NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Kebangkitan sang Angkara

​WUZHUUUUU!

​Pilar cahaya emas-merah dari teknik Penaut Jiwa Surgawi masih meraung membelah langit Celah Serigala Merah, tetapi di dalam pusaran energi tersebut, sesosok bayangan wanita paruh baya tiba-tiba bermanifestasi dengan kejam. Han Bingyan,

Ketua Sekte Teratai Putih, berdiri melayang di atas kelopak teratai darah raksasa. Tatapannya sedingin es kutub, menatap lurus ke arah Lin Xueru yang tengah didekap oleh aliran energi kehidupan Yu Fan.

​"Xueru! Apa yang kau lakukan?!" suara Han Bingyan menggelegar, dilapisi riak batin Ranah Master Tingkat 6 Tahap Puncak yang seketika mengacaukan frekuensi penaut jiwa Yu Fan. "Dia adalah penghalang terakhirmu! Tusuk jantungnya! Biarkan darah suci pemuda ini melebur sempurna dengan Pil Pembeku Emosi Jiwa di dalam dantian mu. Hanya dengan kematiannya, ritual agung untuk mewarisi takhta Ketua Sekte Teratai Putih akan sempurna!"

​"Ibu... Guru..." Lin Xueru merintih, tubuhnya bergetar hebat di antara dua tarikan energi yang saling bertolak belakang.

​"Jangan dengarkan dia, Xueru! Jika kau menusukku dalam kondisi ini, jiwamu akan menjadi milik iblis selamanya!" teriak Yu Fan, wajahnya kian pucat, sisa esensi kehidupannya terus terkuras demi mempertahankan kesadaran gadis itu.

​"Tusuk dia, Xueru! Atau sekte akan menganggap mu sebagai pengkhianat dan menghapus seluruh eksistensimu!" raung Han Bingyan lagi, meluncurkan seberkas jarum batin hitam yang langsung menghantam bagian belakang kepala Xueru, memicu kegilaan pil es hingga ke titik absolut.

​CRASH!

​Mata Xueru memutih seketika. Dengan gerakan refleks yang didorong oleh kepatuhan mutlak dan kegilaan batin, ia menghentakkan Pedang Teratai Hitamnya meluncur maju, menembus pelindung emas Yu Fan yang telah melemah, dan menusuk tepat di dada kiri Yu Fan—menyimpang hanya satu inci dari jantungnya.

​"Ugh..."

​Yu Fan tertegun. Sepasang mata hitamnya menatap Xueru dengan pandangan yang tidak lagi dipenuhi amarah, melainkan kedukaan yang teramat sangat dalam. Perlahan, cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Xueru terlepas. Aliran energi emas-perak dari Pedang Yin mendadak padam. Tubuh Yu Fan limbung, ambruk ke belakang, dan jatuh berlutut di atas tanah yang dingin sebelum akhirnya kesadarannya menggelap sepenuhnya.

​Tepat saat darah segar Yu Fan mengalir membasahi bilah Pedang Teratai Hitam, hawa hangat dari darah itu mendadak memicu ledakan balik di dalam dantian Xueru. Seolah-olah ikatan batin yang dipaksakan oleh Yu Fan sebelum hancur tadi akhirnya berhasil meremukkan belenggu pil pembeku.

​CRACK!

​Sesuatu bergetar di dalam dada Xueru. Kabut putih di matanya menyusut drastis, digantikan oleh kornea hitam yang kini bergetar hebat penuh ketakutan. Kesadarannya kembali secara utuh. Ia melihat tangannya sendiri yang tengah memegang gagang pedang yang tertancap di dada Yu Fan.

​"Tidak... tidak... Yu Fan!!!" jerit Xueru, suaranya melengking memecah sunyi nya ngarai. Ia menjatuhkan dirinya di samping tubuh Yu Fan yang bersimbah darah, mencoba menahan aliran darah di dada pemuda itu dengan tangannya yang gemetar. "Bangun, Yu Fan! Jangan tinggalkan aku! Aku yang melakukannya... Aku yang membunuhmu..."

​Han Bingyan mendarat di atas batu dengan keanggunan yang kejam, lalu tertawa sinis, suara tawanya menggema meremehkan. "Hahaha! Sungguh pemandangan yang menggelikan! Sang perisai agung, pahlawan dari Akademi Langit Biru yang diagungkan oleh Aliansi Enam Kerajaan, akhirnya mati di tangan wanita yang begitu keras kepala coba ia lindungi! Betapa konyolnya takdirmu, Yu Fan!"

