Seorang gadis dari Sebuah Desa dengan kondisi sakit yang di deritanya, memutuskan pergi kekota demi melanjutkan Pendidikannya, tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh Alice bahwa dia akan jatuh cinta, banyak ujian yang mereka lewati untuk bisa bersama... mampuhkah mereka tetap bersama hingga akhir...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elice Nur Mawanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 23
"Maaf ya kakak gak bisa nganterin sampai kosan, kakak nganternya sampai di sini aja"
Terang Purnama, sambil menatap Alice yang sedang membereskan barang bawaannya ke dalam tas.
"Iya gak papa kak, aku malahan makasih banget kakak udah nganterin aku juga, maaf aku bikin repot kakak terus"
"Enggak kok, kakak senang bisa menolong!"
"Alice percaya, Kakak memang baik!"
Alice tersenyum kemudian Asti mengetuk kaca mobil dari luar.
"Aku pulang dulu ya kak, Assalamualaikum!"
"Jangan lupa minum obat ya, sampai ketemu lagi, wa alaikumus sallam...!"
Alice tersenyum simpul kemudian membuka pintu mobil.
"Udah semua dibawa, yakin gak ada yang ketinggalan?"
Tanya Asti cerewet
"In shaa Allah enggak kok kak.!"
"Ya udah, Pur kamu pulang aja duluan aku nanti balik sama Bang Dahlan!"
"Ya udah entar anterin Dahlan kerumahnya ya!"
"Emang gue cewe apakah nganterin cowok hahahah!"
"Lah entar Dahlan pulangnya gimana?"
"Biar dia bawa mobil aku aja ke rumahnya, udah aku kontrak biar jadi supir pribadi aku hahahah!"
"Hahahah ya udah, hati-hati ya itu bawa Nyonya Pur!''
"Siap Tuan Pur!"
Jawab Asti sembari menutup Pintu mobil
Purnama melambaikan tangan kepada Alice, Alice hanya tersenyum kemudian berjalan pergi meninggalkan Purnama.
"Kak aku gak papa kok gak di antar sampai depan kosan juga"
"Enggak ah aku takut kamu kenapa-kenapa lagian aku gak enak juga kmarin kan aku yang kesini ngasih tahu soal perkemahan yang di perpanjang, si ibu juga udah nitipin kamu ke aku!"
Alice hanya mengangguk sambil tersenyum tanpa membantah lagi,karena Alice tahu pasti Asti tidak senang dibantah jika yang dia lakukan itu benar.
"Assalamualaikum!"
Asti mengetuk pintu kosan, warung anaknya ibu kosan sudah tutup tidak seperti biasanya.
"Tumben warungnya si teteh sudah tutup ya Lice?"
"Iya Kak Biasanya jam segini masih buka kok!"
"Wa alaikumus sallam!"
Terdengar suara sahutan dari dalam kosan, dan beberapa saat kemudian pintu pun terbuka.
"Eh Alice udah Pulang,di anter sama Asti juga ternyata!"
Alice dan Asti mencium tangan Ibu kos.
"Ayo masuk dulu atuh pasti pada cape ya!"
Ajak ibu kosan.
"Asti gak masuk dulu bu, soalnya takut keburu malam banget mau langsung pulang aja!"
"Oh kitu, ya udah atuh sok ati-ati di jalannya ya !"
"Iya bu makasih, Alice aku balik dulu ya dah...!"
Alice melambaikan tangan
"Assalamualaikum Bu!"
Ucap Asti sembari pergi meninggalkan Alice bersama Ibu kosnya.
"Hayu ibu antar ke kamar kamu."
"Gak usah bu Alice bisa sendiri kok!"
"Ya udah atuh ibu siapin kamu makan ya di dapur!"
"Makasih bu!"
"Iya sok atuh gera mandi, abis mandi makan biar bisa cepat istirahat ya!"
Alice mengangguk mengiyakan
"Alice permisi ke kamar dulu bu!"
"Iya sok!"
Alice memasuki lorong kamar kosan dan membuka kunci kamar nya.
"Alice! udah pulang?"
Dewi teman satu kosnya keluar dari kamarnya.
"Eh Dew.!'
"Gimana kondisi kamu?"
Alice melirik ke sekitarnya
"Kamu tahu aku sakit?"
Tanya Alice berbisik
"Kenapa bisik-bisik sih?"
Tanya Dewi Balik
Alice membuka pintu kamar kosnya sembari menarik Dewi masuk kedalam kamar nya.
"Ada apaan sih Lice?"
