Arvita, seorang gadis cantik, datang untuk menjadi pelayan di sebuah rumah milik keluarga Alexander.
Tapi tidak ada yang tahu maksud sebenarnya dari wanita itu.
Bahkan dia terlalu sempurna sebagai seorang pelayan biasa di sebuah rumah.
“Tuan apa anda membutuhkan sesuatu?” Tanya Vita yang melihat sosok tuannya begitu suntuk.
“Aku membutuhkanmu,” jawab pria itu menahan tangan wanita itu.
Apa sebenarnya rencana Arvita?
Siapa wanita itu?
Apa keluarga itu bisa sempurna dengan kedatangan wanita itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan bersama.
mobil Jimmy sampai di rumah dan kebetulan bersamaan dengan mobil yang mengantar kedua anaknya.
"mbak Vita dari mana?!" teriak Tian saat melihat wanita itu turun dari mobil Jimmy.
"aduh cantik, mbak baru saja belanja karena nanti malam semua temen-temen papa kalian akan mengadakan pesta di rumah, jadi kalian mau bantu," kata Vita.
"tentu, kebetulan tadi Oma memberikan begitu banyak buah anggur, leci dan jeruk, ada berbagai warna dan bentuk, mau lihat?" kata Kris yang juga menyapa Vita.
"tidak perlu tuan muda, nanti juga mbak tau saat mencucinya," kata Vita tertawa.
"hei kalian bisa ngobrol di dalam, bagaimana papa memasukkan mobil dulu, Minggir!!" kata Jimmy.
"iya-iya dasar pria tua, jangan sering-sering marah nanti cepat peot," kata Kris mengejek Jimmy.
"kamu mau uang saku mu kena potong," kata Jimmy kesal mendengar putranya.
"sorry papa, just kidding," jawab Kris.
mereka pun masuk dan mulai menata rumah, Tian dan Vita sibuk memasak, sedang Kris dan Jimmy membereskan semua barang-barang.
akhirnya ruang keluarga rumah itu sangat luas, karena semua perabotan di singkirkan.
"bagaimana di sini? bagus kan?" tanya Jimmy.
"kenapa di dalam rumah, lebih enak kalau acara di luar ruangan, pakai taman depan saja," kata Vita.
"baiklah ibu, kami akan mengikuti saran mu," kata Jimmy pasrah.
Tian tertawa melihat Jimmy yang seperti di kerjai oleh Vita, pasalnya pria itu terus di buat sibuk.
Jimmy juga sudah mengirimkan pesan pada Virnie, dan dia juga ingin mengundang Bram dan dokter Iwan.
Jimmy mengizinkan, toh ini pesta yang di adakan untuk teman-teman dekat saja, jadi dia tak masalah.
Vita sudah menyelesaikan semua masakan yang dia buat, Tian tak percaya jika dia juga membantu dalam proses semua makan itu.
"kalian semua, ayo siap-siap dulu," panggil Vita.
"baiklah," jawab Semuanya.
Vita juga berganti pakaian, dan memilih mengenakan baju santai celana kain panjang dan memakai atasan kemeja.
tak lupa dia mengikat rambutnya dengan sangat cantik, "mbak Vita bisa membantuku untuk menata rambutku?" tanya Tian yang turun dari lantai dua.
bahkan baju yang mereka kenakan mirip, hanya beda di lengan kemeja, jika Vita menggulung lengan kemeja itu.
kalau Tian memakai kemeja berlengan pendek, sedang Jimmy dan Kris memakai baju yang juga mirip.
pukul enam sore Fredy Dan Juan datang membawa makanan Frozen sesuai pesanan Jimmy yang menganti menu mendadak.
mereka kaget melihat Vita yang ada di rumah itu, terlebih wanita itu begitu dekat dengan Tian dan Kris.
Virnie baru datang membawa buah-buahan, di belakangnya ada dokter Iwan dan dokter Bram yang mengekor saja.
Jimmy menyapa kedua tamu yang datang bersama keluarganya itu.
mata Bram langsung melotot saat melihat Vita yang begitu cantik dan begitu menggoda, ingin rasanya dia menikmati wanita itu.
tapi sayangnya wanita itu cuma pembantu di rumah keluarga Virnie, dan tak sederajat dengannya jadi di berpikiran ulang.
Vita di bantu Tian menyiapkan buah potong, pukul tujuh malam semua tamu berdatangan.
Jimmy berdiri berdampingan dengan Virnie, Yuniar ingin sekali tertawa melihat sosok Virnie.
pasalnya wanita itu mengenakan baju yang lebay, padahal itu adalah pesta santai.
"apa ini istri dari tuan Jimmy," tanya Yuniar melihat virnie dari atas kepala hingga ujung kaki.
"iya Miss, perkenalkan dokter Virnie Alexander," kata jimmy.
"halo Miss, semoga kerja sama kalian berjalan baik, maaf di rumah hanya ada pesta kecil seperti ini," kata Virnie dengan gayanya.
