NovelToon NovelToon
Mom You Are Our Angel

Mom You Are Our Angel

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Raquini

'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.

'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.

'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.


Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa

Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh

😍😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 (REVISI)

Rani memandang mereka satu persatu dengan mata yang bengkak dan berharap mendapat belas kasihan dari mereka namun tidak ada yang mau membantunya. Arga? pria itu begitu sedih melihat wanita yang disukai terluka seperti itu dia tahu Rani pasti sangat terpukul. Jika dia yang ada di posisi Rani mungkin dia sudah berada di rumah sakit jiwa.

Mata Rani tertuju pada Leon dan Disa yang sedari tadi bergandengan tangan wajah Disa terlihat berseri dan tersenyum mengejek ke arah Rani. Rani melihat gelagat mencurigakan dari teman-temannya itu. Arga dan Dito juga tidak tahu mereka kesana untuk apa mereka hanya mengikuti kemauan Leon.

" guys tinggalin gue sama Disa disini. Tuh ada senter juga diluar di bawah pohon mangga di sebrang sono, nanti gue panggil deh kalo udah mulai pestanya." ujar Leon.

Arga dan yang lainnya mengikuti kata-kata Leon dan meninggalkan kamar itu. Sedangkan di dalam kamar itu Leon menghampiri Rani, Rani mencoba menghindar karena tatapan Leon seperti ingin menerkamnya Leon menarik kasar tangan Rani dan mengikat kedua tangan dan kakinya lalu meletakkannya di dekat kaki tempat tidur, kasurnya di pindahkan dan diletakan Leon di lantai. Leon dan Disa melakukan malam pe***ma di depan Rani. Akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama, Rani hanya bisa menghela napasnya yang semakin terasa sesak menyaksikan hal itu.

Leon yang sudah memulihkan tenaganya menghadap ke samping dan melihat Disa yang tengah tertidur dia mengecup kening Disa dengan sayang lalu Leon menyiapkan pakai*n Disa dan memakaikannya. Karena tidak ada yang melihat, Leon membawa Disa ke dalam mobil dan menidurkannya di sana tidak lupa juga Leon membuka sedikit kaca dan mengunci pintu mobil.

Leon mendekat ke arah sahabat-sahabatnya dan juga dua orang preman yang sudah di bayar untuk menjaga Rani di tempat itu. Leon berbisik menyuruh kedua orang preman itu untuk masuk kedalam terlebih dahulu untuk menelanjangkan Rani sementara dia Arga, Dito masih mengobrol sebentar. Dito menanyakan keberadaan Disa dan Leon mengatakan jika Disa sudah tertidur di mobil. Arga pun menanyakan Rani dan Leon menjawab 'surprise'.

Kedua preman itu kembali dan mengatakan pada Leon jika semua sudah beres, dengan sigap Leon menarik tangan Arga dan Dito untuk memulai pesta katanya. Arga dan Dito terkejut saat melihat kondisi Rani yang tidak memakai apa-apa. Mereka menelan salivanya dengan susah payah, Arga merasa jika ini tidak boleh terjadi dia berusaha menarik tangan Leon dan Dito, menyuruh mereka agar membebaskan Rani karena kondisi Rani sangat tidak baik baik itu fisik maupun mental. Leon berusaha meyakinkan Arga dan Leon mengatakan pada Arga apakah Arga tidak tertarik dengan tubuh Rani? Dito juga mengatakan pada Arga jika tidak apa-apa dan rezeki tidak boleh di tolak. Hal itu membuat Arga pun menyetujuinya.

Leon bersama sahabat-sahabatnya serta 2 preman itu melakukan hal-hal yang tidak terpuji pada Rani

***

Hampir dua bulan sudah Leon dan Disa menjalani bahtra rumah tangga hidup bahagia tanpa rasa bersalah bahkan Disa sudah positif hamil enam minggu. Hal itu membuat dua keluarga itu sangat senang begitu juga dengan bu Nani dia sungguh tidak menyangka jika sebentar lagi akan menjadi seorang nenek. Hal itu juga membuatnya tidak lagi memikirkan Rani.

