Menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat tersembunyi dan terkenal kejam karena tak ada pilihan lagi??
Yuuri, seorang gadis biasa tak sengaja mengetahui identitas rahasianya. Dia sengaja mendekati Seijuro Shin untuk membantunya terlepas dari titik hitam itu.
Namun cinta malah hadir diantara mereka.
Bisakah Yuuri membantu Seijuro Shin terlepas dari titik hitam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Yang Rumit
Seijuro Shin tak berusaha untuk menyangkal semua tuduhan itu. Dia bahkan juga tidak berusaha untuk melawan ketika para aparat kepolisian berusaha untuk membawanya ke kantor kepolisian.
Pria yang selalu berkepribadian dingin dan datar itu bahkan tak bisa berkata-kata ketika Yuuri masih berusaha untuk melindunginya. Dia hanya menatap Yuuri dengan tatapan rumit dan tak mengerti, mengapa gadis itu selalu saja berusaha untuk melindunginya.
"Itu bukan salahnya! Dia tidak melakukannya!" ucap Yuuri masih menahan tangan Seijuro Shin.
"Yuuri, mengapa kamu berusaha untuk melindungunya? Dia bahkan sudah berusaha untuk mencelakaimu. Dan aku melihat semuanya." ucap seorang pria yang baru saja memasuki ruangan itu, dia adalah Akaba.
"Itu benar, Yuuri. Kamu jangan takut untuk menyampaikan yang sebenarnya. Disini ada kakak. Kakak akan selalu melindungimu." ucap Yuki yang rupanya juga sudah memasuki ruangam ini.
"Senior Akaba, kak Yuki ... Seijuro Shin tidak melakukannya. Dia tidak bersalah! Saat itu aku terpeleset hingga aku malah membuatnya terjatuh bersama denganku. Bahkan dia malah melindungiku hingga membuatnya terluka seperti ini."
Ucap Yuuri dengan jujur dan mengingat semua kejadian itu dengan sangat jelas, dimana Seijuro Shin malah memelukknya dan menjadikan dirinya sebagai perisai hingga tubuhnya yang pertama menghantam lautan itu.
"Yuuri ..." samar-samar Yuuri mendengar Seijuro Shin memanggilnya, hingga membuat gadis itu mulai beralih menatap pria dingin dan datar itu.
"Kamu sama sekali tidak bersalah! Mengapa kamu diam saja seperti ini?!" ketus Yuuri untuk pertama kalinya merasa kesal terhadap Seijuro Shin.
Namun Seijuro Shin sama sekali tak menjawabnya dan hanya menatapnya saja masih dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Yuki menghela nafas lalu mulai memerintahkan kepada para aparat itu untuk bubar, "Kalian kembalilah! Sepertinya telah terjadi kesalahpahaman."
"Baik, Sersan Yuki." sahut mereka bersamaan lalu meninggalkan ruangan rawat ini.
Yuki sempat menatap Yuuri dan Seijuro Shin lalu segera meninggalkan ruangan ini.
"Yuuri ..." Akaba meraih tangan Yuuri dan menariknya ke sisinya hingga akhirnya Yuuri melepaskan tangan Seijuro Shin.
Akaba menatap Seijuro Shin lekat dan serius. Pandangan mereka berdua saling bertemu untuk beberapa saat dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Aku minta maaf jika sudah salah mendugamu. Dan terima kasih karena sudah menyelamatkan Yuuri saat itu. Karena biar bagaimanapun ... Yuuri sangat berarti untukku." ucap Akaba masih menatap Seijuro Shin lekat.
Seijuro Shin tak menjawabnya, dan masih saja menatap Akaba datar.
"Yuuri, ayo kembali. Kamu masih harus banyak istirahat untuk memulihkan diri." Akaba beralih menatap Yuuri dan berkata dengan hangat.
Lalu dia mulai menggiring Yuuri untuk meninggalkan ruangan rawat Seijuro Shin. Yuuri hanya menurut. Dia masih cukup bingung dengan ucapan dari Akaba. Namun dia sempat menoleh menatap Seijuri Shin sebelum dia meninggalkan ruangan ini.
Seijuro Shin yang kini hanya seorang diri terduduk kembali di atas brankar. Pandangannya kosong menatap lurus ke depan. Raut wajahnya terlihat penuh luka dan kesedihan.
Bayangan saat kedua orang tuanya dan seluruh anggota keluarganya saat meninggalkan dirinya sendirian di dunia yang kejam ini kembali memenuhi ingatannya saat ini. Begitu menyakitkan dan membuatnya merasa sesak.
"Aku ... sampai kapanpun akan selalu terasingkan dan akan selalu sendirian. Di dunia ini ... tak akan ada orang yang benar-benar menganggapku ada." gumamnya lirih dan memilukan.
Setelah beberapa saat, dia melepaskan selang infusnya dengan sangat kasar dan segera meninggalkan kamar rawatnya. Bahkan dia meninggalkan rumah sakit.
...🍁🍁🍁...
