Hasna Gadis berusia 18 tahun itu Didesak oleh Ayahnya untuk menikah dengan seorang Ustadz yang sangat dikagumi oleh sang Ayah.Tentusaja Hasna menolaknya mentah mentah.Apalagi Dia baru saja lulus sekolah.Dan Ustadz yang dijodohkan dengan dirinya itu merupakan guru ngajinya yang sudah mempunyai Istri.Dan Jika Ustadz itu menikahinya,tentu saja Dia akan menjadi Istri kedua.Padahal Dia sangat membenci Poligami.Dan juga Dia tak ingin dicap sebagai pelakor.
Apakah Hasna mau menerima Pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Begitu sampai di rumah,Hasna segera membersihkan tubuhnya, hatinya kini berbunga-bunga setelah bertemu dengan Faqih sang suami. Akhirnya rasa Rindunya itu bisa terobati. Setelah 10 hari lamanya dia tak menatap wajahnya. Dia tak berhenti tersenyum. Gadis muda yang dipersunting oleh Ustadz Tampan itu kini mempersiapkan dirinya untuk tampil secantik mungkin. Pakis sudah berjanji padanya akan pulang malam ini ke rumahnya, apalagi Laila istri pertamanya itu begitu pengertian. Dia memahami perasaan Hasna. Dia sangat bersyukur Laila begitu baik, sikapnya begitu dewasa.
Setelah puas membersihkan tubuhnya. Kini Asna bersiap untuk memakai pakaian terbaiknya untuk menyambut kedatangan sang suami. Dia tampak berdandan begitu cantik, sambil terus menyunggingkan senyum nya dia menatap diri sendiri di pantulan cermin. Rambut panjangnya digerai indah, mata bulat nya memakai celak agar tangannya semakin tajam dan membuat akan semakin terpesona saat memandangnya.
Tak berapa lama terdengar ketukan pintu di kamarnya. Hasna terlihat begitu panik. Dia kembali memastikan penampilannya, dia benar-benar ingin ini akan menjadi malam.pertamanya dengan Faqih. Dia pun bergegas untuk membuka pintunya. Dan tampak lelaki gagah berparas tampan dengan gamis warna putih juga peci yang berwarna putih.
Begitu melihat Hasna Faqih tampak terpana
Dia terdiam sejenak di ambang pintu sambil menatap Hasna tanpa berkedip sama sekali. Membuat Gadis itu tersipu malu.
Ternyata mas Faqih sudah datang. Apa Sudah dari tadi Mas?" katanya sambil tersenyum malu-malu dia menundukkan pandangannya. Faqih tampak tak bergeming dan tak menghiraukan pertanyaannya. Dia masih menatap istrinya itu dengan penuh kekaguman.
" Assalamualaikum? Faqih baru menyadari bahwa dia hanya berdiri terdiam. Dia pun mengucapkan salam kemudian dia masuk kedalam kamar sang istri. Wajah Faqih tampak berbinar bahagia.
" Aku kira Mas menginap di tempatnya Mbak Laila. Tapi ternyata Mas pulang kesini Aku benar-benar sangat senang."
"" Aku kan sudah bilang kalau aku akan datang ke sini, lagipula sudah 10 hari kita tidak bertemu, Dan ini juga jatah berkunjung ke rumahmu!" ucap Faqih yang kini berdiri di hadapannya begitu dekat. Membuat wajah Hasna merona. Entah mengapa malam ini dia begitu gugup di hadapan sang suami. Padahal biasanya dia selalu cuek dan ogah-ogahan. Namun kali ini dia berdandan begitu cantik kedatangan suaminya. Faqih bahkan bisa mencium aroma tubuhnya begitu memabukkan. Lelaki itu semakin merapatkan tubuhnya.
" malam ini kau begitu cantik Hasna, Penampilanmu begitu mengagumkan. Aku sampai kaget melihatmu tadi, aku pikir ada bidadari yang turun dari kayangan, tidak tahunya istriku sendiri!" ucapnya sambil membelai rambutnya yang di gerai panjang sepinggang.
Lagi-lagi Hasna hanya tersipu malu mendengar pujian dari Faqih
" Ah,Mas bisa saja menggombal nya, selain pandai berceramah juga pandai menggombal seperti ini." ucap Hasna sambil tertunduk malu-malu.
" Ayo kita salat sunah dua rakaat dahulu, ini nabi ajarkan sebelum kita melalukan malam pertama!" ucap Faqih lirih, membuat Hasna senyum-senyum mendengarnya. Dia pun mengangguk setuju. Mereka berdua pun kini mengambil wudhu.
Kemudian setelah mengenakan mukenanya Hasna berdiri di belakang suaminya untuk melaksanakan salat sunah 2 rakaat. Mereka tampak khusyuk. Dan Faqih mengimami nya dengan suara yang begitu merdu.
Selesai salat sunnah, Faqih langsung menghadap ke arah sang istri. Dia merentangkan tangannya, agar Hasna mendekat dan memeluknya. Dan masih dengan malu-malu nya, Hasna menghambur memeluk suaminya. Lalu sang suami memegang ubun-ubun nya dan membacakan doa untuknya.
