21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Setelah sampai rumah Rendy dan Kanaya langsung keluar mobil dan masuk kedalam rumah, Kanaya berlari masuk kedalam kamarnya dan tanpa menyapa Bundanya. Rendy dengan santainya berjalan menuju kamar Kanaya, siapa sangka ketika membuka pintu kamar Rendy melihat Kanaya yang sedang membuka bajunya dan bersiap mandi.
"Tahan, tahan, belum saatnya" batin Rendy mencoba meredakan nafsunya.
Rendy adalah lelaki normal, melihat istrinya tanpa busana diapun langsung masuk dan mengunci pintu kamar. Kanaya yang melihat Rendy langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
"Ke ke kenapa masuk?" tanya Kanaya kaget dan malu.
"Ini kamar istriku, apakah aku salah? " tanya balik Rendy.
"Ehm bukan, tapi aku" jawab Kanaya yang tiba-tiba terhenti karena bibir Rendy yang sudah mulai ******* bibir mungil Kanaya.
Perlahan Kanaya pun mulai membuka mulutnya dan membalas ciuman Rendy, semakin lama ciuman itu semakin panas. Kanaya mulai melingkarkan kedua tangannya ke leher Rendy, begitupun Rendy yang mulai meremas payudara halus dan ranum milik istrinya itu.
Rendy pun mulai menurunkan ciumannya ke leher, telinga dan payudara Kanaya.
"Aahhhh" desah Kanaya yang mulai menikmati perlakuan Rendy.
"Apakah kamu suka, Sayang? " tanya Rendy yang kini tengah berjongkok dihadapan istrinya. Kanaya pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan dia menikmati setiap jengkal perlakuan Rendy.
Desahan Kanaya semakin menjadi, dia mulai menjambak rambut Rendy. Rendy pun berdiri dan menciumi bibir Kanaya, nafsu mereka sudah di ubun-ubun tak ada wajah malu yang terlihat hanyalah wajah yang seksi dan penuh kehausan. Tangan Kanaya langsung membuka kancing baju milik suaminya dan melepaskannya, terpampang jelas dada yang berotot dan perut yang begitu indah menurut Kanaya. Rendy pun menarik tangan Kanaya dan mengarahkannya kedalam celana yang dipakainya. Betapa kagetnya Kanaya ketika menyentuh benda berukuran besar itu, dia sempat ragu tapi ini adalah kewajibannya sebagai istri.
Rendy pun melepaskan celana yang dipakainya, kini mereka benar-benar berdiri tanpa busana sedikit pun. Rendy pun menuntun Kanaya ke atas ranjang tanpa melepaskan ciumannya.
"Sayang, ini akan sakit apa kamu yakin? " tanya Rendy meyakinkan istrinya.
"Iya" jawab Kanaya singkat.
Rendy pun mulai memasukkan senjatanya kedalam lubang senggama milik Kanaya. Rendy pun mencoba memasukkan senjatanya secara perlahan agar tidak menyakiti istrinya itu, sampai akhirnya Rendy menjebol benteng pertahanan Kanaya selama ini.
"Ahh sakit, udah" teriak Kanaya.
"Tahan, ini tidak akan sakit lagi" jawab Rendy mencium bibir istrinya agar dia merasa tenang.
Benar saja kini mereka mulai menikmati permainan itu, Rendy dan Kanaya pun sampai mencapai klimaks dan mereka pun saling tidur berpelukan. Kamar Kanaya dan Rendy memang didesain kedap suara jadi teriakan Kanaya tidak akan terdengar oleh siapapun.
Mereka tertidur cukup lama sampai akhirnya mereka bangun karena suara telepon rumah yang memanggil mereka untuk turun dan makan. Kanaya pun bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sangat lengket akibat permainannya tadi.
Dia merasakan sakit diarea privasinya, setelah selesai mandi dia membangunkan suaminya untuk mandi dan makan malam. Terlihat ada bercak darah di atas sprei, Kanaya menutupinya dengan selimut yang dipakainya tadi.
"Bangun, Sayang" ucap Kanaya dan menepuk lengan Rendy.
"Udah pagi? " tanya Rendy tanpa membuka matanya.
"Belum, kita harus makan malam dulu" jawab Kanaya.
Rendy pun memaksa badannya untuk bangun dan membersihkan badannya, terlihat bercak darah perawan milik istrinya itu. Dia bangun tersenyum bahagia karena kini Kanaya adalah miliknya seorang, dia pun mencium puncak kepala Kanaya dan langsung pergi ke kamar mandi. Dengan cepat Kanaya menarik sprei dan menaruhnya kedalam keranjang pakaian kotor, wajahnya memerah mengingat apa yang mereka lakukan tadi.
Setelah selesai Rendy langsung menghampiri Kanaya yang duduk di sofa kamar yang menghadap ke arah taman, dia pun duduk disampingnya dan merangkul tubuh istrinya seraya membisikan sesuatu ke telinga Kanaya.
"Terima kasih, kini kamu hanya milikku seorang" bisik Rendy dan langsung mencium kening Kanaya.
Kanaya pun hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya karena malu, akhir-akhir ini Kanaya memang jadi perempuan pemalu karena sikap Rendy yang begitu hangat. Setelah memakai baju dan bersiap makan malam, merekapun turun dari kamar tak bosan Rendy terus menggenggam tangan Kanaya. Merekapun mulai makan dengan damai, semua keluarga begitu bahagia melihat sikap Rendy yang begitu menyayangi Kanaya, jika diingat dulu Rendy begitu membenci Kanaya.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