bermula dari seorang lelaki yang datang dari keluarga biasa saja, yang ingin mengutarakan niat baiknya untuk meminang kekasih hatinya, Elsa Pitaloka.
tapi, naasnya, keluarga sang pujaan sama sekali tak menyukainya. karena ia adalah lelaki miskin yang tak berpangkat.
saat itu juga, sang pria yang dikenal dengan nama Bastian mereka patah hati. karena keluarga sang kekasih. tak hanya menolak dirinya, namun juga, mereka menghinanya habis-habisan. yang paling membuat dirinya kesal ialah sang kekasih yang sama sekali tak memperjuangkan nya.
ia merasa tak berdaya, dan menganggap dirinya tak berguna sama sekali. karena setelah ini, ia tidak tau kemana tujuan hidup selanjutnya. sampai akhirnya, ia bertemu dengan seorang perempuan yang membuatnya bangkit kembali.
lalu bagaimana kisahnya. ikuti terus ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. bergabung
saat Bastian sedang menunggu aftar selesai makan. ia memilih untuk menyibukkan dirinya untuk bermain HP. tiba-tiba, ada yang datang menghampiri mereka.
"hai.. tuan. kita bertemu lagi.." ujar orang itu dengan senyum diwajahnya. ya siapa lagi kalau bukan Amelia. Bastian dan aftar pun langsung mengalihkan pandangan mereka kepada orang tersebut. Bastian langsung sumringah melihat perempuan itu. sementara aftar, ia langsung mengerutkan keningnya untuk menilai perempuan itu.
"hai nona. anda disini juga..??" tanya Bastian dengan etika yang baik. Bastian yang menempatkan dirinya sebagai seorang sederhana dan mudah bergaul dengan siapa saja. tentu saja sangat mudah untuk mendekatkan diri. tapi, Belum tentu, semua orang dapat berdekatan dengannya atau mengambil perhatian dari nya.
"iya, saya menemani keponakan untuk bermain di tempat ini." ujar Amelia. kemudian ia mengarahkan pandangannya ke pada sosok mungil, kecil dan sangat menggemaskan, yang terus melihat dan memandanginya dari tadi.
Amelia yang memang sudah sangat dekat dengan anak kecil dan juga menyenangi mereka, ia langsung tersenyum kearah aftar yang menatapnya dengan penuh selidik. melihat hal itu, Amelia bukannya merasa risih, ia malah tersenyum melihat kelakuanku bocil itu.
"hai ganteng.. siapa namanya sayang..??" tanya Amelia dengan hangat. ia juga memberikan senyuman tulus pada aftar. sehingga aftar menyingkirkan prasangka buruknya terhadap Amelia.
"hai aunty. aku aftar keponakan uncle Bastian. terimakasih sudah mengatakan aku ganteng.." ucap aftar dengan malu-malu. bastian yang melihat tingkah sang keponakan langsung memicingkan matanya. tak biasanya keponakan ini membalas sapaan orang lain.
(he.. kenapa dengan si curut kecil ini) batin Bastian. aftar menatap pamannya yang juga sedang menatapnya. namun aftar langsung menunduk kan kepalanya langsung. kemudian menegakkan kembali kepalanya.
"ada apa uncle..? kenapa menatap ku begitu..??" tanya aftar dengan gaya dewasa. ia menunjukkan ketidak sukaannya mengenai sifat sang paman yang melihat nya seperti itu. Amelia yang melihat gelagat dan tingkat keponakan Bastian itu, ia langsung tertawa lucu.
"hahaha... ya ampun, kamu lucu sekali sayang... " ujar Amelia. saat Amelia sedang menertawakan tingkah paman dan keponakan itu, tiba-tiba dua orang anak kecil datang menghampiri mereka.
"aunty..!!" panggil kedua bocil yang berbeda kelamin itu. mendengar teriakan kedua bocil itu, Amelia langsung menghentikan aksi tawanya dan melihat ke arah kedua bocil yang tengah berlari menghampiri mereka. Begitu juga dengan Bastian dan aftar.
"hai sayang, Kenapa berlari seperti itu..?? mana Paman ridho..??" tanya Amelia kepada kedua keponakannya menanyakan keberadaan ridho saudara kembarnya. kedua bocil itu pun terengah-engah sebelum menjawab pertanyaan Amelia.
"itu aunty. Paman ridho sedang menyusul. aunty, aku sangat haus dan lapar." rengek anak perempuan itu. Bastian yang melihat kelucuan anak perempuan yang seusia dengan keponakannya itu pun langsung tersenyum.
"Ya sudah duduk dulu. biar aunty pesankan..." ujar Amelia. tapi sebelum ia memesan makanan dan minuman untuk saudara dan kedua keponakannya itu, terlebih dahulu ya melihat ke arah Bastian dan juga aftar untuk meminta izin bergabung di meja mereka. ternyata si bocil aftar Kak keberatan untuk bergabung dengan Amelia dan keponakannya itu.
"maaf tuan, bolehkah saya dan keponakan saya serta saudara saya bergabung di meja ini. rasanya males sekali berpindah tempat duduk.." ujar Amelia meminta izin kepada Bastian dan aftar.
"tidak apa-apa aunty. bergabung saja di sini, lagi pula tinggal aku yang sedang makan. sementara Paman sudah selesai makan.." ujar aftar dengan suara yang pasti Bastian baru pertama kali dengar saat berhadapan dengan orang lain.
(tumben anak ini memperlihatkan sopan santunnya kepada orang lain. biasanya ia akan bermuka cuek datar dan tak peduli sama sekali. hmmm... awas aja kalau kamu nanti mempersulit Paman ya..!!) batin Bastian dan langsung melayangkan tatapan menyelidiki ke arah sang keponakan. sementara after tidak peduli sama sekali.