NovelToon NovelToon
BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Romansa / Dendam Kesumat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Joshep menyimpan dendam yang berkarat di hatinya akibat dugaan penghianatan Paula sang kekasih yang sudah di jalani selama hampir 5 tahun lamanya itu, sementara Paula juga sama-sama mempunyai alasan kuat untuk membenci Joshep dimana hal itu berkaitan dengan kecurigaan Paula atas keterlibatan ayah Joshep pada kematian ayahnya yang sebelumnya sakit jantung karena sebelum kematian ayahnya itu ayah Josheplah yang terakhir kali bertemu dengan ayahnya, sementara tanpa mereka sadari, ternyata saat perpisahan terjadi, rupanya Paula sedang mengandung anak Joshep, namun Paula sengaja menyembunyikannya, konflik terjadi saat Joshep bertemu dengan anak mereka tanpa di sengaja, selain itu satu persatu kesalah pahaman juga mulai terkuak, yuks,,,ikuti kisahnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ego yang berbicara

"Apa? Kevin drop? Dan dia tidak berada di rumah sakit ini?" Teriak Paula histeris, tak peduli jika dirinya kini sedang berada di rumah sakit, kabar yang perawat itu sampaikan padanya bagai kilatan petir yang menyambar tubuhnya, seketika matanya gelap dan dadanya terasa sesak seperti terhimpit batu yang sangat besar.

Ibu macam apa dirinya yang bahkan tidak tau kondisi anaknya, tidak tau jika anaknya drop dan sudah di pindah ke rumah sakit yang entah di mana, pikirannya kacau dan dunia seperti berhenti berputar saat itu untuk Paula.

Entah berapa lama Paula tidak sadarkan diri setelah dia mendapat kabar buruk mengenai putranya dari perawat jaga di ruang gaawat darurat tadi, yang jelas saat ini, saat Paula tersadar dia sudah berada di sebuah kamar yang tidak asing baginya.

"Oh tidak! Bagiaman aku bisa berada di kamar Joshep?" gumamnya saat menyadari jika dirinya kini berbaring di kasur empuk yang biasa dia bersihkan di kamar milik Joshep di rumahnya.

"Kamu sudah bangun?" Tanya Joshep dengan semangkuk sup di tangannya.

"Kevin, kemana Kevin, kenapa kamu membawa ku ke rumah mu? Aku harus menanyakan dimana keberadaan Kevin sekarang ini." Ujar Paula bangun dari kasurnya dan memaksa untuk berdiri dari sana, namun sialnya tubhnya terasa lemas, dan kepalanya kembali terasa berat dan pusing, sehingga dia kembali tergeletak di ranjang empuk milik Joshep.

"Tenanglah, tubuh mu belum begitu kuat, istirahat dahulu, makanlah dulu!" Joshep mendekatkan sendok ke depan mulut Paula yang tertutup rapat.

Prang!

Paula menepis tangan Joshep sehingga menyebabkan mangkuk berisi sup pecah berantakan di lantai, namun Paula tidak memp[erdulikannya, dia hanya ingin cepat pergi dari sana dan menemukan dimana Kevin kini berada.

"Adam,,, aku harus menghubungi Adam sekarang juga, ponsel ku mana?" Teriak paula tidak terkendali.

"Paula tenanglah, tubuh mu saat ini sedang sakit!" Bentak Joshep.

"Aku tidak peduli, aku hanya ingin bertemu Kevin, aku akan meminta pertanggung jawaban rumah skit yang memindahkan Kevin tanpa seijin ku sebagai ibunya dan tanpa seijin mu sebagai dokter penanggung jawab nya, aku akan menuntut rumah sakit sialan itu, aku akan menuntutnya!" Paula berontak dan berusaha untuk turun dari ranjang, namun sia-sia karena kakinya pun kini terasa lemas.

"Kau tidak bisa menuntutnya karena semua atas se-izin ku, aku sudah memberi izin pada suami mu untuk membawa putra mu ke rumah sakit yang lat-alatnya lebih memadai, itu semua demi kebaikan putra mu!" terang Joshep.

"Lancang sekali kamu, bagaimana kamu bisa memberi izin tanpa meminta pendapat ku bahkan tanpa memberi tahu ku, aku ibunya, aku yang berhak atas semua tindakan yang akan di lakukan untuk putra ku, aku tidak akan memaafkan mu jika sampai terjadi apa-apa pada putra ku, aku tidak akan memaafkan mu!" Amarah Paula kini sudah bercampur dengan suara tangisan yang tidka dapat di bendungnya lagi akibat merasa sangat marah yang tidak tertahankan.

