NovelToon NovelToon
KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:186.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: ismasama

Setelah terpeleset kulit pisang, Nadia pindah memasuki dunia sebuah novel. Ia menempati tubuh kakak tiri dari pemeran utama wanita.

Kakak tiri ini tokoh jahat yang tergila-gila pada Pemeran utama pria. Memaksa pemeran utama pria menjadi tunangannya, Mengatur kegiatan, membuntuti, mempermalukan, dan melabrak semua teman wanita yang mendekati tunangannya. Perilakunya membuat semua orang termasuk keluarganya membencinya.

Pemeran utama pria muak padanya dan diam-diam jatuh hati pada pemeran utama wanita yang lembut. Mengetahui hubungan mereka, Kakak jahat merencanakan kecelakaan untuk membunuh pemeran utama wanita.

Tapi rencananya terbongkar. Tak hanya diusir dari keluarga, wanita jahat itu dijebloskan ke penjara selama 10 tahun, lalu mati dan mayatnya dimakan anjing.

Nadia bertekad untuk merubah nasibnya. Memutuskan pertunangan lebih awal dan ingin membalas dendam pada mereka yang menyakitinya.

Tapi paman pemeran utama pria mulai mengganggunya.

"Gadis, ayo kita menikah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismasama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INGIN KAYA

Esoknya ketika bangun Nadia terkejut karena banyaknya notifikasi yang muncul ke handphonenya. mengumumkan hubungannya begitu cepat. Hanya seminggu berselang setelah pemutusan hubungan pertunangan mereka.

"Dua sampah ini benar-benar tak sabar. Nadia menyeringai. Ia memeriksa media sosialnya dan tak terkejut melihat banyak cacian pada postingannya. Ia sudah mengantisipasi ini.

Meskipun pemutusan pertunangan terjadi lebih awal, namun reaksi netizen sama dengan yang ada di novel. Kalau alurnya tak berubah, Nadia memiliki timing yang pas untuk membalikan keadaan nanti. Ia tak terburu-buru. Sementara ia akan menonton dua jalang itu mempertontonkan kemesraannya.

Duk Duk Duk

Pintu rumahnya digedor. Nadia memutar matanya kesal.

"Ada apa?!"

Serena memegang kedua pundaknya. "Kamu... Kamu mantan tunangan cucu konglomerat itu? Kamu kakak Clara?!"

"Kakak tiri!" Nadia mengoreksinya.

"Sayang... Apa kamu patah hati?" Serena memeluknya.

"Apa aku terlihat patah hati?" Setengah bibir Nadia tersenyum.

"Tidak... Kau apa yang diberitakan di media itu benar?"

Nadia mengangguk. "Sebagian... Sebagian lagi salah."

"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"

"Aku memiliki cara."

Serena menepuk dadanya. "Kalau kau butuh bantuan, hubungi aku saja. Jangan ragu. Aku akan melindungimu."

Nadia tertawa merasa terhibur. Tapi ia menggelang.

Siang itu Nadia tak mempedulikan lagi berita dan segera menemui agen penjualan tanah di selatan kota. Lelaki tua itu tampak senang dengan kehadiran pembeli dan tawar-menawar pun terjadi. Seperti dalam Novel lelaki itu mantap di angka 4 miliar. Di sore hari Nadia sudah kembali dengan surat pembelian tanah.

Gadis itu tersenyum puas. Menurut waktu dalam novel pemerintah akan membeli tanah itu lima bulan lagi. Lalu Ia akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan tanah sebanyak 46 miliar. Nadia menyeringai.

Ia berencana mengambil semua peluang bisnis di dalam novel untuk dirinya sendiri. Nadia ingin menjadi sukses dan kaya!

Nadia memikirkan isi di dalam novel. Ah, ia harus berinvestasi pada sebuah film!

Ada sutradara terkenal yang selalu gagal dalam memproduksi film hingga ia dijauhi oleh semua artis dan investor. Beberapa waktu lalu ia membuat postingan bahwa ia akan kembali memproduksi film dan apabila kali ini masih gagal maka ia akan pensiun dan beralih profesi menjadi nelayan.

Semua orang menertawakannya dan tak sabar menanti kegagalan film itu untuk menjadikannya lelucon. Siapa yang tau film dengan budget kecil dan pemeran kecil itu akan disukai dan meledak di seluruh negeri. Diterjemahkan ke berbagai bahasa dan muncul di seluruh bioskop di Asia. Siapa juga yang tau bahwa Kevin lah yang berinvestasi dalam film itu. Karena keberuntungannya lelaki itu meraup keuntungan puluhan miliar dari sebuah film.

