannya juga sudah mulai kabur.

Saat akan pingsan dan menutup mata, Feng Yan bisa melihat seorang wanita sedang berdiri membelakanginya. Wanita itu Mengenakan pakaian berwarna hijau

Muda yang membuatnya terlihat anggun.

Rambut wanita itu tergerai panjang di bagian belakang, namun juga memiliki sedikit kuncir kuda.

Wanita itu berdiri menggenggam pedang Peri Teratai Hijau berhadapan dengan Lin Dan yang terlihat ketakutan.

Feng Yan merasa bingung kenapa wanita itu bisa memegang pedang milik ibunya. Ia menjulurkan tangan hendak mengatakan sesuatu. Namun pandangannya sudah menghitam dan ia mulai kehilangan kesadaran.

Hari sudah lewat tengah malam, YunZhi yang berhasil kabur ke dalam benteng kota terlihat mondar-mandir dengan cemas menunggu kedatangan Feng Yan di dekat gerbang. Hingga ia dimarahi oleh penjaga gerbang, dengan berat hati YunZhi pergi mencari penginapan terdekat.

Di dalam kamar penginapan YunZhi tidak bisa makan dan tidur karena memikirkan adiknya yang belum jelas keadaanya.

"Adik Yan sialan, kalau saja ia tidak memisahkan diri, saat ini kita berdua pasti sudah aman di dalam kota." Ia terus menggerutu dan mengutuk perbuatan Feng Yan.

Hari sudah pagi walau matahari tidak terlihat karena tertutup kabut salju. YunZhi yang tidak bisa tidur semalaman akhirnya memutuskan kembali ke gerbang kota untuk menunggu kedatangan saudara angkatnya.

Baru saja ia keluar dari penginapan, dari kejauhan ia melihat kedatangan rombongan pemuda Huang yang mengejar mereka senja kemarin.

Tiga orang dari mereka menuntun dua ekor kuda yang sebelumnya diberikan raja kota Liu.

Anehnya di atas kuda-kuda itu tergeletak satu mayat di masing-masing punggungnya.

YunZhi mengikuti mereka diam-diam, ia sangat mengkhawatirkan kondisi Adiknya.

Setelah dalam jarak yang pandang yang jelas, YunZhi bisa melihat kalau dua jenazah di atas punggung kuda adalah mayat Huang Bu Ren dan juga Lin Dan.

Untuk sesaat YunZhi merasa lega, namun ia kembali cemas setelah memikirkan kembali Feng Yan yang tak kunjung datang.

"Bagaimana orang itu bisa mati?

Tidak mungkin Feng Yan bisa mengalahkan orang yang berada di ranah Master. Dua tingkat di atas ranah pemurnian, kalau itu Tianzhi yang berada di ranah ksatria mungkin adik Yan masih bisa menghadapinya dengan menutup jarak ranah dengan teknik serangan yang lebih kuat."

Yunzhi dihinggapi rasa bimbang, ia bingung apakah harus menunggu ataukah mencari Feng Yan ke dalam hutan.

Dari informasi yang ia dapatkan, hutan di sekitar kota Awan Salju di penuhi oleh Binatang-binatang Iblis.

"Apa pemuda Huang itu mati dibunuh binatang iblis?" dengan pemikiran seperti itu YunZhi segera berlari keluar dari kota untuk mencari Feng Yan. Padahal dari semalam ia belum beristirahat.

"Adik Yan kuharap kau baik-baik saja" bulir-bulir air mata menetes dari mata gadis itu. Ia yang sebelumnya selalu bersikap dingin dan arogan menjadi lemah karena memikirkan saudara yang baru saja ia dapatkan.

Sementara itu Feng Yan terlihat menggerakkan jari-jemarinya, dan mencoba membuka kedua mata.

"Aku ada dimana" ia meracau lirih

Saat melihat ia sedang berada dalam ruangan yang terlihat seperti sebuah goa.

Saat memalingkan wajah ke arah lain ia terkejut saat seorang wanita paruh baya yang sangat cantik menatapnya dengan senyum bahagia.

"Kai'er bagaimana keadaanmu?"

tanya wanita itu dengan lembut.

Feng Yan mengucek-ucek matanya beberapa kali. Walau tidak pernah bertemu langsung, ia tetap bisa mengenali wanita yang duduk di sampingnya dari dari lukisan-lukisan di kediaman Huang dulu.

Ia langsung duduk dan beringsut mundur karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lalu ia menampar pipi kiri dan kanannya.

Wanita cantik itu hanya tertawa dengan renyah dan terlihat sangat bahagia.

"Ibu !!!"

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!