Terimakasih atas dukungan sayang dari kalian para pembaca ku yang tersayang.
Fahmi lelaki sederhana memiliki istri cantik, sederhana, penurut dengan anak tiga tak membuat nya puas akan hidupnya sempurna.
Sonia wanita cantik, berkuasa dengan segenap kemampuan finansial nya membeli suami sekaligus anaknya, bangga menjadi wanita kedua yang berhasil menyingkirkan istri sah dari suami yang di belinya.
Shanum Khoirulisa terpuruk ditinggalkan suami berikut anak-anak nya ya memilih hidup kaya bersama wanita kedua yang merusak hubungan antara keluarganya.
Bagaimana endingnya? Bahagia? Sedih? Keep read please ? Thanks you Allah selalu memberikan kemudahan bagi kalian semua, amiin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sumi Yati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23.
Danu melirik ke kaki Shanum yang sedikit kempes bengkak nya, walaupun dia jalannya sedikit perlahan, dia mengerti itu adalah proses kesembuhan.
Shanum menolak di gendong, karena mereka bukan mahram jelas nya. Danu hanya garuk kepala tidak paham. Karena aliran agama yang berbeda itulah sebabnya ia tak mengerti.
Membiarkan wanita itu sibuk dengan ponselnya tak masalah, yang terpenting dia tak ribut menuntut nya dan membuat nya pusing. Seperti mantan istrinya yang meracuni nya dengan obat perangsang.
Jadilah ia seorang pemerkosa, wanita baik-baik dan punya suami? Mengingat hal itu membuat kepala nya berdenyut denyut. " Bisa kita mengobrol sebentar?' Tanya Danu saat mendekat. Lelaki itu duduk di ranjangnya.
Shanum mengangguk, masih selonjoran duduk di sofa mendengarkan lelaki itu mau berkata apa. "Aku minta maaf, sungguh ini murni bukan keinginan ku seperti itu! Aku diberi obat untuk itu." Danu menjelaskan.
"Dan sekarang aku siap bertanggungjawab atas semuanya. Aku berjanji akan menemui suami mu juga. " Lanjut Danu.
"Suamiku?" Shanum mengernyitkan keningnya meliriknya sekilas lalu menunduk. Danu bingung.
"Bukannya kau bilang suamiku laki laki yang ahli ibadah? Dan ia selingkuh?" Tanya Danu hati-hati.
"Dia sudah menceraikan aku, membawa anak kami juga. Aku sendirian sebatang kara, tanpa siapapun ". Jelas Shanum.
"Benarkah, thanks for God. Jadi aku bukan pembinor!" Seru Danu Mahendra girang. Shanum menoleh sepintas terlihat tak suka.
"Maksudnya, aku lega tak merusak rumah tangga orang. Begitu lah. Aku sendirian juga, duda anak satu. Anakku remaja, perempuan. Kau pasti cocok dengan nya, dia anak yang ceria. "
"Yang perlu kau tahu mantan istri ku menemui ku, mengajakku rujuk dan ia yang memberikan obat itu , maaf. Maksudnya, aku minta orang untuk mencari wanita bayaran. Tapi melihat mu, untuk kedua kalinya. Aku pikir ini kesempatan jadi aku lakukan itu dengan spontanitas."
"Maksudnya?" Shanum menatapnya tajam. "Kau wanita pertama, yang tak pernah menatap ku, dengan mendambakan layaknya seorang yang menginginkan sesuatu. Kita pernah bertemu sebelumnya. Kau tak ingat?" Tanya Danu dan Shanum menggeleng.
"Maafkan sebelumnya, kala itu aku bertekad untuk menjadikan mu milikku jadi jika ada kesempatan maka akan kulakukan apapun itu untuk mendapatkan mu!" Danu tercengang penjelasannya tak di anggap Shanum.
Harga diri nya terinjak injak, seorang Mahendra yang terkenal dengan kekayaan nya tak kelihatan di mata seorang Shanum? Wanita itu acuh dan asyik dengan ponselnya.
