NovelToon NovelToon
Presdir Kejam Dan Istrinya

Presdir Kejam Dan Istrinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: OppaSuga26

BEBAS PROMO

Ibuku pernah merusak rumah tangga seseorang dan pergi meninggalkan ayahku, dia lebih memilih melanjutkan hidup bersama selingkuhan nya itu.

Ternyata wanita yang bunuh diri karena ulah ibuku adalah ibu angkat suamiku. Sebelum bunuh diri wanita itu sempat menjadi gila, itulah kenapa presdir ini selalu menyiksaku di dalam istana mewahnya.

Akankah Andin harus menerima siksaan dari suaminya terus menerus? Ataukah takdir berbaik hati menciptakan kebahagiaan setelah ini?

Hanya kisah ciptaan, tak berniat menyinggung atau mencela pihak manapun. Authorinstagram : @sofiatus.gans

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OppaSuga26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Ayah

Andin menatap mata Hans mencoba menerka nerka.

"Tuan, anda tidak berbohong?"

"Tidak, jangan banyak bertanya dan ikutlah bersama ku menemui Ayah mu!"

"Baik tuan,,"

Andin maju beberapa langkah.

"Tidak!, tunggu dulu, kamu akan memakai pakaian ini?"

Ucapan Hans membuat langkah kaki Andin terhenti.

*Mana mungkin dia akan memakai pakaian seperti ini? jika tidak Ayahnya akan menanyakan banyak hal kepadaku..

Andin mengangguk.

"Gantilah pakaian mu itu! itu pakaian rumah sakit!, Ayahmu akan bertanya tanya nanti.."

"Tapi tuan..., dengan apa..?"

"Kalau begitu aku akan membawamu pergi mencoba pakaian di toko kecil ku."

"Iya tuan"

Hans membawa Andin pergi bersama dengannya dalam satu mobil, saat Hans duduk di depan menyetir sendiri, Andin membuka pintu bagian belakang.

"Kamu mau apa disana?"

Andin menoleh sedikit bingung

*Bukankah biasanya dia akan marah jika aku menampakkan wajah di dekatnya....?

"Duduk tuan.."

"Aku tahu mau duduk, jangan di belakang, kemari duduklah di sini"

*Ah?, ini aneh sekali... ada apa..?

"Baik tuan"

Andin duduk bersebelahan dengan Hans, dia hanya diam dan tertunduk. Hatinya seolah tak sabar akan bertemu dengan Ayah yang selama ini menjadikan alasan dirinya terus bertahan di istana mewah itu.

*Aku ingin tau bagaimana dengan ayah? apa dia benar-benar sembuh atau dia hanya dirawat saja? apa ayah merindukan aku?? aku berharap Hans jahat ini tak bercanda denganku soal bertemu Ayah, ini akan sangat sakit bagiku...

Setelah selesai dengan urusan pakaian, Hans menutup kedua mata Andin dengan selembar kain hitam yang tebal.

Ia mengeluarkan benda itu dari saku depan dekat tempat menyetir mobil

"Andin, harus menutup mata! ini perintah!"

Hans sudah menegaskan agar Andin tak dapat lagi bernegosiasi.

Mata gadis itu tertutup, ia sempat meraba benda di sekeliling nya sebelum Hans menuntun nya.

"Mari, masuklah dan duduk dengan tenang"

Andin mengangguk baik

"Iya tuan"

*Bahkan saat dia berperilaku baik kepada ku dia juga tidak membiarkan aku melihat kemana ia menyimpan Ayah ku selama ini,, benar-benar lelaki jahat!

Umpat Andin dalam hatinya.

Tak tahu kemana, cukup lama Andin berada di dalam mobil, setibanya mereka disana, mobil berhenti dan Andin hendak membuka penutup matanya tetapi dengan segera Hans menghentikan itu.

