NovelToon NovelToon
Aku Tidak Bodoh, Mas!

Aku Tidak Bodoh, Mas!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Mengubah Takdir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Menyembunyikan Identitas / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Santi Suki

🏆JUARA 2 LOMBA "PEMBALASAN ISTRI" SEASON 2🏆

Setelah hamil, tubuh dan kulit Mitha berubah menjadi gemuk dan kusam, sehingga terlihat jelek. Beni pun berselingkuh dengan Mia, janda muda yang merupakan tetangga baru. Hinaan dan pengkhianatan yang dialami oleh Mitha membuatnya menjadi wanita tangguh. Dia pun membalas semua perlakuan tidak adil dari suami dan juga selingkuhnya. Tanpa mereka tahu kalau Mitha yang merupakan anak yatim piatu adalah pemilik saham terbesar tempat Beni bekerja.
Wanita itu bersumpah akan membuat Beni kembali ke posisi awal, yaitu orang miskin dengan banyak hutang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Diusir Warga

Bab 23

Setelah Beni dan Mia dinikahkan di rumah Pak RT. Pak Kades dan beberapa aparat desa pun pulang karena sudah masuk ke waktu subuh. (Baca bab sebelumnya karena ada revisi)

"Kami harap kalian meninggalkan komplek perumahan ini," kata Pak RT kepada Beni dan Mia.

Tentu saja kedua orang itu terkejut akan perintah pimpinan warga di sana. Belum juga Beni bicara hendak protes, para warga berteriak mengusir pasangan pengantin baru itu.

"Pergi dari sini. Kami tidak mau mempunyai tetangga seperti kalian!"

"Kami menolak pasangan pezina ada di dekat tempat tinggal kami!"

"Iya, kami menolak kalian tinggal di lingkungan ini."

"Jangan sampai kami kena imbas dari perbuatan kalian."

Para warga langsung melakukan pengusiran kepada Beni dan Mia. Mereka juga semakin tidak suka sama keduanya setelah kebongkar kelakuan busuknya, malah memperlihatkan sifat tercela yang selama ini disembunyikan dihadapan semua orang.

Bu Yeni tentu saja protes. Rumah Beni ada di wilayah ini, kenapa harus diusir. Dia balik protes kepada Pak RT dan beberapa warga.

"Kalian pikir kami ini apa? Kami punya rumah milik sendiri di sini. Kami juga bayar pajak dan iyuran RT tiap bulan," ucap Bu Yeni.

"Rumah itu bukan milik Pak Beni, tetapi milik Bu Mitha," bantah Bu Ida.

"Apa? Enak saja! Beni yang sudah membeli rumah itu dari Pak Burhan, dahulu. Tanya saja kepadanya," ujar Bu Yeni penuh emosi.

Dahulu rumah Pak Burhan dibeli oleh Beni dan Mitha. Mereka menggunakan uang tabungan milik pribadi. Beni memberikan uang sebesar 100 juta dan Mitha 200 juta. Sebenarnya Pak Burhan menginginkan harga kisaran 400-500 juta. Namun, karena waktu itu dia sangat membutuhkan uang banyak dalam waktu singkat. Jadinya, dia mau menerima harga sesuai dengan jumlah uang yang dimiliki oleh Beni dan Mitha.

Mitha bilang kepada Beni waktu itu menjual semua perhiasan miliknya. Selain itu, dia juga mengatakan kepada Beni akan menjual harta perhiasan peninggalan kedua orang tuanya. Beni pun berjanji jika sudah punya uang akan menggantikan perhiasan peninggalan itu yang digunakannya untuk membeli rumah.

"Rumah itu akan menjadi milik anak kembar kami nanti, Bu," ucap Mitha kepada Bu Yeni.

"Kalau begitu usir Mbak Mitha juga! Aku ingin adanya keadilan bagi semua orang yang terlibat dari kekacauan ini," teriak Mia.

"Hah!" Semua orang tercengang dengan keinginan Mia barusan.

"Dasar wanita gila!" umpat Bu Ida geram.

Kartini mengusap-usap punggung Mitha. Dia berharap temannya ini bisa menahan diri agar jangan sampai marah atau emosinya memuncak dan bisa membuat kesehatannya terganggu.

"Tidak masalah bagiku keluar dari rumah itu. Justru bagus, dengan begitu rumahnya akan disewakan dan uangnya bisa untuk kebutuhan si kembar nanti," balas Mitha dengan santai.

Mia mengerutkan keningnya. Dia menyangka Mitha akan ngamuk-ngamuk seperti dirinya saat diusir dari sini.

"Emang kamu mau pergi ke mana?" tanya Bu Yeni, lalu berkata, "Panti asuhan?"

"Ya, ke mana saja. Bumi ini sangat luas dan aku bisa ke mana pun aku ingin pergi," jawab Mitha dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

Beni, Mia, dan Bu Yeni pun langsung bungkam. Jika Mitha masih bisa pergi ke panti asuhan, lalu mereka bertiga mau pergi ke mana? Apalagi sekarang hari masih dini hari. Matahari saja masih jauh terbitnya. 

Beni, Bu Yeni, dan Mia membawa lumayan banyak barang masing-masing. Apalagi Bu Yeni sudah menandai beberapa perabot rumah tangga yang ingin dia bawa bersamanya.

Mitha menghubungi Rangga untuk menjemput dirinya. Dia akan pulang ke rumah milik keluarganya. Dia hanya membawa sebuah koper kecil yang berisi baju dan perlengkapan bayi. Kalau baju dan keperluan dirinya di rumah itu juga sudah tersedia banyak.

Beni dan Mia melirik ke arah Mitha dengan tatapan mengejek karena wanita itu hanya sedikit membawa barang. Bahkan Kartini dan Haris tidak terlihat membawakan barang apa pun milik Mitha.

"Kita akan bertemu di pengadilan agama nanti. Hari ini suratan gugatan cerai akan didaftarkan. Jadi, aku mohon kerja samanya agar tidak mempersulit prosesnya nanti," kata Mitha kepada Beni.

"Tenang saja. Kalian akan secepatnya mendapatkan akte perceraian itu." Bukan Beni yang menjawab, tetapi Mia.

"Bagus. Ini juga untuk kebaikan kita semua," balas Mitha dengan senyum tipis.

Ada rasa sedih juga yang dirasakan oleh Mitha. Keluarga impiannya tidak bisa dia wujudkan bersama Beni, sesuai harapan saat mereka awal menikah dahulu.

Suara klakson mobil membuat Mitha dan kedua temannya langsung menaiki mobil. Beni, Mia, dan Bu Yeni menduga kalau kendaraan itu adalah taksi online. 

"Kita juga pergi dan cari kontrakan," kata Beni sambil berjalan ke mobilnya.

"Aku ingin tempat kontrakannya yang nyaman dan ada penjaganya, Mas. Aku tidak mau kalau sampai terjadi lagi penggerebegan nanti," ucap Mia saat masuk mobil.

"Iya ... iya. Aku akan cari rumah sesuai dengan uang yang kita punya," ujar Beni dengan lemas.

Laki-laki itu sudah tidak punya banyak uang lagi sekarang di ATM -nya. Namun, Mia banyak sekali permintaan.

***

Akankah Beni dan Mia akan bahagia setelah menikah? Ikuti terus kisah mereka, ya!

1
irena
bagus
Eny Frihdihastuti
novel ini kan juara 2
yang juara 1 judulnya apa ya, pengen baca juga
Ellya Muchdiana
harusnya kasih racun tikus
Ros Sita
gua hantu 😄😄jadi ingat si buta dari gua hantu thor🤣🤣🤣🤣
Ros Sita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣keren mitha
Yusmaniar
👍👍💞💞🫶🫶
Nani Te'ne
Suka
Rina Arie
good
Nurlaila Hasan
trnyata sdh baca👍
🌸 Sunshine 🌸: makasih, Kak
total 1 replies
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏
Ernawati💕
luar biasa
Lina Suwanti
baca kisah ini seru,,istri sah ga nunggu karma dtg bwt pelakor tp lsg ksh karma😄
Lina Suwanti
benar² dah ga ada otak si Beni .....
Lina Suwanti
keren Salma lsg beraksi.....
Lina Suwanti
wajar aja kelakuan Beni begitu,,ga beda ma ibunya
Patrick Khan
aku suka
Uba Muhammad Al-varo
terima kasih kakak Author 🙏♥️💪
Uba Muhammad Al-varo
bagus
Ita rahmawati
knp manggilnya hrus mami papa ke mitha sm ramgga terus mama papa ke mitha sm beni walaupun yg kndung tp kn mereka cerai sblm anaknya lahir jd knp gk ke beni aja yg papu biar sepasang sm salma dn papa ke rangga 🤦‍♀️ kn jd lucu siapa yg suami dn iistrinya klo gini 🤣🤣
Ita rahmawati
ngapa marah ke mia,,kamu juga salah ya krn mudah tergoda,,coba kalo kuat iman gk akan terjadi perselingkuhan 😏😏🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!