NovelToon NovelToon
Malam Jadi Istri Siang Jadi Pacar

Malam Jadi Istri Siang Jadi Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikahmuda / Balas Dendam
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Duluan Aja

Audrea Dena Prasella, siswi yang terkenal sebagai ratu bully sekolah sekaligus pacar ketua geng motor ternama, suatu hari melakukan kesalahan fatal setelah merundung seorang siswi pindahan yang ternyata adalah adik dari pemilik sekolah yang baru.

Grerant Alvaro Yubel, CEO muda tampan yang baru sebulan membeli sekolah itu, ternyata mengetahui rahasia besar Dena yang selama ini terus ditutupinya, dan karena kasus Dena yang telah merundung adiknya. Alvaro memberinya pilihan mengejutkan: menikah diam-diam dengannya, atau identitas rahasianya terbongkar?

Dena tak menyangka satu kesalahan bisa membuat hidupnya jadi semakin rumit. Di saat ia harus menjalani peran sebagai istri sah Alvaro demi menjaga rahasianya. Sementara Dyo Artha—pacarnya, selama ini hanya memanfaatkanya.

Dan di antara dua rahasia besar itu, manakah yang akan lebih dulu terbongkar... status Dena sebagai istri rahasia sang CEO, atau sifat Dyo sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duluan Aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyesel?

Tak lama setelah adzan Maghrib berkumandang merdu dari surau.

Sore itu di hari Sabtu. Mika tiba-tiba ngajakin Dena buat pergi ke salon langganannya. Pas diajak, kebetulan Dena lagi sibuk nyisirin bulu kucing peliharaan Alvaro.

Kucing itu berjenis ras Persia, warnanya hitam menyeluruh—rona favorit Alvaro yang pengidap protanopia.

Setidaknya warna hitam nggak bikin Alvaro bingung buat tau apa warna bulu kucingnya.

Dan belum sempat Dena mengangguki ajakan adik iparnya. Mika langsung merebut kucing itu dari pangkuannya.

"Lele..." Mika menimang kucing itu seperti bayi.

"Mami Dena aku pinjam dulu ya, bentar aja kok, sumpah," ujarnya sambil masih menggendong Lele. Iya Lele, bukan lele beneran, tapi kucing. Kucingnya bernama Lele... pokoknya gitu deh.

"Boleh?"

Dena yang melihatnya jadi mengaggap Mika kayak orang gila. Segala pake pamit ke kucing, paham juga enggak.

"Udah nggak usah diajak ngomong! Emangnya Lele bakal ngerti!" gerutunya sambil merapikan kembali peralatan groming bulu lembut Lele.

Mika langsung cekikikan.

Kemudian memindahkan Lele ke atas tempat tidurnya yang bagus itu. Bahkan, seekor kucing pun Alvaro belikan bed sendiri.

Padahal, istrinya saja tiap malam tidur di sofa.

Dan hal itu sempat membuat Dena menaruh iri pada Lele, soalnya pas ia minta untuk dibelikan ranjang sendiri, Alvaro selalu menolaknya.

Dalihnya, karena Alvaro nggak mau Dena tidur di kamar yang terpisah darinya. Padahal ya, rumah Alvaro itu sangatlah besar, dan di setiap sudutnya tersebar berjibun kamar. Tapi ya tadi, satupun nggak ada yang diberi ranjang.

Alhasil, mau nggak mau Dena ya tidur di sofa itu, meskipun Alvaro selalu memintanya untuk tidur satu ranjang dengannya.

Tapi Dena selalu menolak.

Katanya ini soal prinsip.

...***...

Beberapa menit kemudian.

Di perjalanan menuju salon langganannya. Mika memilih duduk di belakang kemudi.

Menyetir mobilnya sendiri.

Sementara Dena disuruhnya untuk duduk di bangku kiri.

Bukan tanpa alasan. Sebab, sedari awal dia sendiri yang sempat cerita, kalau pas terakhir kalinya ia memegang kemudi. Satu mobil nyungsep ke dalam sungai.

Mika yang mendengar cerita Dena langsung mikir seribu kali, lalu mengambil keputusan sebelum kemalangan terjadi pada dirinya.

"Kakak ipar duduk manis aja ya," ujarnya sambil meringis, yang daripada nasibnya malam ini malah berakhir tragis.

Dena ya nurut aja, lalu duduk manis di bangku kiri dengan tentramnya.

Mobil perlahan membelah malam.

Di luar, gemerlap lampu-lampu gedung pencakar langit terlihat indah di mata. Malam itu cuacanya juga sedang bagus-bagusnya.

Dan ketika mereka hampir tiba di tujuan. Mika masih aja kepikiran cerita Dena.

Soal Dena yang katanya pernah nyungsep di sungai.

Mendadak, Mika jadi penasaran bagaimana cerita lengkap tragedi itu bisa terjadi.

"Emang beneran, waktu itu lo pernah kecelakaan?" tanyanya serius.

Dena langsung mendengus.

"Ya beneran lah!" sungutnya sambil milih lagu. Bojoku Ketikung—NDX AKA.

Kebetulan, Mika lagi belok.

"Terus, kok bisa sih lo nyungsep ke sungai?" Mika masih nggak habis pikir.

Dena mikir sebentar.

