NovelToon NovelToon
MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

Status: tamat
Genre:CEO / CEO Amnesia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:43.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Haryani

Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.

Keduanya sama-sama tidak pernah jatuh cinta. Namun, ketika rasa cinta itu hadir, mereka harus memperjuangkan kisah cinta mereka agar tetap bisa bersama.

"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.

"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.

"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.

Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?

Simak kisah serunya dalam cinta romantis ala Laluna yang dilengkapi dengan kebucinan ala Sean, ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23. AKHIRNYA KETEMU

Laluna yang bosan lebih memilih untuk berjalan-jalan keluar rumah. Lagi pula saat ini ia sangat lapar karena dua hari ini hanya minum air untuk menghilangkan rasa laparnya.

"Betapa malang nasibku, berjalan sendirian di tengah dinginnya angin pagi," keluhnya sambil berjalan di tepian taman.

Matanya menyisir ke kanan dan ke kiri, ada banyak hal yang ingin ia lakukan di desa itu akan tetapi sepertinya harus lebih bersabar lagi. Tenaganya sudah terkuras kali ini, sehingga tidak ada yang bisa ia lakukan selain menghibur dirinya dengan nyanyian pagi.

"Kalau aku pergi ke rumah Bibi Chen sepertinya tidak sopan. Kemana aku harus melangkah saat ini?"

Sesaat ia mengistirahatkan kakinya. Lalu sesaat kemudian Laluna memilih pindah ke tempat yang lebih teduh. Di bawah sebuah pohon mangga yang baru berbunga, matanya berharap jika pohon mangga itu mulai berbuah. Sayang, itu seperti mengharap sebuah keajaiban.

Sorak sorai bunyi perutnya membuat Laluna malu sekaligus miris.

"Yang terpenting saat ini aku harus kenyang, aku tidak mungkin bisa bertahan jika kelaparan seperti ini," ucap Laluna sambil memegangi perutnya.

Sesaat kemudian ia membayangkan jika bunyi cacing di perutnya terdengar oleh Sean.

"Astaga, bagaimana jika Sean mendengarnya? Pasti akan sangat memalukan sekali."

"Untung saja Sean tidak ada di sini!"

Bayangan tentang Sean kembali memenuhi pikiran Laluna. Secara tidak sadar kepalanya berdenyut karena menahan air matanya yang hampir tumpah.

"Hiks, kalian jahat sekali! Bagaimana bisa menyiksaku sampai seperti ini!"

Laluna memukul-mukul kepalanya. Mencoba menghilangkan semua bayangan tentang Sean. Namun, sepertinya percuma saja karena pada kenyataannya ia justru terbebani dengan pikiran tentang Sean.

"Sean, aku kangen ... !"

Laluna memegang kedua lututnya karena tiba-tiba saja air matanya keluar dengan derasnya.

"Lebih baik aku segera pergi ke taman, mungkin akan lebih baik jika di sana."

Laluna kembali melanjutkan langkahnya menuju sebuah taman. Akan tetapi semakin lama ia melangkah maka semakin terasa pening kepalanya.

Merasa tidak kuat untuk berjalan, Laluna mendudukkan dirinya di atas kursi taman. Semakin lama rasa sakit yang ia rasakan semakin menyiksanya.

"Huft, bagaimana aku bisa mendapatkan uang jika barang-barang berhargaku tidak ada."

Dipandanginya langit kala itu, terlihat sinar matahari terasa terik. Kulit tubuhnya tidak hangat melainkan semakin kedinginan. Mungkin saja Laluna akan demam setelahnya.

"Banyak yang harus aku lakukan, tetapi aku lelah ...."

Biasanya jam segini Laluna masih bisa bermain dengan laptop jadul miliknya. Meskipun jadul setidaknya itu masih sangat berguna untuk Laluna.

Namun, saat ini Laluna tidak bisa melakukan apapun sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk memandang tanaman hias yang beraneka ragam itu.

"Seharusnya aku bisa mendapatkan banyak uang dengan ketrampilan dan keahlian membuat sketsa. Namun, wanita tua itu justru membuang dan menghancurkan semua mimpiku dalam semalam!"

"Apakah aku tidak berhak untuk bahagia saat ini? Tuhan jangan kau ambil kebahagiaan dariku lagi. Aku juga ingin merasakan kasih sayang yang hangat dari keluargaku dan juga cinta dari kekasih hati."

Meski lelah, Laluna berusaha untuk tetap bertahan. Panasnya matahari tidak membuatnya beranjak pergi.

"Dengan cara apalagi aku bisa bertahan. Ya, Tuhan ... aku lelah."

