NovelToon NovelToon
Nikah Dadakan

Nikah Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Unchi

Seorang mahasiswi yang harus rela menikah dengan brondong.
Karena kejadian yang tidak mengenakkan. Di grebek warga saat di toilet. Dan menjadikannya harus menikah di saat itu juga.

Dia yang sudah berumur 21 tahun semester VI dan dengan terpaksa harus menikah dengan brondong 18 tahun. Masih SMA kelas 3.

Bagaimana kelanjutannya...?
Pantengin di sini ya??
Makasih sudah mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

.

.

.

Nesa masih menangis duduk dipojokan kamar sambil memeluk lututnya. Dia menyesali tentang semuanya. Harusnya tadi dia gak nolak saat Jo memintanya. Nesa masih tenggelam dengan pemikirannya, tiba-tiba HP nya bergetar.

Nesa melihat layar Handphone-nya. "Jo..."gumamnya setelah ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

"Assalamu'alaikum.. Jo kamu di mana??"tanya Nesa yang mulai khawatir.

"Mbak, sampean ini istri yang punya HP ini kah??"tanya seorang laki-laki di seberang sana.

"Iya pak.. kenapa HP suami saya ada di bapak??"tanya Nesa bingung.

"Bojone mbak kecelakaan, sekarang ada di rumah sakit. Mbak kalau bisa segera ke sini ya?? Urus administrasinya..."

Seketika badan Nesa melemas. Tangannya bergetar. Air matanya kembali menetes. Kecelakaan

"Ya Allah,, selamatkan suami hamba..."doa Nesa sambil buru-buru menyiapkan keperluan yang ada.

Dengan cepat Nesa meninggalkan apartement. Tak peduli penampilannya yang belum sempat mandi dan berganti pakaian.

***

Rumah sakit.

Nesa segera ke IGD di mana Jo sedang di rawat. Dia melihat beberapa orang paruh baya yang berdiri berbincang-bincang. Nesa segera menghampiri orang-orang itu.

"Bapak yang menolong suami saya??"tanya Nesa yang sudah tak sabaran.

"Eh, mbak istrinya kah??"tanya bapak itu yang langsung diangguki Nesa.

"Nih mbak HP suaminya, tadi dia hampir nabrak tong yang ada di perempatan jalan. Surup-surup kok yo ngebut, makane kecelakaan..."ucap bapak itu asal jeplak yang malah membuat Nesa merasa bersalah.

"Iya pak, makasih sudah menolong..."

"Ya, lain kali suruh suaminya hati-hati kalo ngendarai motor. Gak usah ngebut-ngebut. Pelan-pelan yang penting selamat..."nasehat salah seorang bapak lagi.

"Kalo gitu, kita pamit ya mbak.. moga suaminya lekas siuman..." pamit para bapak-bapak itu dan Nesa kembali mengucapkan terima kasih atas segala bantuan nya.

Setelah beres mengurus segala administrasinya. Nesa kembali ke IGD. Malam ini juga, Jo sudah dipindahkan ke kamar rawat inap.

20.00 waktu setempat. Nesa sudah menghubungi ke-dua orang tuanya. Pak Bambang dan pak Wahyu. Mungkin pak Bambang yang akan datang menemani. Sedang pak Wahyu, dia masih berada di luar kota. Perkiraan dini hari baru sampai katanya.

Nesa termenung di kursi tunggu samping IGD. Nesa terus berdoa agar Jo baik-baik aja. Tiba-tiba seorang dokter paruh baya keluar dari pintu. Nesa yang sudah tak sabar langsung menghampirinya.

"Gimana dok??"

" Luka suami anda tidak terlalu parah. Hanya saja kepalanya sempat terbentur aspal. Jadi perkiraannya dia tidak sadarkan diri sampai waktu yang tak bisa ditentukan..."ucap dokter itu sambil menghela nafas yang panjang.

"Apa??" Nesa syok. Hampir saja dia pingsan kalau saja pak Bambang yang baru saja datang tidak langsung menopang tubuhnya pasti Nesa juga ikutan dirawat di RS. Kehadiran pak Bambang sangat tepat waktu.

"Ayah..." lirih Nesa yang langsung memeluk tubuh pak Bambang. Pak Bambang langsung mengelus pundak Nesa menyemangati.

Dokter itu kembali bersuara. "Permisi sebentar, pasien akan di bawa ke kamar rawatnya..."

Tak lama kemudian Jo muncul, wajahnya begitu pucat. Dia terbaring lemah di atas brankar. Seketika itu juga Nesa berteriak histeris. Meskipun suaranya terdengar hampir habis, tapi Nesa tak perduli.

"Sabar Sa... Ayah di sini..." kemudian Nesa dan pak Bambang mengikuti langkah-langkah perawat yang membawa Jo pada sebuah kamar.

***

Malam semakin larut, Nesa tak bisa memejamkan matanya. Tenaganya lumayan terisi karena pak Bambang memaksanya untuk makan. Ya, sedari tadi Nesa belum mengisi perutnya.