"Ya bisa, orang jalannya ke situ," sahutnya santai.

Mika menoleh refleks.

"Ke sungai?"

Dena manggut-manggut. "Iya, waktu itu gue pikir jalan pintas," katanya, lalu nyengir.

Mika spontan mendelik.

"Jalan pintas?"

Dena meringis.

"Jalan pintas kemana mana bangsat, ke akhirat?!" sewot Mika.

Sedangkan Dena malah cekikikan, seakan tidak menganggap tragedi itu sebagai satu hal yang patut disesali.

Mika langsung garuk-garuk kepala.

"Emang paling bener sih lo naik angkot aja!"

Dena langsung ngakak.

...***...

"Eh, Mik." Setelah saling terdiam, tiba-tiba Dena menyenggol lengan Mika yang lagi fokus nyetir.

Kebetulan jalanan sedang ramai. Maklum, kan malam Minggu.

"Apa?"

Dena malah melirik ke arah rambut Mika yang sekarang berwarna biru keunguan, bercampur merah muda dan abu-abu.

"Rambut lo..."

"Kenapa sih harus begitu?" tanyanya penasaran.

Mika menoleh sekilas. "Begitu gimana?"

"Diwarnain."

Nggak lama Mika tersenyum, lalu menyalakan lampu kabinnya.

"Oh..."

"Tapi bagus kan?" ujarnya bangga.

Dena menghela napas, lalu mematikan kembali lampu yang menyala itu. "Iya bagus, tapi apa tujuan lo?"

"Buat ngerjain Kak Varo," jawab Mika tersenyum tipis.

"Ngerjain?"

Dena mengerinyit, heran.

"Iya..." Mika agak melambatkan laju mobilnya. Di depan, lampu lalulintas telah berganti menjadi merah. Sebagai pengendara yang taat lalu lintas. Mika akhirnya berhenti.

"Lo tau kan Kak Varo buta warna?"

Dena manggut-manggut. "Iya, gue tau."

"Terus?"

Mika tersenyum makin lebar.

"Setiap gue ganti warna rambut, gue selalu tanyain ke dia," katanya.

"Nanyain apa?" tanya Dena masih setengah nggak ngerti.

"Warna rambut gue yang baru," jawab Mika.

Dena diam, sebentar, tapi selang beberapa detik ia langsung nangkep maksudnya.

"Oh..." Dia langsung tertawa.

"Pas lo tanya dia jawab apa?" Dena jadi penasaran.

Mika langsung cekikikan, "Ngaco, Den..."

"Nggak pernah ada yang bener. Terakhir, warna rambut gue yang ini malah dibilang pucet kayak rambut ubanan, padahal kan ini ngejreng banget," ceritanya.

Mika lalu menginjak pedal gasnya. Mobil melaju pelan sambil Mika lanjut cerita.

"Dan karena dia salah jawab, gue jadi untung banyak," lanjutnya.

Dena agak bingung lagi kali ini. "Untung gimana maksud lo?"

"Sebelum gue nanya, biasanya gue bikin perjanjian dulu sama Kak Varo. Yang isinya, kalau dia salah, uang jajan gue harus ditambah..."

Dena mulai ngerti sekarang. "Terus?"

"Ya dia selalu salah, dalam sejarah permainan ini, gue nggak punya sejarah kalah," lanjut Mika tertawa puas.

Dena jadi ikut tertawa. Dianggapnya, cerdas juga Mika-Mika ini.

"Ah sialan! Kok gue nggak kepikiran ya," kekehnya.

"Ck! Lo mah sebagai istrinya nggak perlu susah-susah pake cara begini. Tinggal minta juga pasti dikasih," decaknya.

"Iya sih." Dena menyetujui perkataan Mika. Ya, walaupun sejauh ini ia memang belum pernah meminta uang pada Alvaro, kecuali Alvaro sendiri yang inisiatif memberi.

Dalam diamnya. Dena mendadak teringat sesuatu.

"Tapi, Mik..."

"Hm?"

"Kalau lo emang udah dari dulu suka ganti-ganti warna rambut. Kenapa pas pertama kali kita ketemu, lo keliatan culun begitu?" tanya Dena yang daripada nggak bisa tidur gara-gara kepikiran.

"Kan waktu itu gue udah bilang...itu cuma fatamorgana yang sengaja gue buat-buat," ulangnya.

"Iya, gue ngerti. Tapi, gara-gara lo begitu, gue jadi sengaja bully lo. Yang akhirnya bikin gue terpaksa jadi bini kakak lo!" balasnya agak mendengus.

Mika menoleh sekilas, dan ketika ia kembali menatap ruas jalan, ia tersenyum tipis. Seolah, ia mengetahui sesuatu yang belum Dena pahami.

"Lo nyesel waktu itu udah bully gue?" tanya Mika.

"Nyesel?"

Dena terhenyak sesaat.

1
Ppinkykhaenafk_
lanjut kak sampe eps 45 😁
dan semangat buatnya 💪
Ppinkykhaenafk_
lanjut dong kak, kalo bisa segera ya udah ga sabar nih 🤭
Ppinkykhaenafk_
keren plotnya tuh dar der dor banget
Ppinkykhaenafk_
aku kasih gift nih 🌹
Ppinkykhaenafk_
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!