Nadia tau di waktu ini sutradara itu sedang mencari investor. Ia segera mencari kontak sutradara itu dan menghubunginya.

Keduanya memutuskan untuk bertemu.

...****************...

Sementara Nadia tengah sibuk menumpuk kekayaan di tempat syuting sebuah Audi hitam muncul menarik perhatian para fans yang datang.

Seorang lelaki tinggi dan tampan keluar dari mobil. Ia mengenakan setelan formal tiga potong berwarna hitam.

"Kya... Bukankah itu Kevin?" para fans Clara mengenalinya. Sosok lelaki itu begitu tampan hingga tak mudah dilupakan.

"Ya ya kau benar! Ah apakah dia akan menemui dewi kita?"

"Tentu saja! tak sia-sia hari ini aku datang. Aku bisa melihat dewa dan dewiku bersama!"

Sejak ketenaran Clara lokasi syuting kini juga dipadati oleh fansnya. Mereka antusias sepanjang hari dan suara mereka terkadang membuat bising dan mengganggu jalannya syuting.

"Kevin kamu datang!" Clara yang melihatnya berlari dan segera memeluknya. Mereka tak segan mempertontonkan kemesraan di depan publik.

Terdengar suara ratusan kamera menangkap gambar mereka.

Kevin tersenyum dan mengelus wajah Clara. "Apa kamu sudah selesai?"

Clara mengangguk. "Ayo pulang. Aku lapar."

Clara menarik tangannya dan menghampiri crew untuk berpamitan. Wajah sutradara yang seharian masam tersenyum melihat kedatangan Kevin. Sutradara seharian kesal karena kebisingan fans Clara yang berisik namun tak berdaya untuk mengusir mereka karena tak ingin menyinggung Clara. Ayah gadis itu telah berinvestasi di drama ini sehingga dia tak bisa bertindak semaunya.

"Sutradara, aku pergi. Terima kasih hari ini."

Sutradara: "Ya. Sampai jumpa besok."

Clara berkeliling satu demi satu menghampiri para crew seolah memamerkan pacarnya. Serena yang melihatnya mencibir.

"Ck... Ia tak malu memamerkan pacar yang direbutnya dari kakaknya." Lalu memandang Hans dengan pandangan berarti. "Aku juga ingin segera berkeliling dan memamerkanmu." Serena mendesah.

Hans hanya menatapnya sekilas dan kembali membaca skript nya. Sudah satu tahun ini Serena terang-terangan mengejarnya. Ratusan kali menyatakan perasaannya. Hans hanya mengabaikannya terus menerus. Bagaimanapun suatu saat Serena akan berhenti.

Ia dan Serena merupakan tetangga masa kecil. Kedua orang tua mereka sama-sama pejabat dan mereka berdua menjadi artis. Hans selalu menganggap Serena sebagai adik wanitanya jadi lelaki pendiam itu tak pernah menggubris perasaan Serena.

Setelah berkeliling Clara dan Kevin menaiki mobil. Kevin membantu Clara mengenakan seat beltnya. Saat ia sedang serius memasang seat belt itu Clara melayangkan kecupan ringan di bibirnya.

Clara: "Hadiah untukmu."

Kevin tersenyum dan mulai menyetir. "Dimana kamu ingin makan?" tanyanya.

"Di restaurant jepang yang tempo hari. Aku suka makanan di sana." jawab Clara.

Kevin mengangguk.

"Sayang... Bagaimana pekerjaanmu saat ini?" Clara menyambar sebelah tangan Kevin dan memainkannya.

"Itu bagus. Aku telah mengajukan proposal untuk menggarap proyek kereta."

Clara: "Apa itu akan berhasil?"

Kevin mengangguk. "Ya. Pengajuan perusahaanku pasti yang akan dipilih. Aku memberikan penawaran yang bagus."

"Itu hebat! Aku menunggu saat kamu memasuki kantor pusat dan menjabat presiden!" harap Clara.

Clara teringat pada lelaki acuh yang tempo hari datang ke rumahnya. Rupanya ia adalah paman yang sering Kevin ceritakan padanya. Paman yang menghambat Kevin memimpin perusahaan. Meskipun lelaki itu tampak lebih maskulin dan tampan, tapi pemilik sah perusahaan adalah pacarnya. Clara melirik Kevin. Ya, ia tak salah memilih.

Sampai di restaurant mereka turun dari mobil dan menuju ke dalam. Sekilas Clara menangkap pandangan sosok yang dikenalnya dan menghampiri orang itu.

"Kakak!"

Nadia yang sedang mengakhiri percakapannya dengan sutradara mendongak. Matanya menyipit pada kedatangan dua mahluk yang tak ingin dilihatnya.

