"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.
Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selasa yang nelangsa
Suasana ruang kelas yang awalnya cukup tenang sembari menunggu guru datang, berubah menjadi riuh. Ini hari pertama Mereka menyambut guru Matematika baru, yang menggantikan pak Arya. Eve jengah. Tidak cukup tertarik dengan guru baru yang akan datang ini. Baginya kini, selasa ceria sudah berubah menjadi selasa yang nelangsa.
"Selamat pagi semuanyaa...".
Guru baru sudah memasuki kelas. Eve melirik ke depan sana. Berdiri dengan tegap guru Matematika baru yang tempo hari disebutkan oleh Kepala Sekolah.
Eve cukup heran, bukankah Orang di depan sana adalah pengusaha? Kenapa malah sekarang jadi guru? Aneh !.
Eve tidak memperhatikan lebih jauh. Cukup tahu saja, kalau dia tahu guru barunya itu.
"Perkenalkan nama saya Rey Arkana bla bla bla ....."
Riuh di kelas bertambah, saat Guru baru mereka mengatakan bahwa statusnya masih single. Dengan usia dan kematangan sedemikian rupa, siapa yang tidak tertarik?
Namun ketertarikan itu tidak berlaku untuk Eve.
Perkenalan berlangsung dengan lancar. Sebab hari ini adalah hari pertama Guru baru masuk, Mereka lebih banyak bercerita, terutama tentang Arkana yang seorang lulusan luar negeri.
Arkana pikir, menjadi guru menggantikan Arya, dengan latar belakangnya dari dunia bisnis cukup membosankan. Ternyata dia salah. Ini pengalaman yang menyenangkan. Anak - anak ini terlihat masih polos, dengan tingkat keingintahuan yang tinggi. Begitu Dirinya menceritakan kehidupan pendidikannya di luar negeri, Mereka begitu antusias mendengarkan, terutama dengan hal - hal baru yang dia katakan.
Diantara murid di dalam kelasnya, ada satu murid yang tidak seantusias yang lain. Siapa lagi jika bukan Revalina. Si troublemaker yang membuatnya harus berdiri di depan kelas, cosplay menjadi guru Matematika.
Setelah cukup banyak bercerita, Guru Matematika baru, sebut saja dia Pak Arka, mencoba mengenal murid - muridnya. Satu persatu dia tanya nama dan alamat mereka, serta bertanya apakah menyukai pelajaran Matematika atau tidak, dan beberapa pertanyaan ringan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran.
Sejak memasuki ruangan dan melihat antusiasme dari para siswa, detik itu juga Arkana memutuskan untuk menyelam jauh ke dalam. Menikmati perannya sebagai Guru, untuk satu tahun ke depan, sampai Revalina lulus dari SMA.
"Revalina Diharjo.. Ayo mana Revalina? ". Perkenalan sampai di nama Eve. Mau tidak mau, Eve mengangkat tangan. Dia sangat yakin, guru baru di depan sana sudah tahu mana REVALINA DIHARJO, namun memutuskan untuk berpura - pura tidak tahu. Dasarrr.. Gerutu Eve dalam hati.
"Revalina biasa dipanggil siapa? ". Tanya Arka memulai.
"Eve pak ". Jawab Eve sekenanya.
"Kalo bapak panggil Reva boleh? Sepertinya kalau Reva kesannya lebih ke orang indonesia, bagaimana? Reva? ".
Eve tersenyum miring.
"Boleh saja Pak Rey ! " Sahut Eve. Jika Guru di depan sana memanggil nya dengan nama yang baru, maka Eve akan melakukan hal yang sama. Tadi Dia mendengar Guru itu meminta dipanggil Pak Arka, maka dia juga memanggilnya dengan nama Pak Rey. Impas !!
Sementara itu, Arka tertawa dalam hati. Yang dia tahu, Revalina tidak pernah mau dipanggil selain dengan nama panggilan EVE.
Setelah bertanya beberapa hal pada Eve, dan dijawab dengan seadanya oleh gadis itu, Perkenalan berlanjut ke murid selanjutnya, hingga selesai.
Jam pertama di hari selasa telah berakhir. Saatnya berganti ke guru lainnya. Arka keluar dari ruang kelas itu menuju ruangan guru, yang pagi tadi baru dijejaki nya untuk pertama kali.
Ruang Guru yang menjadi tempat kerjanya dan beberapa orang lain, tidak ada separuh ruangannya di Perusahaan miliknya sendiri. Beruntung Kepala Sekolah mengizinkannya untuk mengambil hanya satu kelas saja yang diampu pelajaran Matematika olehnya. Sehingga waktu nya di ruangan sempit ini, hanya sebentar. Mungkin Dia harus cepat menyesuaikan diri.
Hufffhh...
.
.
.