"tenang saja, aku malah suka dengan pesta seperti ini di banding dengan pesta mewah," kata Yuniar.
dokter Iwan terus menempel pada Vita, dan membuat Vita tak nyaman karena hal itu.
Yuniar melihat wanita itu, "wah siapa itu? apa kalian tak ingin memperkenalkan dirinya juga?" tanya Yuniar.
"dia adalah-" kata Virnie terpotong oleh Jimmy.
"asisten ku, namanya Arvita," saut Jimmy.
Vita tersenyum sopan, Tian, Kris dan Vita menyuguhkan semua makanan dan minuman.
Vita duduk di dekat Yuniar, sedang Jimmy di samping Vita dan di samping Jimmy ada virnie dan kemudian dokter Bram.
sedang anak-anak mereka memilih duduk bersama dokter Iwan yang memilih menjauh bersama Fredy Dan Juan.
makan malam begitu bervariasi, bahkan mulai dari kebab, sate lilit hingga roti goreng isi daging.
meski semuanya termasuk makanan ringan, tapi cukup untuk membuat kenyang.
setelah makan, mereka mulai membuka botol anggur, Vira berada di dapur untuk menata semua piring kotor.
Yuniar masuk ke dapur menggunakan alasan ingin ke kamar mandi, dia tersenyum mengejek melihat wanita yang sibuk itu.
tapi belum juga buka suara, terdengar suara aneh dari ruang keluarga, ternyata itu adalah Virnie dan dokter Bram.
mereka berdua benar-benar tak tau tempat dan malu, bisa-bisanya melakukan hal seperti itu.
Vita melihat ke lantai atas, ternyata ada sepasang mata lain yang sedang melihat kedua orang itu.
bahkan Yuniar mengambil apel dan memakannya, keduanya berlanjut di kamar mandi.
Vita berlari ke atas dan langsung memeluk tubuh Tian yang sudah merosot ke lantai.
"tidak Tian, tidak boleh kamu terluka oke, itu urusan orang dewasa," kata Vita menenangkan Tian.
"mama menghianati papa, dia berselingkuh itupun di rumah ini," kata Tian menangis sesenggukan.
"lihat mbak Vita, kamu tidak melihat apa-apa, tadi hanya salah paham, tolong jangan seperti ini Tian, atau papa mu akan sedih melihat mu terpuruk," kata Vita.
"tapi aku harus bagaimana mbak, mereka melakukannya tanpa rasa bersalah seperti itu?" kata Tian yang sedih.
"abaikan, dan anggap kamu tak melihat apa-apa, dan biarkan papa mu tau secara alami, jika dia tau darimu, mbak takut dokter Bram akan melukaimu, karena pria itu tak sepenuhnya baik," kata Vita.
Tian pun mengangguk, gadis itu kembali memeluk Vita. Yuniar tak mengira seorang Housemaid bisa merebut hati anak majikannya seperti itu.
"tugas pertama berhasil, tinggal dua lagi," gumamnya yang kemudian kembali bergabung bersama yang lain.
"hei Miss... kamu ke kamar mandi mana, kenapa begitu lama," tegur Jimmy saat melihat wanita itu duduk di depannya.
"terpaksa aku pakai kamar mandi milik pembantu mu, karena kamar mandi tamu ada yang mengunakan dan begitu lama, jadi aku sudah tak tahan, eh ternyata di sana aku sekalian merokok, he-he-he," kata Yuniar.
akhirnya pesta berakhir, dan Iwan sudah sangat mabuk, Yuniar di jemput oleh pengawalnya begitupun yang lain.
Ferdy Dan Juan yang masih tegap berdiri karena keduanya yang memang kuat dalam minum.
sedang tian sudah tidur nyenyak agar bisa melupakan hal tadi, dia juga minum obat tidur di bawah pengawasan Vita.
begitupun dengan Kris yang minumannya juga, karena minuman dari pemuda itu di campuri obat tidur oleh Jimmy.
karena malam ini dia tak ingin di ganggu, Vita mengambil sebuah kamera tersembunyi dan dia mendapatkan bukti perselingkuhan gila dari virnie dan dokter Bram.
tapi dia akan menyimpannya terlebih dahulu, karena belum saatnya dia keluarkan Semuanya.
setelah Semuanya pulang, Jimmy memeluk tubuh Vita, "aku menginginkan mu," bisik Jimmy.
"hei itu istrimu di ruang tamu," kata Vita.
Jimmy menarik Vita dengan segera, Keduanya tak peduli melakukan hal itu di depan wanita yang sudah mabuk hingga tertidur pulas.
saat Vita berteriak pun tak ada yang bangun, Jimmy benar-benar gila hingga melakukan hal sejauh ini.
welehh...welehhh...welehhh....
pantes RT'a SURAM
tunggu pembalasana vita untuk yuniar biar ngk semena² jdi orang
semangat thor buat up nya