Ingin rasanya ia melampiaskan amarahnya, akan tetapi ia tidak mampu. Bahkan untuk menendang batu kerikil saja di hadapannya, Laluna tidak berdaya.

"Kalau pergi ke rumah Bibi Chen apakah aku bisa mendapatkan makanan?" ucapnya setengah meracau.

Kesadaran Laluna berangsur menurun. Entah sejak kapan pandangan matanya juga mulai memudar. Semakin lama ia mencoba membelalakan mata, semakin Laluna tidak kuat. Rasa kantuknya mulai menyerang, sehingga Laluna lebih sering meracau tidak jelas.

"Akh, tidak! Pasti akan sangat memalukan jika aku sampai ke rumahnya lagi. Aku sudah terlalu banyak merepotkan Bibi Chen," gumam Laluna.

Laluna yang lemas lebih memilih untuk duduk di tepian jalan. Kedua tangannya memeluk lutut, wajahnya ia telungkupkan di sana. Mencoba bertahan ternyata lebih sulit daripada menghindari kejaran para preman.

Panas matahari yang mengusik Laluna ternyata tidak membuat tubuhnya hangat. Di tambah lagi perutnya yang semakin melilit membuat Laluna tidak berdaya.

Kening Laluna mulai memanas, tangan juga mulai dingin karena udara yang berhembus lumayan kencang. Suasana yang tadinya cerah kini mulai tertutup awan.

"Apakah hari ini akan hujan?" ucapnya setengah sadar.

Sementara itu Sean melanjutkan langkahnya menyusuri jalan sempit di desa itu. Jalan setapak yang dulu sering ia lewati bersama gadis kecil berkepang dua. Banyak kenangan manis yang berputar kembali di dalam ingatan Sean.

"Apakah ada keajaiban saat ini hingga aku bisa bertemu dengannya? Semoga saja iya."

Dengan semangat yang tersisa, Sean kembali melanjutkan langkahnya. Hingga tidak berapa lama kemudian, ia menemukan seorang wanita dengan posisi yang sama persis dengan yang dilakukan gadis berkepang dua tersebut.

Entah kebetulan atau tidak ternyata hari itu Laluna memang mengepang dua rambutnya yang panjang, karena ia memang baru malas menyisir rambut.

Akan tetapi itu hanyalah sebuah alasan yang diberikan olehnya, karena pada kenyataannya ia sangat miskin hingga ia tidak mempunyai sisir.

Terlalu lapar membuat Laluna pingsan. Beruntung Sean menemukan Laluna tepat waktu.

"Gadis berkepang dua ...." panggilnya lirih.

Mata Sean berkaca-kaca, salah satu tangannya terulur untuk menutup mulutnya. Harapan terbesarnya adalah bisa kembali menemukan gadis kecilnya itu. Sepertinya Tuhan sedang berbaik hati pada Sean.

"Ga-gadis berkepang dua? Benarkah itu kamu ...."

Laluna yang mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal, berusaha bangun. Pandangan matanya kabur karena ia sangat letih. Belum sempat ia menjawab, Laluna kembali kehilangan kesadarannya.

Dengan sigap Sean menangkap tubuh kecil gadis berkepang dua tersebut. Betapa terkejutnya Sean ketika melihat dengan seksama jika gadis itu adalah Laluna yang dia cari.

"Lun-Lun, benarkah itu kamu ... ayo bangun ...."

Sean lantas memeluk tubuh Laluna, tanpa sengaja pipinya mengenai kening Laluna yang demam.

"Tubuh kamu panas sekali, bertahanlah sayang, aku akan membawamu ke Rumah Sakit."

Sean langsung menggendong Laluna untuk masuk ke mobil. Tujuan utamanya adalah Rumah Sakit terdekat. Efektivitas diperlukan pada saat genting, oleh karena itu Sean mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat beruntung jalanan tidak terlalu macet.

Hanya membutuhkan waktu dua puluh menit Laluna sudah berada di ruang perawatan. Dokter dengan segera melakukan pemeriksaan kepada Laluna.

"Bagaimana hasilnya, dokter?"

"Pasien hanya mengalami dehidrasi. Kurang lebih melakukan perawatan selama dua kali dua puluh empat jam, kemungkinan pasien akan segera pulih kembali."

"Syukurlah kalau begitu, setidaknya lukanya tidak terlalu serius.

"Kalau tidak ada yang ditanyakan lagi saya permisi kembali ke ruangan kerja."

"Terima kasih banyak, dokter."

Setelah dokter pergi Sean segera mendekati brankar Laluna. Ia memperhatikan dengan seksama wajah Laluna, apakah sama dengan gadis kecil yang dulu ia temui. Ketika Laluna terpejam bentuk wajahnya sepintas memang mirip dengan gadis kecilnya tersebut.

