NovelToon NovelToon
Antagonist Yang Menghindari Takdir

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Obsesi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:593.3k
Nilai: 3.8
Nama Author: Aplolyn

Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.

Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..

"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Syifa menutup panggilan itu dengan dada yang terasa mengencang. Senja menggelantung rendah di atas jalan kampus, membuat bayangan pepohonan memanjang seperti jari-jari yang ingin meraih. Ia melangkah cepat, hampir berlari, menepis pikiran tentang Hansen, Kayden, dan tatapan Wenda yang masih terasa menempel di punggungnya.

"Nona? Kenapa bengong.. ayo masuk sebelum hujannya turun.."

Syifa akhirnya tersadar dari lamunannya, dia segera masuk ke mobil, ternyata Pak Darto sudah lama sampai disana.

"Nona lagi banyak pikiran ya?"

"Ehehe.. Iya Pak.."

Mendengar itu membuat Pak Darto tak menanyakan lebih, pria itu menyalakan radio agar Syifa merasa lebih nyaman.

Setibanya di rumah, Syifa menjatuhkan tas ke kursi dan merebahkan diri di ranjang. Langit-langit putih menatapnya kosong. Ia menghela napas panjang, mencoba mengurai benang kusut di kepalanya.

“Kenapa sih hidup si antagonis ini jadi rame banget,” gumamnya.

Ponselnya kembali bergetar. Kali ini pesan masuk.

Hansen: Maaf kalau mendadak. Besok di kantin lama, jam 10?

Syifa menatap layar lama. Kantin lama—tempat yang sama sunyinya dengan perpustakaan tua. Ia mendengus, lalu membalas singkat.

Syifa: Aku lihat dulu besok. Kalau bisa cepat.

Hansen: Tentu. Terima kasih.

Syifa melempar ponsel ke bantal. “Tentu. Tentu apanya,” ia mendecak. Ia bangkit, mengambil handuknya, lalu menuju kamar mandi.

***

Taruhan Hari Ke - 4

Pagi datang dengan langit mendung, Syifa tiba di kampus lebih awal dari biasanya. Ia sengaja memilih bangku di barisan depan, menghindari sudut-sudut yang mengundang kejutan. Kayden tidak terlihat. Entah kenapa, ia lega sekaligus sedikit kecewa.

Usai kelas pertama, Syifa berjalan menuju kantin lama. Bangunan itu setengah terbuka, beberapa kios sudah lama tutup. Bau kopi pahit dan gorengan dingin bercampur di udara.

Hansen sudah menunggu. Duduk santai, hoodie hitam, senyum tipis yang sulit dibaca.

“Kamu tepat waktu,” katanya.

“Apa yang kamu mau?” Syifa memilih berdiri, tidak duduk.

Hansen tertawa kecil. “Langsung ke inti ya. Oke.” Ia menegakkan punggung, senyumnya memudar, berganti ekspresi serius. “Aku butuh bantuan kamu buat membujuk Kayden.”

Syifa mengernyit. “Membujuk?”

“Iya.” Hansen menautkan jemarinya di atas meja. “Perusahaan keluargaku lagi di ujung tanduk. Kami butuh suntikan dana. Aku sudah coba masuk lewat jalur formal, tapi ditolak mentah-mentah.”

Syifa mendengus. “Dan kamu pikir aku bisa apa?”

Hansen menatapnya lurus. “Kayden dengerin kamu.”

“Tidak,” Syifa langsung menyela. “Dia dengerin logika. Aku nggak ada hubungannya sama urusan bisnisnya.”

“Justru itu,” Hansen menyahut cepat. “Kamu bukan bagian dari dunia bisnisnya. Kalau kamu yang bicara, dia mungkin mau mempertimbangkan. Bukan sebagai CEO, tapi sebagai.. Kayden.”

Syifa menyilangkan tangan. “Kamu sadar nggak sih, ini terdengar manipulatif?”

Hansen tersenyum miring. “Aku sebutnya strategi bertahan hidup.”

“Kamu pakai aku sebagai jembatan.”

“Aku minta tolong,” Hansen mengoreksi pelan. “Bukan maksa.”

Syifa terdiam. Bau kopi pahit terasa semakin menyengat. “Kenapa harus aku? Kenapa bukan orang lain?”

Hansen menghela napas. “Karena kamu satu-satunya orang yang sekarang dekat sama dia.”

Syifa tertawa pendek, getir. “Kamu salah besar.”

Hansen bersikukuh. “Aku nggak minta kamu memohon. Cukup sampaikan. Sisanya biar Kayden yang memutuskan.”

“Kalau aku nolak?”

Hansen mengangguk pelan. “Yasudah.. aku gak akan maksa, tapi kalau kamu terima, kamu berhak minta apapun ke aku, dan aku pasti akan ngasih selama masih wajar..”

Syifa menghela napas panjang. “Kamu ini nekat.”

“Aku putus asa,” Hansen jujur.

Syifa menatap Hansen dengan serius dan berfikir sebentar lalu menjawab, "Oke!"

'Bagus.. buatlah musuh menjadi sahabat kita, mungkin saja dia tidak akan membunuhku'

1
Suhana Sulaiman
dh tau alur yg tetap tapi masih bodoh ya mati 2 kali.
Atoen Bumz Bums
perasaan di cerita lain kok enak bener ngempaskan koruptor di perusahaan sendiri
beda cerita kalau di negara Konoha pasti kayak gini melipat-lipat taruhannya nyawa🤭
Atoen Bumz Bums
mc-nya mengecewakan
pengen jadi kaya tapi sifatnya sifat miskin
Atoen Bumz Bums
masa nggak sadar sih ada yang aneh
Atoen Bumz Bums
kok jijik ya bodoh dari tadi nggak ngomong-ngomong diem aja di sudutkan
Hibatul Wafiroh
lama lama alurnya membosankan kan
Hibatul Wafiroh
huuh aku kira keren sifa tuh...gak taunya lelet ngomngnya ga tegas
Pipit Ayu
masa ga ada pembelaan diri sedikitpun? kebangetan bgt nyiptain karakternya
ea
aneh jln ceritanya, ada org baru kenal minta tolong ngebujuk soal bisnis , eh dia mau bkn nya langsung nolak
ongkoh takut, tp diladenin trs, dibantuin jg /Sweat//Speechless/
ea
setengah 7? td aja c'kayden jemput kan jam 6.55 trus syfa jg sarapan dl sblm brngkt ma kayden?? authornya linglung or gmn nih? bnyk yg ngaco atau ga fokus jln ceritanya kdg ga nyambung
ArlettaByanca
Syifa lancarin aja lah Wenda n Kayden....
embun senja
mertua gue juga kerja disawah,tapi pas udah pulang langsung mandi dia dandan lohhhh,dengan gincu kebanggaannya dan selalu dipamerin... gintu elisabet katanya yg merah merona kek abis makan cabe sekilo🤣🤣🤣
ina
🤭🤭🤭
saputri
cerita sampah g jls
Retno Palupi
ini Zayn ada d cafe apa d rumah kok jd bingung aq
Retno Palupi
zayn itu suka Sifa dari dulu ya
Nadia Ulfani
karakter syifa ada bodoh’ nya yah
Latifah nurraini tijani
menye² banget ni fl bacanya juga monoton malah kesel, buat author juga baca lagi deh dari eps awal banyak kata typo juga, sorry buat baca juga aku berhenti alurnya kek gimana gitu
Shen
halo, kak! pembaca baru. ironisnya namanya sama sama aku. aku juga Syifa 🤣
Jumaidah Nasution
iya, syifa jiwa baru kok terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!