Ellita yang mempunyai hobi membaca berbagai novel-novel fantasi, tapi setelah kematian nya dia malah masuk ke novel fantasi yang dulu pernah dia tinggalkan.
Dia harus menjalankan berbagai misi untuk menggagalkan berbagai macam rencana Pemeran Utamanya.
Tidak hanya itu, dia juga harus menyelamatkan tokoh-tokoh yang di rugikan oleh Pemeran Utamanya hanya atas nama cinta mereka yang egois.
Mampukah Ellita menyelamatkan mereka? dan apa yang akan dia dapatkan jika berhasil menyelesaikan misi-misi tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon April Eliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjumpa Lagi
Kenapa? Kenapa firasat buruk tidak pernah salah?
Itulah yang Ellita pikirkan saat melihat pemandangan di depan matanya.
Tapi dia tidak punya waktu untuk memikirkan itu sekarang, Ellita langsung bergegas masuk kedalam, menutup pintu dengan rapat, dan memisahkan Sean dari jeratan Pahlawan wanita.
"Apa yang kamu lakukan Lilyana?"
Tanya Ellita sambil menyembunyikan Sean di belakang punggung nya.
"Apa maksud perkataan Nona? Saya tidak melakukan apapun terhadap Sean."
Katanya dengan ekspresi sedih, tapi Ellita tahu itu hanya acting semata untuk menarik simpati dari lawan jenis nya, melihat tingkah Lilyana yang tidak tahu malu, Ellita secara tidak sadar menggenggam tangan Sean dengan kuat.
"Sean? sepertinya kalian tidak dekat, dan tidak pantas untuk bisa memanggil nama panggilan."
Ellita langsung melipat tangannya dan mendekati Lilyana secara berlahan.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu menempel dengan eratnya ke Sean? Ini adalah jam istirahat, kebanyakan siswa tidak akan kesini ... Ahh jangan beralasan kamu ingin latihan, Kekuatan mu bukan yang bersifat kekuatan fisik."
Saat Ellita selesai bertanya semua pertanyaan itu, dia sudah berada di depan Lilyana dan memandangnya dengan merendahkan.
"I-itu tidak sengaja kaki saya keseleo dan Sean membantu saya, kenapa nona selalu menarget kan saya?"
Katanya sambil menangis dan melihat ke arah Sean.
"Ptf, menargetkan mu? Dan sekali lagi jangan menyebut nya Sean, kalian bukan lah teman, dan itu tidak pantas, oh! Kaki mu keseleo? Bukannya kamu adalah nona yang sangat berbakat dalam pengobatan? Apa di tas yang kamu bawa itu tidak ada obat untuk sekedar penghilang rasa sakit?"
Kata Ellita mengejek sambil menyenggol tas yang di bawa oleh Lilyana.
Mendengar perkataan Ellita, Lilyana sempat terdiam dan lupa untuk menangis tapi sekejap dia langsung merubah wajahnya dan berjalan ke arah Sean sambil tertatih.
"Sean aku tidak tahu apa kesalahan yang aku perbuat kepala nona Ellita, tapi aku memang tidak membawa obat untuk masalah kakiku sekarang ... "
Kata Lilyana dengan lirih dan tetap berjalan menuju ke tempat Sean yang masih diam dari tadi.
"Nona salah paham."
Kata Sean dengan dingin kepada Lilyana, dan Lilyana langsung berhenti seketika.
"Saya dari awal tidak berniat untuk menopang nona, yang akan saya lakukan adalah keluar dan memanggil seseorang untuk merawat nona, tapi nona bersikeras untuk menahan saya di sini."
Kata Sean sambil memandang Lilyana dengan dingin, dan Lilyana langsung menggigil melihat pandangan Sean terhadap nya.
"Dan ... Jangan memanggil nama panggilan saya sembarangan, saya tidak suka orang asing sok dekat dengan saya."
Kata Sean dan berjalan menuju sisi Ellita.
"I-itu sa-saya" Lilyana tidak bisa melanjutkan apa yang akan dia katakan dan mengigit bibirnya sangat kuat dengan wajah yang sudah sangat merah.
"Ptf"
Ellita secara terang-terangan mengejek Lilyana yang sudah mematung dan tidak bisa berkata apa-apa.
Astaga, aku ga nyangka ternyata Sean mempunyai mulut seperti pisau.
"Ayo pergi Sean."
Ellita langsung merangkul tangan Sean dan menariknya untuk keluar, tapi sebelum dia membuka pintu dia menghadap kebelakang dan memandang Lilyana dari atas ke bawah seakan merendahkan.