"Aku dokter penanggung jawabnya, aku tau apa yang terbaik untuknya, lagi pula aku memberi izin pada ayahnya, apa salahnya, toh dia tidak akan membunuh anaknya sendiri, aku juga punya alasan kenapa aku tidak memberi tahu mu, karena saat itu kamu dalam keadaan demam tinggi dan tidak dapat di ajak berkomunikasi, sementara putra mu harus segera mendapatkan penanganan." kata Joshep menguraikan alasannya.

"Omomg kosong! Kamu memang tidak berniat untuk memberi tahu ku apa yang terjadi, bahkan sampai kita kembali di sini mulut mu msih tertutup rapat dan tidak membicarakan masalah Kevin, begitu banyak waktu di antara kita jika kamu memnag punya niat untuk memberi tahu ku, tapi nyatanya kamu diam membisu, merahasiakanhal ini dari ku, apa maksudnya? Apa? Jika kamu inginmembalas dendam dengan apa yang pernah terjadi, tolong jangan libatkan anak ku, kembalikan dia pada ku,,, kembalikan!" Paula meraung-raung menangisi Kevin yang tidak sia tahu keberadaannya, sementara dirinya tidak berdaya untuk mencarinya karena tubuhnya terasa lemas dan tidak bertenaga.

"Maafkan aku Pau, inisemua demi kebaikan mu!" Gumam Joshep seraya menyuntikkan sesuatu ke lengan Paula, sehingga beberapa menit kemudian, Paula yang sejak tadi menangis dan meraung juga mengamuk merasakan matanya tiba-tiba terasa berat, rasa kantuk menyerangnya dengan sangat hebat membaut dia tidak bisa melawan rasa kantuk itu meski sekuat tenaga dia melawannya karena ingin pergi dari sana untuk mencari keberadan Kevin sang buah hati.

"apa yang sebenarnya kau tangisi, kehilangan jejak Kevin, atau kehilangan jejak ayahnya? Apa yang kau khawatirkan, toh anak mu bersama ayahnya, bukankah bagus jika anak mu pergi bersama ayahnya, sihingga kau sendirian dan bisa kembali pada ku tanpa harus ada yang memberakan mu." lirih Joshep mengajak bicara Paula yang sudah tertidur pulas akibat suntikan yang di berikannya.

Entahlah, rasa-rasanya Joshep justru merasa senang jika Adam membawa jauh Kevin dari Paula, sehingga dirinya bisa memiliki Paula kembali tanpa jejak-jejak pria lain yang membayangi Paula.

Baginya Kevin merupakan jejak nyata hasil perselingkuhan Paula, sehingga kadang-kadang Joshep merasa sangat membenci bocah cilik iu, dia juga merasa cemburu karena Paula lebih mencintai dan mengutamakan Kevin di atas segalanya, bahkan Paula terlihat seperti lebih mencintai Kevin di bandingkan dengan dirinya sendiri sekali pun.

Malam itu rumah sakit memberinya kabar jika keadaan Kevin drop, dan saata itu juga Adam meminta untukberbicara dengan Paula karena ponselnya tidak dapat di hubungi, namun karena keadaan Paula juga sedang demam tinggi dantidak bisa di ajak untuk berkomunikasi, Joshep hanya mengatakan pada Adam bahwa saat itu paula sedang tidak bisa berbicara dengannya tanpa mengatakan apa alasannya membiarkanpria itu berasumsi dan menduga-duga sendiri kenapa Paula tidak bisa berbicara dengannya.

Entah setan dari mana yang membuatnya mengatakan itu semua pada Adam, namun di sisi lain juga Joshep memang tidak ingin memberi tahukan jika keadaan Paula sedang demam tinggi bersamanya, akan sangat kasihan menurut Joshep jika Adam harus menerima dua berita buruk sekaligus, anak dan istrinya drop dalam waktu bersamaan, sehingga Joshep memberikan alasan yang terkesan ambigu itu pada Adam.

Begitu pun saat akhirnya pihak rumah sakit menelponnya kembalis saat pagi hari memberi tahukan jika Adam ingin membawa Kevin ke rumah sakit lebih besar dan lebih lengkap, Joshep langsung mengizinkannya tanpa mempersulitnya sedikit pun, selain memang Kevin benar-benar membutuhkan perawatan dan penanganan dari rumah sakit yang alat-alatnya lebih lengkap dan memadai, dia juga merasa kepergian Adan dan kevin akan memberinya harapan baru untuk bisa mmendapatkan kembali Paula, memulai kisah mereka kembali dari awal, dan dia sudah bersedia dan akan berusaha untuk melupakanpermasalahan yang terjadi sebelumnya di antara mereka.

Joshep merasa jika selain Adam, Kevin adalah salah satu batu sandungan terbesar yang membuat hubungannya dengan Paula terasa tidak mungkin.