​Keputusasaan tidak hanya milik Lin Xueru. Di atas tebing ngarai, Putri Jin Yuexin terduduk lemas di atas lantai menara pengawas yang telah retak. Sepasang matanya menatap kosong ke arah dasar ngarai di mana aura emas Yu Fan telah padam sepenuhnya. "Yu Fan... tidak mungkin... perisai kami telah runtuh..." gumamnya dengan bibir yang memucat tanpa warna.

​"Yuexin! Tetap fokus pada formasi!" teriak Raja Jin Wu dari kejauhan, namun suaranya sendiri terdengar teramat payah. Jubah phoenix apinya telah hancur, menyisakan zirah perak yang retak seribu dan dipenuhi noda darah hitam. Di sampingnya, tiga raja dari kerajaan aliansi lainnya telah jatuh terduduk, memegang senjata mereka dengan tangan yang gemetar akibat kelelahan batin yang ekstrem.

​Di langit, Leluhur Jin Taixu masih dikepung oleh badai kapak dari Jenderal Mayat Hidup pertama. Setiap kali Jin Taixu mencoba melesat turun untuk membantu garis pertahanan bawah, jenderal itu akan melepaskan Seni Kematian: Sembilan Gerbang Neraka, mengunci ruang di sekeliling sang leluhur hingga tidak menyisakan sejumput pun celah untuk bergerak. "Tunggul tulang tua! Lawanmu adalah aku!" raung sang jenderal dengan tawa pembusukannya.

​Kondisi di medan perang bawah telah menjadi ladang pembantaian massal. Jenderal-jenderal musuh milik Kekaisaran Tianhuang yang berada di Ranah Master Tingkat 4 secara brutal telah memburu dan membunuh jenderal-jenderal aliansi satu per satu. Pasukan Aliansi Enam Kerajaan telah kelelahan, pasokan energi batin mereka habis, dan ribuan mayat prajurit bergelimpangan di bawah injakan kaki pasukan zirah hitam Tianhuang yang terus merangsek maju tanpa henti. Kekalahan mutlak telah berada di depan mata.

​Di dalam kegelapan kesadaran Yu Fan yang hampir padam, di titik paling dasar dari palung jiwanya, api merah darah mendadak berkobar setinggi langit. Di balik jeruji segel ketujuh yang kini telah hancur sepenuhnya akibat berhentinya detak jantung Yu Fan, entitas kegelapan itu berdiri dengan tawa yang memekakkan telinga.

​“Hahaha! Kau lihat sendiri akhir dari kemanusiaanmu yang rapuh itu, Yu Fan?! Kau menolak ku, dan sekarang kau mati bagai anjing di atas tanah berbatu! Berikan semuanya kepadaku! Izinkan aku merobek takdir ini!”

​Berbeda dari sebelumnya, kali ini kesadaran Yu Fan tidak lagi melawan. Jiwanya melangkah maju menembus kobaran api merah, menatap lurus ke arah entitas yang selalu ia panggil "Kau".

​"Ambil..." ucap Yu Fan, suaranya terdengar sangat dingin, hampa dari segala emosi fana. "Aku tidak peduli lagi dengan kutukan ini. Ambil tubuhku, ambil jiwaku... dan pinjamkan aku amarmu untuk membantai mereka semua."

​“Pilihan yang sangat bijaksana, Tuanku...”

​BOOOOOOMMMMMMM!

​Di dunia nyata, tubuh Yu Fan yang semula terbaring kaku mendadak meledakkan energi batin berwarna merah darah yang teramat sangat pekat hingga membentuk pilar kegelapan vertikal yang menembus hingga ke lapisan awan tertinggi. Tekanan batin yang dilepaskan begitu masif hingga melempar Lin Xueru dan Han Bingyan sejauh puluhan meter ke belakang.

​Saat kabut merah itu sedikit menyusut, sosok Yu Fan perlahan bangkit berdiri secara mandiri di udara. Penampilannya telah berubah total secara mengerikan.

Rambut hitamnya kini telah berubah menjadi putih keperakan seputih salju, berkibar liar diterpa angin batin. Lensa matanya berubah menjadi merah darah yang menyala, dengan bagian sklera yang sepenuhnya menghitam pekat bagai lubang hitam tanpa dasar. Tubuhnya kini dibungkus oleh zirah tempur kuno berwarna hitam legam dengan ukiran ornamen iblis yang memancarkan aura kepunahan kuno.

