Setiap manusia pasti memiliki harapan dan cita-cita yang tinggi, indah, tapi apalah daya jika Allah sudah berkehendak.
Nafisa, wanita cantik, pandai, tapi kehidupannya di bawah rata-rata. Akan tetapi dia anak yang selalu bersyukur dengan keadaan apapun hingga suatu hari Allah mengangkat derajatnya hasil dari kesabaran dalam menjalankan ketentuan Allah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon surya mafaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 23
Pagi hari
"Mas, bangun sholat subuh," ucap Nafisa sambil menggoyang-goyangkan lengan Ghazy. Memberi tahu suaminya jika ini sudah saatnya menunaikan ibadah sholat subuh.
"Kamu sholat saja sana. Aku masih ngantuk," balas Ghazy.
"Baiklah." Nafisa tak memaksa suaminya, dia lebih memilih pergi lalu menjalankan ibadah sholat subuh seorang diri.
Selesai sholat subuh Nafisa berpamitan pulang karena dia tidak membawa baju ganti. Dia pulang menggunakan ojek online.
Satu jam perjalanan Nafisa tiba di rumah orang tuanya. "Terima kasih, Pak," ucap Nafisa sambil memberikan helm.
"Sama-sama, Mba," balas Kang ojek.
"Assalamualaikum," ucap Nafisa sambil membuka gagang pintu melangkah masuk ke dalam.
"Wa'alaikumussalam," balas Bu Anjani.
"Kamu, kenapa pulang, Naf?" tanya Bu Anjani.
"Iya, Bu. Nafis ingin berganti pakaian. Nafis tidak bawa baju ganti," jawab Nafisa.
"Oh. Lho, mana suamimu?" tanya Bu Anjani karena tak melihat menantunya.
"Masih tidur, Bu," jawab Nafisa.
"Sebelum berangkat jangan lupa sarapan dulu, Ibu sudah masak nasi goreng. Hari ini Ibu harus berangkat kerja sekarang, karena Bu Rena ingin keluar negeri nanti jam sembilan," ucap Bu Anjani.
"Iya, Bu," balas Nafisa.
Setelah Ibunya pergi Nafisa masuk ke dalam kamar membersihkan diri serta berganti pakaian kerja.
'Kalau tiap hari begini bisa encok. Bolak balik apartemen ke rumah, lalu berangkat kerja, belum lagi kalau jadwal kuliah. Oh, badan sehat-sehat ya. Entah sampai kapan kita harus begini,' batin Nafisa sambil memandangi dirinya di kaca.
"Nafisa," teriak seseorang dari luar.
"Astaghfirullah, untung saja aku pulang ke rumah kalau tidak amsyong." Nafisa menepuk jidatnya karena hampir saja dia melupakan sesuatu. Hari ini dia masih beruntung, tidak tahu hari-hari berikutnya.
"Masuk, Del," balas Nafisa dengan suara yang tak kalah kencang.
Setelah rapi Nafisa keluar dari kamar terlihat Adelia sudah duduk di kursi ruang tamu.
"Cantik banget hari ini," ucap Adelia.
"Biasa aja kali," balas Nafisa.
"Enggak, Naf. Hari ini seperti ada yang beda darimu, tapi apa ya?" Adel melihat Nafisa dari atas hingga bawah, tapi dia tidak menemukan sesuatu yang berbeda.
"Dahlah, ayo, nanti kita terlambat!" Nafisa langsung menarik tangan Adelia melangkah keluar rumah.
_____
Di tempat lain
Ghazy terbangun dari tidurnya karena alarm. Ia pun bergegas bangun langsung menuju kamar mandi membersihkan diri.
Sepuluh menit berlalu Ghazy keluar dari kamar mandi. Kemudian berganti pakaian.
"Ghazy," panggil seseorang dari luar.
"Masuk," balas Ghazy.
"Lang, lu bawa sarapan nggak buat gue?" tanya Ghazy.
"Enggak," jawab Gilang.
"Nih, apartemen tumben bersih ya kayak ada bekas tangan wanita gitu," ucap Gilang sambil menatap sekeliling ruangan yang terlihat lebih rapi dari pada biasanya.
"Perasaan, Lu aja kali," balas Ghazy.
'Nih anak jeli banget sih sampai tahu apartemen lebih rapi. Begini kali ya kalau punya istri rumah selalu rapi,' batin Ghazy.
"Enggak, kok ini beneran," ujar Gilang yang masih kekeh dengan apa yang dia lihat.
"Sudahlah, ayo!" Ghazy berjalan keluar apartemen.
"Tungguin!" Gilang bergegas menutup pintu berjalan mengejar Ghazy yang sudah lebih dulu.
_______
Di kantor
Setibanya di kantor Ghazy dan Gilang langsung masuk ke dalam ruangan Ghazy.
