Jauh sebelum peperangan terjadi ,
lahirlah seorang anak dengan kekuatan dewa di dalam tubuhnya .
Anak itu bernama Rama .ia lahir dengan membawa sebuah takdir dimana ia akan memusnahkan kejahatan di muka bumi .
akan tetapi ,butuh waktu lama bagi Rama untuk dapat menguasai seluruh kekuatan di dalam dirinya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anzar99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - Hancurnya Sebuah Harapan
para pasukan iblis yang di panggil rama lewat trisula emasnya .kini bergabung dengan para prajurit Albastra ,untuk melawan gempuran dari para pasukan dewa langit .
" xera !" ujar Falma mendekati si dewi ular tersebut .
"apa yang sudah kau lakukan ??" apakah kau bersekongkol dengan mereka !" falma pun menatap tajam ke arah si dewi tersebut .
" apa yang kau maksud ??" aku tidak mempunyai urusan dengan mereka !" justru aku membantu rama dari serangannya .
Jawab xera membalikan badanya .
" dengarkan aku xera !" rama adalah bagian dari dirimu" ujar Falma kepada sang dewi ular tersebut .
" apa maksudmu ??" gumam xera sambil menangkis serangan yang di lesatkan ,oleh para pasukan dewa .
" aku percaya " suatu saat nanti " dia akan membawa perdamaian untuk kedua ras ini !" jawab falma yang langsung berlari ,untuk ikut bertarung melawan para pasukan dewa Yang di pimpin oleh Rachel .
-------""""--'''''
Kembali ke tempat rama berada ,ia pun nampak kelelahan karena tidak ada satu serangan pun ,yang mampu melukai Rachel .
" kenapa rama !" apakah kau sudah putus asa !" aku sudah katakan padamu " jika aku akan menyudahi ini semua " sebesar apapun kekuatan dari kalian " tidak akan pernah bisa menandingi kami " ujar Rachel yang langsung menghempaskan rama dengan sayap dewanya .
Rachel pun memanggil petir di langit ,lalu menjatuhkannya ke tanah Albastra .
Semua yang berada di di sana pun tersambar ,oleh petir dengan kekuatan yang sangat besar tersebut .
" apa ini ??" gumam rama dengan menatap seolah tak percaya dengan apa yang terjadi di depannya itu .
Akan tetapi ,sebuah rantai emas pun kembali mengikat tubuhnya .
Dan tiba tiba ,sebuah tusukan berhasil menghujam sang putra Iblis tersebut .
" sudah berakhir Rama !" dengan ini " aku telah menyelamatkan dunia dari ancamanmu !" ujar rachel dengan tatapan dinginnya .
" pedang ini ??" rama pun melihat darah menetes di perutnya .
Tanduk dan sayap iblis nya .perlahan memudar ,dari tubuh sang raja Albastra tersebut .
Angin besar pun muncul di sepanjang tempat itu .tatkala sinar merah muncul di sekujur tubuh Rama .
" tubuhku tidak bisa di gerakan " gumam rama dalam hatinya .ia pun langsung tersungkur ke tanah sambil memegang trisula di tangannya .
" tidak mungkin !" teriak falma berlari ke arah anaknya itu .
Dan di saat bersamaan pula ,sebuah tombak berhasil mengenainya juga ,ia pun terjatuh dengan kesadaran yang masih terjaga .
" lihatlah anakmu " lirih falma sambil melihat ke atas langit .
-------""""----------
Pertempuran pun usai ,rama sang raja Albastra berhasil terbunuh oleh rachel dengan pasukan dewanya .
Kini Mereka pun hanya terdiam ,melihat rajanya mati menjadi debu ,
" rama " gumam Xera yang melihat temanya itu memudar .
Ia pun lantas merubah dirinya menjadi Ular ,lalu segera pergi dari tempat tersebut .
---------"""""--------
Setelah peperangan dan penyerangan itu ,rachel lantas kembali ke istana langit .
Dan terlihat juga para penggawa sudah berkumpul di suatu tempat dimana ,mereka akan membicarakan hal yang sangat penting .
" kita bisa bernapas lega " karena aku sudah menyingkirkan bocah itu !" ujar Rachel kepada para penggawanya .
" apakah kau yakin dengannya ??" tanya seorang wanita dengan tongkat dewi di tangannya .
" apa yang kau maksud ??" aku menyaksikan sendiri dia telah menjadi debu !" jawab rachel kepada si dewi tersebut .
" yang jelas kita sudah menyelesaikan masalah ini !" sahut seseorang dewa dengan Berdiri di depan mereka .
" Troth !" aku ingin kau terus mengawasi gerbang timur !" karena aku yakin mereka akan secepatnya keluar dari persembunyiannya !" ujar rachel kepada Dewa yang bernama Troth .
" baiklah " akan aku lakukan " jawab troth yang langsung bergegas meninggalkan Ruangan itu .