"Kevin,,, Kevin!" Paula terus mengigau memanggil nama Kevin dalam tidurnya, aur matanya pun tidak berhenti mengalir dari sudut matanya sehingga membasahi bantal yang menjadi alas kepalanya.

Hampir tiga jam berlalu sejak pemberian suntikan tadi, dan kini samar-samar Paula bisa membuka matanya meski pandangannya masih terasa samar.

Sosok Joshep adalah yang pertama kali dia bisa tangkap melalui penglihatan maya nya.

"Josh,,, tolong aku, pertemukan aku dengan Kevin, aku sangat ingin bertemu dengannya, tolonglah!" Paula mengiba, bahkan dia menangkupkan kedua telapak tanganya di depan dadanya.

"Pau,,, kenapa masih saja kau cemaskan dia, sementara tubuh mu saja tidak berdaya, lupakan dia biarkan dia pergi bersama ayahnya, aku akan melupakan semua pennghianatan mu pada ku di masa lalu, dan ari kita mulai semuanya dari awal lagi." Ujar Joshep dengan mimik yang sangat serius.

Sangat berat baginya untuk melupakan penghianatan yang di lakukan Paula, namun jika Paula juga mau berkorban untuk membiarkan Kevin pergi bersama Adam, dia akan memaafkan semua kesalahannya.

Sungguh mencintai dan membenci dalam waktu bersamaan membuat Joshep merasa sangat tersiksa dan pada akhirnya egonya lah yang berbicara saat ini.

1
Isranjono Jono
novel yang bagus penempatan tulisan nya sangat bagus
Isranjono Jono
novel yang bagus kenapa rating nya gak naik2 padahal aku udah dua kali bacanya
Pasikah CwElosbes
suka critanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu /Heart/
total 1 replies
angel
aku suka alurnya ...tanpa membawa agama dan ras dlm ceritanya ..novel yg recommended utk di baca /Good//Good//Good//Good//Good/
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir kakak,semoga sehat dan bahagia selalu❤
total 1 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lita: terimakasih kakak ❤️
total 1 replies
dreamy
👍👍👍😘😘😘😍😍😍😍.
exra part nya thor.
Lita: siaap kak, terimakasih sudah berkenan mampir 🙏🥰❤️
total 1 replies
Rif
cerita bagus dan mengandung bawang
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,,🙏❤️
total 1 replies
gaby
Lebay bgt Joshep, menanggung sendirian apanya?? Jelas2 Paula mau mendampingi dlm keadaan apapun. Harusnya Paula yg pantas ngomong gitu. 5thn lalu ortunya meninggal setelah dia di talak atas fitnah slingkuh. Bahkan yg paling parah, mertuanyalah dalang dibalik penderitaannya
gaby
Lawan ayahmu bkn semata melindungi kluarga Josh. Ingatlah ayahmu menjalankan bisnis haram yg merusak mental masyarakat. Tindakan Frans kriminal & ga bisa di selesaikan secara kekeluargaan
gaby
Critanya bnr2 penuh misteri. Pgn lompat2 baca bab nya jadi takut, karena critanya penuh teka teki
gaby
Pantesan mati2an memperebutkan Kevin, pdhl kalo cm pgn cucu, kan bisa dr Cucu baru bila Josh & Bella nikah. Ternyata Kevin cm di jadiin alat kampanye politik.
gaby
Oalah blg aja pengen di rayu sm Paula, gitu aja ko repot. Sampe2 org ga bersalah di mutasi😅😅
gaby
Sumpah, crita yg sangat bagus. Walau terkesan bertele2 tp ga bikin bosan. Malah bikin makin penasaran. Aq marathon baca dr td siang neh, untung aq berlangganan Vip, jd gass terooos😅😅
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️
total 1 replies
gaby
Ciyee yg kesel karena kalah star sm Willy🤣🤣
gaby
Hadeh Joseph ini, kalo ga di suapin ga makan2, ujung2nya sakit lambung. Giliran di suapin, malah mendadak jantungan dia. Dokter ko penyakitan🤣🤣
Soeharti Rifangi
sangat bagus ceritanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu 🙏❤️🥰
total 1 replies
Soeharti Rifangi
jahat bener ibu mertuanya,ternyata kebaikannya hanyalah palsu
octa❤️
terima kasih utk ceritanya teh...😘
Lita: sama-sama,,, terimakasih sudah mengikuti sampai selesai kak 🙏❤️
total 1 replies
Azizah az
bye Abang Kevin semoga bahagia selalu
Lita: aamiin,,, kakak juga semoga sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️🥰
total 1 replies
Putu Suciptawati
yah kok digantung sih kak thor?
Lita: cus sudah di lanjut, nunggu review nih..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!