Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Saat ini Gio tengah ada di ruangan pemilik gedung, seperti biasa ketika dia sudah asik dengan urusan kantor pasti akan fokus begitu pula saat ini.
Dering dari ponselnya pun mengganggu perkerjaan Gio saat ini. Gio pun mengambil ponselnya lalu mengeser ke kanan untuk menjawab panggil tersebut.
"Hallo... " Suara merdu seorang wanita yang sudah tidak asing bagi Gio pun terdengar disana.
"Iya... "
"Apa aku bisa minta tolong ?"
"Katakan saja"
"Sebelum itu apa kamu sibuk ?"
"Tidak kok... "
"Boong banget... " Elena yang mendengar itu langsung mengomentari. Tatapan Giopun langsung ke Elena sedangkan Elena hanya senyum masam.
"Bisakah kamu menjemput Kaila ?"
"Tentu saja bisa"
"Terimakasih, bye aku ada meeting"
"Iya"
Sambungan seluler tersebut terputus. Mendapatkan perintah dari Viona, Gio pun langsung mengambil kunci mobil yang berada diatas meja Elena lalu berjalan kearah pintu keluar.
"Dia mau kemana?... " Elena yang bingungpun hanya bisa bertanya kepada dirinya sendiri lalu mengabaikan tentang Gio dan kembali pokus dengan dokumen-dokumen didepannya.
...***...
SD Mawar
Samar-samar Gio mendengar suara Kaila menangis. Gio pun mempercepat langkah kakinya mengarah ke asal suara tersebut.
"Kamu itu anak tidak tau sopan santun" ucap Seorang wanita seumuran Viona marah-marah kepada Kaila bahkan sampai menguncang-guncang Kaila.
"Tidak dia yang duluan" Bela Kaila.
"Ibu tenang biarkan pihak sekolah yang mengurusnya" Salah seorang Guru mencoba menenangkan wanita yang sedang marah-marah tadi.
"Bagaimana saya bisa tenang anak saya berdarah gini, pasti dia pekul...
...Anak haram tidak tau diri"
"Aku bukan anak haram" Kaila yang tau arti dari kata anak haram pun tidak Terima jika ada yang bilang dirinya anak haram.
"Kalo bukan anak haram, dimana ayah kamu sekarang...
... ibu kamu saja tidak tau siapa ayah kamu apa lagi kamu" Ucap Ibu itu melipat tangganya lalu meletakkannya di dada.
"Aku ada ayah kok "
"Kalo begitu mana ayah kamu...
... Jadi anak haram aja bangga"
"Ad..." ucap Kaila terpotong
"Saya? "
"Ayah..."
Kaila pun langsung berlari kearah pintu yang menampakkan Gio. Melihat Kaila berlari ke arahnya Gio pun langsung menggendong Kaila, seperti kuala.
"Siapa kamu?"
"Gio"
"Gio? anak angkat keluarga Mahendra? hahaha.... " ucap wanita itu diiringi tawa.
"Perkenalkan saya dari keluarga indrawina, Dita" wanita itu memperkenalkan dirinya, sedangkan Gio hanya mengerutkan alisnya tanda dia sama sekali tidak tertarik.
...dan ini suami saya sam Indrawina" sambungnya, laki-laki seusia dengan Gio itupun berdiri lalu mengulurkan tanganya namun diabaikan saja oleh Gio.
"Langsung saja nya kami butuh uang 200 juta untuk pengobatan anak kami"
"Lalu apa urusan dengan saya?"
"Anak haram itu membuat anak saya berdarah liat ini" sambil menunjukkan dahi Jhonny anaknya.
"Benarkah itu... Kaila coba ceritakan kejadiannya seperti apa?" Gio pun meminta Kaila menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi begini ayah...
...Flasback...
Hari ini sedang berlangsung pelajaran menggambar Jhonny tidak membawa krayon miliknya. Jhonny pun berjalan ke meja Kaila karena milik Kailalah yang paling banyak dari teman-teman yang lain.
"Kaila... " Panggil Jhonny, Kaila yang saat ini tengah sibuk dengan gambarannya pun menoleh kearah Jhonny berada.
"Apa boleh aku pinjam krayon?"
"Tidak... " Kaila yang tau kalo jhonny ini nakal, Kaila tidak ingin meminjamkannya karena takut ilang.