Nesa masih terdiam sambil menatap Jo yang terbaring. Kepalanya mendekat ke wajah Jo. Bibirnya ia tujukan ke telinga suaminya serasa berbisik.

"Jo... kamu harus bangun..." Nesa menyeka air mata yang terus mengalir. Padahal tadi sempat berhenti, tapi nyatanya air mata itu muncul lagi.

"Aku janji, aku akan melayanimu... kamu harus bangun Jo. Demi keluarga kecil kita...

Kamu harus bangun dan jadi ayah untuk anak-anak kita..."

Nesa sudah tak sanggup lagi berkata-kata. Dia segera berlari menuju ke kamar mandi. Menangis sekencang-kencangnya. Salahkah jika dia ingin memukul Aris saat ini?? Laki-laki yang telah menghancurkan rumah tangganya yang baru saja ia bina.

"Gue harus ketemu Aris... gak peduli apapun itu. Dasar cowok murahan, gue harus mutusin loe..."ucap Nesa dengan penuh amarah.

***

Setelah kedatangan pak Wahyu, Nesa sedikit lega. Niatnya pagi ini dia harus menemui Aris. Setelah Nesa membersihkan tubuh Jo, Nesa menghampiri Papa mertuanya.

"Pa..."

"Iya Nesa..."pak Wahyu sedikit menyunggingkan senyuman. Pak Wahyu tidak menyalahkan Nesa atas kejadian ini. Karena pak Wahyu juga tahu kalau putranya itu bukan cowok baik-baik. Jadi pak Wahyu maklum saja.

"Nesa mau keluar sebentar Pa,, Nesa titip Jo..."

"Apa kamu gak mandi dulu?? Papa lihat, penampilanmu kucel gak kayak biasanya.."kata pak Wahyu cemas melihat keadaan Nesa.

"Gak Pa,, Biar begini aja dulu..."balas Nesa lirih. Biar aja ketemu dia menemui Aris dengan seperti ini. Biar Aris illfeel dan tak menyukainya lagi.

"Papa jadi khawatir sama kamu nak,,, hati-hati di jalan ya.. kalau ada apa-apa langsung telpon Papa..." pak Wahyu terlihat lebih mengkhatirkan Nesa dari pada Jo anaknya yang terbaring lemah.

"Iya Pa, assalamu'alaikum..."pamit Nesa sambil mencium punggung pak Wahyu.

"Wa'alaikumussalam..."

***

"Ada apa sayang...." tanya Aris setelah Nesa meminta untuk bertemu. Keduanya ada di warung bakso yang suasananya tidak terlalu ramai.

"Gue gak mau basa-basi lagi ama loe Ris..." Nesa menyeka air matanya. "Loe cinta kan ma gue,, jadi loe harus pilih salah satu. Bunuh gue atau lepasin gue..."ucap Nesa yang masih berderai air mata.

"Loe gila Sa,, gue gak mungkin bunuh loe. Gue cinta ama loe Sa..." Aris mulai emosi.

"Kalo gitu, lepasin gue Ris... jangan ganggu hidup gue, ku mohon Ris..."

"Loe lupa hah?? Gue bakal bu----"

"Cukup Ris, loe jangan gila. Joe sedang koma sekarang..."potong Nesa tajam. Dia bukan wanita yang bisa ditindas seenaknya. Dia akan mengakhiri hubungan yang membuat hidupnya hancur.

"Apa???"Aris terkejut, sedetik kemudian dia tersenyum. "Gak apa Sa, ada gue di sisi loe. Gue akan gantiin dia buat loe..."balas Aris yang masih dalam fikiran gilanya.

"Gak Ris... ini sudah berakhir. Jika loe cinta ama gue, bunuh gue atau lepasin gue. Pilihannya ada di tangan loe..." Nesa menyodorkan sebuah pisau yang ia beli di tengah jalan tadi.

Aris menatap Nesa dan pisau itu silih berganti. Dia gak akan bunuh Nesa. Tujuannya bukan itu. Aris berfikir sejenak, kemudian menyeringai.

"Oke, gue lepasin loe Sa. Tapi ada syaratnya..."

"Apa??"tanya Nesa sedikit malas.

"Ijinkan gue jadi temen loe..."pinta Aris, jelas permintaan itu ada tujuan tertentu.

"Tapi Ris... gue gak mau nyakitin Jo lagi. Sudah cukup selama ini gue ngeduain dia..."tolak Nesa sedikit meninggikan suaranya.

"Loe gak mau?? oke,,, serah loe!! Pergi dari hadapin gue sekarang apa gue akan bunuh loe..."Aris memainkan pisaunya dihadapan Nesa. Nesa begidik ngeri dan segera meninggalkan Aris si psyco.

Nesa sedikit lega. Setidaknya hubungannya dengan Aris sudah berakhir. Saatnya memulai hidup baru. Menyongsong masa depannya bersama Johan Fahrurozi, suami brondongnya.

***

Sudah hampir 3 hari Jo masih belum sadarkan diri dan sudah 3 hari pula Nesa meliburkan diri dari kegiatan kampusnya. Jo begini karena ulahnya, jadi dia harus merawat Jo sampai sembuh. Sedang pak Wahyu dan pak Bambang sudah melakukan kegiatan seperti biasanya.