"Memang begitu mirip, bulu matanya saja sama lentiknya."

Sean sampai tersenyum beberapa kali karena terlalu senang.

"Jika kamu adalah benar gadis itu, aku sangat bersyukur."

Sean sudah tidak sabar menunggu Laluna saat siuman nanti. Ada banyak hal yang ingin ditanyakan kepadanya, terutama tentang masa lalunya.

"Cepat bangun tidur ya, Lun. Aku tidak bisa terlalu lama menunggumu."

Kedua tangan Sean memegang erat jari-jari kecil milik Laluna.

"Aku bagaikan sebuah tanaman yang akan mengering tanpa adanya air yang selalu menyirami diriku."

1
GUSTRIANI, S.Pd.I
bagus cuma agak bingung kadang ceritanya kurang nyambung bab 60 suda menikah bab 61 calon istri
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Wkwkwkwk dah jujur aja kalau dia mantan km saen.... seblom perang dunia pindah🤭🤭🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kau kawan lama atau mantan pacar nihhh🤭🤭🤭
Kar Genjreng
guling nya hangat ya Lun Lun 😁😁...pentesan pules ga taunya di peluk Sean hahahaha lucu 🤭🤭♥️♥️🌹🌹
Kar Genjreng
ahhh dengan tidak sengaja nyonya hana mengaku telah membunuh ibu Laluna...semoga ayah nya sadar bahwa yang membunuh istrinya ada lah istri mudanya.....terkadang hal perbuatan jahat...di simpan rapat2 lama kelamaan juga akan ketauan juga..... beruntung Sean ketemu Laluna...jadi gagal di jodohkan dengan angel..sudahlh chiisty saja jodohnya gel
Kar Genjreng
semoga berjodoh ya Bos Sean sama Laluna...untuk leo Kamu akan menyesal sudah dua kali ingin mbunuh Sean ...tetapi Tuhan masih mau menyelamatkan Sean yang baik 🤫🤫🤭🤭😮😮
Kar Genjreng
beruntung Sean cepat tanggap dan Laluna juga cepat membamtu cari Jo... ohh berti Leo yang mencelakai..
Sean kedua kali nya...tunggu pembalasan darie Jo Leo ♌♌.
Kar Genjreng
ha ha 🤭😮😮 Laluna Gadis Bar Bar yang membuat berdebar-debar...kaum Pria...😁😁🤩🤩💪💪
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, semoga suka 🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
duaaarrr hati Laluna hampir mau meledak ketemu si Arogan pujaan hati kangen...di peluk sama Sean..😄😄💪💪💪♥️♥️
Kar Genjreng
berarti Lun Lun kerja di kantor Mr Arogan Sean.


dunia sempit ya Lun 😁😁 diusir dari kost merantau ke kota ketemu orang mencari orang bisa gambar...eh memang jodoh Lun ketemu deh sama Arogan Sean aasiap semangat 🤗🤗💪💪😄😄
Kar Genjreng
bu kost duit mataan ...besok di lunasin sama CEO 🤣🤣🤭😮 Ganteng..
Kar Genjreng
mulai saat ini nasib mu di tangan Sean...aman 🤗🤗🤣🤣...belum tau kan siapa Sean...utang Mu akan segera lunas...tunjukan Bar Bar Mu Laluna.😁😁😁🤩🤩🤩
Kar Genjreng
ohhh ada yang jahatin Sean...
pengitian CEO...tereng muncul CEO lama Sean....oh semua melongo mirip kerbo....ooooo...kocak CEO Arogan kekasih Aluna...Luna kasian di tinggal...😭😭😭🤫🤫🤫
Kar Genjreng
nyoba mampir semoga bagus 💪💪...
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
sabar saen... jgn guna i. ke aroganan dri mu saat ini... kau akan segera jd bapak... ok...
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Betulllllll🤣🤣🤣🤣
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Wahhhh btul tuhhhh... nyoya ku LG ngidam... wahhh saen top cer jg.. langsung jd wkwkwkwk
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Cinta emang datang karena terbiasa bersama
Cinta emang datang jika kita saling mengisi d dalam perbedaan.
cinta emang datang ngk terduga.
cinta sejati hadir kalau sesama pasangan saling mengerti dan menghargai pasangany...dan sadar akan hak dan kewajiban masing"🥰🥰
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Mantapp.. bergerilya... kemana-mana... dan akhir y tempur jg
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Astagahhhh ..😳😳😳 ini mah sarapan yg bikin dedekserrr bukan bikin kenyang ... tp bikin melayang🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!