"Aku akan berusaha untuk tidak menyentuhmu meskipun kamu sudah resmi menjadi istriku, karena Aku sudah berjanji kepada Bryan untuk menjagamu untuknya, kita adalah sahabat, sampai kapanpun kita akan tetap bersahabat, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga." ucap Galen kepada Fiona, gadis cantik yang juga merupakan sahabat terbaiknya itu, nyatanya kini telah menjadi istrinya.
Apakah Galen akan tetap memegang janjinya kepada Bryan? Tidak akan pernah menyentuh Fiona yang merupakan pacar Bryan, meskipun Fiona sudah menjadi istrinya? Atau justru dirinya terperangkap dalam perasaanya sendiri yang kini berubah menjadi rasa cinta kepada Fiona, sahabat nya itu.
Ikuti kisah mereka yang penuh dengan keromantisan 🥰🥰
Lanjutan dari Office Boy ku CEO ku 😊
*
*
Gimana kalau posisi Galen ada pada diri kalian? Hmm bisakah tetap setia dengan persahabatan? Ataukah menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami? Penasaran? Lanjut baca 😊🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku adalah istrimu
Fio langsung menarik tangannya kembali dan memejamkan matanya rapat-rapat. Galen justru tersenyum dan terus memeluk Fio dari belakang.
"Elu sih! Udah bikin adik Gue bangun!" jawabnya sembari menciumi leher belakang Fio.
"Galen! Jangan ah geli!" Fio menolak dan justru membalikkan badannya menghadap pada wajah Galen. Kini keduanya saling menatap satu sama lainnya. Fio sepertinya begitu malu setelah kejadian tadi, Ia dan Galen sama-sama saling mengakui perasaan masing-masing.
"Fio!"
"Hmm."
"Maafin Gue!"
"Untuk apa?"
"Gue udah berani mencintai Elu. Gue udah masuk di antara cinta kalian berdua, apa yang harus Gue katakan pada Bryan nanti saat dia pulang?" ucap Galen lirih.
Fio tersenyum kepada Galen dan mengusap lembut pipi sang sahabat yang kini telah menjadi suaminya.
"Elu tahu Galen! Gue belum pernah merasakan hal perasaan seperti kepada siapapun, termasuk kepada Bryan, Gue dan Bryan memang ada komitmen untuk bersama, mungkin di sini Gue yang seharusnya disalahkan, Pliss jangan tinggalin Gue! Elu mau janji, kan?" Fio memohon begitu sangat kepada Galen.
"Gue udah jahat kepada Bryan! Bryan pasti sangat membenci Gue, jika Ia tahu yang sebenarnya, sahabatnya sendiri telah menikamnya dari belakang, Gue udah nyakitin hati Bryan dengan mencintai Elu."
"Tidak Len! Ini bukan salah Elu, cinta kita datang lewat persahabatan, Gue kenal Elu lebih dulu sebelum Gue mengenal Bryan, iya mungkin jika Bryan tahu, dia pasti kecewa, tapi bagaimana dengan perasaan Elu jika Gue balik lagi kepadanya? Elu pasti yang harus mengalah lagi." ucap Fio seolah tak kuasa jika harus berpisah dengan Galen.
"Dengarkan kata hati Elu Fio! Gue juga tidak ingin memaksakan diri untuk memiliki Elu, meskipun Elu sudah menjadi milik Gue, Gue emang cinta sama Elu, tapi Gue tidak akan maksa Elu untuk tetap tinggal bersama Gue! Jika suatu hari nanti Bryan datang dan meminta Elu dari Gue, dan jika Elu bisa bahagia dengannya, Gue rela!" Ucap Galen dengan keduanya masih dalam satu selimut.
Fio tampaknya menggelengkan kepalanya dan spontan Fio memeluk Galen.
"Enggak bisa Galen, Elu nggak bisa lakuin ini sama Gue, Gue udah sayang banget sama Elu." Fio menatap wajah sang suami dalam-dalam dan berkata.
"Sekarang bukan antara Elu dan Gue, tapi Aku dan Kamu, sekarang Aku bukan sahabatmu lagi, tapi Aku adalah istrimu, mulai sekarang Aku akan menunaikan kewajibanku sebagai seorang istri, untuk menemanimu seumur hidupku, ternyata Daddy tidak pernah salah memilihkan suami untukku, dan kamu benar-benar sudah membuatku jatuh cinta."
Galen tersenyum saat mendengar ucapan istrinya, sejenak Galen terlihat meringis karena ada sesuatu yang Ia tahan sedari tadi.
"Kamu kenapa?" tanya Fio panik.
"Adikku jangan jangan dihimpit dong! Cenut-cenut sumpah!" ucapnya saat satu kaki Fio Ia letakkan di atas paha suaminya.
Dengan segera, Fio menurunkan kakinya dari atas tubuh Galen, Fio tampak malu dan wajahnya bersemu merah.
"Maaf! Aku nggak tahu, kalau begitu Aku pergi saja, dan istirahatlah, Kamu harus sembuh." Fio mulai beranjak dari sisi suaminya dan membuka selimut yang menutupi sebagian tubuhnya, namun lagi-lagi Galen menahan Fio untuk pergi dari sisinya.
"Kamu mau kemana?" seru Galen sembari menahan tangan Fio dan menarik lagi tubuh Fio untuk kembali berada di sampingnya.
"A_aku aku mau mengambil obat untuk mu." alasan Fio, dirinya benar-benar sangat malu sekali.
"Nggak bisa gitu dong! Main pergi saja, Aku nggak butuh obat tapi Aku butuh Kamu."
Lagi-lagi Galen sudah membuat hati dan pikiran Fio kembali buyar, apalagi Galen yang mencoba membuka tali piyama yang mengikat penutup tubuh Fiona. Perlahan namun pasti Galen melepaskan ikatan tali itu dari piyama yang sedang Fio pakai.
"Galen, kamu sedang apa?" ucapnya sedikit tersengal karena nafas Fio mulai tak beraturan.
"Menyempurnakan kewajiban." jawabnya sembari meraih bibir Fiona dengan lembut.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