NovelToon NovelToon
My Love Story

My Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vallerie

S1_Akankah Aku Bisa Memiliki Akhir Yang Aku Harapkan Bersama Salah Satu Dari Kedua Pria Itu Atau Malah Terjebak Dalam Cinta Monyet Itu Selamanya??

S2_Tranmigrasi ketubuh seorang nona muda dan mengubah segala takdir yang tertulis apa aku bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vallerie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapt | 023

"Memang seharusnya begitu," jawabku singkat seraya mendorong tubuhnya supaya menjauh. Tidak itu saja, aku juga segera memalingkan wajah, rasanya aku tidak ingin mendengar Ayumi berkata apa-apa lagi tentang Kamazaki.

"Bubar..., bubar..., bubar! Ayo, semuanya bubar!" pekik Ayumi, seperti layaknya menggebah anak kucing. Dan, grup paduan suara pimpinan Ayumi pun membubarkan diri, kembali ke tempat duduk masing-masing.

Ayumi menepuk pundakku dan mengulas senyum termanisnya. Kutahu itu adalah cara Ayumi mengungkapkan kata maaf kepadaku. Maka kubalas senyum Ayumi itu dengan senyum dan anggukan kepala.

"Ran...!" seloroh seorang pria dari balik pintu kelas.

Aku dan Ayumi menoleh secara bersamaan memenuhi panggilan suara itu, panggilan yang penuh dengan kelembutan. Hatiku berdebar, jantungku berdegup hebat, dan aliran darahku semakin deras. Lagi-lagi yang tergambar di kepalaku adalah pria yang pernah menemani hari-hariku, Kamazaki.

"Hajime?" ucapku dengan mengerutkan urat dahi dan mengecilkan bola mata. Bukan Kamazaki. Ternyata pemilik suara itu bukan Kamazaki, melainkan Hajime. Suka tidak

89suka dan mau tidak mau, demi menjaga perasaan dan harga diri Hajime di muka umum, maka aku pura-pura menyambut kedatangannya dengan senyum.

Hajime berjalan mendekat. Hatiku gugup. Barangkali karena pagi ini aku sedang menjadi pusat perhatian teman teman sekelas, sehingga aku merasa tersudut menghadapi perasaanku sendiri. Jika ditanya apakah aku mencintai Hajime atau tidak, maka akan kujawab aku mencintai Kamazaki. Ya, memang terdengar begitu aneh. Tapi, bisa dibilang begitulah perasaanku saat ini.

Tanpamengedipkan mata, Fumiko beserta teman-teman satu kelas menatap ke arah Hajime dan memperhatikan setiap gerak-gerik pria tampan itu. Karena kepentingan Hajime untuk menemuiku, maka dia mendekat ke arahku dan otomatis aku menjadi pusat perhatian teman satu kelas.

Aduh, kenapa kedua pipiku terasa panas sekali? Kakiku juga tiba-tiba kesemutan. Bibirku bergetar tapi tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Kemudian, aku menun dukkan kepala. Pandangan Fumiko dan teman-temannya serasa batang leherku.

"Ponselmuterbawasamaaku.Akukembali mengantarkan ini untukmu," kata Hajime seraya mengulurkan ponsel

warna putihku. Kemudian, pikiran sadarku mengulang kembali suatu masa ketika aku dan Hajime berhenti di sebuah pompa bensin, beberapa menit sebelum sekarang. Di sana, aku menitipkan tas juga ponselku kepada Hajime sementara aku mencari kamar kecil. Rupa-rupanya, aku lupa meminta kembali ponsel itu kepada Hajime.

"Kau sengaja, ya?" tudingku, seraya menerima ponsel dari Hajime. Aku mulai lupa untuk menjaga perasaan Hajime di depan teman-temanku, sehingga kulontarkan tudingan tidak berdasar ini.

"Sengaja?" gumam Hajime dengan urat dahi mengeriput. "Maksudmu aku sengaja membawa ponsel kamu, begitu? Memangnya aku ini pencuri?"

Aku diam tak menjawab. Kusilangkan kedua tangan depan dada. Aku juga membuang wajah seolah-olah aku sedang menghadapi orang yang paling tidak penting dalam hidupku.

"Untuk apa Hajime. aku sengaja melakukannya, Ran?" gugat

"Bisa saja karena kau ingin bertemu denganku lagi, sehingga kau punya alasan cukup kuat untuk bertemu. Yakni dengan berpura-pura mengembalikan ponsel ini. Bisa

jadi begitu, bukan?" kataku bodoh, dan sedetik kemudian aku menyesali perkataanku. Kukatakan bodoh karena aku terlalu percaya diri, aku terlalu yakin Hajime ingin selalu bersamaku.

Tuhan, sungguh aku tidak menyangka kau bisa berpikir sepicik itu padaku. Asal kau tahu, Ran. Aku menjemputmu ke rumah dan kita berangkat ke sekolah bareng bukan karena pamrih atau apa. Tapi, karena aku senang melakukannya, Ran." Suara Hajime terdengar meninggi, mungkin ia mulai kesal kepadaku.

"Kalau kau tidak membuat aku kesal karena mengajari adikku bermain takarakuji, aku tidak akan bersikap begini padamu, Hajime," kataku dengan suara yang cukup lantang.

"Masih berminat membahas masalah itu lagi? Jadi kau belum percaya kata-kataku, dan masih menganggap Akira mendapat undian takarakuji karena aku yang mengajarinya?" gugat Hajime.

memang begitu kenyataannya!" kataku sing kat, namun mengandung fitnah yang tidak berdasar. "Akira menghabiskan jam di luar sekolah untuk bermain sepak bola. Kau juga menghabiskan waktu di luar sekolah

____________________________________

Bersambung~

1
jadi keinget sama masa kecil main petang umpet umpetnya di kolong kasur eeeeh JD ketiduran 😂😂😂😂
yg pergi tak kan kembali 😭
Casaa🌻
Gaje Gaje Gini Lumayan 😌👏
Casaa🌻
Omg 👁️👄👁️
🌻`Iren
Walau Gajelas Ngak-Papakan Yaa 😌
🌻`Ivory
Next Kak Uthorr
baru mampir Thor 🤭😂
𝗮𝗻𝗻: Ngak Rata Beb Alurnya Berantakan 🙂
total 3 replies
𝗮𝗻𝗻
Semngt Thor 🗿👍
F 8 🌹
Ale ale😃udh ku vote loh.. semangat yuk semangat 🌚
𝗮𝗻𝗻: Wlee🤣🤣🙈
total 7 replies
Rizky Pratama X Rizal Santoso
Semangat, Mampir nih
𝗮𝗻𝗻: makasih ris 💕
total 1 replies
✌︎ᵇᵗ🦋Ly
Waaaa lanjut Lele, semangat 😍
✌︎ᵇᵗ🦋Ly: Yoi Lele 🌹
total 2 replies
📚Riͥrͬiͥyꙷaⷶaⷶ🌼🅠🅛⍣⃝కꫝ🎸
Ale.. semangat bikin novelnya 😃
📚Riͥrͬiͥyꙷaⷶaⷶ🌼🅠🅛⍣⃝కꫝ🎸: iya_-
total 2 replies
Adico
kak mampir ya?
Adico
semangat Lanjutkan SERUU
fabdul
luar biasa
𝗮𝗻𝗻: Makasih kak
total 1 replies
fabdul
bikin novel ya ade..? wuaaaaa... semangat ya...
𝗮𝗻𝗻: Huwaa baru awal nih kak 🙈😭
mau nge kontrak 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!