NovelToon NovelToon
Cerita Bahagia

Cerita Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aeni Santi

Novel dengan basic cerita cerita bahagia...
Dimana di setiap bab akan menceritakan sebuah cerita yang berbeda.

tentunya dengan fantasi cerita yang menarik 🥰🥰🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeni Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencintai Tanpa Syarat #14

"Kasih, itu Mamanya Mas Akmal."

Teriak Septi.

"Ayo mbak bawa ke rumah sakit, ambulance sudah perjalanan." Kata orang disana kepada Kasih dan Septi karena mereka berdua yang merasa kenal.

"Kasih.."

Septi menepuk pundak Kasih, yang melamun menatap ke arah Mama Rita yang tergeletak tak sadarkan diri.

"Iya.. Sep."

Ambulance datang, petugas keluar lalu mengangkat Mama Rita masuk ke dalam.

"Ada keluarganya."

Tanya petugas dari ambulans.

"Mbak kalian yang mengenali korban ini, ayo ikut ke rumah sakit supaya bisa memberi kabar kepada keluarganya."

Kata seorang Ibu yang ikut menyaksikan peristiwa itu.

Lalu Kasih dan Septi pun ikut masuk ke dalam ambulans untuk mengikuti Mama Rita dibawa ke rumah sakit.

Di dalam ambulans kasih berpikir bagaimana caranya memberitahu kepada Akmal.

"Kasih, kamu telepon Mas Akmal."

pinta Septi.

"Tapi Sep."

Kasih sudah memblokir nomor Akmal agar tidak menghubungi dirinya.

Mereka sampai di rumah sakit yang tidak begitu jauh dari lokasi.

Mama Rita diturunkan dari ambulans dengan didorong di atas brainkar menuju ke unit gawat darurat.

"Kalian tunggu di luar." pinta Suster penjaga UGD

"Baik Sus."

Tak lama keluar Suster dari dalam Unit Gawat darurat dan mencari keluarga dari korban.

"Dengan keluarga pasien."

Kasih dan Septi mendekat ke suster.

"Silahkan ke bagian administrasi ada yang harus diselesaikan.

Mereka mengikuti Suster itu.

"Begini Mbak, korban saat ini membutuhkan transfusi dan golongan darahnya B. Kebetulan stok yang ada di rumah sakit ini kosong." Jelas Suster.

"Anda anaknya.?" Tanya Suster lain.

"Bukan Sus." jawab Septi.

"Lalu."

"Kami teman dari anak korban." Jelas Septi sedangkan Kasih masih berpikir bagaimana cara memberitahu kepada Akmal.

"Bisa segera dihubungi keluarganya."

"Kasih, kalau kamu ragu untuk menghubungi Mas Akmal. Kamu kasihkan saja nomornya ke suster agar dihubungi dari pihak rumah sakit."

"Iya Mbak, mana nomor anak korban biar kami yang menghubungi."

Kasih memberikan ponselnya kepada suster lalu Suster itu segera melakukan panggilan ke nomor ponsel Akmal.

"Sus, golongan darah saya B. Boleh saya mendonorkan darah saya."

"Kasih..."

Septi menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika Kasih bersedia mendonorkan darahnya padahal dia sudah disakiti oleh Mama Rita.

"Nggak papa Sep, ini akan bahaya jika harus menunggu keluarganya. Saya bersedia untuk mendonorkan darah saya Sus." Ucap Kasih dengan mantap.

"Baik silahkan ikuti Kami."

Kasih tinggal ditemani oleh Septi mengikuti suster ke ruang untuk melakukan transfusi darah.

Tak lama Akmal yang sudah dihubungi dari pihak rumah sakit datang dengan tergopoh dan panik begitu mendapat kabar jika Mamanya mengalami kecelakaan.

"Sus, saya anak korban seorang ibu yang kecelakaan."

"Mas Akmal ya."

"Iya Sus."

"Silahkan ikut saya, Dokter akan bicara."

Papa masih dalam perjalanan karena yang lebih dekat dengan rumah sakit adalah Akmal.

Dokter menjelaskan keadaan Mama Rita kepada Akmal, jika Mamanya Ini segera membutuhkan transfusi darah.

"Golongan darah Saya, B dok."

"Tadi teman Anda sudah bersedia untuk transfusi darah juga."

"Teman.?" Akmal belum mengetahui siapa yang menolong Mamanya.

"Iya, ada dua gadis yang tadi membawa Ibu Rita kesini dan salah satunya yang bersedia untuk mentransfusikan darahnya."

"Boleh saya bertemu mereka."

"Silahkan ikut Saya, dan Kita juga harus segera melakukan transfusi darah kepada Ibu Rita."

Setelah Akmal tadi menengok keadaan Mamanya dan Papa sudah datang, kini dia bersama Suster menuju ke ruangan khusus untuk melakukan transfusi darah.

