NovelToon NovelToon
Antagonis Mendapatkan Sistem Perdagangan Antar Dunia

Antagonis Mendapatkan Sistem Perdagangan Antar Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Prychines

Yvaine adalah mahasiswa jurusan Manajemen yang gemar membaca novel. Dia adalah anak haram dari keluarga ternama yang berkecimpung dalam dunia bisnis. Bertahun-tahun dia dicaci dan diperlakukan tidak baik oleh keluarga itu, tapi Yvaine adalah orang yang sangat cuek, dia tidak perduli apa yang dikatakan orang lain.

Sampai suatu kejadian tiba, temannya memberikan sebuah rekomendasi novel, novel itu berjudul "Lulana bintang pemandu". Namun siapa sangka Yvaine yang kelelahan karena dihukum oleh ayahnya untuk membersihkan seluruh rumah besar itu sendirian tertidur, saat dia bangun seluruh pemandangan di depannya berbeda.

Dia memasuki novel itu sebagai antagonis pendukung yang akan mati di pertengahan cerita!

Dalam kecemasan menjalankan misi agar tidak mati, Yvaine mendapatkan sistem perdagangan antar dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prychines, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Angin sore bertiup lembut ketika Yvaine melangkah keluar dari mansion Abelard, gaunnya yang berwarna biru tua melambai pelan mengikuti gerakannya. Hari ini, ada undangan penting yang tidak bisa ia abaikan.

Pangeran mahkota ingin bertemu dengannya.

Undangan itu datang dengan cara yang tak terduga—sebuah surat bersegel kerajaan yang tiba pagi tadi. Tidak ada banyak kata dalam surat itu, hanya sebuah perintah halus yang nyaris terdengar seperti ajakan.

“Lady Yvaine, aku ingin berbicara denganmu. Datanglah ke istana sore ini. Aku akan menunggumu di taman kerajaan.”

Sebuah pertemuan pribadi.

Tanpa saksi.

Tanpa pengawal berlebihan.

Yvaine menatap surat itu cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk datang. Ia tidak bisa menolak undangan seperti ini, dan lebih dari itu, ia ingin tahu alasan di baliknya.

Kereta yang membawanya bergerak perlahan menyusuri jalan menuju istana, roda-roda besi yang berputar di atas batu-batu jalan berbunyi lembut, mengiringi lamunannya. Ia tahu pertemuan ini bukan sekadar kebetulan. Pangeran mahkota, dengan segala kesibukannya, tidak akan menyempatkan diri untuk bertemu dengannya tanpa alasan yang jelas.

Ketika akhirnya ia tiba di istana, seorang pelayan telah menunggunya di gerbang, membawanya melewati lorong-lorong panjang menuju taman kerajaan yang tersembunyi di dalamnya.

Taman itu indah, lebih indah dari yang pernah ia bayangkan. Di tengahnya, ada sebuah air mancur marmer putih dengan ukiran rumit berbentuk burung-burung yang tengah terbang. Bunga mawar dan anggrek bermekaran di sepanjang jalur setapak, menyebarkan aroma manis yang samar di udara.

Dan di sana, berdiri seorang pria dengan pakaian bangsawan berwarna hitam dan emas.

Pangeran mahkota.

Tatapannya tenang, tetapi dalam. Seakan ia sedang menilai Yvaine dengan penuh perhatian, menunggu reaksinya.

"Lady Yvaine," sapanya akhirnya, suaranya terdengar lembut, tetapi memiliki kekuatan yang tak bisa diabaikan.

Yvaine tersenyum kecil, membungkuk sedikit dengan penuh keanggunan. "Yang Mulia."

Sejenak, hanya ada keheningan di antara mereka. Angin berembus, membuat helaian rambut Yvaine sedikit bergerak, dan sinar matahari yang mulai meredup menyorot wajah sang pangeran dengan kilauan keemasan yang lembut.

"Aku mendengar banyak hal tentangmu," kata pangeran mahkota akhirnya. "Tentang bisnismu… tentang cara kerjamu di dunia sosial."

Nada suaranya datar, sulit ditebak apakah itu pujian atau peringatan.

Yvaine tidak langsung menjawab. Ia menatap pangeran dengan penuh kehati-hatian sebelum akhirnya berkata, "Semoga apa yang kau dengar adalah sesuatu yang menyenangkan, Yang Mulia."

Pangeran tersenyum samar, tetapi matanya tetap tajam. "Itu tergantung dari sudut mana kita melihatnya."

Yvaine merasa nadanya tidak mengandung ancaman, tetapi juga bukan sesuatu yang bisa diabaikan.

Maka, ia berdiri tegak, menunggu.

Menunggu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh sang pangeran mahkota.

Yvaine tahu, pergerakannya pasti di awasi oleh banyak orang, termasuk putra mahkota Leonhardt. Pria ini pasti curiga padanya, mengingat Yvaine yang sering kali mengganggu kekasih kecilnya.

Pangeran mahkota menatapnya dengan mata tajam yang sulit diartikan—campuran antara kewaspadaan dan rasa ingin tahu. Dulu, setiap pertemuan mereka selalu diwarnai dengan ketegangan yang nyata, penuh dengan pandangan meremehkan dari pria itu.

