Elena seorang gadis yang baru duduk dibangku kelas 2 SMA di jual oleh ayahnya untuk melayani pria hidung belang. Ayah Elena yang seorang pemabuk dan tukang judi, kalah judi dan Elena lah yang jadi sasaran setelah semua harta bendanya habis. Ibu kandung Elena pergi meninggalkan Elena dan juga ayahnya karena tidak kuat dengan kelakuan sang ayah.
Dan ketika Revan, anak dari orang yang membeli Elena membantu Elena. Hingga keduanya jatuh cinta satu sama lain. Namun ketika cinta itu datang banyak musibah yang harus mereka lewati. Ketika Elena hamil bukan anak Revan, namun Revan memikahi Elena. Dan disitu awal dari kisah romantis mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Widdiyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[23] Pernikahan
Revan mengejar Elena, Elena berhenti di trotoar. Ia menangis di sana, sambil mencangking sepatu hak tingginya.
"Elena tenanglah, semua akan baik-baik saja. Ibuku pasti akan mengerti."
"Aku takut ibumu tak akan bisa menyayangi anakku. Karena bukan cucu kandungnya."
"Ibuku tidak tahu, aku mengatakan padanya jika janin yang ada di kadunganmu adalah bayi kita."
Revan merangkul Elena, mengusap air mata Elena. Revan juga mengusap rambur Elena.
"Kita lakukan sekarang, mana jarimu."
Revan memasangkan cincin ke jari manis Elena begitu pula sebaliknya. Elena mengusap air matanya.
"Jangan menangis, nanti maskaramu luntur. Dan tidak cantik lagi."
"Ini mahal tau, anti air jadi enggak akan luntur."
Revan membopong Elena kembali ke rumah Elena. Karena kaki Elena lecet terkena sepatu hak tinggi yang ia kenakan. Revan membawa Elena kembali ke rumahnya, Revan mengantar Elena sampai ke kamar Elena.
"Beristirahatlah, jangan berfikir berat-berat yakilah semua akan baik-baik saja. Aku mencintaimu."
Revan mengucup kening Elena, Revan hendak pergi namun Elena menahan tangan Revan.
"Terimkasih untuk semuanya, tanpamu aku tidak yakin akan sekuat ini."
"Aku ada karena aku mencintaimu, dan aku ingin kamu selalu bahagia untuk selamanya."
Revan meninggalkan kamar Elena, ia pamit pulang dengan Maira.
"Saya harap ibu kamu bisa menerima ini, aku dan ayahmu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."
"Ibuku akan mengerti, hanya butuh waktu untuk menjelaskan. Pernikahan juga akan tetap terlaksanakan."
Revan meninggalkan rumah Elena, rencana tunangan yang awalnya indah namun malah menjadi runyam seperti ini. Revan beristirahat sebentar di taman, menikmati indahnya malam dengan sapuan angin malam. Revan memikirkam bagaimana cara Revan membujuk ibunya.
Harris menemui mantan istrinya, mereka mendiskusikan tentang pernikahan Revan dan Elena. Akhirnya hati Maya luluh dan mau menerima Elena sebagai mantunya. Harris sudah menyiapkan rumah untuk Elena dan juga Revan. Karena tidak baik jika salah satunya tinggal bersama dengan mertua. Mereka ingin anak-anak mereka hidup mandiri.
Harris menyuruh Maya melupakan masalalu, dan kini waktunya membuka lembaran baru. Karena mereka tidak semakin muda namun semakin tua. Dan anak mereka yang akan mengurus mereka nanti dihari tua. Maka dari itu Harris ingin melihat Revan bahagia. Seteleh semua dusta yang Revan rasakan.
Di taman Revan bertemu dengan Raka, Rakq duduk disamping Revan.
"Kamu Revan kak?"
"Iya."
"Bagaimana kabar Elena?"
"Dia baik-baik saja."
Raka mengatakan jika Elena pernah menjadi orang yang sangat spesial dihidupnya. Namun Elena memilih bersama dengan Revan orang yang baru Elena kenal. Raka hanya berpesan agar Revan menjaga Elena dengan baik. Karena sejak kecil Elena tak pernah mendapatkan kehidupan yang layak.
Raka pamit pergi karena hari semakin malam. Revan masih di sana, ingin menatap bintang-bintang dan mengatakan apa yang saat ini tengah ia rasakan.
Elena mengobati luka di kakinya, ia memberi obat merah sedikit dan kemudian menutup luka itu. Elena masih memikirkan janin yang ada di perutnya. Janin yang sama sekali tidak bersalah, jujur dalam hatinya ia tidak menginginkan bayi itu. Namun narulinya ingin mempertahankan janin itu. Meski nanti ia harus banting tulang membesarkannya.