Di dalam kamar rawatnya, Yuuri masih saja ditemani oleh Akaba. Namun sebuah panggilan telpon membuat Akaba harus segera meninggalkan rumah sakit, hingga meninggalkan Yuuri dengan berat hati.
"Yuuri, maafkan aku. Tapi aku harus segera pergi. Mamaku memintaku untuk menjemput sepupuku yang baru saja kembali ke Tokyo." ucap Akaba dengan berat hati.
"Daijoubu. Terima kasih karena sudah menjaga dan menemaniku, Senior Akaba. Pergilah ... kak Yuki juga akan segera datang kok. Papa dan mama juga akan segera tiba di Tokyo kok." ucap Yuuri dengan seulas senyum hangat.
Meskipun sangat berat, akhirnya Akaba mengangguk sanar dan meninggalkan Yuuri.
Seharusnya aku senang ketika mendengarkan ucapan senior Akaba saat itu bukan? Ternyata dia sangat peduli denganku dan menganggapku berarti. Tapi ... mengapa aku tidak terlalu merasa senang? Ada apa denganku?
Batin Yuuri yang masih menatap ke arah kepergian Akaba.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya Yuuri yang masih mengenakan pakaian rawatnya berniat untuk mengunjungi Seijuro Shin, namun kamar rawat itu ternyata sudah kosong. Hingga akhirnya Yuuri bertanya pada seorang tenaga medis yang kebetulan akan memasuki kamar rawat itu.
"Suster ..." ucap Yuuri menahan tenaga medis itu.
"Ya, Nona. Apakah ada yang bisa kubantu?" balas tenaga medis itu dengan ramah.
"Kalau boleh tau dimana pasien yang menempati kamar ini sebelumnya?" tanya Yuuri penasaran.
"Pasien yang menempati kamar ini sudah keluar sejak kemarin, Nona." ucapan seorang tenaga medis itu sukses membuat Yuuri terdiam dan perlahan mengerutkan keningnya.
"Keluar sejak kemarin? Bukankah seharusnya dia masih harus dirawat?"
"Benar sekali, Nona. Tapi pasien itu tiba-tiba saja meninggalkan rumah sakit pagi itu juga. Tidak ada yang tau pastinya seperti apa. Baiklah kalau begitu permisi, Nona. Aku harus merapikan ruangan ini karena akan ada pasien baru yang menempatinya.".
"Uhm. Iya ..."
"Lagi-lagi dia berbuat sesuka hatinya sendiri. Bahkan punggungnya masih terluka." gumam Yuuri lirih.
"Yuuri-chan!! " tiba-tiba saja terdengar suara seorang gadis begitu histeris berlari ke arahnya dan langsung memeluknya begitu saja.
"Seina ..." celutuk Yuuri saat melihat gadis itu melepas pelukannya.
"Kamu sudah sembuh? Mengapa malah berkeliaran di luar seperti ini?"
Selidik Seina lalu celingukan melihat kamar rawat kosong itu, karena Seina sempat melihat saat Yuuri mengawasi kamar itu. Namun dia hanya melihat seorang tenaga medis yang sedang merapikan kamar rawat itu.
"Uhm ... aku ..."
"Ayo kembali ke kamar rawatmu! Kamu baru saja terjatuh ke dalam lautan tapi malah berkeliaran seperti ini dan bukannya memulihkan diri! Huft ... kamu membuatku cemas saja!" Seina mendengus dan segera menarik Yuuri kembali untuk pergi ke kamarnya.
.
.
.
"Aku dengar kamu terjatuh dari Rainbow Bridge bersama seorang pria? Apakah dia adalah Seijuro Shin? Lalu dimana dia? Siapa dia? Mengapa kamu tidak pernah menceritakannya kepadaku? Huftt ... jahat!!" Seina kembali mendengus kesal dan memasang wajah cemberut.
Apa? Darimana Seina mengetahui tentang Seijuro Shin?
Batin Yuuri kebingungan.
"Aku kira selama ini kamu menyukai senior Akaba. Tapi ternyata kamu diam-diam malah berkencan dengan pria bernama Seijuro Shin. Aku sungguh tidak mengerti dan tidak menyangka semua ini." ucap Seina masih memperlihatkan ekspresi murung karena mengira jika sahabatnya menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Apa pria bernama Seijuro Shin ini lebih tampan dan mempesona dari senior Akaba?" imbuh Seina sangat penasaran.
Yuuri tak menjawabnya. Dia bahkan merasa bingung akan menjawab pertanyaan yang mana terlebih dulu. Bahkan dia sendiri tidak mengerti dengan hatinya sendiri. Yang dia ketahui hanyalah, selama ini dia selalu mengagumi Akaba.
Seejiro shin pembunuh berdarah dingin yg menghindar dari cinta namun pada akhirnya terjerat oleh cinta dari putri kepala polisi.
nah loh.... gimana nih 😱😱😱
Akankah cinta shin tercapai atau kah penuh halang lintang.!!
Semoga saja cinta pun berpihak padanya 🤗🤗🤗
Semangat shin raih lah cinta yg hangat itu untuk meluluhkan hatimu yg dingin. 😉😉
akaba ini licik sangat 😈