NovelToon NovelToon
Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rahma khusnul

Sesungguhnya mencintai seseorang dengan setulus hati itu sangatlah sederhana, tak ada alasan, tak ada tuntutan, juga tak berharap balasan, cukup melihatnya tersenyum bahagia maka hatimu akan merasa bahagia.
Seseorang yang memiliki ketulusan dalam cintanya akan terus berusaha agar orang yang di cintainya merasa bahagia, meskipun terkadang tanpa sadar telah menyakiti dirinya sendiri.
Seperti dalam kisah ini.
Seorang gadis yang setia menunggu cinta pertamanya yang hampir 3 tahun tak ada berita, tiba tiba saja di lamar oleh seorang pria yang sudah dia anggap seperti kakaknya di masa lalu. kebimbangan menimpanya,sampai akhirnya mereka menikah atas permintaan orangtuanya, perlahan diapun mulai menyukai suaminya.
Namun entah apa yang terjadi, setelah hampir satu tahun berumah tangga, suaminya merasa dirinya tak mampu membahagiakan istri yang sangat ia cintai, dia pun berusaha untuk mempersatukan kembali istrinya dengan cinta pertamanya. Apa yang terjadi?...
yuk readers ikuti kisah serunya 😉

❤❤❤

happy reading.... 😊🤗👏
=====================================

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Terungkap.

Tak lama, pesanan mereka datang. Ketiganya terdiam sejenak, memperhatikan pelayan yang menata makanan di atas meja. Jantung Afifa berdegup kencang. Ya Allah... kenapa aku sama sekali tidak menyadari kehadirannya? batinnya kalut.

Afifa mengulang-ulang percakapan yang tadi sempat terjadi antara dirinya dan Farid. Apa aku bicara sesuatu yang bisa menimbulkan salah paham? Apa Kak Fauzi mendengar sesuatu? Ya Allah, jangan sampai...

Farid hanya diam, matanya sesekali melirik Fauzi.

“Temanmu, Dek?” tanya Fauzi, nada suaranya tenang, tapi pandangan matanya mengandung selidik.

“A... iya, Kak,” jawab Afifa terbata. “Ini Farid, teman SMA Fifa. Dan ini—”

“Fauzi.” Fauzi langsung memotong kalimat istrinya sambil mengulurkan tangan kanannya. Senyumnya tipis, sulit ditebak.

Farid menyambut uluran itu, sedikit kikuk, namun tetap berusaha ramah. “Farid,” ucapnya pendek.

“Ayo, ikut gabung,” ajak Fauzi, masih dengan nada tenang.

Afifa menunduk, berharap Farid menolak. Tolong... jangan duduk di sini. Tolong.

“Ah... tidak, Kak, terima kasih. Aku sudah makan,” jawab Farid sambil tersenyum, jempolnya menunjuk ke arah teman-temannya yang duduk berkelompok agak jauh dari mereka.

“Ya sudah, duduk sebentar saja. Ngobrol-ngobrol, kan kalian teman SMA,” lanjut Fauzi santai, seolah benar-benar tak ada yang mengganjal.

Afifa terdiam, bibirnya kelu. Ia tak habis pikir kenapa suaminya begitu santai, seolah tidak membaca kegelisahan di wajahnya.

“Baiklah, Kak.” Farid akhirnya menuruti. Senyum lebarnya justru membuat Afifa makin tidak nyaman.

Apa? Kenapa dia malah duduk di sini, sih? batin Afifa menjerit.

Farid menarik kursi di samping Fauzi, membuat Afifa semakin terhimpit. Tiga kursi mengelilingi meja persegi itu kini penuh terisi. Mereka mulai menyantap hidangan masing-masing.

“Farid tinggal di mana sekarang?” tanya Fauzi sambil mengunyah makanannya.

“Rumahku di Semarang, Kak. Kebetulan ada proyek di sini,” jawab Farid santai.

“Proyek apa?”

“Pembangunan rumah sakit swasta. Tuh, di seberang jalan itu, Kak. Lahan kosong yang sudah ditutup pagar pembatas,” jelasnya sambil menunjuk ke arah seberang jalan.

“Oh...” Fauzi mengangguk, tampak tertarik.

“Kebetulan Paman aku dipercaya jadi pemborong proyek itu. Karena aku lulusan teknik sipil, ya diajaklah aku ikut. Lumayan, Kak, buat cari pengalaman. Aku kan baru lulus tahun ini,” lanjut Farid, nada suaranya ringan.

“Wah, bagus itu,” ujar Fauzi, kali ini suaranya bersemangat. “Nanti bilang ke pamanmu. Kalau butuh bahan bangunan, kita bisa kerja sama. Toko bangunanku dekat sini.”

Percakapan pun berlanjut, dan entah sejak kapan, Fauzi dan Farid tampak akrab. Mereka membicarakan pekerjaan, proyek, dan bisnis, sesekali diselingi tawa kecil. Beberapa kali Fauzi melirik istrinya, mungkin sekadar memastikan ia baik-baik saja. Afifa hanya membalas dengan senyum tipis, walau batinnya penuh kecemasan.

Mengapa Kak Fauzi begitu santai? Atau... jangan-jangan dia hanya berpura-pura? Ya Allah, aku benar-benar ingin keluar dari sini...

“Ngomong-ngomong, Fa,” suara Farid tiba-tiba memecah lamunannya, “kamu kuliah di mana sekarang?”

“A... aku di Fakultas Pendidikan, Universitas X,” jawab Afifa pelan.

“Oh ya... temanmu yang... siapa namanya, hmm...” Farid mengerutkan kening, berusaha mengingat.

“Sofiatunnaza,” sahut Afifa, cepat.

“Nah, iya! Itu dia. Kalian kan dulu nggak pernah terpisahkan, haha...” Farid terkekeh, nadanya seolah menggoda.

Ya Allah... mulai membicarakan masa lalu. Jangan sampai berlanjut. Tolong...

“Dia satu kampus denganku,” jawab Afifa singkat, tanpa ekspresi.

“Nah, benar kan, Kak?” Farid menoleh ke Fauzi sambil tertawa kecil.

Fauzi hanya tersenyum samar, sulit ditebak apa yang ia pikirkan.

Afifa menunduk, memainkan sendoknya. Nafsu makannya hilang. Kalau bukan karena menghormati suaminya yang masih menikmati makanannya, mungkin dari tadi ia sudah mengajak pulang.

Syukurlah, tak lama kemudian makanan di hadapan Fauzi habis. Setelah menyesap teh hangatnya, Afifa memberanikan diri bersuara, menahan nada suaranya agar terdengar tenang.

“Kak... sudah malam,” ujarnya lirih.

Fauzi menoleh. Tatapannya sejenak menembus mata istrinya, seakan memahami kegelisahan yang ia sembunyikan.

“Oh, iya,” jawabnya, sambil menaruh gelas. “Kamu sudah selesai makannya?”

Afifa mengangguk singkat.

“Ya sudah. O ya, Rid, kita pulang dulu ya. Sampai ketemu lain waktu,” ujar Fauzi ramah sambil mengulurkan tangan.

“Baiklah, Kak.” Farid menyambut uluran tangan itu, senyum tipisnya kembali mengembang.

Alhamdulillah... batin Afifa. Syukurlah. Semoga ini terakhir kali aku harus berhadapan dengan situasi seperti ini.

Begitu mereka melangkah keluar restoran, Afifa menarik napas panjang. Beban yang menekan dadanya terasa sedikit lebih ringan, meski hatinya masih diliputi resah.

*****

Bersambung...😊❤

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

1
Rahma Husnul
Luar biasa
ZystaNurrahmi
jangan lupa mampir ya kak di karya aku "SUDAHI ATAU NIKAHI" minta dukungan dan masukannya ya kak, 🙏❤️
ZystaNurrahmi
jangan lupa mampir ya kak di karya aku "SUDAHI ATAU NIKAHI" minta dukungan dan masukannya ya kak, 🙏
Maryana Fiqa
terimakasih banyak Thor bagus banget ceritanya 👍👍👍
Maryana Fiqa
😭😭😭😭
Maryana Fiqa
visualnya cocok bagus semua 👍👍
Fitri cakradonya ishak
tp tetep aja. takut wulan jadi duri d antara hubungan fifa ma aji
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Terima kasih kak Rahma
InsyaAllah dibaca SCA 2 nya, semakin menarik sepertinya dan bikin penasaran dengan kisah Fauzi dan Afifa, Farid dan Wulan bagaimana ya 🤔🤔🤔
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
sangat menarik cerita SCA ini, banyak pelajaran yang dapat kita ambil, sabar, ikhlas dan selalu bersyukur dengan apa yg kita punya.
Semangat kak Rahma dan teruslah berkarya
👍👍👍🤗🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Wah hamil barengan nich Afifa dan Sofi
😊😊😊
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
wah cetak adonan donat terus nich
🤣🤣🤣
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Selamat ulang tahun kak Rahma, udah telat ya hehehehe 13 April 😊😊
Doa terbaik buat kak Rahma dan keluarga, sehat sehat dan sukses selalu 🤗🤗
Rahma Husnul: terimakasih sayang. sebentar lagi saya ulang tahun lagi 🤭
total 1 replies
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
lega rasanya mendengar semua penjelasan Wulan 🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
huuuffttt 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
kasihan Afifa 🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga Afifa bisa dan kuat menjalaninya walaupun itu sangat berat 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga ada jalan terbaik untuk semuanya
🤗🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Bagai disambar petir disiang bolong saat baca part ini 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Pasti berat sekali Afifa menjalani ini semua
🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Apakah Talita anaknya Fauzi dengan Wulan
🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!