Nagita Mahendra harus menerima kenyataan pahit jika ternyata dia telah di hianati oleh tunangan dan sahabatnya. Setelah mengetahui semuanya, Nagita menjadi lebih dingin dan berniat membalaskan sakit hatinya. Di saat yang sama, ada seorang laki-laki yang bernama Damian Wijaya klien dari ayahnya. Di menawarkan diri untuk membantunya dengan berpura-pura menjadi kekasih Nagita. Hingga hubungan pura-pura itu berlangsung lama, dan membuat hati Nagita kembali bisa merasakan indahnya cinta. Bagaimana kisah Nagita yang harus berjuang melupakan kisah cintanya kepada Damian setelah mengetahui jika ternyata laki-laki itu sudah mempunyai seorang tunangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viar05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Ulah Brian
Brian baru saja bangun dari tidur nya dia masih bersama perempuan yang selama ini selalu menemaninya di setiap dia butuhkan. Brian memang telah bermain api di belakang, karena istrinya sudah jarang memberikan pelayanan untuknya. Yang ada di pikirannya hanya menghamburkan uang dan berkumpul dengan teman sosialita nya itu.
[Apa kalian sudah melakukan apa yang aku inginkan?]
[Maaf tuan kami tidak berhasil! Tapi orang itu terluka bersama pengawalnya dan sudah di bawa ke rumah sakit]
[Bagus, buat perempuan itu tidak bisa di selamatkan.]
[Baik tuan!]
Brian menaruh kembali ponselnya. Lalu tetsenyum kepada kekasih nya yang sedang duduk di pangkuannya tanpa memakai apapun.
"Kelihatannya kamu sedang senang saat ini Mas." Ucap perempuan itu.
"Temtu saja, aku bahagia karena kamu bisa membuat aku p*as Sayang. Aku ingin kita mengulangnya lagi, apa kamu mau."
"Temtu saja Sayang! Apapun keinginanmu akan aku berikan." Ucap perempuan itu lagi.
Keduanya kini kembali melakukan kegiatan yang menguras keringat itu. Brian tidak mempedulikan ponselnya yang berbunyi panggilan dari istrinya. Setelah selesai, Brian segera membersihkan dirinya dan kembali memaksi pakaian nya.
"Aku sudah mengirim uangnya ke rekeningmu Sayang, sekarang aku harus pulang dulu."
"Baik Mas, kamu hati-hati di jalan." Ucap sang perempuan.
Brian mengangguk, dan segera pergi dari tempat itu, dia tidak ingin sampai ada yang melihatnya dan menjadikannya berita seperti yang terjadi dengan putrinya. Brian yakin tidak akan ada yang mengtahui hal itu, karena dia sudah menutup mulut semuanya. Uang memang bisa merubah segalanya, makanya Brian sampai tega menusuk sahabatnya dari belakang karena ingin menguasai kekayaan milik papanya Damian.
"Kamu dari mana saja Mas, baru pulang jam segini?" tanya iatrinya saat Brisn baru saja datang.
"Aku habis dari kantor Ma, dan aku lelah ingin istirahat." Jawab Brian, memang jujur dia sedang merasa capek. Tapi bukan karena pekerjaan kantor, melainkan akibat pertempurannya dengan perempuan yang mejadi selingkuhannya itu.
"Kami jangan bohong Pa! Aku datang ke sana tapi kamu tidak ada. Sekertaris mu bilang kalau kamu sudah pulang. Ingat ya Mas, jangan berani macam-macam dengan ku. Aku bisa membuat kamu menyesal karena melakukan hal itu."
"Kamu mengancam aku Ma?"
"Kenapa tidak, jika itu diperlukan. Akku yidak main-main Pa." Ucap istrinya lalu pergi meninggalkan suaminya yang madih berdiri.
"Si*l, kenapa istriku jadi mulai berani melawanku. Aku harus berhati-hati mulai sekarang, jangan sampai dia curiga." Batin Brian.
Bukan tanpa alasan mamanya Samantha mencurigai suaminya, Brian. Dia merasa ada banyak perubahan yang dia rasakan, dan hal itu di perparah saat dia menemukan bukti transferan uang dalam jumlah besar untuk pembayaran sebuah mobil mewah, dan setelah di telusuri olehnya secara diam-diam. Mamanya Samantha mengetahui jika mobil itu dimiliki oleh seorang perempuan cantik uang berprofesi sebagai seorang model.
Tentu saja itu patut di curigai, karena sangat tidak masuk akal sekali. Untuk apa suaminya memberikan mobil kepada model itu. Mungkin saja Brian memang sudah berkhianat di belakangnya. Dengan bantuan dari orang kepercayaan nya, akhirnya dia mengetahui fakta jika suaminya memang sudah berselingkuh dengan perempuan itu. Namun dia masih pura-pura tidak tahu sambil merencanakan seduatu yang akan membuat Brian hancur.