****
Danu Mahendra pura-pura melakukan Stretching di halaman, mata nya menatap Shanum yang berjalan perlahan-lahan menuju gerbang. Dia mau pergi? Pikir Danu.
Danu berlarian mengejar, street. "Kau mau pergi?" Tanya Danu. "Aku mesti kembali. Ada pekerjaan dan kewajiban aku, juga tak mungkin numpang sama kamu! Ini sudah empat belas hari kali.." Seru Shanum.
Shanum menghempaskan tangan Danu namun lelaki itu menghadang arah wanita itu. Berulang kali dia menghindari Danu. "Menyingkir lah!" Bentak Shanum.
"Tidak, kau ikut dengan ku! Sudah tanggung jawab ku ! Kau adalah tanggung jawab ku !" Bantah Danu seraya melipat kedua tangannya dengan tatapan mata menantang.
"Lelaki brengsek! Kaya, arogan aku tak butuh kamu! Aku bisa menghidupi diri ku sendiri! Minggir!" Bentak Shanum tak mau kalah. Mendorong tubuh lelaki tegap, tetap tak bergeming, tubuh nya tinggi yang berdiri menjulang di hadapannya Shanum.
Seringainya menghiasi wajahnya yang tampan, Shanum spontan mundur waspada. Hup. "Tak akan pernah ku biarkan kau pergi! Daryono siapkan upacara pernikahan buat kami!" Teriak Danu setelah memanggul Shanum layaknya karung beras di pundaknya.
Daryono yang bersih-bersih mobilnya majikannya berlarian mendekat," Ya, Tuan? Pernikahan?" Lelaki itu memastikan. Sedangkan istrinya yang baru muncul di halaman membawa kopi untuk Daryono tertegun.
Menatap majikannya yang bertingkah laku aneh, sekali lagi menggendong Shanum sesuka hatinya. Wanita itu menjerit dan memukul punggungnya Danu .
"Siapkan pesta, masak yang simpel saja di halaman belakang sana, sewa katering sekarang kita adakan menjelang petang, bisa kan ? Undang orang sekitar buat saksi nya."
"Tapi tuan disini tidak ada katering, adanya bahu membahu memasak bersama yang punya hajat yang berbelanja!" Sahut istri Daryono.
"Ini, kalian masak yang simpel buat semuanya. Yang cepat masak nya. Jadi nikah nya tak pakai lama. Kau panggil orang untuk menikahkan kami. Aku sudah tidak tahan lagi, "
Danu melempar dompet nya pada pelayannya, lalu menepuk pantat Shanum karena gemas wanitanya berontak dan menjerit keras.
Shanum melotot mendengar ucapan lelaki itu. "Sore ini aku ingin selesai, dan dia sah kawin sama aku!" Lanjut nya berlalu.
Keduanya berpandangan sedetik kemudian." Nikah siri aja kali Bu, aku panggil penghulu dan Pak RT RW, kamu ajak ibu-ibu memasak masakan sederhana buat sekampung."
Titah Daryono pada sang istri, "Jangan lupa beli baju untuk mempelai nya dan mas kawin nya apa Bu ?" Wanita itu hanya angkat bahu dan berlalu.
Berbagi tugas lah sepasang suami istri itu dalam hitungan jam masyarakat berkumpul ada yang memasak makanan dan menggelar tikar, tenda, dan membuat tempat pelaminan sederhana.
Sementara dikamar Shanum tak berkutik meringkuk di ranjangnya. Sementara Danu menatap orang-orang bekerja dari jendela, tersenyum lebar sebentar lagi keinginan nya terwujud.
Saat kembali ingatan nya memanggul Shanum dan melemparkannya ke ranjang. Bruk. "Jika kau teriak maka aku akan memperkosa mu lagi! Ingatlah itu! Jadi diam lah dan menurut saja! " Ancaman Danu pada Shanum.
"Aku bertanggungjawab atas semua yang terjadi, jika kau tak hamil maka kita bisa berpisah dengan baik-baik. Jadi tak ada yang di rugikan. Lihatlah bagaimana dia bereaksi terhadap tubuh mu." Danu sengaja menakuti.
Bisikan Danu Mahendra membuat Shanum tergedik bukan hanya sekedar itu bahkan lelaki itu menekan tubuhnya dan perutnya merasakan tusukan benda menonjol itu.
Ingatan itu kembali, sudah sakit kaki yang membengkak, di tambah rasa area mis V seperti terganjal sesuatu. Sungguh tak nyaman, hal yang tak pernah dia duga yakni di ajak nikah paksa.
Jika tak mau akan diperkosa terus sampai bilang mau? Batinnya Shanum kesal menatap punggung lebar itu. Kesal.
Pintu di ketuk. "Masuklah !" Titah danu. Dan muncul pembantunya," Tuan saya membawa pakaiannya buat Non. Tukang rias juga sudah datang, masakan sudah siap di hidangkan." Jelasnya.
"Baiklah, dandani dia, aku tunggu di bawah." Danu hendak pergi namun di cegah tukang rias.
"Tuan tidak berganti pakaian? Apakah akan melakukannya dengan pakaian sederhana seperti itu?" Tanya si tukang rias menggoda.
"Aku ada kemeja aku ganti aku menunggu di bawah." Danu membalikan badannya mengambil kemeja putih di sana dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.
Sambil lalu ia kembali menerima dompetnya. Shanum hanya diam di rias pengantin dan mengenakan pakaiannya di dandani dengan hijab. Menuju ke halaman belakang di tempat mempelai pria duduk menunggu.
Danu mengenakan jeans biru dan kemeja putih dengan peci kekecilan di kepalanya. Janji akad nikah ia ucapkan dan tak lama terdengar suara orang bergema. "Sah .."
Danu tersenyum dan mencium kening Shanum lalu kedua pipinya. Dan wanita itu mencium tangan Danu sesudah nya semuanya menikmati makanan yang di sajikan.
Makan lesehan, dengan menu urap, nasi gurih dengan sambal goreng, ayam hingga tahu tempe. Minuman dingin soda, es teh. Jajanan pasar kue basah yakni cucur, kue lumpur, wajik, buahnya ada dua yaitu pisang, Langsat.
Shanum hanya tersenyum kaku mendapatkan ucapan selamat menjalani hidup bahagia bersama suami dari warga.
Menjelang petang acara selesai satu persatu ijin meninggalkan tempat tersebut dan sebagian berbenah. "Bi jika masih makanannya di bagikan saja !" Titah Danu sambil lalu membawa Shanum ke kamar mereka.
Shanum membersihkan diri lalu menjalankan kewajibannya sebagai hambanya. Danu hanya memperhatikan di ranjangnya.
"Aku mau kembali, ada tugas dan kewajiban ku. Juga aku harus menghidupi diri sendiri ingat?' Shanum berkata setelah mereka bertatapan langsung. Wanita cantik itu melipat mukena dan menaruhnya di sofa.
"Aku juga sayang, aku juga bekerja sebagai seorang pemimpin sudah kewajiban ku menjaga mu dan anak kita ? Ada putriku dan calon anak kita." Ucap Danu sambil mengusap perut kempes Shanum.
Danu sudah memeluk tubuh nya dari belakang sambil mengecup pelipis nya. "Kita pergi bersama, kau sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan ku." Bisik Danu. Shanum hanya diam menahan kekesalannya.
Masalah anak anak itu urusan bapaknya.🙂
fokus kebahagiaan mu ja juga ke luar ga baru mu.
jangan balik kebelakang cukup Medokan anak mu ja walaupun tanpa bertemu 🙂
plis lh tata yg rapi lh sedikit tulisannya.
cerita udah seru,tp bacanya agak belibet krn susunan kalimatnya
begitu tau kebenaran ku jamin kalian nangis nti bOcil 😤