"Selamat pagi, Nafisa," sapa Gilang. Saat melihat Nafisa masih membersihkan ruangan Ghazy.
"Pagi juga, Pak Gilang," balas Nafisa.
"Sana ke ruangan, Lu sendiri!" Ghazy menyuruh Gilang agar pergi dari ruangannya.
"Iya-iya," balas Ghazy.
"Bye-bye, Nafisa," ucap Gilang sebelum keluar dari ruangan Ghazy.
"Fis, beliin saya sarapan," ucap Ghazy.
"Baik, Pa. Bapak ingin makan apa?" tanya Nafisa.
"Bubur saja yang ada di depan," jawab Ghazy.
"Siap, Pak."
Setelah mendapat perintah dari Bosnya. Nafisa bergegas keluar dari ruangan Ghazy menjalankan tugas keduanya yaitu membelikan sarapan.
"Bu, Nafis keluar dulu sebentar," ucap Nafisa ijin pada Bu Arum.
"Mau kemana?" tanya Bu Arum.
"Ke depan beli bubur buat Pak Ghazy," jawab Nafisa.
"Oh, iya," ucap Bu Arum.
Setelah meminta ijin pada Bu Arum. Nafisa berjalan keluar kantor menuju Mamang bubur yang berada di sebrang.
"Mba Nafis mau kemana?" tanya satpam saat Nafis melewati pos satpam.
"Ke kedai bubur Mang Oji," jawab Nafisa.
"Hati-hati, Neng," ucap satpam satunya lagi.
"Iya, Pak," balas Nafisa.
Tak berselang lama Nafis kembali.
"Lho, Neng kenapa?" tanya Pak Satpam saat melihat Nafisa kembali kedalam kantor dengan keadaan sedikit berbeda.
"Nafis tidak apa, Pak. Nafis masuk dulu ya, Pak." Nafis segera berjalan masuk ke dalam menuju ruangan Ghazy.
"Permisi, Pak," ucap Nafis sambil mengetuk pintu.
"Masuk," balas Ghazy dari dalam.
"Ini bubur pesanan, Bapak." Nafisa menaruh bubur tersebut di atas meja. Kemudian dia membalikkan badannya ingin berjalan keluar, tapi saat baru akan melangkah tiba-tiba ada suara di belakangnya membuatnya berhenti seketika. "Sajikan yang benar. Kata Ibu Anjani layani suami mu dengan benar," ucap Ghazy.
Mendengar ucapan Ghazy. Ia pun kembali membalikkan badannya. Tanpa banyak bicara Nafisa langsung membuka kantong plastik tersebut lalu mengambil kotak yang berisi bubur. "Ini, Pak," ucap Nafisa.
"Oke. Oh, iya, Fis mulai nanti malam kita menetap di apartemen aja ya," ujar Ghazy.
"Enggak mau. Nafis bosen di sana sendirian. Sepi takut," balas Nafisa menolak ajakan Ghazy.
"Kan ada saya," ucap Ghazy.
"Yang ada foto, Bapak tuh di apartemen orangnya entah pergi kemana tengah malam baru pulang. Lagi pula hari ini Nafis akan pulang malam jadi Nafis pulang ke rumah Ibu saja," balas Nafisa.
Hari pertama pernikahan yang pada umumnya orang menjalankan ibadah MP berbeda dengan Nafisa. Dia dia hari pertama pernikahan di tinggal suami hingga tengah malam bahkan hampir pagi.
"Baiklah. Saya tidak akan memaksa mu ikut dengan ku. Malah saya bahagia jika tak ada kamu karena saya bisa bebas," ucap Ghazy.
"Syukurlah, Saya ikut senang jika, Bapak bahagia," balas Nafisa.
"Ternyata Papi dan Mami itu salah ya menilai mu. Mereka pikir, kamu itu akan membuat saya berubah menjadi lebih baik, menjadi anak rumahan, tapi kenyataannya kamu justru membuat saya semakin bahagia dengan dunia saya," ucap Ghazy.
"Saya bukan Tuhan yang bisa mengubah sikap seseorang. Saya tidak mau melarang atau memaksa, Bapak agar menjadi orang baik karena Bapak bukan anak kecil lagi yang harus di tuntun, di beritahu mana yang baik, mana yang enggak. Bapak sudah dewasa pastinya bisa berpikir, memilih, menentukan mana yang baik untuk dirinya dan mana yang tidak baik untuknya. Maaf, jika ada salah dalam ucapan saya. Saya yakin suatu hari nanti, Bapak pasti bisa berubah. Permisi." Setelah berkata panjang lebar Nafisa langsung berjalan keluar ruangan Ghazy.
Ghazy terdiam mencerna ucapan Nafisa. Memang ada benarnya yang di ucapkan Istrinya itu. Jika seseorang itu bisa berubah harus dari dirinya sendiri.