" apa ini juga sunah yang dilakukan oleh Nabi, sebelum malam.pertama?" tanya Hasna mendongak dan menatap wajahnya. Parkir langsung mengangguk mendengar pertanyaan dari istrinya itu.
" istriku malam ini cantik sekali, rasanya aku tidak bosan-bosannya memandangimu seperti ini!" ucapnya sambil membelai wajah Hasna.
" dari tadi pak ustad ini bisanya hanya menggombal saja!" ujar Hasna sambil tersenyum kecil.
" Aku berkata jujur Hasna, aku sampai terbengong-bengong tadi melihatmu!" kemudian dia meraih dagunya, hingga bersitatap dengannya. perlahan Faqih memajukan wajahnya dan mengecup bibirnya dengan lembut. Hasna memejamkan matanya, dia meresapi sentuhan yang dilakukan oleh suaminya itu. Tubuhnya meremang seketika. Apalagi sentuhan bibirnya semakin mendalam.
" tunggu di sini sebentar ya aku akan membuatkan susu untukmu!" ujar Pakis sambil membelai wajah sang istri yang malam itu begitu cantik menggoda.
" susu? Untuk apa,Mas. Aku tidak meminum susu jam segini. Takut badanku menggemuk nanti!"
" itu salah satu sunnah nabi, beliau bila ingin mendatangi Istrinya, maka membuatkan satu gelas susu untuknya. Agar tubuh mereka menjadi hangat." Hasna lagi-lagi hanya mengangguk, Faqih pun berlalu dari hadapannya. Dia kembali mematut dirinya di cermin, memastikan penampilannya. Memegangi dadanya yang berdebar kencang.
Tak lama kemudian Fakih datang dengan membawa segelas susu untuknya. Susu itu tidak panas dan tidak juga dingin, terasa hangat di tangannya.
" minumlah,Sayang!" ucapnya dengan begitu lembut. Hasna meminumnya sekali teguk dengan terburu-buru, hingga menetes di bibirnya,dan dia tidak menghabiskannya.
" Maaf Mas tidak ku habiskan aku takut kekenyangan." ujar Hasna sambil tersenyum meringis, dan menyerahkan Gelas itu padanya.
" tidak apa-apa,Sayang!" kemudian Faqih duduk di sebelahnya. Dia meminum sisa susu itu di Bekas Bibirnya, Seraya mengucapkan basmalah. Kemudian Dia meminum susu itu tiga kali tegukan.
" harus seperti itu ya cara minum susunya?" tanya Hasna sambil mengernyit heran.
" diajarkan oleh Nabi, mau minum apapun. Sunnahnya kita minum dengan tiga kali tegukan. Tidak boleh sekaligus. Karena dibalik semua ajaran dan Sunnah dicontohkan pada kita. Pasti banyak sekali mengandung manfaat!"
" Oh seperti itu!" ucapnya sambil mengangguk-anggukan kepala.
"Apakah Kamu sekarang sudah siap untuk benar benar menjadi istriku sekarang?"Tanyanya Faqih sambil memandang Hasna dengan penuh kekaguman.Hasna hanya diam tertunduk,wajahnya tampak memerah.
Kemudian Dua sejoli itu menggantikan lampunya hingga cahaya lampu menjadi temaram.Perlahan Faqoh mendatangi Istri cantiknya itu.
Malam yang indah dan begitu syahdu dilalui oleh kedua sejoli itu.Mereka kini bersatu.Saling merasai tubuh Mereka masing masing.
********
Faqih tak henti hentinya tersenyum sambil membelai rambut sang Istri yang terlelap tidur disampingnya.Rasanya semuanya terasa seperti mimpi.Mempunyai Istri yang masih muda dan begitu cantik.Nahkan sangat cantik.Tak henti hentinya mengucapkan syukur.
Setelah berbulan bulan pernikahannya dengan Hasna,kini akhirnya,untuk pertama kalinya Dia bisa memiliki sang Istri seutuhnya.
Hasna perlahan membuka matanya.Lalu Dia menatap.suaminya yang berada disebeahnya,yang sedang asyik mengagumi wajahnya.
"Kamu sudah bangun Sayang?"Tanya dengan begitu mesra.
"Ini jak.berapa,Mas?Kenapa Mas tidak.membangunkan Aku!"Ucapnya,terlihat begitu panik.
"Masih jam.4,Aku sedang menunggu azan subuh sambil memandangi wajah cantik Istriku!"Ucapnya.
"Mas kok sudaah rapi begini,Aku pikir sudah siang!"Ucapnya dengan suara serak.
"Tadi Aku sempatkan Qiyamullail(solat malam),Aku berterimakasih,karena Allah telah mengirimkan Istri yang begitu cantik!"Ucapnya membuat Hasna tersenyum.
"Kalau begitu Aku akan mandi dulu,Mas."
"Jangan dulu,Sayang.Spertinya Aku menginginkanmu lagi!"
*********
semoga saja dia gak menggunakan kehamilannya untuk menyingkirkan laila karna hukum dr tuhan lbih keji hasna
pengen gua geprekkk dh hasna ini