Jauh dari keramaian dan kebahagiaan yang tengah di rasakan, seorang wanita tidak terurus tengah mandi di sebuah kali di temani 2 orang preman itu yang ternyata bernama Usman dan Victor. Mereka masih menjadikan Rani budak ****, mereka mengurung Rani di dalam ruangan itu setiap kali mereka akan pergi merampok. Rani hanya bisa pasrah dan berharap akan terbebas dari ini semua.

Selesai mandi Rani bergegas untuk kembali ke rumah kecil yang di tempatinya diikuti Victor dan Usman. Rani hendak menjemur pakaiannya di jemuran yang ada namun kepalanya tiba-tiba pusing dan akhirnya pingsan. Victor akhirnya mengajak Usman untuk pergi mencari obat karena menurut Victor yang pernah bersekolah, itu salah satu gejala wanita yang sedang hamil muda mengingat juga Rani sering muntah setiap pagi.

Mereka pergi ke kota dengan berjalan kaki mereka takut terjadi apa-apa dengan Rani terlebih Victor, dia merasa kasihan karena Rani terus di jadikan budak **** oleh mereka jika sudah pulang merampok. Saking terburu-buru mereka lupa jika pintu rumah tidak di kunci dan mereka juga tidak tahu jika hari itu adalah terkahir kalinya mereka melihat Rani.

Rani membuka matanya perlahan dan berusaha untuk duduk di atas tempat tidur, dia memegangi kepalanya yang masih pusing dia juga melihat sekeliling dan mendapati dirinya seorang diri. Mungkin Victor dan Usman sudah pergi merampok pikirnya. Rani menurunkan kakinya dan turun dari tempat tidur tapi sesuatu menyita perhatiannya, dia melihat ke arah pintu yang tidak tertutup rapat pikirannya langsung mengatakan padanya untuk segera meninggalkan tempat itu.

" Ya Tuhan... apakah hari ini adalah kebebasanku? Apakah aku akan berbahagia setelah ini?" pertanyaan yang di ucapkan dalam hati membuat garis di sekitar bibir Rani muncul yang berarti dia sedang tersenyum, senyum manis yang sudah lama tidak dia tampilkan. Dia bertelut dan berdoa mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta.

Rani mengambil ponsel dan pakaian kering yang ada di tempat itu lalu memasukannya di dalam sebuah tas yang biasa di gunakan Victor dan Usman saat merampok. Dengan langkah tergesa-gesa dia meninggalkan tempat itu, ada bekas jalan di sekitar tempat itu namun dia tidak ingin melewati itu karena dia yakin jalan itu sering di gunakan oleh kedua perampok itu.

Hari sudah sore dan hujan deras mengguyur hutan itu, Victor dan Usman menarik napas lega karena mereka baru tiba di tempat itu. Sebenarnya mereka ingin pulang sedari tadi tapi mereka masih mencuri beberapa barang yang ada di dekat mereka setelah mereka pulang dari apotek membeli sebuah test pack.

Mereka sudah membayangkan akan dihangatkan oleh Rani, ketika mereka membuka pintu mereka mendapati kamar itu tidak terkunci. Mereka saling pandang dan melihat ke arah pintu kemudian dengan langkah seribu mereka meneriaki nama Rani. Mereka mencari di sekitar tempat itu tapi tidak menemukannya akhirnya mereka membiarkan Rani dan berharap Rani memaafkan mereka dan semoga jika Rani hamil Rani dapat menghidupi anak-anaknya.