"Jo... kamu harus bangun... aku menunggumu..."bisik Nesa di telinga Jo. Itulah kegiatan Nesa sekarang. Berbisik di telinga suaminya kemudian mengecup pipi suaminya. Sedetikpun mata Nesa tak berpaling pada Jo yang terbaring lemah tanpa ekspresi apapun.

Tiba-tiba jari-jemari Jo mulai bergerak-gerak. Nesa tersenyum girang dan langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.

"Jo.. kamu sudah sadar..."cerca Nesa sambil menggenggam erat tangan Jo.

"Jo.. ini aku, istrimu..."

Jo mulai mengerjap-kerjapkan matanya. Kepalanya sedikit pusing, matanya yang kabur mulai terlihat Jelas.

"Jo... ini aku.."ucap Nesa lagi. Jo menatap Nesa dengan penuh arti.

"Nes, boleh aku cium kamu???" Di saat seperti ini, bisa-bisanya Jo berfikir mesim batin Nesa. Tapi Nesa tak akan menolaknya.

Nesa mengangguk. "Boleh..."

Jo mengangkat sedikit kepalanya, mendekatkan bibirnya ke bibir Nesa. Bibir mereka saling menempel. Hanya 3 detik lamanya. Kemudian mata itu terpejam dan kepala Jo terjatuh seketika.

"Jooooooo.....!!!!"teriak Nesa panik. Karena Jo kembali tak sadarkan diri. Hatinya mulai gundah, karena dokter yang dipanggilnya belum datang-datang.

"Ya Allah, jangan kau ambil Jo..."doa Nesa sambil menggigit bibirnya. Air matanya jatuh kembali.

Hayoo... Jo nya kenapa tuh!!!

jangan lupa vote nya.. biar author semangat.

1
Rezeki
ada yg punya ortu gini lagi gak..pinjam boleh
ᑌηCђÏ Cђαη🍎: bowleh
total 1 replies
Hadimulya Mulya
saya ada pertanyaan,buat penulis nya,klo dah di perkosa hayak gitu,trs zg di salahin siapa,padahal zg minta di turunin ceweknya semoga penulis jawab
Hadimulya Mulya
alur critanya gk nyambung,katanya batenisi bergaul ma cowok kok di traktir mkn cowok mau,trs zg bener zg mna
👻Ji®eN☣️
dewasa umur doank, goblok iya
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
norhasanah
hehe aditya jhoni..harusx sih yg jdi nessa ny zoey abbas😀😀🙏
Maysuri
knp ceritanya dinda ya lebih seru
cinta
kak onel folbacak kak
Anggit Juliadi
kocak kocak hahahaha
Sulaiman Efendy
HABIS TU DINDA, NASIBNYA MNYEDIHKAN, MASUK K PRANGKAP SETAN BRIYAN, NNTI KPRANGKAP IBLIS ARIS.....
Sulaiman Efendy
SAMA2 ANJING PSYCHO TU LIA SEPRTI ARIS ABANGNYA
Sulaiman Efendy
KLO GK BRIYAN, TU MARVIL YG HAMILIN MILA..
Sulaiman Efendy
TU UDH PUAS DAFFA ENTOTIN LO, ZINAHIN LO. TRUS PUTUS.. PNY LO UDH LONGGAR, MKANYA DAFFA PUTUSIN LO MIL,, TPI LO AKHIRNYA HAMIL DGN LAKI2 GK JELAS.
Sulaiman Efendy
SEKARANG LO HASIL ZINAH LO MA DAFFA. ... APA KATA PIHAK SEKOLAH, SEORANG GURU BLM NIKAH UDH HAMIL..
Sulaiman Efendy
DI CERITA NOVEL INI BNYK TOKOH2 YG GK PNY MORAL DN AHKLAK... TERMASUK GURU SKLIPUN SPRTI MILA, DARI KULIAH PACARAN DN BERZINAH TERUS,,KNP GK MINTA NIKAHIN MA DAFFA..
Sulaiman Efendy
TERNYATA DINDA JDI KORBAN NYA BRIYAN YG JUGA ANJING IBLIS DI NOVEL INI, KNP OTHOR BUAT NASIB DINDA TRAGIS GITU..

DN OTHOR SNANG BANGET BUAT CERITA KONFLIK YG GK HABIS2
Sulaiman Efendy
KNP DINDA BSA HAMIL, APA DIPERKOSA BRIYAN ATAU ARIS, TRAGIS BNAR NASIB DINDA
Sulaiman Efendy
PACARAN GAYA LO PACARAN SETAN BRIYAN, ANAK ORG LO GREPEK GREPEK DN LO JEBOL PERAWANNYA
Sulaiman Efendy
BAHAYA TU DINDA KLO SAMA BRIYAN, BISA ILANG TU PERAWAN DINDA.

BETUL KATA JO, KLO GK ADA YG JAWAB SAJA
Sulaiman Efendy
KNP MRK GK BELI RUMAH DRIPADA DIAM DI APARTEMENT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!