"Tidak, jangan dibuka, ini masih diluar, saat berhadapan dengan Ayahmu barulah di buka, mengerti?"

Andin mengangguk dan melepaskan tangannya yang memegang ikatan penutup mata.

Hans memegangi kedua bahu Andin menuntun nya menyusuri jalan untuk tiba di hadapan Ayahnya.

Saat Hans menghentikan langkah kaki nya, Hati Andin berdegup cepat, ia sangat merindukan Ayahnya yang sudah lama sekali tak ia jumpai.

Hans membuka penutup mata Andin. Perlahan matanya terbuka, tepat di depan tubuhnya yang hanya berjarak beberapa centi Ayahnya berdiri sigap.

Airmata mengalir begitu saja, di hatinya begitu senang, ayah tercinta sembuh dan berdiri, karena rindu yang tak tertahan sekian lama akhirnya terobati, Andin masih mematung di tempat.

"Andin....." Panggil pak Alex.

Mendengar panggilan dari Ayahnya, Andin segera berlari dan memeluk ayahnya kuat kuat seolah ia tak ingin kembali berpisah.

"Ayaahh...... hiks..hiks hiks... Ayah- apa ayah sehat? bagaimana kabar ayah?"

Pak Alex mengelus lembut di punggung putri nya.

"Iya nak, Ayah baik... Ayah sudah lama baik..."

Melepaskan pelukan Andin dan merentangkan kedua tangannya.

"Lihat, Ayahmu benar-benar sembuh kan..?"

Dengan airmata yang membasahi pipinya, Andin tersenyum melihat Ayahnya benar-benar sudah membaik.

*Jika Ayah benar-benar sehat, mungkin perlahan bisa keluar dan tidak lagi menjadi alasan aku menetap di istana itu...

Batin Andin.

Hans menunggu di dalam mobilnya saat ia melihat Andin dan Ayahnya berpelukan.

*Aku hanya bisa melakukan ini, tapi tak mungkin jika dia akan memaafkan aku.. aku sungguh bingung akan berbuat apa setelah ini, aku tahu aku tak mendapat maaf darinya karena setiap yang aku perbuat salah..

Menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan.

Ia kembali termanung diam memapah keningnya dengan jarak antara ibu jari dan jari telunjuk, siku sebagai tumpuan.

🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵

Alvin mencari ke segala ruangan yang sebelumnya di tempati Andin, ia tak menemukan apapun, menjadi semakin cemas dan panik, ia menaiki lift dengan gegabah dan berlari ke resepsionis.

"Dimana gadis yang ada di kamar presdir paling atas?"

"Tadi tuan presdir datang kemari, lalu dia keluar kembali bersama gadis yang koma cukup lama di rumah sakit ini, Dokter Alvin ada perlu apa?"

*Dia membawa Andin bersamanya..? apa yang akan dia perbuat kepada Andin, Hans... aku berjanji saat kamu menyakiti Andin sekali lagi maka aku tak akan tinggal diam! lihat saja..!

"Dokter Alvin? dokter?"

Ujar gadis resepsionis itu yang melambaikan tangan pelan di depan wajah Alvin yang termenung diam.

"Ah, iya iya.."

Alvin membubarkan lamunan nya.

"Tidak saya tidak ada urusan lain, saya akan pergi ke kantin, makan.."

"Baik dokter, selamat beristirahat"

Ujar nya sangat sopan.

🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵

Seorang berpakaian rapi menghampiri Andin yang menangis sesegukan memandangi Ayahnya dan berbincang meluapkan kerinduan.

"Nyonya, tuan bilang tinggal 2 menit"

Bisik nya sedikit membungkuk.

*Sejak kapan dia bilang pakai waktu..? sudahlah Andin tak apa, asalkan bertemu kembali dengan ayah..

Andin menutup matanya terdiam, ia menghela nafas.

"Ayah, Andin tak bisa lama disini, jaga diri ayah baik-baik, semoga lain waktu bisa berjumpa lagi.."