" Syira " aku juga ingin kau kembali ke gerbang utara " dan menjaga keseimbangan di sana " satu lagi " kau hempaskan sisa pertempuran di bumi Albastra !" perintah Rachel kepada dewi yang sudah di ketahui bernama Syira .
" bukankah kau sendiri bisa melakukanya !" aku ada urusan lain yang harus segera aku lakukan !" jawab dewi tersebut sambil bergegas meninggalkan rachel .
" cih " dia memang menyebalkan!" gumam rachel memandangi Syira .
" lantas apa yang akan kau lakukan sekarang ??" tanya aslan kepada pemimpinya itu .
" aku akan memulai rencana selanjutnya " dan aku akan pastikan jika kita ras dewa " bisa menjadi ras yang terkuat dari para makhluk bawahan itu !" jawab Rachel melirik ke arah Aslan .
-------"""-------
Satu tahun pun berlalu ,setelah peperangan itu ,terlihat sebuah bangunan di dekat istana Albastra yang tak berpenghuni .
" jadi kau mulai terlihat seperti kesatria wanita !" ujar Xera yang sedang melatih seseorang di depanya .
" aku harus menjadi kuat " karena aku tak bisa bergantung kepasa orang lain terus !" jawab seorang gadis dengan mata birunya .
" kemarilah Kayla " ujar xera yang rupanya sedang melatih kayla .
" kau mengingatkanku kepada adikku " dan entah kenapa ??" saat aku melihat matamu " kau seperti bangsa kami dahulu " sahut Xera kepada Kayla .
" aku berhutang nyawa kepadamu " waktu itu kau sudah menolong ku " dan suatu saat nanti " aku juga akan membalas hutangku ini " jawab Kayla yang sudah mempelajari semuanya dari si dewi ular tersebut .
" aku menolong kamu atas permintaan rama !" jawab xera yang langsung memalingkan wajahnya .
sejenak ,mereka berdua pun terdiam .lalu mencoba memulai pembicaraan kembali .
"dengar Kayla " aku yakin mereka akan kembali lagi datang ke bumi " dan aku berharap " kau bisa melindungi dirimu sendiri !!" xera pun beranjak dari tempat duduknya .
" terima kasih sudah mengajariku satu tahun ini !" aku tidak akan mengabaikannya !" timpal kayla yang langsung berdiri di samping xera .
" jika kau ingin mengasah kemampuanmu kembali " carilah lawan yang bisa menguji kemampuanmu Kayla !" ujar xera sambil tersenyum kepada gadis tersebut .
------"""--------
Dan tak lama kemudian ,munculah lingkaran api di hadapan mereka . Dan keluarlah beberapa iblis dengan tanduk di kepalanya .
" kau ??" gumam xera menatap iblis di depanya itu .
" aku sungguh masih saja tidak menyangka " jika rama telah tiada " padahal aku berpikir " jika dia adalah pembawa harapan kami " sahut iblis dengan mata merahnya .
" ya " aku juga berpikir demikian !" karena sudah satu tahun berlalu " semenjak kejadian itu !" apa yang akan kau lakukan ades??" tanya xera kepada Ades yang kini muncul di hadapan xera .
" entahlah !" satu satunya cara ialah dengan kebangkitan Luc !" gumam ades menatap Xera .
" dengar ades !" aku tidak mau terlibat dalam pertikaian kalian !" karena aku bukan dari bagian kalian !" dan aku tidak memihak siapapun !" tegas xera kepada ades .
" aku sudah tau jawabanmu !" aku menghormati jawabanmu karena rama !"
Timpal ades yang langsung pergi dari hadapan xera .
------"""--------
Sementara di tempat lain ,terlihat Syira sang dewi angin tengah berbicara kepada Troth .
" semenjak Rachel menjadi pemimpin kita " aku merasa jika dia berbuat seenaknya saja !" ujar Syira memandangi troth .
" meskipun seperti itu " kita tidak punya kekuatan untuk melawannya !" karena dia adalah pemimpin kita " dan kita juga harus menurutinya !" jawab troth sambil berdiri menatap Sesuatu di depannya .
" Aku mengetahui kejadian yang terjadi !" gumam syira kepada Troth .
" apa maksudmu ??" apa yang kau tau ??" timpal troth membalikan badanya ,lalu menatap Syira .
" dia yang mengambil pedang itu sendiri dari Kakaknya !" kau pasti paham apa yang aku katakan ??" ujar syira memandangi Troth .
Troth pun hanya terdiam ,lalu kembali duduk di samping Syira .
" aku juga berpikir demikian ,karena rachel sangat berambisi untuk menyingkirkan Indra !" di tambah Aslan yang selalu mendampingi Rachel selalu !" dan itu sangat menyedihkan !" ujar Troth menerkanya .
/Angry/