Di sebuah jalan sepi sesorang tampak sedang berjalan dengan sempoyongan, Rani sudah tidak kuat berjalan selain selangkangannya yang terasa sangat sakit kepalanya juga serasa ingin pecah. Apakah dia hamil? pertanyaan itu tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. Dia mencoba mencari uang di dalam tas siapa tahu nasib baik berpihak padanya. Rani menghela napasnya lega saat melihat beberapa lembar uang merah terselip di dalam tas itu. Sekarang hal pertama yang ingin dia beli adalah test pack dia mengedarkan pandangannya dan melihat ada sebuah apotek yang terlihat sepi lalu menghampirinya. Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi di apotek itu setelah meminta izin kepada sang pemilik.

Keterkejutan kembali melandanya dua garis merah muncul, itu artinya dia sudah mengandung tapi dia masih tidak percaya hal itu dia bertanya kepada pemilik apotek itu apakah ada puskesmas di sekitar sini. Dan pemilik apotek itu menjawab jika sekitar 1000 m dari sini ada sebuah apotek di bagian kanan.

Rani menjalani pemeriksaan di ruangan itu(author gak tau yaa.wkwk 🤭jadi kalian pinter-pinter aja yaa ngebayangin heheh). Dokter mengatakan jika kehamilannya sudah 6 minggu, sama kayak Disa yaa temen-temen.

Rani keluar dari ruangan itu dengan berlari dia tidak perduli dengan dirinya sekarang dia merasa menjadi manusia paling hina di dunia, dia rasa dunianya sudah hancur tidak ada lagi yang bisa membuatnya untuk tetap tinggal di dunia ini. Rani melihat ada sebuah jembatan yang lumayan tinggi dia mendekat dan menunduk sedangkan kakinya sudah menginjak bagian pinggir dan akan terjun ke bawah. Saat Rani hendak menjatuhkan dirinya seseorang tiba-tiba menahannya dan ternyata itu adalah kakek Sonny. Kakek Sonny berusaha menenangkannya dan membawa pulang ke rumahnya tidak lupa juga Kakek Sonny memberitahukan hal itu kepada pak RT dan juga tetangga-tetangga sekitar dan mereka mengetahuinya.

Di rumah Kakek Sonny lah Rani dijaga, dihibur dan kakek Sonny mendatangkan temannya yang merupakan seorang psikolog. Lama kelamaan Rani mulai terbiasa dan hidup dengan baik hingga sekarang.

*Flashback off*

Jangan lupa vote!!♥️like🙏dan komen🤗

1
Ainnun Ari
cerita nya bagus cuma agak bingung soal nya gaada kisah awal yg di lalui rani sampai bisa hamil bikin pusing
Ruth Humapi
msi lebih bgus viktor jdian sma Rani karna dia ada rasa mnyesal d bandingkan si leon
Ruth Humapi
seorang sahanat tega skli
Rahma
novel teraneh yg pernah saya baca🤣
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Maen kuda²n yg benar saja thor, nondi kan bukan bocah di bawah umur 5th,dia dah tamat SMP....halu sih halu
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Karmanya uwaww ini
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
setidaknha karma berlaku untuk si licik 🤗
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Gak asyik langsung di sosor tp diam saja, malarh sih tpi tdk bertindak 🤮
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Astahfirullah, ini novel paling biadab pemeran laki²nya sampai nyiksa perempuan yg tak bersalah seperti itu....😡😡
Wahyu Beceng
tu cwo biadab bgt. tgu pembalasan rani. krma msi berlaku ya thor
Praised93
sudah 2thn masih di box bayi?
Endang Supriyati
semoga leo sama disana dapat krama ya thor
Siti Fatimah Fatimah
Minggu kok sekolah
Siti Fatimah Fatimah
kenapa g tinggal bareng sih
Siti Fatimah Fatimah
salah besar nih
Yunia Abdullah
bingung SM s Leon ITU msih mau az ngegarap s disa kan s Leon prnah blng msih cinta s rani
Yunia Abdullah
s nindy lebay bnget kya anak umur dua taun az
Yunia Abdullah
hajar s disa depan blakang
Yunia Abdullah
knp s Viktor GA puny pendruan ya mau mnyerah krn liat video s leon
Yunia Abdullah
crita y GA beraturan bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!