"Ah, aku saranin jangan sembarang mendekati orang-orang ku, aku tidak peduli siapa saja yang kamu dekati, tapi jika kamu dengan sengaja mendekati orang-orang ku, aku tidak akan segan."
Kata Ellita dengan dingin dan langsung keluar sambil menutup pintu dengan kuat, saat dia akan pergi dia mendengar sesuatu yang di banting dari dalam ruang latihan tadi.
"Ellita apa kamu marah?"
Tanya Sean saat di lihatnya Ellita hanya diam dari tadi.
Ellita langsung berhenti berjalan saat mendengar pertanyaan Sean itu, dilihatnya di sekitar mereka tidak ada orang, Ellita langsung memandang Sean dengan serius.
"Sean, aku gak akan mengatur kamu untuk bergaul dengan siapapun, tapi hanya satu yang aku minta."
Ellita langsung mendekat kan dirinya ke arah Sean dan memegang pundak Sean dengan kuat.
"Jangan pernah dekat sejengkal pun dengan Lilyana, bahkan jika dia jatuh, terluka bahkan jika dia matipun di depan mu jangan pernah perduli kan dia, dan pergi sejauh-jauhnya dari dia."
Kata Ellita sambil menatap mata Sean dengan sangat serius.
"Kalau itu yang kamu mau, aku bersumpah tidak akan pernah melanggar apa yang kamu katakan tadi Ellita."
Kata Sean membungkuk ke arah Ellita, serta secara berlahan melepaskan tangan Ellita dari pundaknya lalu meletakkan telapak tangan Ellita ke keningnya.
"Aku tidak akan melanggar apa yang kamu katakan, sejak aku bersumpah setia padamu, aku sudah menjadi milikmu sepenuhnya Ellita."
"Sean ... Aku gak akan pernah memintamu melakukan sesuatu yang tidak akan kamu suka, aku sudah menganggap mu sebagai keluarga ku, aku hanya tidak ingin kamu terluka."
Kata Ellita dengan suara serak dan mata yang sudah memerah sambil mengelus kening Sean dengan lembut.
"Aku tahu, maaf karena sudah membuat mu khawatir Ellita."
Kata Sean lalu mengelus mata Ellita yang sudah memerah karena menahan tangis.
"Sungguh pemandangan yang menyentuh."
Mendengar suara yang tidak menyenangkan itu, suasana hati Ellita yang sudah anjlok menjadi semakin anjlok.
Ellita melepaskan tangannya nya dari kening Sean dan Sean juga segera berdiri dengan tegak lalu memindahkan Ellita ke belakang nya.
"Sungguh hari ini mataku akan rusak karena selalu melihat sesuatu yang tidak menyenangkan." Kata Ellita jengkel.
"Jaga kata-kata Ellita, aku tidak akan mentolerir sikap mu yang tidak menghormati keluarga kekaisaran."
"Oh, keluarga kekaisaran, hanya Pangeran lah yang tahu siapa anggota Kekaisaran yang sebenarnya."
Kata Ellita, lalu menarik Sean dan meninggal kan Pangeran kedua yang terdiam, saat mereka belum terlalu jauh Ellita mendengar pangeran kedua mengumpat dengar keras dan terdengar suara sesuatu yang terbakar.
"Dasar tidak tahu etika, menggunakan kekuatan dengan sembarang dan merusak properti akademi."
"Kamu benar."
"Ayo segera menjauh Sean, jangan sampai kita juga kena imbasnya."
Saat mereka sudah hampir sampai di kelas, mereka melihat Gea, Bel dan ada orang asing diantara mereka berdua berdiri di dekat lorong kelas.
"Oh! Ellita sini!" Panggil Gea sambil melambaikan tangannya.
Saat Gea memanggil Ellita, orang asing yang membelakangi mereka langsung memutar badannya dan memandang kedatangan mereka.
Saat melihat orang tersebut, Ellita secara tidak sengaja berhenti dan melanjutkan kembali langkahnya saat melihat teman-teman nya yang bingung.
"Ellita perkenalkan ini kakak ku."
Kata Gea saat Ellita sudah sampai dan langsung memperkenalkan kakaknya kepada Ellita.
"Senang bisa bertemu dengan nona Ellita lagi." Katanya sambil tersenyum.
"Saya juga senang bisa bertemu dengan tuan William lagi."
Balas Ellita dan melihat William dengan senyum lembut, lalu secara berlahan memandang Bel dan akhirnya memandang Sean.
Akhirnya aku bisa cuci mata juga.
Bersambung
dukung aku terus biar makin semangat nulisnya bye bye 🤗🤗