Namun kini, meskipun sikapnya masih kaku, ada sesuatu yang berbeda dalam caranya memandang Yvaine. Seolah-olah ia sedang menilai ulang segala yang pernah ia yakini tentang dirinya.

"Lady Yvaine," katanya akhirnya, suaranya rendah dan terkontrol. "Aku tidak menyangka akan melihatmu seperti sekarang."

Yvaine menahan keinginannya untuk tersenyum. "Takdir selalu memiliki cara yang menarik untuk merubah orang lain benar begitu, Yang Mulia?"

Pangeran tidak langsung menjawab. Matanya tetap tertuju padanya, seakan mencoba mencari celah untuk membuktikan bahwa Yvaine masih sama seperti yang pernah ia kenal—wanita yang ia benci karena sering menyakiti Lulana.

Tapi Yvaine tidak memberinya kesempatan itu.

"Aku penasaran," kata sang pangeran setelah beberapa saat. "Apa yang membuatmu berubah?"

Pertanyaan itu melayang di udara, membawa serta berat dari masa lalu yang sulit dihapus begitu saja.

Yvaine menatapnya balik, tidak mundur sedikit pun. "Apakah aku benar-benar berubah, ataukah kau baru mulai melihatku dari sudut pandang yang berbeda, Yang Mulia?"

Pangeran menyipitkan matanya, ekspresinya tidak terbaca. Namun, Yvaine melihat sekilas kebingungan yang berusaha ia sembunyikan.

Menarik.

Tampaknya, bukan hanya dunia bangsawan yang mulai memandangnya dengan cara yang berbeda—pangeran mahkota pun tidak bisa lagi mengabaikan kehadirannya begitu saja.

Putra mahkota Leonhardt tidak langsung menjawab. Ada jeda panjang di antara mereka, hanya diiringi oleh suara angin yang berembus lembut di taman kerajaan. Lilin-lilin yang menghiasi jalur batu memancarkan cahaya temaram, menciptakan bayangan samar di wajah pria itu—wajah yang dulu hanya menunjukkan kebencian dan rasa jijik setiap kali menatap Yvaine.

Namun kini, tatapannya lebih dalam. Lebih tajam. Seolah-olah ia sedang mencari sesuatu dalam dirinya, sesuatu yang tidak bisa ia mengerti.

Yvaine tidak mengalihkan pandangannya. Ia tahu pria ini pernah melihatnya sebagai wanita egois yang tak ragu menyakiti orang lain, terutama kekasihnya. Namun, waktu telah berlalu. Keadaannya telah berubah.

"Aku tidak melihatmu dari sudut pandang yang berbeda, Lady Yvaine." Suara pangeran akhirnya terdengar, rendah namun mengandung ketegasan. "Aku hanya ingin tahu… apakah ini dirimu yang sebenarnya, atau hanya wajah lain yang ingin kau tunjukkan?"

Yvaine tersenyum tipis. "Mengapa kau peduli?"

Pangeran terdiam. Sekilas, rahangnya mengeras, seakan tidak menyukai pertanyaan itu.

"Aku hanya tidak ingin tertipu oleh permainanmu," jawabnya akhirnya.

Yvaine mendekat, membiarkan jarak di antara mereka sedikit menyempit. Cahaya lilin memantulkan kilauan samar di matanya, memberikan efek misterius pada sorot matanya yang lembut namun penuh keteguhan.

"Kalau begitu," katanya pelan, suaranya hampir terdengar seperti bisikan, "awasilah aku, Yang Mulia. Lihatlah sendiri apakah aku hanya memainkan peran… atau inilah aku yang sebenarnya."

Untuk pertama kalinya, pangeran tidak memiliki jawaban cepat. Ia hanya menatapnya, matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dari sekadar kewaspadaan. Sesuatu yang belum bisa ia terima sepenuhnya, namun juga tidak bisa ia abaikan.

Angin malam bertiup lebih dingin, membawa aroma bunga yang mekar di taman. Namun, Yvaine tahu bahwa udara di antara mereka kini mengandung sesuatu yang lebih berbahaya dari sekadar angin musim semi—sebuah ketertarikan samar yang perlahan mulai tumbuh, meski pangeran masih enggan mengakuinya.

1
Maudy
sepertinya Duke yang memberikan sistem pada putrinya,dan jiwa pemeran utamanya sebenarnya adalah putri kandung Duke,,,itu menurut ku sih
S
/CoolGuy//Speechless//Heart//Determined/
@¥u &@n!
ayo lawan dong
@¥u &@n!
bikin penasaran aja nih ceritanya
@¥u &@n!
Ayo jadilah kuat
@¥u &@n!
like like like
@¥u &@n!
hmm sangat menarik
@¥u &@n!
lanjut Thor
@¥u &@n!
wah keren awal yang bagus
Samsung A13
6gvvvv vvvvvvvvv
Aisyah Suyuti
seru
Tika Alia
sayang mereka bodoh/Angry/
Tika Alia
....obat sirup sja tamau🤨
Anonim
Kak, cerita Seconds of life dilanjutin dong/Sob/
prychines: Maaf ya, mungkin SOL kita hiatus dulu/Pray/
total 2 replies
biliii
Untung bapakku ga begini/Smug/
lala
lanjut
lala
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!