NovelToon NovelToon
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Sugar daddy
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Gwen rela menjadikan tubuhnya sebagai jaminan demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang terlilit utang kepada pemimpin mafia paling kejam.

Tak disangka, Raymon, pemimpin kejam itu, ternyata lumpuh akibat ulah keluarganya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Demi menjaga stabilitas, ia membutuhkan seorang istri untuk meredam gosip tentang dirinya yang masih lajang dan belum memiliki keturunan sebagai pewaris kekuasaan.

Masa terapi pemulihan kakinya diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Selama itu pula, Gwen harus berpura-pura menjadi istri yang mencintai Raymon di hadapan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalung Rantai Emas

“Yang ini gimana?”

Gwen keluar dari ruang ganti mengenakan gaun hitam pendek. Lehernya tertutup, tapi panjangnya nyaris tidak menutup bokong. Potongannya sederhana, tapi cara gaun itu membungkus tubuhnya, mengikuti lekuk pinggul dan menonjolkan pinggang rampingnya, jauh dari kata biasa.

Dipadukan dengan heels bertali dan rambut yang disanggul di atas kepala, hasilnya mematikan. Raymon sulit melepaskan pandangan dari kaki jenjang dan bokongnya yang terangkat.

Kalau dia keluar pakai itu, lalu lintas bisa kacau.

“Kita beli,” kata Raymon dengan suara berat, “Tapi cari yang lain buat makan malam.”

“Kenapa? Emangnya kenapa?” Gwen menatap dirinya di cermin, memiringkan kepala. “Terlalu transparan?”

“Aku gak bakal biarin partner bisnis aku mantengin kaki istri aku.”

“Jangan jadi manusia purba, Raymon. Ini gak sependek itu.”

“Kamu gak boleh pakai itu hari Sabtu.”

Atau di tempat umum mana pun, kalau menurut dia.

“Aduh, serius deh. Oke. Nanti aku cari karung kentang aja sekalian.”

Raymon justru suka ide karung kentang itu. Kalau bisa, dia bahkan ingin membungkus Gwen dari kepala sampai kaki.

Akhirnya Gwen membeli gaun midi warna pink. Meski Raymon tidak sepenuhnya puas karena bagian dada cukup terbuka dan sedikit memperlihatkan kaki, itu jauh lebih baik daripada yang hitam.

Saat Gwen sedang melihat-lihat blus di rak, Raymon memberi isyarat pada penjaga toko untuk tetap membungkus gaun hitam itu.

Setelah Whitman membawa semua kantong belanjaan, Raymon mengajaknya ke toko perhiasan di lantai dasar.

“Enggak,” kata Gwen saat mereka berhenti di depan etalase penuh kalung. “Aku gak butuh perhiasan.”

Memang tidak. Bagi Raymon, saat Gwen masuk ke ruangan, dia sudah bersinar lebih dari berlian mana pun. Tapi istri Wyatt dan Hector pasti akan datang berlapis emas dan perhiasan. Dia tidak mau Gwen terlihat kurang dari mereka.

“Iya, kamu butuh,” katanya sambil menggandeng Gwen masuk.

Gwen berjalan menyusuri toko, memperhatikan perhiasan di balik kaca, sampai berhenti di bagian yang lebih sederhana.

“Kalau yang ini gimana?” katanya sambil menunjuk rantai emas tipis.

Raymon mengabaikan Gwen dan menggerakkan kursi rodanya ke arah etalase besar di dinding seberang yang berisi koleksi terbaik. Begitu penjaga toko melihat arah pandangannya, pria itu langsung mendekat dan mulai menata beberapa kotak beludru di hadapannya.

“Aku gak bakal pakai perhiasan seharga satu rumah di leher aku,” bisik Gwen di telinganya.

“Yang itu.” Raymon menunjuk satu set berisi kalung dan gelang emas putih bertabur berlian. Tatapannya beralih ke penjaga toko yang tersenyum lebar, matanya membesar penuh antusias. “Sama anting yang cocok.”

Pria itu langsung mengangguk cepat dan mengambil kotak lain, meletakkannya di samping set tersebut.

“Iya.” Raymon mengangguk singkat. “Kita coba dulu.”

“Coba bilang ke aku itu mitasi,” keluh Gwen pelan di sampingnya, membuat Raymon tak bisa menahan tawa. “Itu bukan mitasi, kan?”

“Bukan, Babby. Itu asli.”

Penjaga toko mengeluarkan kalung dan berdiri di belakang Gwen, siap memasangkannya di leher.

“Kamu sentuh istri aku,” kata Raymon dingin, “Tangan kamu hilang!”

Pria itu langsung tersentak dan mundur cepat, hampir tersandung.

“Ya Tuhan, Raymon! kamu kenapa?” Gwen menatapnya kaget, lalu menoleh ke penjaga toko. “Dia gak serius.”

“Aku serius. Mundur!”