Elena terlelap dalam tidurnya, berharap semua musibah ini segera berakhir dan berganti dengan kebahagian. Revan juga memutuskan untuk pulang karena hari semakin malam.
Pagi itu ibu Revan menyiapkan sarapan untuk Revan dan juga Tiara. Ibu Revan mengatakan sudah setuju jika Revan menikahi Elena. Revan yang tadinya lesu terlihat sumringah. Selesai sarapan Revan pergi ke kantor, dan di sana sudah ada Elena karena kontrak kerja Elena sebagai bintang iklan masih berlanjut.
Revan memberikan kabar bahagia itu pada Elena, Elena terlulihat senang. Lisa datang membawa bunga untuk Revan. Dan ternyata bunga itu dari Amartha. Amartha yang ingin membuat Elena cemburu.
"Dia itu sudah tidak ada di hatiku, jadi tenanglah."
Elena hanya tersenyum, Lisa dusuk di bangku kerjanya. Revan keluar ruangannya bersama dengan Elena. Karena mereka akan promosi di luar kantor.
"Kamu masih ada hubungan dengan Amartha? Kenapa dia mengirimimu bunga?"
"Dia kira aku kuburan, makanya dia mengirim bunga untukku."
"Kamu bisa aja."
"Aku tidak tahu, mungkin Amartha hanya iri karena kita bahagia."
Dekor penikahan Revan dan Elena sudah disiapkan, mereka akan menikah di salah satu masjid di kota ini. Dan resepsi di hotel bintang lima. Elena masih bersiap-siap, riasan yang sangat indah. Di tambah baju rancangan disainer kondang. Maira ikut senang, karena bisa menikmati harta Revan. Dan ia juga mendapatkan uang dari Guntur kemarin.
Amartha tak terima mendapat undangan dari Revan. Padahal kemarin ia sudah mengatakan jika Elena hamil anak Guntur. Amartha tak rela jika Revan dan Elena bahagia. Sedangkan dirinya menderita, dan hidup apa adanya.
"Pesan ayah buat kamu, jangan pernah sakiti Elena. Jangan seperti ayah dulu, bahagiakan dia."
"Aku berjanji ayah, akan membuat Elena bahagia ketika bersama denganku."
Maya membenahkan dasi yang dikenakan Revan. Revan yang ia tinggal sejak kecil sekarang sudah menjadi laki-laki yang sangat kuat dan tangguh. Yang sebentar lagu akan menjari ayah. Revan mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tuanya itu.
Acara pernikahan dilaksanakan, dan berjalan dengan lancar. Elena resmi menjadi istri Revan. Elena mencium tangan Revan, dan Revan mencium kening Elena.
"Pernikahan mereka tidak sah karena Elena dalam keadaan hamil."
Suara Amartha terdengar nyaring, namun belum sempat ada yang menanggapi Amartha. Pengawal Revan sudah mengusir Amartha.
"Aku tak akan membiarkan Revan dan Elena bahagia." Celoteh Amartha.
Guntur sadar dari komanya memang sebuah keajaiban yang ditunggu Amartha. Setelah medengar kabar dari rumah sakit. Amartha langsung datang ke rumah sakit. Amartha menemui Guntur, ia senang memilihat Guntur sadar.
"Bagaimana dengan Elena?"
"Dia menikah dengan Revan, tapi tenang janin yang ada di kandungan Elena adalah bayi kamu."
Acara pesta di mulai, Revan dan Elena nampak bahagia. Sementara Lisa anak tiri yang tidak diakui Harris. Lisa ingin berada di tengah-tengah mereka dan ikut bahagia namun tidak bisa.
"Aku bahagia."
Elena mencium bibir Revan mereka berciuman, dalam pesta itu. Mereka berdansa berdua, menikamati alunan musik. Revan memeluk Elena erat, terlihat Harris, Maya dan juga Maira berbincang-bincang.
"Untukmu bahagaia tetaplah tinggal dan jangan pergi lagi. Aku ingin lebih lama merasakan ini."
-Elena-
"Janjiku akan ku tepati, aku aku akan selalu ada untukmu dan akan selalu menjagamu. Tak akan ku biarkan air matamu menetes."
-Revan-
Amartha membawa Guntur pulang ke keluarga Guntur. Mereka belum puas, dan masih ingin Elena dan Revan pisah.
"Kamu adalah miliku dan selamanya akan mejadi miliku. Jika aku tak bisa memilikimu maka taka ada yang boleh memilikimu selain aku."
-Amartha-
-Tbc-
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
semangat Thor
mampir ya
ijin promo ya 🍜🍜🍜
jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"
kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,
jangan lupa tinggalkan like and commen ☀️☀️☀️