"Ibu... " Jhonny memanggil guru yang mengajar pelajaran kali ini, guru tersebutpun menoleh.
"Ada apa?" Ibu Mita yang tau kalo Jhonny anak orang kaya, Ibu mita selalu memperlakukan Jhonny jadi istimewa, tentu bersama dengan gaji istimewa.
"Ini Kaila tidak mau pinjemin krayon nya"Jhonny berucap sambil menunjukkan Krayon milik Kaila.
"Kaila gak mau pinjem takut ilang"
"Gak kok ibu"
"Apanya yang gak kamu kemarin pinjem pensil pulang-pulang penselnya sama aku gak ada bentuknya" Bela Kaila.
"Boong dia ibu..."
"Udah... udah... udah cukup... " Ibu Mita yang ikutan pusing karena perdebatan merekapun mererai pertengkaran kedua muridnya itu.
"Dia yang mulai dulu... " tunjuk Jhonny kepada Kaila.
"Gak Jhonny yang duluan bukan Kaila"
"Udah... cukup.... "
"Jhonny kamu pakai krayon milik ibu saja" usul Ibu Mita dari pada 2 anak didepannya ini kembali bertengkar.
Jhonnypun menurut dia berjalan mengikuti langkah kaki Bu Mita ke meja Guru. Ketika sudah sampai Ibu Mita langsung mengeluarkan krayon yang ada didalam tasnya lalu menyerahkannya kepada Jhonny.
"Isinya sedikit tidak mau..." tolak Jhonny, Jhonny sama sekali tidak mau mewarnai menggunakan krayon yang sedikit.
"Ini juga banyak Jhonny" bujuk bu Mita kepada Jhonny.
"Isinya cuma 12, aku mau itu" Jhonny pun kembali menunjuk ke atas meja Kaila yang terdapat banyak sekali warna krayon.
"Tapi itu bukan punya Jhonny"
"Pokoknya aku mau itu"
Jhonny pun berjalan menghampiri Kaila lagi lalu menarik wadah krayon tersebut, Kaila yang sadar kalo krayonnya akan diambil oleh Jhonny, Diapun langsung menarik akhirnya tarik menarik pun terjadi.
"Lepas Jhonny ini milik Kaila" ucap Kaila sambil menarik Krayon ke sisi-Nya.
"Tidak ini milik aku" Jhonnypun tak kalah diapun kembali narik wadah krayon dengan keras yang mengakibatkan Kaila terjatuh dan wadah krayon tersebut patah menjadi 2.
"Kan jadi patah gara-gara kamu sih" ucap Jhonny melihat wadah krayon milik Kaila patah menjadi 2.
"Bukan salah aku kamu yang narik" ucap Kaila membala dirinya.
"Alah... " Jhonny pun menghamburkan sisa-sisa krayon bersama dengan wadahnya kearah Kaila.
Mendengar keributan dari arah belakang, mereka berdua pun menjadi pusat perhatian di kelas.
"Hahaha... " tawa semua teman-teman Kaila.
Bagaimana tidak penampilan Kaila saat ini sangatlah berantakan rambut acak-acakan bahkan berwarna-warni. Melihat ada bola disamping Jhonny. Jhonny pun meleparkan bola tersebut kearah Kaila, Namun meleset dan memantul kembali lagi ke kepala Jhonny.
Karena keseimbangan yang kurang Jhonny pun terjatuh ke tumpukan sapu. Satu persatu sapu terjatuh hingga botol sabun jatuh terakhir tepat di kening Jhonny. Dahi Jhonny langsung memerah dan sedikit mengeluarkan darah.
"Ibu.... " Adu Jhonny.
Ibu Mita yang dari tadi hanya memainkan ponselnya pun melihat kearah Jhonny dan Kaila.
"Jhonny... "Ibu Mita langsung pergi memeluk kearah Jhonny.
"Siapa yang melakukan ini Jhonny?... "
"Dia... bu... " Ucap Jhonny sambil menunjuk Kaila.
"Kamu... " Bu Mita langsung manarik Kaila keruangan kepala sekolah, sedangkan Kaila hanya bisa pasrah mengikuti langkah bu Mita.
...Flasback off...
......***......
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat