NovelToon NovelToon
Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Istriku Boros! Menantu Yang Tidak Di Inginkan

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:346.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: acih Ningsih

Istriku Boros!
Itulah gelar yang di sandang kan Rahman pada Istrinya yang bernama Via.

Ia selalu mengeluh pada Via, karena ia merasa jika Via, yang ia anggap hanya bisa menghabiskan uang yang ia berikan pada istrinya itu.



Tanpa Rahman ketahui, betapa sulitnya Via untuk mengatur uang yang Rahman berikan kepadanya, agar bisa mencukupi segala kebutuhan sehari-hari mereka, di tambah lagi dengan buah hati mereka, yang harus bolak-balik ke dokter.



Konflik ringan sampai besar selalu mewarnai rumah tangga Rahman dan Via.




Di tambah lagi dengan ibu Jubaidah selaku dari orang tua Rahman yang selalu ikut campur dan memperkeruh keadaan.



Apakah Rahman dan Via mampu mempertahankan pernikahannya mereka, dengan segala permasalahan yang terjadi!!!!


❤️❤️❤️❤️


Minta dukungannya ya 🙏



Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acih Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. Kembali Berdebat

Selamat! Membaca 🤗

Rahman bingung sendiri dengan Rohmah yang malah marah-marah pada Dokter yang menyampaikan jika Ibu mereka baik-baik saja.

"Bukan begitu Rahman, aku takut jika Dokter tidak melakukan pemeriksaan dengan baik pada Ibu."

"Maaf Bu, saya sebagai Dokter tentu sudah melakukan pemeriksaan yang sangat teliti pada Pasien kami."

"Mbak Rohmah dengar kan jika Dokter tidak mungkin asal-asalan memeriksa Pasiennya, begitu juga dengan Ibu."Sahut Rahman. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa seseorang marah dengan kabar baik yang di bawa Dokter.

"Maafkan kakak saya Dok."Kata Rahman dengan menundukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa Pak Rahman, karena itu tidak menjadi masalah untuk saya."

❄️❄️❄️

Karena keadaan Jubaidah baik-baik saja dan tidak harus dirawat Rahman pun membawa Ibunya pulang meskipun tidak disetujui oleh Rohmah karena Rohmah menginginkan Ibunya dirawat di Rumah sakit.

Sungguh sangat aneh bukan!

Tapi Rahman tidak mau mendengarkan protes dari kakaknya Ia tetap membawa Ibunya pulang.

❄️❄️

"Rahman kamu menginap di sini ya, temani Ibu,"pinta Jubaidah pada Rahman yang baru saya membantunya untuk berbaring di ranjang.

"Maaf Bu, aku tidak bisa. Karena Via di Rumah hanya berdua dengan Satria,"tolak Rahman dengan selembut mungkin agar wanita itu tidak tersinggung dengan penolakan darinya.

"Baiklah, Ibu sangat mengerti jika sekarang kau bukan lagi Putra Ibu yang dulu. Kau sudah mempunyai Istri dan anak jadi waktumu memang harus lebih banyak untuk mereka,"kata Jubaidah dengan wajah sedih, mencoba untuk mendapat belas kasih dari Rahman.

"Bukan seperti itu Bu. Aku khawatir jika meninggalkan Via dan Satria di Rumah."

"Rahman, Kau tidak perlu beralasan khawatir dengan Istri dan anakmu itu, memangnya kau pikir mereka tinggal di Hutan belantara! Di sini Desa yang ramai penduduk Rahman, jika Ibu tidak sedang sakit, Ibu tidak akan mungkin memintamu untuk menginap di sini,"sahut Rohmah dengan emosi.

"Sudah Rohmah, tidak apa-apa. Ibu di sini kan ada kamu dan Rania, biarkan Rahman pulang untuk menemani istri dan anaknya,"kata Jubaidah dengan bijak.

Rahman yang merasa tidak tega dan tidak enak hati pada Ibunya akhirnya menyetujui permintaan Ibunya yang menginginkan ia untuk bermalam di sana.

Lelaki itu pun segera menghubungi Via mengabarkan Jika ia tidak kembali di Rumah.

Via, yang tadinya sangat khawatir dan mencemaskan Ibu mertuanya menjadi mengerti bahwa ini pasti adalah tipuan dari Ibu mertua dan kakak iparnya itu, mereka sengaja ingin menahan Rahman karena sudah beberapa hari ini Rahman jarang sekali ke rumah Ibu mertuanya itu.

Karena dia tidak mau berdebat akhirnya Via pun mengiyakan Rahman untuk menginap di sana.

❄️❄️

Keesokan paginya.

Rahman tengah bersiap-siap untuk kembali ke Rumah karena ia harus berangkat bekerja, namun tentu ia harus pulang dulu ke Rumah terlebih dahulu karena seragamnya ada di sana.

"Rahman, kau jangan lupa dengan permintaan Ibu semalam ya?"kata Jubaidah mengingatkan kembali putranya dengan apa yang ia katakan semalam.

"Iya Bu, aku akan membicarakannya dengan Via semoga saja dia mengerti."

Semalam Jubaidah mengutarakan keinginannya untuk memiliki seutuhnya gaji Rahman yang ia terima dalam bulan ini.

Awalnya Rahman menolak, karena bulan ini ia harus memberikan uang lebih pada Via untuk biaya berobat Satria, bahkan Rahman mengatakan pada Jubaidah jika ia ingin mengurangi uang bulanan untuk Ibunya dan tidak lagi membantu Rohmah untuk membayar cicilan Motornya.

Bagai di sambar petir di siang bolong, tentu hal itu sangat mengejutkan Rohmah dan Jubaidah.

Lantas merekapun dengan cepat memutar otak untuk melakukan sesuatu agar Rahman tidak melakukan apa yang ia minta.

Dengan mengungkit-ungkit masa kecil Rahman yang susah paya ia besarkan dengan segala usaha dan pengorbanan, dan mengungkit baktinya pada orangtua, membuat

Rahman menggugurkan semua niatnya dan pada akhirnya lelaki pun kembali luluh tidak melaksanakan apa yang ia ucapkan pada Ibunya,

bahkan Rahman menyetujui permintaan Jubaidah yang menginginkan gaji satu bulan Rahman dengan dalih untuk biaya berobat Ibunya.

Dan ketika Rahman menyampaikan itu pada Istrinya, tentu saja membuat Via terbelalak tidak percaya.

"Apa! Mas Rahman tidak salah ingin memberi semua gaji Mas selama satu bulan ini pada Ibu?"

"Tidak Via, aku sudah membicarakannya dengan ibu, dan aku setuju untuk hal itu."

"Tapi aku tidak setuju Mas jika kau memberikan semua gaji mu pada Ibu! Lalu bagaimana denganku dan Satria? Kau tahukah Mas, Satria harus Kontrol setiap Minggu. Dan berapa banyak tagihan yang harus kita bayar bulan ini?"

"Tapi Ibu juga sangat membutuhkan uang itu untuk biaya berobat, kau harus mengerti itu Via!"

"Lalu bagaimana dengan Satria Mas? Bukankah anak kita juga harus melakukan pengobatan?"

Rahman terdiam, ia tidak tahu harus bicara apa lagi. Namun Rahman tentu tidak akan mengalah apa lagi jika menyangkut perkara Jubaidah.

Hingga iapun berkata.

"Terserah padamu saja, yang jelas bulan ini semua uang gaji ku untuk biaya berobat Ibu."

Via semakin emosi, bagaimana bisa Rahman Menyampingkan kebutuhan anaknya yang sedang sakit. Via sangat tahu jika Jubaidah hanya berpura-pura sakit, namun jika ia mengatakan itu pada Rahman. Tentu saja lelaki itu tidak akan percaya dengan omongannya.

"Kamu tidak bisa seperti ini Mas, Satria itu anak kamu, kau harus bertanggung jawab dan.....!"

"Cukup Via!" Rahman mengangkat tangannya, meminta Via untuk diam,"aku tidak mau berdebat lagi soal ini, kau setuju atau tidak! Aku akan tetep memberikan uang itu pada Ibu."

Setelah mengatakan itu, Rahman pun berlalu meninggalkan Via yang masih belum bisa menerima dengan keputusan Rahman.

Baru beberapa hari meresakan ketenangan dan keharmonisan dalam Rumah tangga, pasangan inipun kembali berdebat.

Bersambung.....

Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

Minta dukungannya ya 🙏

Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

Lope-Lope banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

1
Anisa92
kesel banget gue, gila sejuta sebulan
Edy Kurniawan Zonk
via, ibu dan ayah nya juga bego.
mau aja di bego²in
devi aryana
Luar biasa
Achi: Terima kasih kakak 🤗🥰🫰❤️
total 1 replies
Heny
Bagus via klau bisa pisah biar rahman bebas tdk ada yg melarang
Heny
Baik banget tetangga rahman punya mertua nyebelin
Heny
Seperti nya selvi ada main sm rudi apa ini hanya kebetulan y
Heny
Pelakor datang
Achi: Harus hati-hati ya 😁
total 1 replies
Heny
Rahman yg oon mau2nya dibohongi sm ibu nya
Heny
Nah lho malu sendiri
Heny
Via klau gk kuat pisah aja
Heny
Yg boros tu bkn istri mu tp ibu mu jatah sdh dikasi minta tambah lg
Achi: Kasih paham Rahman, kak 👍
total 1 replies
Heny
Suami salah membagi napkah hrs nya keperluan anak dan istri lbh banyak
Heny
Satujuta perbulan mau mkn enak mikir dong
Evandayani
kok pingin ngetok ndase
Patardo Manullang
ceritanya seru
Achi: Terima kasih untuk bintang 5 nya kakak 🤗🤗❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Patardo Manullang
Rahman benarbenar menyebalkan,buat emosi tidak pantas di sebut suami,plinplan
Achi: Betul 👍🏻
total 1 replies
Arlen Korengkeng
Lumayan
Achi: Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
Arlen Korengkeng
Kecewa
Nyit-nyit Idjemz
bener2 suami g ada otak.
dipikir sejuta itu cukup buat sebulan?
mana lagi bayar ini itu
Achi: Tau tuh Rahman.
total 1 replies
Nyit-nyit Idjemz
cukup matamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!