Memegangi kedua tangan Ayahnya penuh ketulusan, ia berbalik, lelaki berpakaian rapi itu mengikat kembali mata Andin dengan selembar kain hitam yang di kenakan nya tadi.

Sangat sunyi, Andin tak mengatakan apapun dan beranjak beberapa langkah.

"Mereka memanggil mu nyonya?" Ucap Alex yang masih berdiri jauh di belakang Andin.

Langkaj kakinya terhenti seketika, air mata Andin menetes begitu saja dari balik penutup mata.

*Seandainya saja ayah mengerti bagaimana aku menukar hampir semua yang aku punya agar dapat melihat dirinya yang sekarang.. ayah, berbahagialah, Andin akan bahagia...

Bagaikan seorang tersangka pidana yang kembali masuk ke penjara, Andin di banjiri air mata, mulut manisnya terdiam tatkala mendengar pertanyaan ayahnya, sedangkan Alex karena tak mendapati jawaban dari putri tercinta ia mencoba bertanya lagi.

"Andin, kamu menikahi tuan mereka?"

Gadis malang itu menggigit bibir bawahnya, ia menutup matanya kuat kuat dengan air mata yang terlihat semakin deras.

*Ayah, berhenti lah menanyakan hal seperti itu... sakit rasanya jika terus di ingat...

"Andin, Ayahmu butuh jawaban.." Tambah Alex.

Andin menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan. Ia berusaha menahan agar tak kembali terjatuh. Di mengambil langkah dan memilih tak mengatakan apapun atas yang Alex katakan.

Pria suruhan Hans itu menuntun Andin sampai ia masuk ke mobil. Di mobil dia masih terdiam, andaikan tak terhalang penutup mata, mungkin Hans dapat melihat jelas bagaiman Andin menangis.

Di rumah sakit Alvin terlihat khawatir akan Andin yang tak kunjung tiba, ia berusaha menelepon nomernya meski panggilan masuk, tetapi tak ada jawaban. bukan sekali Alvin mencoba banyak kali tetap saja masih tak bisa lantaran Andin tak membawa ponsel miliknya bersama dirinya.

*Gadis ini sangat diam, memang apa yang terjadi di dalam? aku tak ingin masuk dan menjadi manusia bayangan disana, jadi... apa yang terjadi disana aku juga tak tahu.

Gumam Hans dalam hatinya saat diam-diam melirik Andin.

-------------------------

BERSAMBUNG...

1
Siti Aminah
seru thor....smga makin seru ke part berikut ny
Siti Aminah
masih nyimàk...
Nova Fitriyanti
jijik gw
DumaWati Panjaitan
semangat ya sukses selalu
DumaWati Panjaitan
lanjut
Sri Wahyuni
lululila🤭😂😂😂
Yansri Harwita
masak iya istri menerima saja anak suami dari i kekasih ny tanpa ada perlawanan, gk masuk akal sih menurut ku, andin terlalu sabar dan hans gk pantas utk di jadikan panutan, masak iya kalah sama seorang vivian, percuma dong orang kaya tapi begitu aj nurut, kalau aku jadi andin, aku gk akan terima
Syafa Marwah
sedih baca kisahnya andin..
senja
kkta ktanya kya gmna gtu.. ..
Sibollo
mulai cemburu tu andin🤭
Sibollo
ko 2x
Sibollo
andin blum bsa menjelaskan semua Alvin bersabarlah
Sibollo
lanjut
Sibollo
sbar andi
Sibollo
Ya Allah bukan salah andin eehh di kenah karmax😣🥺
Sibollo
sabar yaa andin
Ryegar sormin channel
ya
Nelli Susilawati
next
Rinaa
😍
Rohayati Aye
hhhm mulai ngartiiii😂😂😂 jngn kejam" nti ky novel"yg lain.ujung"nya buciiin😉😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!