Perjuangan seorang gadis muda yang sedang mencari pekerjaan di kota besar demi bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi seorang designer. Namun, gadis itu harus merelakan mimpi nya untuk menjadi designer karena dia di tuduh berbuat mesum dengan seorang laki-laki yang sama sekali dia tidak kenal bahkan bisa di bilang itu adalah pertama kali gadis itu bertemu dengan laki-laki tersebut.
Mampukah gadis itu menjalani kehidupan pernikahan nya dengan laki-laki yang dia tidak kenal, dan apakah gadis itu bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi designer walaupun dia sudah berstatus sebagai seorang istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Karena penasaran, Arjun pun membuka sesuatu yang tadi dia ambil dari tempat sampah.
Chika yang melihat Arjun sedang mencoba untuk membuka baju tersebut pun hanya bisa pasrah sambil menunggu reaksi apa yang di berikan oleh Arjun.
Arjun terkejut dan langsung membuang nya saat melihat apa yang dia pegang.
" Itu.. Itu ... Kan " kata Arjun terbata-bata sambil menunjuk ke arah lingerie yang dia buang.
" Iya. Itu lingerie pak, ibu anda yang memberikan nya " jawab Chika.
" APA!! " Arjun terkejut saat mendengar jawaban Chika.
" Maksud kamu, mama ku yang memberikan baju seperti itu?! " ucap Arjun tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Chika menjawab nya dengan anggukan kepala.
" Tadi nya saya langsung menolaknya saat kak Jihan memberikan baju itu, tapi kak Jihan berkata kalau baju itu di beli oleh tante Veni " ucap Chika.
" Jadi, kak Jihan berkata tidak baik menolak pemberian dari ibu mertua. Jadi, terpaksa saya menerima nya, tapi saya tidak ada niat untuk memakai nya sama sekali " sambung Chika.
Mendengar hal itu, Arjun langsung mengacak-acak rambutnya karena kesal dengan ulah sang mama.
" Yasudah! Kamu buang lagi saja baju itu! " kata Arjun sambil menunjuk ke arah baju yang dia buang tadi.
" Iya-iya saya buang. Tapi, kalau nanti tante Veni tanya saya harus menjawab apa?! " ucap Chika bingung.
" Iya kamu bilang saja, kalau kamu tidak mau memakai baju seperti itu, gampang kan?! " kata Arjun.
" Kalau anda yang berkata seperti itu mungkin beliau akan memaklumi nya, tapi kalau saya yang berkata seperti itu, takut nya beliau akan kecewa dan sedih " kata Chika.
" Dan yang lebih parahnya lagi mungkin beliau akan menganggap saya ini menantu yang tidak bisa menghargai pemberian ibu mertua " sambung Chika.
" Yang wanita ini katakan ada benarnya juga sih?! " batin Arjun.
" Apa sebaiknya benda itu di simpan saja ya?! " pikir Arjun.
Setelah berpikir sejenak akhirnya, Arjun berkata " Yasudah! Kamu simpan saja benda itu di dalam lemari agar tidak ada yang mengetahui nya ".
" Baik pak " jawab Chika sambil mengambil baju tersebut.
" Ini mah, tidak layak di sebut baju! Lebih layak di sebut kain lap " gumam Chika sambil melihat lingerie yang dia pegang.
" Kalau saja ini bukan dari tante Veni sudah aku bakar!! " gumam Chika lirih.
" Kok ada ya, tempat untuk membuat pakaian seperti ini?! " ucap Chika lirih.
" Iya ada lah, kan pasti menguntungkan bagi mereka karena kain dua meter bisa untuk membuat tiga atau bahkan lima baju " ucap Chika lagi.
" Bahkan banyak banget orang yang membelinya, kata nya ini itu baju dinas?! " gumam Chika.
" Baju dinas apa? Yang ada ini baju itu baju belum selesai dibuat!! " gumam Chika.
Setelah mengeluarkan kekesalan nya, Chika langsung pergi menuju lemari sambil membawa lingerie tersebut.
Arjun yang sejak tadi mendengar gumaman Chika pun diam-diam melengkungkan bibir nya membentuk sebuah senyuman.
" Apa coba maksudnya mama memberikan wanita itu pakaian seperti itu?! " gumam Arjun.
" Jangan-jangan mama berharap malam ini akan menjadi malam pertama seperti pengantin baru lainnya?! " pikir Arjun.
" Tapi, itu tidak akan pernah terjadi ma. Karena Arjun tidak mencintai wanita itu " batin Arjun.
" Orang yang Arjun cinta bukan dia jadi, Arjun tidak akan bisa melakukan hal seperti itu dengan wanita itu " batin Arjun.
" Aku juga yakin kalau wanita itu juga tidak menginginkan pernikahan ini, karena dia pasti sudah memiliki kekasih yang dia cinta " ucap Arjun lirih sambil melihat kearah Chika.
" Cepat atau lambat pernikahan ini juga pasti akan berakhir " ucap Arjun lirih.