Queeny adalah Vampir baik hati.
Memiliki kekuatan dan tangguh.
Queeny ditakdirkan sebagai 'sang Abadi'.
Yang mampu mengendalikan seluruh bangsa vampir.
Akankah Queeny mampu menjadi pemimpin seluruh Clan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
KEDIAMAN BELLS
-KAMAR MATTEW-
Queeny mengintip kamar Mattew,melihat kakaknya sedang tertawa dengan lawan bicaranya di telepon.
Queeny mengendap masuk,menutup pintu tanpa suara.
bejalan perlahan lahan dan berbaring di kasur Mattew.
Queeny menatap kakaknya yang ads diteras.
"kak,berbahagialah seperti itu"
"aku menyayangimu"
batin Queeny.
Ting.. Ting.. (Nada pesan)
Queeny melihat pesan.
Jhony❤
•Queeny,ada dengan Mattew?
apa terjadi sesuatu?
Hari ini bertingkah aneh sekali.
---
'Sedang jatuh cinta kak'
'dengan anak sulung keluarga Wall'
'michela'
(kirim)
---
Jhony❤
•hahahahaha..
baguslah!
kau jaga dirilah Queen,kakak Jhon dan Rhon masih akan lama untuk pulang
😉😘
---
'baik kak'
'aku sayang kalian'
❤❤
---
Jhony❤
•❤
---
Ting.. Ting.. (Nada pesan)
Rhony❤
•love u too baby❤
😘
---
'❤😘'
(kirim)
---
"hah.. meraka selalu saja membuat aku rindu"
Queeny sedikit sedih.
Queeny menggeser geser layar ponselnya,
membuka beberapa pesan masuk.
"uh dasar laki laki,isinya hanya merayu"
"membosankan"
guman Queeny.
"hmm.. aku cinta padamu dari Stanlie"
goda Mattew yang mengintip pesan Queeny dari tadi.
"ah.. kakakk"
Queeny memendamkan wajah ke bantal.
Mattew tertawa.
"ayolah.."
"coba ku lihat pesan dari si Stanlie itu"
Mattew mengambil ponsel Queeny dan membaca pesan.
Dia mengerutkan dahi saat memebaca pesan dari Erick.
"Erick?"
"Seorang Erick mengirim pesan?"
"dengan kalimat panjang seperti ini?"
"denganku saja hanya iya dan tidak"
"hmmmmm... ada sesuatu nih"
batin Mattew.
"Queen?"
Mattew menarik bahu Queeny.
"apa kak?"
Queeny mengangkat kepala dan menatap Mattew.
"kakak berkencan dengan Michela,apa kamu setuju?"
Mattew bicara hati hati.
Queeny mengerutkan dahinya,membuat Mattew penasaran.
"ya tentu saja setuju kakak"
"kak Chela orang yang baik,kami peenah bertemu sebelumnya"
"ah.. syukurlah,aku mengira kamu tidak suka aku dekat wanita lain"
jawab Mattew.
"aku sayang kakak"
"kakak ku ini harus bahagia"
Queeny memegang erat tangan Mattew.
"uh.. adikku sayang"
Mattew memeluk erat Queeny.
"aku juga menyayangimu"
Mattew mengecup kilas kening Quenny.
Queeny melepas pelukan.
"kak?"
"menurut kakak,Stanlie bagaimana?"
Queeny penasaran.
"maksudmu?"
"bagaimana apanya?"
"kalau kakak lihat Stanlie penuh cinta,tapi.."
Mattew terdiam,Queeny mengerutkan keningnya.
"tapi apa kak?"
"bicaralah"
Queeny penasaran.
"apa Erick juga menyukaimu?"
Mattew menatap dalam mata Queeny.
Queeny kaget lalu tertawa,
"hahahaha.."
"mana ada seperti itu kak,Erick kan temanmu"
"tentu kamu lebih tau sifatnya dari aku"
"yang pasti aku tidak menyukai Erick dan masih bimbang untuk menerima Stanlie"
"itu saja"
Queeny menjelaskan.
"ya ya ya"
"cinta begitu rumit"
kata Mattew.
"kak,apa kamu tau?"
"Ellie,adik Erick menyukaimu?"
Queeny bicara pelan.
"apa??"
"Ellie??"
"benarkah?"
Mattew tak percaya.
"entah lah.."
"Ellie memang tidak bicara,tapi aku tau itu dari caranya menatapmu kak"
Queeny menyampaikan pendapatnya.
"oh.. aku kira Ellie bicara padamu"
"sudah jangan bahas,aku mau bersiap dulu"
"ada kencan dengan kekasihku"
Mattew membanggakan diri.
"ya sudah lah"
"selamat berkencan"
berdiri dari ranjang.
Queeny meninggalkan kamar Mattew.
---
KEDIAMAN ZETO
-RUANG TENGAH-
"aku tidak akan melakukan itu pa"
Alex berteriak.
"apa maksudmu hah?"
"kau tidak ingin membalas perlakuannya padamu?"
Max Zeto geram.
"Tidak!"
jawab Alex.
"dasar anak tidak tau diri,papa sudah memberikanmu segalanya,kau msngecewakan papa"
Max matah,serasa ingin membunuh.
"terserah,aku tidak akan melukai Queeny lg"
"Aku menyukainya pa"
Alex tanpa sadar berkata.
"apa??"
kata Exel kaget.
"jika kau ingin dapatkan Queeny,kau harus melawan Stanlie dan Erick kak!"
jawab Exel.
"Aku saja sudah menyerah mengejar Queeny"
ucapan Exel membuat Alex terkejut.
"kau menyukai Queeny juga?"
Alex mengerutkan dahinya.
"ya.."
"siapa yang tidak akan terpesona oleh kecantikannya"
"Queeny benar benar wanita idaman"
Exel tersenyum.
"sial.."
"aku harus bersaing dengan keluarga Filp dan Fox"
batin Alex.
"sudah sudah!!"
"papa tidak peduli kalian cinta atau tidak"
"dapatkan Queeny dan kita akan menjadi Clan terkuat"
Max Zeto memerintah.
"pa,jangan berfikir pendek"
"Queeny tidak selemah dugaan kita"
kata Exel.
"itu lah tugas kalian,yang aku inginkan Queeny ada dalam tangan ku"
kata Max Zeto.
Max pergi meninggalkan Alex dan Exel.
Irene msndekati anak anakny.
"mama harap kalian akur dan tidak boleh bertengkar,oke.."
"kalian sudah dewasa,berfikirlah bijaksana"
Irene berjalan mengijuti Max Zeto yang jauh didepannya.
"lalu bagaimana rencanamu kak?"
Tanya Exel,
"ntah lah"
"ini benar benar sulit"
"aku tidak yakin"
jawab Alex.
"jujur saja,aku awalnya mengagumi Queeny"
"dia cantik dan baik"
"aku melihatnya saat berada di pesta penjamuan keluarga Fox"
"aku dan stanlie betaruh dan pada akhirnya aku kalah"
Exel menjelaskan.
ishhh gak seruu dehh lanjut lagi laah kaaa
vampire maah bebasss ehehee