Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 - Kesalah Pahaman
Sejak hari itu.
Gisel mulai rutin menyiap kan pakaian kerja Brams dan memastikan Putri nya rapi saat sekolah dan gisel juga yang menyiap kan sarapan untuk suami dan anak nya.
Brams pun merasa ada hal bergejolak didalam hati nya saat menatap Gisel.
Ia bisa perjuangan Gisel untuk mendapatkan hati nya,Brams pun merasa senang dengan apa yang Gisel lakukan.
Gisel juga sudah memutus kan untuk berhenti bekerja agar bisa mengurus keluarga serta putri nya dengan baik.
Karena Bos tempat Gisel bekerja merasa tidak ingin Gisel berhenti,Ia pun memberi Gisel 2 minggu untuk beristirahat,untuk Gisel memikirkan kembali keputusan nya berhenti, sebelum atasan menanda tangani surat pengunduran diri Gisel.
-------------
Siang itu.
.
.
Thalia yang sedang libur sekolah,menginap di rumah orang tua Brams ,karena Thalia sangat merindukan kakek dan nenek nya.
Gisel membuat sebuah cake yang disukai Brams,ia pun bermaksud untuk ke kantor Brams ,mengantar kue bikinan nya.
ia menganti pakaian nya sebelum ia berangkat mengunakan mobil nya.
Saat sampai di halaman kantor Brams,Gisel pun baru kepikiran ia tidak tahu di lantai berapa letak ruangan suami nya,karena ini pertama kali nya Gisel datang ke kantor Brams.
Gisel lalu berjalan mendekati pintu masuk dan bertanya pada petugas keaman yang berjaga di sana.
"Maaf pak saya mau nanya,Ruangan Pak Brams Purnama dimana ya?" Tanya Gisel dengan Sopan.
Satpam pun merasa seperti pernah melihat Gisel,tapi lupa dimana dan siapa.
"Ibu cari Pak Brams apa sudah membuat Janji dulu sebelum nya?" Tanya pertugas
"Saya istrinya,saya rasa tidak perlu membuat janji" Jawab Gisel.
"Maafkan saya Bu,saya tidak tahu kalau ibu istri nya pak Brams" Kata Pak Satpam merasa tidak enak karena tidak mengenali Istri bos nya,ia baru ingat kalau dia pernah melihat wajah Gisel saat acara pernikahan beberapa bulan lalu.
"Tidak apa - apa"
"Mari saya antar ke ruangan pak Brams bu"kata Satpam menawarkan diri.
"Baik lah terimakasih" Balas Gisel tersenyum sembari berjalan dan tidak sabar ingin memberikan kue bikinan nya pada Brams.
Saat langkah kaki Gisel memasuki kantor,beberapa orang memganggukan krpala memberi hormat karena mereka masih mengingat Gisel adalah istri atasan nya.
Saat sampai di depan pintu ruangan Brams,Pak Satpam pun permisi untuk kembali bekerja,tidak lupa Gisel mengucapkan terimakasih karena sudah mengantar nya.
Tanpa mengetuk,Gisel membuka pintu karena berfikir brams tidak akan marah.
Saat pintu ruangan terbuka,Gisel terkejut kedua mata nya membulat melihat sesuatu yang sangat mengejutkan bagi nya.
Gisel melihat Selvi sedang berhadapan dengan suami nya dengan begitu dekat kedua tangan Selvi tampak sedang memegangi dasi Brams.
Sontak saja,hati Gisel lansung berfikir yang bukan - bukan,tangan nya yang sedang memegang kotak kue terlepas begitu saja tangan nya,seperti tidak ada lagi tenaga untuk memeganh sesuatu yang menjadi alasan nya datang ke kantor suaminya.
Gisel lansung berjalan meninggal kan ruangan itu.
"Gisel...." Teriak Brams memanggil,dan panggilan itu terbuang percuma dari mulut Brams,karena Gisel tak lagi menghirau kan panggilan Brams.
Gisel lalu segera masuk kedalam Lif,Brams pun segera mengejar istri nya yang sudah marah,Hati nya bagaikan tidak rela jika Gisel harus salah paham dengan nya,ia merasa usaha Gisel selama ini berusaha mendapatkan hati nya tidak lah sia - sia.
Sementara Selvi tampak senang dan tersenyum melihat Brams mengejar istri nya yang sudah marah karena kesalah pahaman yang terlihat.
Saat Brams berlari mengejar Gisel yang sudah berada didalam lif,sial nya pintu lif pun sudah tertutup dan menghilangkan Gisel dari pandangan Brams.
Brams lalu pindah ke lif lain yang tidak berapa lama terbuka,pemandangan tak biasa pun terjadi di dalam kantor,semua staf melihat Gisel berjalan tergesa - gesa keluar dari kantor di susul Brams.
Gisel mencoba untuk tidak menangis dan tetap berjalan menuju pintu keluar,Satpam yang tadi mengantar Gisel pun merasa heran melihat Gisel keluar dengan wajah yang seperti nya sangat kesal,karena sebelum nya Gisel masuk dengan tersenyum senang.
Tidak berapa lama Brams pun keluar setelah itu dan sudah tidak menemukan Gisel.
"Dimana istri ku?" Tanya Brams pada Satpam.
"Itu pak,sudah masuk mobil" Kata pak Satpam menunjuk sebuah mobil yang akan jalan.
"Kunci Mobil,Cepat!" Teriak Brams dan dengan cepat Satpam itu pun mengambil kunci Brams yang ia selalu pegang karena akan memarkirkan mobil Brams ketika sampai di halaman kantor.
Setelah mendapatkan kunci,Brams lansung mengejar mobil Gisel yang sudah lebih dulu jalan.
Didalam mobil
Tangis Gisel pun akhir nya pecah,sembari menyetir ia menangis karena berfikir Brams tega menyelingkuhinya.
"Aku sudah berusaha mengambil hati nya,aku pikir aku sudah berhasil,karena dia mulai lembut dan perhatian pada ku,ternyata aku salah" Ucap Gisel sembari menyekat air mata nya,agat tidak menganggu penglihatan nya dalam mengemudi.
Sementara dimobil lain
Brams tampak mengejar mobil Gisel yang masih terjangkau dati pandangan nya,mobil Gisel tampak begitu laju,membuat Brams sulit mengejar,wajah Brams tampak khawatir dan juga kesal,karena ini harus terjadi.
"Aku tidak ingin kau berfikir aku laki - laki yang seperti itu,ini hanya kesalah pahaman saja,aku sudah mencintai mu,aku tidak akan melepas mu Gisel" Kata Brams berbicara sendiri sembari menyetir mengikuti mobil Gisel yang menuju ke arah rumah mereka.
Bersambung