NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

Tentang seorang gadis yang memiliki trauma akan sebuah keluarga, yang menjadikan nya seorang anak jalanan.

Hidup bebas dan urakan, sering terjebak perkelahian, balapan liar hingga kejaran polisi.

Eleena Sora, harus di kirimkan ke sebuah tempat yang sangat jauh dari dunianya.

Sebuah tempat yang menurut keluarganya bisa membuat nya menjadi lebih baik. Namun, justru terlihat seperti neraka bagi Eleena.

Sanggupkah Eleena bertahan dan bisa menjadi seperti yang keluarganya harapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahur pertama

...~Happy Reading~...

“Ele, bagaimana hafalan kamu?” tanya umma Chila membuka suara.

“Sudah sedikit hafal Umma. Hanya saja, masih sedikit kaku dan kurang lancar,” jawab Eleena malu.

“Gapapa, insyaAllah nanti kamu juga akan lancar. Asal kamu mau belajar dan tidak mudah menyerah,” ujar umma Chila tersenyum begitu lembut dan tulus kepada Eleena.

“Apakah kamu yakin bisa berpuasa?”

“Kalau hanya menahan lapar dan haus, Elee bisa Umma. Karena biasanya juga Elee bisa tahan seharian tanpa makan dan minum<’ jawab Eleena dengan yakin.

“Biasanya kamu nahan lapar dan haus, karena kamu tidur El. Tidur dari pagi sampai malem, wajar kamu kuat!” saut Maira yang tiba tiba muncul membuat Eleena sedikit terkejut.

“Emang apa beda nya? Bukankah sama saja, yang penting tidak makan dan tidak minum,” kata Eleena seketika membuat dua wanita di dekat nya itu langsung menghela napas nya dengan berat.

“Umma, kenapa tidak bantu Eleena untuk hafalan? Umma kan memiliki kesabaran seluas samudera,” Maira mendudukkan dirinya di kursi meja makan, sambil menuangkan air minum.

“Kenapa harus Umma? Kan sudah ada kamu,” kata Eleena sedikit melirik kesal terhadap sahabat nya.

“El, bukan aku gak mau ya. Tapi—“ Maira langsung menarik napas nya dengan cukup panjang sebelum kembali melanjutkan perkataan nya,”Dua hari ini aku mengajari kamu, aku merasa tekanan darah ku sudah naik lima puluh persen.”

Eleena langsung memanyunkan bibir nya sambil mendengus kecil ketika mendengar jawaban dari Maira yang teramat sangat jujur.

Bohong jika Eleena tidak tersinggung, namun bagaimana lagi, bahwa apa yang di katakan oleh Maira memang ada benar nya.

“Ele, kenapa kamu tidak ikut kelas nya Yusuf?” ujar umma Chila menghampiri kedua putri nya di meja makan, “Hari ini, kelas nya akan di mulai.”

“Nah bener itu El, kamu bisa ikut kelas kak Yusuf aja. Dia itu kesabaran nya seperti Umma dan Khalifa. Kalau Khalifa dia tidak akan bisa membantu kamu, karena masih sekolah. Tapi kak Yusuf, aku yakin dia pasti bisa,” imbuh Maira dengan penuh semangat.

“Assalamualaikum,”

Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Seperti kata pepatah, baru saja ketiga wanita itu membahas tentang sosok Yusuf, kini yang bersangkutan langsung tiba dan bergabung di meja makan.

“Walaikumsalam,” jawab ketiga nya bersamaan, namun suara Eleena lah yang paling akhir dan lirih.

“Ada apa ini, kok Abi seperti mendengar nama Yusuf,” kata abi Mike yang langsung mendudukkan dirinya di kursi.

“Iya Bi, kami baru saja menyebut nama kak Yusuf, eh langsung datang orang nya. Berasa kaya habis manggil Jin, ya Bi,” celetuk Maira seketika membuat Eleena langsung tersedak minuman nya lantaran tak bisa menahan tawa nya.

“Astagfirullah, pelan pelan El,” ujar umma Chila yang langsung memberikan selembar tisu untuk Eleena.

“Terimakasih Umma,” Eleena kembali tersenyum saat mendapatkan perhatian seperti itu dari umma Chila.

Sungguh, kini Eleena seolah kembali merasakan kehangatan sebuah keluarga yang pernah ia rasakan belasan tahun yang lalu.

Dimana saat dulu keluarga umma Chila masih berada satu komplek dengan nya. Eleena memang sudah sangat dekat bahkan sering ikut makan bersama di rumah itu. Dan kini, dirinya merasa seperti flashback ke masa saat dirinya kecil dulu.

“Gimana kak? Mau kan, nambah satu murid lagi?” tanya Maira menatap kakak nya.

“Mungkin, tidak ada salah nya dengan usul Maira. Ele—“

“Meskipun kak Yusuf memiliki kesabaran yang lapang seperti Umma. Tapi Abi jangan salah, kalau sifat keras Abi juga ada pada kak Yusuf. Apakah kak Eleena bisa kuat dan tahan menghadapi kak Yusuf?” saut Khalifa yang kini akhirnya ikut bersuara.

“Sekeras keras nya kakak kamu, Yusuf. Dia tidak mungkin membentak Eleena, karena Eleena seorang perempuan. Tapi kalau kakak kamu, Maira, jangan tanyakan lagi,” jawab umma Chila sambil menghela napas nya berat.

Yusuf memang sedikit keras dan sering bersikap datar, namun sikap itu tidak akan selalu ia tunjukkan.

Apalagi dengan Eleena, Yusuf terlihat lebih kalem dan lembut jika berhadapan dengan seorang wanita atau murid nya yang lain. Terkecuali, jika ada murid yang bersikap di luar batas, barulah Yusuf bisa menampakkan sikap asli nya.

...~To be continue .......

1
Indri Lestari
bagus ceritanya jadi terharu bacanya🥺
lia hahahihi
aamiin
lia hahahihi
owhh so sweet 🥰🥰🥰🥰
lia hahahihi
pantes pengen cepat cepat pindah rumah biar bebas ya MW ngapa ngapain juga
lia hahahihi
aihhh maira kepo😂😂😂
lia hahahihi
dihh ele 😅😅
lia hahahihi
😂😂😂😂
lia hahahihi
lupa ya ele
lia hahahihi
duh mewek jadinya 😭😭😭
lia hahahihi
sama sama memendam rasa.oh indahnya 😍😍
lia hahahihi
eh ternyata ya baru tau cie Yusuf 🤗
lia hahahihi
Alhamdulillah
lia hahahihi
aamiin
lia hahahihi
😂😂😂😂
lia hahahihi
wah 😂😅
lia hahahihi
ayo cepetan tolongin sora
lia hahahihi
udah dilamar dari kecil loh👍👍
lia hahahihi
gitu toh.cie elee😅
lia hahahihi
5 L 🤣🤣🤣. semangat elle
lia hahahihi
😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!