"Kamu tahu dari siapa aku sakit?"
"Kak Juanda yang bilang!"
Alice menarik napas
"Loh kenapa sih Lice?"
"Jangan cerita ke siapa-siapa kalau aku masuk rumah sakit, apalagi ibu kosan jangan sampai tahu!"
"Kenapa?"
"Aku gak mau ibu kosan laporan ke keluarga tentang kondisi aku nanti kasian keluarga aku bakal kepikiran, lagipula sekarang aku sudah baik-baik saja kan!"
"Oh gitu pantesan aja kemarin-kemarin ibu kos bilang kalau perkemahan di perpanjang"
"Jangan keras-keras!"
Ucap Alice
"Maaf aku lupa hehe!"
"Janji ya jangan bilang ke siapa-siapa!"
"Iya aku janji!"
"Ya udah aku mau mandi dulu!"
"Aku balik ke kamar aja ya!"
Kata Dewi
"Emhs!"
Alice mengangguk kemudian mengambil handuk dan perlengkapan mandi dari kamarnya dan pergi ke kamar mandi.
Selama di kamar mandi Alice tak habis pikir ternyata Juanda juga mendekati Dewi dan bahkan dia bisa mengatakan apa saja kepada Dewi.
"Akhs sudahlah banyak hal yang lebih penting, yang bisa aku lakukan daripada harus menguras pikiran dengan memikirkan Kak Juanda!"
Alice bergegas keluar dari kamar mandi, di lorong kamar kosan Alice berpapasan dengan ibu kosan.
"Alice ibu sudah masakin kamu, jangan lupa makan dan minum obat nya ya!"
"Iya bu terimakasih!"
"Sama-sama!"
Ucap ibu kos sambil tersenyum.
Usai berganti pakaian menggunakan pakaian tidur Alice Bergegas ke dapur untuk makan.
Sesampainya di dapur ada beberapa orang anak kos yang sedang makan juga.
Alice duduk di antara mereka yang hanya saling melempar senyum.
Handphone Alice tiba-tiba berbunyi, tanda pesan singkat masuk ke handphonenya.
"Segera istirahat ya setelah makan jangan lupa obatnya di minum, good night!"
Isi pesan singkat itu dari Purnama, menerima pesan dari Purnama Alice menatap dan membacanya sembari tersenyum, kemudian tersadar bahwa dia berada di antara teman-teman satu kos nya yang saat ini sedang memperhatikan tingkah Alice.
Mendapati setiap orang menatapnya penuh heran Alice langsung menyimpan kembali handphonenya kemudian melanjutkan makan nya.
"Aduhhh malu banget, pake acara senyum-senyum sendiri lagi!"
Ucap Alice dalam hatinya.
Usai makan Alice bergegas mencuci piring yang di gunakan nya tadi kemudian menyimpan kembali ke tempatnya.
Alice kemudian keluar dari dapur menuju kamarnya.
"Sudah makan Alice?"
"Eh ibu, sudah bu!"
"Ya udah sok atuh istirahat!"
"Iya bu, eh iya bu teteh kemana, tumben jam segini udah tutup warung nya?"
"Oh teteh mah ikut pulang ke rumah suaminya dulu, mertuanya lagi sakit!"
"Emhsss pantes aja jam segini udah tutup!"
"Ada apa gitu, ada yang mau dibeli, ada ko ini di ibu kunci warung nya mah di simpan, atau mau pada nonton tv mah sok aja ini bawa kuncinya nanti jangan lupa dikunci lagi!"
"Enggak ko bu enggak, makasih, Alice cuma penasaran aja makanya nanya ke ibu!"
"Oh iya atuh, sok istirahat kamu kan pasti cape nya!"
"Iya bu Alice ke kamar dulu!"
"Iya sok!"
Ibu kos menatap Alice hingga Alice masuk kedalam kamar nya.
Alice berbaring di atas tempat tidur nya sembari menatap keatas langit-langit.
"Bersyukur banget kak Purnama baik sekali, tapi tetap saja rasanya aku gak enak hati begitu saja menerima kebaikan nya, tapi aku bisa apa,akhs aku percaya Allah yang akan membalas semua kebaikan dari kak Purnama terhadap ku, tugasku hanya belajar yang baik agar bisa membanggakan keluarga, dan mencari pekerjaan sampingan untuk aku tekuni sepulang sekolah, ah kenapa aku gak ngobrol sama Ibu kos aja ya siapa tahu Ibu ada info soal loker part time kan lumayan bisa buat nambah-nambah tabungan..."
semangat terus berkarya 👍👍