"Kakak... Siapa dia?" mata Clara berbinar melihat Nadia sedang bersama lelaki paruh baya yang gendut. Ia sekilas melirik pacarnya di belakangnya dan tersenyum puas.

Kevin muncul dan melihat Nadia. Gadis itu mengenakan gaun lengan pendek berwarna cream memperlihatkan leher jenjang dan lengan mulusnya. Ia mengenakan hiasan emas tipis yang menggantung di leher dan tangan kanannya. Rambut panjangnya diikat ekor kuda membuat penampilan Nadia tampak segar. Keseluruhan penampilan Nadia tampak cantik dan anggun.

Kevin merasa Nadia benar-benar terlihat seperti orang yang berbeda. Tak lagi membuatnya jijik. Sebaliknya penampilannya kini dapat membuat siapapun kagum.

Nadia berpaling pada lelaki di depannya. "Tuan. Hari ini pembicaraan kita diakhiri di sini. Untuk kontraknya bisa anda kirimkan kepada email yang sudah saya berikan."

Lelaki di depannya setuju. Mengangguk pada mereka semua dan pergi."

"Kakak.. Siapa dia? Apakah... Apakah itu pacar baru kakak?" Clara menatap Nadia dengan cemas.

Nadia berdiri dan mencibir. "Apakah di kepalamu itu hanya ada kata pacar? Apa kau berencana merebut lelaki itu juga?"

"Kakak aku tak bermaksud begitu..." ujar Clara sedih.

Nadia mendengus dan hendak pergi tapi Clara menangkap tangannya.

"Kakak jangan pergi. Kita sudah lama tak bertemu. Aku dan Kevin merindukanmu. Ayo kita makan bersama."

Nadia tersenyum mengejek. Mengangkat pandangannya menatap lelaki itu. "Benarkah? Apa mantan tunanganku ini merindukanku?"

Kevin mengeryit. Pertanyaan itu tampak salah.

Nadia tak menunggu jawaban dan mengibaskan tangannya. "Sudahlah aku sibuk. Kalian nikmati waktumu."

"Kakak tunggu aku." Clara mengejar dan menarik lengan Nadia. Nadia limbung dan matanya menangkap pelayan yang membawa air di depannya. Sial! Ia akan menabraknya. Di detik terakhir nadia balik menarik Clara dan menjadikannya perisai.

PRAANGG...

"Ahh..." Clara jatuh terduduk. Bajunya basah kuyup tersiram air.

"Maaf... Maafkan aku!" pelayan itu membungkuk beberapa kali. Tampak ketakutan.

"Kevin, aku..."Clara tampak linglung dan mendongak.

Nadia memandang Clara yang tampak menyedihkan. "Ck... Benar-benar mengganggu pemandangan." ia menyambar tissue dan mengelap tangannya yang terciprat air. Melemparkannya ke wajah Clara dan berjalan keluar dengan anggun.

Mengabaikan teriakan mantan tunangannya di belakangnya.

1
Handa Yani
cerita selanjutnya mana kaaa
Handa Yani
oh so sweet...
🌿×ìąօണҽì հąղҽҽղ🦋🕊🤍🐬
ka mn cerita slanjutnya... /Sob//Sob//Sob/
Mutia Sari
knp cman segitu critanya,pdhal lgi seru"nya
Lanjut dong kk🙏🙏
Madi Abizar: lanjutnya mana KK,padahal lagi seru"nya🙏
total 1 replies
Bella Tuhumury
next kak semangat🥰
Handaru Rayyi
bagus nunggu up nya
ita aini
bagus ceritanya aku suka
Virginia Bakita
ka lanjut dong cerita nya 🙏
Nadilla Dilla
di tunggu ya kak ke lanjutan ceritanya
Loli
Ternyata oh ternyata nenek lampir
dalangnxa...🙄🙄
Loli
Nadia blm engeuh klo Liam ada udang dibalik bakwan.,.😁😁
Loli
Y minta kompensasi yg bnyk
lumyn buat nmbh model usaha..😁😁
Adek Ritonga
lanjutan nya mana nii cerita nya seru bikin jantung dag Dig dug Uda lamaa nungguin nya 🙏
rhoja bio
lnjuut thor
vivin riharyani
kapan up thor
Anik Yustiawan
kok lm g update kak... padahal ditggu cerita selanjutnya
VaNiLaLuLaBo
mana sambungannya.. aku suka cerita ini.
❥Bbi
/Scowl/
vivin riharyani
lanjut Thor
Anggrek ungu (D.A)
lanjut thoor, ceritanya bikin deg2 kan, semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!