​Yu Fan mengangkat tangan kanannya ke sela-sela ruang kosong di depannya, lalu mengucapkan satu patah kata dengan nada suara ganda yang teramat berat, bergaung di seluruh penjuru ngarai.

​"Datanglah...."

​KRAAAANNNGGGG!

​Langit di atas Ngarai Serigala Merah mendadak terbelah secara vertikal sepanjang beberapa kilometer, memperlihatkan sebuah celah dimensi merah membara yang menghubungkan Benua Timur dengan Alam Iblis kuno yang telah lama terasing.

Dari balik celah dimensi yang retak tersebut, sebuah senjata pusaka legendaris bergerak hebat, memotong sela-sela ruang dengan kecepatan yang menembus batas waktu.

​Sebuah pedang raksasa dengan bilah hitam legam berukir mata iblis yang berkedip merah menyala—Pedang Asura—melesat turun dari celah dimensi, mendarat dengan presisi mutlak ke dalam genggaman tangan kanan Yu Fan.

​BOOOMMMM!

​Detik saat jemari Yu Fan mencengkeram gagang Pedang Asura, gelombang aura merah darah meledak dalam radius beberapa kilometer, menyapu seluruh medan pertempuran.

​Semua pihak, tanpa terkecuali, mendadak menghentikan gerakan mereka. Rasa ngeri, merinding, dan keputusasaan yang teramat sangat hebat mencengkeram dada setiap makhluk hidup.

Dua Jenderal Legendaris Mayat Hidup Tingkat 7 di udara seketika gemetar, lensa mata merah mereka berkedip tidak teratur karena merasakan tekanan intimidasi dari kasta iblis yang jauh lebih tinggi. Leluhur Jin Taixu menahan napasnya, jantung tuanya berdegup kencang.

"Kekuatan apa ini... Ini bukan lagi kekuatan benua kita..." gumamnya dengan tubuh yang merinding hebat.

​"Yu... Fan?" Lin Xueru memanggil dari bawah dengan suara bergetar, air matanya menetes melihat sosok yang kini terasa begitu asing dan menakutkan.

​"Yu Fan! Apakah itu kau?!" teriak Putri Jin Yuexin dari atas menara dengan sisa kekuatannya, berharap melihat secercah harapan di balik wujud mengerikan tersebut.

​Namun, Yu Fan tidak menghiraukan panggilan mereka berdua. Sepasang mata merah darah dengan sklera hitamnya menatap lurus ke depan dengan kekosongan yang absolut.

Tubuhnya perlahan terbang naik, melayang tinggi di atas pusat langit Celah Serigala Merah, menatap seluruh jutaan pasukan zirah hitam Kekaisaran Tianhuang di bawahnya bagai seorang dewa kematian yang sedang menginspeksi ladang pembantaian.

​ZZZZZTTT! DUUM!

​Energi berbahaya yang keluar dari Pedang Asura begitu pekat hingga meracuni hukum alam di sekitarnya. Langit yang semula dipenuhi awan hitam biasa, kini berubah total menjadi gulita yang pekat dengan badai awan petir berwarna merah dan ungu yang bergemuruh hebat tanpa henti, seolah-olah alam semesta sendiri sedang ketakutan merespons kehadiran sang penguasa angkara.

​Di barisan paling belakang pasukan kekaisaran, di atas kereta kencana emas raksasa, sang Kaisar Tianhuang, kedua pangeran, bahkan putri kekaisaran yang biasanya memancarkan keangkuhan tertinggi, kini hanya bisa terpaku diam dengan wajah pucat pasi.

Tubuh mereka membeku, tidak mampu menggerakkan satu pun otot mereka, hanya bisa menatap sosok berambut putih yang kini menguasai langit malam di kejauhan dengan kengerian yang belum pernah mereka rasakan seumur hidup mereka. Badai penghancuran yang sesungguhnya kini telah resmi bermanifestasi.

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🫰
Xiao
eumm
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 2 replies
Muo
semangat thor/Determined//Determined/
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 2 replies
F.S
hai Pembaca sekalian kalau kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasi rating 5 ya
WER
semangat author 👍👍👍👍
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya ". zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 3 replies
F.S
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!