"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiara Tidak Suka
Saat menoleh Kiara langsung terkejut bahagia dan memeluknya.
“ Ibu… Aku sangat merindukanmu.” Ucap Kiara.
“ Nak Kamu boleh saja cape dan istirahat sejenak tapi kamu tidak boleh berhenti. Kota ini membutuhkan kedamaian dan hanya Kamu yang bisa menolong mereka tuan putri.” Ucap Ibu lembut.
“ Apa maksud Ibu?” Tanya Kiara bingung.
“ Kamu akan tau segalanya dalam waktu dekat dan Ibu harap Kamu tidak melakukan kesalahan seperti apa yang Ibu lakukan dulu.” Jawab Ibu lembut membuat Kiara tambah bingung, ditambah ada suara yang sangat bising seolah memanggil namanya dan mengganggu percakapan mereka. Saat terbangun ternyata Edward menggedor – gedor pintu memanggil namanya.
Kiara membuka pintu dengan raut wajah kesal.
“ Ada apa?” Tanya Kiara cuek.
“ Aku tunggu di parkiran.” Ucap Edward cuek langsung pergi.
Kiara bingung melihat Edward, Ia masuk kembali ke dalam kamar dan menyalakan ponsel. Saat melihat jam Ia tampak sangat terkejut.
“ Astaga Aku lupa hari ini pertama kali Aku kerja lagi.” Gerutu Kiara langsung mandi dan bersiap.
Di parkiran Edward menunggu dengan sabar, Kiara nampak berlari ke arahnya dan masuk ke mobil.
Tanpa membuang waktu Edward langsung melaju dengan begitu cepat. Mereka terdiam tidak mengobrol apa pun, saat sampai semua orang memperhatikan mereka yang berjalan berdampingan. Kiara yang melihatnya sangat risih, Ia sangat tidak suka dipandang seperti itu.
Saat Kiara berjalan, Ia melihat jabatan bagian administrasi ada yang memegang. Ia sesegera mungkin menemui Edward yang lebih dulu masuk ruangannya.
“ Edward ini Aku Kiara.” Teriak Kiara dari balik pintu.
“ Masuklah.” Teriak Edward.
Kiara yang masuk melihat Edward sedang sibuk dengan leptopnya, Ia langsung duduk dikursi dihadapan Edward dengan raut wajah yang sangat kesal.
Edward yang melihatnya langsung menutup leptopnya dan fokus pada Kiara.
“ Ada apa?” Tanya Edward lembut.
“ Kenapa posisiku digantikan orang lain?” Tanya Kiara kesal.
“ Aku tidak bisa gegabah dengan mempertahankanmu diposisi itu disaat Kamu tidak masuk kantor, oleh karena itu posisi itu diisi orang lain.” Jawab Edward santai.
“ Lalu apa jabatanku sekarang? Sekertarismu?” Tanya Kiara percaya diri.
“ Tadinya sih mau begitu tapi Kamu tidak pantas ada diposisi itu. Jabatanmu sekarang adalah asistenku, Kamu yang akan mengurus jadwalku mulai dari besok karena Aku tidak bisa mengatur waktu dan kadang bertubrukan. Bukan hanya itu Kamu juga mengurus semua keperluanku dikantor atau diluar kantor.” Jelas Edward membuat Kiara terdiam membisu.
“ Oke kalo begitu, sebelumnya Aku ingin bertemu dengan sekertarismu untuk meminta nomornya dan supaya lebih akrab.” Ucap Kiara santai.
Edward terdiam sejenak dan langsung memanggil sekertarisnya masuk. Cukup lama mereka menunggu, Kiara tampak bosan dan kesal. Hingga akhirnya sekertaris itu masuk dengan berjalan seperti model dengan mengenakan pakaian sexy dan make up yang menggoda.
Kiara terdiam tak percaya dan terus melihat sekertaris dari bawah sampai atas dengan tajam.
Sekertaris itu langsung duduk diatas meja dihadap Edward sembari merapikan dasi kerahnya.
Kiara yang melihatnya sangat tak suka dan emosi, Kiara benar – benar kesal melihat sekertaris itu.
“ Ada apa Edward Kamu memanggilku.” Ucap Sekertaris menggoda.
“ Hei… jaga batasanmu Dia bosmu. Tidak seharusnya Kamu duduk diatas meja seperti itu.” Teriak Kiara kesal Sembari berdiri dan menggebrak meja.
“ Kiara lancang sekali Kamu meneriakinya. Dia sahabatku tidak apa – apa Ia bersikap seperti itu.” Ucap Edward tegas membuat Kiara merasa kecewa.
“ Maaf Edward tapi ini kantor seharusnya Ia bersikap profesional.” Ucap Kiara tegas.
“ Siapa Dia Edward?” Tanya Sekertaris penasaran.
“ Aku Kiara Asisten pribadi Edward mulai sekarang apa pun informasi yang harus Anda sampaikan untuk Edward Anda bisa menyampaikannya pada Saya.” Ucap Kiara santai mengulurkan tangan.
“ Ruinitha… panggil saja Rui. Salam kenal.” Ucap Ruinitha tersenyum berjabat tangan.
“ Edward ruanganmu sangat panas Aku ke kantin dulu.” Ucap Kiara berusaha menjauhi Rui.
Kiara langsung keluar dari ruangan, Rui dan Edward mereka tampak bertatapan.