"Itu mereka yang menolong Ibu Rita."

Septi yang duduk di sofa ruang tunggu saling bertatap mata dengan Akmal yang baru saja datang.

"Septi."

"Mas Akmal."

"Terus... Kamu bersama..."

Septi dengan isyarat matanya menunjukkan arah Kasih yang sedang berbaring karena proses pengambilan darah masih berlangsung.

Akmal masuk ke dalam begitu melihat Kasih dari pintu yang terbuat dari kaca dan tembus pandang dari luar.

"Kasih..."

Kasih menatap ke arah Akmal dengan tersenyum tipis di bibirnya.

"Terima kasih Kasih.."

Akmal mendekatinya dan berjongkok di samping Kasih yang masih berbaring.

"Maafkan Keluarga Saya Kasih."

Kasih menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.

"Pak Akmal kita harus melakukan cek terlebih dahulu."

"Baik Sus."

Akmal mengikuti suster karena harus melakukan serangkaian cek sebelum dilakukan pengambilan darah.

Beberapa saat kemudian, Akmal kembali ke ruangan dimana Kasih berada.

"Silahkan Pak berbaring di sini, tunggu sebentar ya Pak."

Kasih hampir selesai dan sedang dilakukan pembersihan oleh suster.

"Rawat dengan baik, gadis istimewa ini sus." Katanya sambil memandang ke arah Kasih dengan tatapan Sayang.

"Pasti Pak."

Akmal tak melepaskan pandangannya kepada Kasih, yang masih berbaring sambil menunggu penanganan dari suster.

"Tangannya di tekuk dulu ya mbak, apa merasakan pusing atau mual."

"Tidak Sus, tiduran dulu ya mbak sekitar 5 menit nanti baru bangun."

"Baik Sus."

Lalu Suster itu pergantian kepada Akmal untuk melakukan pengambilan darah. Tatapan Akmal tidak lepas dari Kasih ya masih beristirahat setelah diambil darahnya.

"Kasih, sekali lagi terima kasih dan jangan pulang dulu ya. Tunggu saya sebentar."

Kasih tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Sus, bisa dipercepat."

Akmal meminta sesuatu hal yang konyol darah kan keluar dengan sendirinya bukan karena dipercepat tergantung dengan pembuluh darahnya.

"Maaf Pak, ini sesuai pembuluh darah yang Bapak miliki. Tenang saja Mbaknya masih nungguin."

Canda Suster dan Akmal pun terkekeh.

"Kasih.. Terima kasih."

Ucap Akmal lagi.

"Sama - sama Mas, Saya permisi."

Kasih yang sudah merasakan badannya kembali fit dia keluar dari ruangan itu untuk menemui Septi yang ada di ruang tunggu.

"Kasih, duduk dulu."

Septi menuntun Kasih untuk duduk di sofa.

"Aku nggak papa, Sep. Udah biasa juga melakukan donor darah."

"Iya tetap saja. Ini kan luar biasa dalam kamu kasihkan sama..." Septi tidak meneruskan ucapannya.

"Kita harus menolong kepada siapapun, Sep. Sekalipun dia itu musuh kita."

"Sabar ya Kasih."

Septi memeluk sahabatnya.

🙂🙂🙂🙂

1
Mei Rani Wijayaka
knp gk di bikin terpisah cerita nya satu novel denga satu judul br.
eni
ini dak lanjut LG ya kak?
baru mampir
Madu Yang Luar Biasa
up dunk ku tunggu yhaaaa semoga sukses
thesunriseshack
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
HotCupid
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
girlganggoodies
Meskipun alurnya simple, tapi aku suka banget dan bisa bikin penasaran
cahaya: mksh kak 🙂
total 1 replies
CandycaneMissy
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
cahaya: mksh kak 🙂
total 1 replies
Prabu Marbun
Yok jangan kasih kendor updatenya!
Bulbul
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
cahaya: mksh kak 🙂🙂🙂
total 1 replies
Garang Anggriawan
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
Kekasih Dropper
Sesenang itu sih bacanya, bikin nagih banget huhuh
Manah Dabukke
Next thor💕
SoftMambo
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
LiveChic
Lanjuting dong thor, seru!
Cakrabirawa Tarihoran
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
cahaya: makasih Kak
total 1 replies
coastbycoast
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Badai Putih
up thor,seru banget sumpahhhh
cahaya: di tunggu selalu kak 🙂
total 1 replies
Gadis Sandman
Ceritanya menarik jujur! Tapi aku keseeeeel.. soalnya berhentinya nanggung banget haaaa:(((( ditunggu next upnya ya thor
cahaya: makasih kak 🙂
total 1 replies
Widya Pertiwi
lanjut thor dan semangat thor bikin novelnya
cahaya: terima kasih kak
total 1 replies
Labuh Ardianto
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
cahaya: terimakasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!