Raymon mengulurkan tangan, mengambil kalung itu sendiri. Setelah mengaitkannya di leher Gwen, dia memperhatikan bagaimana perhiasan itu menonjolkan leher jenjangnya.

Gelangnya terlalu besar, bahkan bisa muat untuk dua pergelangan tangan sekaligus.

“Ini harus dikecilin dan dikirim besok.” Raymon mengembalikan gelang itu pada penjaga toko yang langsung mengangguk cepat, lalu menoleh ke Gwen. “Kamu mau pakai kalungnya sekarang, atau sekalian dikirim bareng gelang dan anting?”

“Jelas aku gak mau keliling mall pakai beginian di leher. Tolong lepasin!”

Saat membuka kait kalung itu, Raymon sengaja menyelipkan jari-jarinya di kulit lembut leher Gwen. Dia merasakan Gwen sedikit condong ke arah sentuhannya.

“Ayo pulang,” bisiknya pelan di telinga Gwen. “Kamu bisa coba lingerie yang tadi kamu beli.”

Gwen berbalik menatapnya. Ada ragu dan gelisah di matanya.

“Kita ini lagi ngapain sih, Raymon? kamu sama aku. aku gak ngerti harus mikir apa soal semua ini.”

“Jangan dipikirin.” Raymon mengangkat dagu Gwen dengan jarinya. “Ikutin aja. Biar arusnya yang bawa.”

Dia mencium Gwen pelan.

“Ikutin aja?”

“Iya. Ikutin aja, Babby.”

“Oke.”

...***...

Sentuhan ringan satu jari di antara pahanya membangunkannya. Sebuah ciuman jatuh di tengkuknya, lalu satu lagi, sedikit lebih rendah.

Tubuh besar Raymon menekan dari belakang, lengannya melingkar di perutnya, menariknya rapat ke dada yang keras dan berotot.

Tangan pria itu meluncur turun, menyentuhnya, bergerak perlahan. Ketika jari itu masuk ke dalam rahimnya dengan pelan, napasnya tercekat.

Ia mencengkeram lengan Raymon dan mulai mengikuti gerakannya. Tapi Raymon menarik tangannya.

Ia berbalik, kini berhadapan dengannya. Kakinya naik ke atas pinggul Raymon, tangannya mencari tubuh pria itu.

“Sabar.”

Raymon melingkarkan lengan di sekitar tulang rusuknya dan mengangkatnya hingga duduk di atas perutnya. Kedua tangan pria itu berpindah ke belakang lututnya, mendorongnya naik sampai ia berada di atas dada Raymon.

“Raymon?” tanyanya, kaget.

“Kamu gak nyaman kalau telentang. Jadi kita cari cara lain.”

Tangan Raymon bergerak di pahanya, lalu menahan pinggulnya, mengarahkan tubuhnya maju.

“Tangan di kepala ranjang,” katanya. “Pegang yang kuat.”

Gwen bahkan belum sempat mencerna kata-kata itu saat sensasi liar tiba-tiba membuat tubuhnya menegang. Tangannya refleks mencengkeram kepala ranjang, matanya terpejam saat gelombang demi gelombang hasrat menyerangnya.

Pikirannya mulai kabur. Saat Raymon memperdalam ritmenya, tubuhnya makin kehilangan kendali.

Butuh beberapa saat sebelum ia bisa kembali sadar ketika Raymon menurunkannya ke dada.

Ia menatap Raymon. Pria itu balas menatap dengan senyum tipis, penuh percaya diri. Licik. Berbahaya. Dan Gwen tahu itu.

Ia bergerak turun sedikit, merasakan tubuh Raymon di bawahnya, lalu memposisikan diri.

“Tangan di kepala ranjang, Raymon.”

Alis pria itu terangkat, tapi tetap mengikuti. Tangannya mencengkeram bilah kayu di atas kepala.

Gwen tersenyum, lalu perlahan menurunkan tubuhnya. Di tengah jalan, ia berhenti, menunduk, mencium dada bertato itu, lalu menyentuhnya dengan bibir.

Raymon menarik napas dalam, tapi tidak bergerak. Tangannya tetap di tempat.

Ia ingin menggoda lebih lama, tapi tubuhnya sudah terlalu menuntut. Ia menurunkan diri sepenuhnya dan memejamkan mata.

Rasa itu membuatnya menghela napas panjang.

“Jangan. Bergerak,” bisiknya, lalu mulai menggerakkan pinggulnya.

Saat ia bergerak, tangan Raymon mencengkeram lebih kuat. Otot-otot di lengannya menegang. Ia bisa melihat keinginan dan kendali di mata pria itu.

1
Agnes💅
kalo udah nikah kuras harta nya aja sekalian🤣
Agnes💅
wah seru cerita nya 😍
Neng Anne
lanjut thoooorrrr
Neng Anne
Padahal ceritanya bagus. susunan kata-katanya, bahasanya dan tentu ceritanya. tetap semangat thor,,, jangan menyerah... aku padamu😘🫶🫰
Na-Hyun: terimakassi kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!