Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
"kenapa kamu bodoh sekali,tugas sekecil itu saja tak bisa kau lakukan" ucap kevin kepada era
"hey bodoh semua nya gagal gara-gara tunangan mu yang gila itu, dia memukulku dengan vas bungan dan menghajarku hingga membabi buta. apa kau tak lihat perban di kepalaku" jawab era dengan kesal
"jangan salahkan vanya,karena kamu yang terlalu lemah tak bisa melawan nya."
"kau bilang aku lemah,aku tidak lemah dia menyerangku dari belakang jadi mana bisa aku melawan jika dia tiba-tiba menyerang" era sudah mulai kesal dengan kevin
"apa rencana mu kemarin berhasil..?"
"ck.. kau tanya berhasil, aku baru saja memulainya dan belum melakukan nya sama sekali. tapi vanya sudah datang duluan,kau juga bodoh kenapa mengabari vanya secepat itu..?"
"aku belum memberi kabar kepada vanya" ucap kevin dengan wajah bingung
"terus kalau bukan kamu terus siapa..?"
kevin dan era pun berfikir siapa yang membocorkan rencananya..
"tunggu dulu" era mulai ingat waktu kejadian ada seseorang
"apa" jawab kevin dengan pandangan bingung
"aku ingat vanya datang dengan seorang cewek,bahkan dia yang membawa ku ke sini"
"sudah lupakan kejadian kemarin, kita lakukan rencana ke dua saja"
"maksudmu" era masih bingung dengan perkataan kevin
"aku sudah memanggil seluruh wartawan,dan kau beri keterangan palsu bahwan vanya merebut daniel darimu bahkan sudah menganiaya mu"
"apa kau serius..?" era tak habis pikir dengan jalan pikiran kevin, era kira kevin mencintai vanya tapi ternyata tidak kalau dia mencintai vanya gak mungkin melakukan ini semua yang bisa membuat reputasi vanya jelek.
tak lama kemudian wartawan pun tiba dan memberi pertanyaan kepada era..
"ibu era apakah benar anda dianiaya oleh putri keluarga RENO BARRACK..?"
era langsung berakting seperti dia tertindas,dan berpura-pura tak berdaya
"benar sekali bahkan kalian lihat sendiri, bagaimana keadaan saya dia melempar saya dengan vas bunga bahkan menjambak-jambak rambut saya. hiks" era berekting wajah memelas
"apakah benar putri keluarga RENO BARRACK merebut tunangan anda dengan iming-iming kekuasaan..?" wartawan mulai memberi pertanyaan yang lain
"sangat benar sekali,kalian tau kami menjalin hubungan selama 5 tahun, bahkan saya sendang mengandung anak daniel. tapi vanya tega merebut daniel dari saya dan menyuruh saya menggugurkan kandungan saya. dan kalian tau kenapa vanya menganiaya saya, karena saya menolak untuk menggugurkan kandungan saya" era semakin membuat-buat perkataan nya
era selalu memberi keterangan paslunya dan membuat semua orang geram kepada vanya.
sedangkan di ruangan daniel,vanya mendapat telefon dari papanya..
"kenapa papa telfon aku" ujar vanya
"kamu angkat saja barang kali penting" perintah daniel
"hallo ada apa pah"
"masih tanya ada apa..?
ngapain kamu menganiaya mantan tunangan daniel." dengan suara keras dan marah
"bagaimana papa tau,itu pantas buat dia karena sudah menjebak vanya dan daniel" penjelasan vanya kepada papanya
"apa kau tak melihat berita di tv..?
mantan tunangan daniel memanggil wartawan dan dia bilang lagi mengandung anak daniel" vanya yang mendengar perkatan papanya langsung menjatuhkan ponselnya dan membuat daniel kaget
"vanya kamu kenapa..?"
PLAKK..
"vanya kenapa kau menamparku..?" daniel semakin bingung dengan sikap vanya
"apa kau pernah menyentuh era sebelum kita menikah atau sesudah kita menika..?" vanya bertanya denga tangisan yang tak bisa di bendung
"kamu ngomong apaan sih,sumpah demi allah aku tak pernah menyentuh atau menggauli era" daniel meyakinkan vanya
"jika kamu gak menyentuh nya bagaimana dia bisa memberitahu wartawan bahwa dia mengandung anak mu..?" semakin marah
"yah mana aku tau,sumpah vanya aku tak pernah menyentuh nya. kamu orang pertama yang ku sentuh"
"kalau gitu aku akan memberi pelajaran sekali lagi buat wanita SUNDAL itu"
vanya pun keluar ruangan daniel dan menghampiri era,sedangkan daniel takut vanya melakukan sesuatu yang fatal
"vanya kamu mau kemana..?"
"memberi pelajaran pada mantan kekasih mu"
"tunggu vanya jangan gegabah" teriak daniel namun tak di hiraukan vanya
happy reading...
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar