"Cih, sekalinya udah rusak ya tetep aja rusak!"
"Sok suci!!"
"berjilbab tapi kelakuan kayak orang nggak punya adab!!"
**
Setiap hari selalu saja ada kata-kata hinaan yang keluar dari mulut orang-orang di sekitarnya untuk menghina dan menjatuhkan mental ANINDITA RAHMA.
Gadis yang terkenal badung dan suka melepas-pakai hijab sesukanya.
Namun selepas insiden terakhir kali yang membuatnya harus kehilangan orang tuanya membuat gadis badung itu sadar dan mulai berhijrah.
Insiden apakah itu ? yuk baca dan ikuti kisah Anindita di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Anin turun ke bawah dengan muka masam, Juna yang berdiri di pos satpam tempat Pak Joko berada terkekeh hingga membuat Gavin yang di luar penasaran.
"Kenapa lo, ngetawain apa?" Tanya Gavin.
"Ke-po" jawab Juna acuh.
Anin merapikan jilbab yang dia gunakan sebelum sampai di gerbang.
"Mas" sapa Anin.
"Ini masih jam 7 , mau kemana ?" Tanya Juna basa basi membuat Gavin berdecak kesal.
"Tauk tuh, si Bos minta di temenin sarapan katanya Mas" ketus Anin melirik kesal Gavin.
Juna tertawa, ini adalah kali pertamanya melihat Gavin tertarik mendekati perempuan karena sebelum-sebelumnya Gavin termasuk laki-laki yang acuh bahkan terkesan menolak dekat dengan perempuan.
"Ketawa aja terosss !!" Cibir Gavin.
Juna semakin tertawa kencang, Anin yang mula mengagumi Juna karena terlihat seperti laki-laki yang kalem hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat sikap Juna yang apa adanya jika bersama Gavin.
"Oey kelinci kecil, buruan keluar ! Gue udah laper banget" perintah Gavin.
Anin menghentakkan kakinya lalu meminta Juna membuka gerbang agar dirinya bisa keluar.
"Kenapa nggak masuk aja sih?" Omel Anin begitu duduk di dalam mobil.
"Noh, anaknya yang punya Kos nggak ngebolehin. Mana di jaga pula itu gerbang, dasar" gerutu Gavin dengan suara yang keras hingga Juna masih bisa mendengarnya.
"Hahaha.. ini area Kos putri, cowok mesum di larang masuk" ucap Juna sembari tertawa.
"Ets, si*lan lo Jun" teriak Gavin lalu segera melajukan mobilnya pergi.
Di jalan Anin hanya sibuk membaca Qur'an di Hpnya. Gavin hanya melirik dan tak berani bersuara apalagi saat mendengar suara Anin yang merdu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.
"Kenapa?" Tanya Anin karena sedari tadi Gavin melirik dirinya.
"Mau sarapan apa?"
"Aku udah sarapan, kamu aja yang makan dan cari tempatnya"
"Nggak ngomong lo-gue lagi kalo sama Gue?"
"Hmmm"
Gavin menyunggingkan senyumnya lalu melajukan mobilnya lebih cepat, Gavin memilih sarapan bubur ayam yang di jual tak jauh dari perusahaannya.
"Ayo turun"
Anin yang sedari tadi membaca dan menghafal Al-Qur'an kini mengakhiri bacaannya dan melihat sekeliling.
Ceklek
Gavin membukakan pintu untuk Anindita.
"Yakin mau makan di sini ?" Tanya Anin memastikan.
Gavin mengangguk "Emang kenapa ? Kamu nggak mau ?"
"Bukan, bukan.. cuman nggak nyangka aja kalau seorang Bos kayak kamu mau makan di pinggir jalan kayak gini"
"Cih, gue juga cuman pegawai kali Nin.. yang kaya dan Bos yang sebenarnya kan Orang tua gue" kekeh Gavin.
Anin hanya menanggapi ucapan Gavin dengan senyuman.
"Mang, Bubur ayam 2 ya Mang.. yang satu jangan pakai cakwe. Minumnya teh anget aja 2" ucap Gavin pada pedagang bubur tersebut.
"Kok pesen 2 ? Aku kan udah bilang kalo udah sarapan tadi" gerutu Anin.
"Ya makan aja lagi sekuatnya, kalo nggak abis nanti biar gue yang abisin" ujar Gavin santai.
Tak butuh waktu lama, pesanan mereka pun sampai. Anin benar-benar tidak bisa menghabiskannya karena sudah sarapan dari rumah tadi.
Gavin mengambil mangkuk Anin lalu menumpahkan semua isinya ke dalam mangkoknya.
"Kenapa di makan ih, itu kan makanan sisa" tunjuk Anin pada mangkuknya.
"Sisanya siapa ? Lo kan ?" Tanya Gavin.
Anin menganggukkan kepalanya.
"Yaudah, nggak masalah. Gue juga yakin lo nggak ada penyakit menular dan juga gue tau lo pasti nggak mau makanan ini jadi mubadzir kan ?"
Anin hanya menggelengkan kepalanya, apa yang di ucapkan Gavin memang benar adanya.
"Aku boleh nanya nggak ?" Tanya Anin dengan hati-hati.
"Hmmm, tanya aja" jawab Gavin acuh.
"Tapi agak pribadi hehe"
Gavin menatap Anin "Jangan bikin orang penasaran, buruan mau tanya apa?"
"Kenapa nggak pernah jawab salam kalau aku ngucapin Assalamualaikum dan kenapa aku nggak pernah liat kamu beribadah. Kalo nggak mau jawab juga nggak papa kok"
Gavin menghabiskan makanannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Anin.
"Gue ateis" jawab Gavin singkat padat jelas.
"Nggak pernah mau mendalami agama islam ? Di KTP islam kan ? "
Belum sempat Gavin menjawab, mereka di kejutkan dengan kedatangan 2 pria tampan yang langsung duduk di sebelah Gavin.
kabar dan kesalah pahaman dr kakak Anin blm juga kebuka Thor,,,,🥺🥺
semangat Thor,,,, semoga sehat selalu juga,,,,ditunggu karya selanjutnya,,,,,
semangat kak,, semoga kakaknya sehat " ,,,,,🤲
baru aja hilang kesalah pahaman eeehhh ada cobaan lagi,,,,
jangan " saingan bang Gavin lagi,,,,, hayo loh nin,,,,,
semakin gk sabar nunggu up nya Thor,,,, 💪
semoga kakaknya juga senantiasa diberikan kesehatan,,,
tetap semangat kak,,,,,💪
Lo nya aja yg gk mau ngerti,,, wanita tu ya cari yg seiman lah,,,, kamu aja masih ragu dgn agamamu,,,