****
Soraya baru saja sadar, dan dia tersenyum melihat putranya berada di sampingnya saat ini.
"Mama sudah bangun? Gimana keadaan Mama?" tanya Damian.
"Mama baik-baik saja Damian. Kamu tidak perlu khawatir."
"Syukurlah Ma, aku sudah takut melihat Mama seperti ini." Ucap Damian.
"Terima kasih Nak, kamu sudah mau menjaga Mama di sini." Ujar Soraya tersenyum, dia merasa bahagia karena Damian begitu menyayanginya. Dia menyedal karena selalu bersikap arogan selama ini kepada anaknya.
Damian tersenyum dan mengangguk. Hari ini dia ingin bekerja sambil menemani mamanya di rumah sakit. Di kantor ada Adnan yang menghendle semuanya. Damian juga sudah menyuruh asisten nya untuk menemui semua pemilik saham di perusahaan Brian, supaya mau menjualnya kepada Damian tapi lewat tangan orang lain. Damian benar-benar ingin membuat Brian hancur karena sudah berani menyentuh mamanya. Dia terkejut saat mendengar kabar dari anak buahnya, jika Brian adalah dalang di balik kejadian yang menimpa Soraya.
Damian bersumpah akan membuat laki-laki itu merasakan yang lebih dari itu.
"Kamu gak kerja Damian?" tanya Soraya di sela makan siangnya.
"Aku bekerja dari sini Ma!" jawab Damian, sambil menyuapi mamanya.
"Apa kamu sudah makan?"
"Aku akan makan setelah Mama mengahabiskan makanan ini."
"Mama bisa sendiri Damian!"
"Tidak Ma, aku yang akan mengurus Mama sampai sembuh."
"Tapi kerjaan kamu jadi terganggu. Kamu gak masuk kerja gara-gara nemenin mama di sini Damian." Ucap Soraya merasa tidak enak.
"Kesehatan Mama lebih penting dari pekerjaan ku. Lagipula ada Adnan yang bisa aku percaya." Tutur Damian.
"Mama habiskan makanannya dan minum obat biar cepet sembuh, supaya cepat pulang Ma."
"Iya Damian," ucap Soraya kembali membuka mulutnya saat Damian menyuapinya lagi.
Dua puluh menit kemudian, Soraya sudah mengahabiskan makanan nya dan minum obat lalu tidur kembali. Damian duduk di sofa yang ada di ruangan itu, karena dia memilih ruangan khusus VIP supaya mamanya bisa nyaman selama dalam perawatan. Dia juga menyuruh anak buahnya untuk menjaga ruangan itu, karena dia yakin jika Brian tidak akan melepaskan mamanya begitu saja.
Damian makan siang sambil membuka leptopnya dan memantau pekerjaannya. Setelah makan siang, dia melanjutkan kembali pekerjaan nya yang telah di kirim oleh Adnan. Hampir dua jam lamanya dia berkutat dengan leptopnya, hingga akhirnya menutupnya karena pekerjaan nya sudah selesai.
"Permisi Tuan, maaf mengganggu!" ucap salah satu orang kepercayaan nya.
"Ada apa?"
"Sepertinya apa yang Anda katakan benar. Di luar ada anak buahnya dari pak Brian sedang menyamar menjadi seorang perawat dan sebentar lagi akan masuk ke ruangan ini."
"Biarkan saja, kita akan lihat apa yang akan di lakukan oleh orang itu. Kamu kerjakan saja apa yang aku minta."
"Baik Tuan saya permisi." Ucap laki-laki itu lalu pergi keluar.
Damian mulai memberikan intruksi kepada anak buahnya untuk bersikap biasa dan membiarkan Dokter dan perawat itu masuk.
"Permisi Tuan, kami datang untuk melihat kondisi pasien." Ucap Laki-laki yang berpakaian putih itu.
Damian mengangguk, lalu memberikan ruang untuk mereka. Dia pura-pura keluar dari ruangan itu untuk mengecoh keduanya. Saat itulah, kedua orang yang memang suruhan dari Brian itu langsung melancarkan aksinya. Laki-laki yang memakai pakaian Dokter itu bersiap ingin menyuntikan sesuatu kedalam infusan milik Soraya. Namun dengan cepat kedua orang itu di ringkus oleh anak buah Damian dan membiusnya. Kini dua orang itu sudah pingsan dan terkapar di lantai.
Anak buah Damian segera membereskan kekacauan yang terjadi, supaya mamanya tidak mengetahui hal itu.
"Brian, dasar tua bangka tidak tahu diri. Aku akan mengirimkan kejutan untukmu. Semoga kamu akan senang menerimanya. " Ucap Damian sambil tersenyum penuh misteri.
ku kasih bunga Thor biar semangat up nya💪🔥
d tnggu jdohnya arkana,biar ga jd playboy trs...😁😁😁