NovelToon NovelToon
Menikah Karena Berbohong

Menikah Karena Berbohong

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vlav

Vaya membuat kebohongan yang tadinya bertujuan sebagai lelucon. Namun kebohongan Vaya rupanya membuat rencana pernikahan Vier berantakan.
Vier yang marah menuntut pertanggung jawaban Vaya dengan menjadikan wanita itu sebagai pengantin pengganti. Vaya harus menerima pernikahan itu agar terhindar dari ancaman mendekam di penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

023 - Menolak Perintah

Pagi-pagi buta dan matahari masih enggan beranjak dari peraduannya, Vaya sudah terbangun begitu mendengar bunyi alarm dari gawai cerdasnya.

Rasa kantuk masih belum sirna, Vaya berkali-kali menguap sambil mengusap wajah. Rasanya begitu lelah harus bangun di pagi buta seperti ini. Namun apa boleh buat, ia harus bangun lebih pagi agar bisa pergi bekerja. Jauhnya jarak tempuh menuju ke tempat kerja membuat Vaya memang harus pergi lebih awal. Berjalan kaki meninggalkan komplek rumah Vier bahkan memakan waktu hingga satu jam lamanya.

Kenapa juga Vier memiliki rumah yang begitu jauh dari peradaban seperti ini?

Apa biar tidak jadi gunjingan para tetangga saat ia membawa pulang banyak wanita?

Kalau saja Vier ini tinggal di tempat asal Vaya, Vier pasti akan menjadi bahan ghibah ibu-ibu sekampung.

"Masa ya, Vier si anaknya wong sugih itu, hari ini bawa perempuan seksi sekali!"

"Lho? Bukannya dia pacaran sama anaknya Bu Bambang?"

"Tidak, kemarin aku lihat Vier itu jalan sama anaknya Pak Karyo!"

Begitulah kira-kira percakapan para ibu-ibu tukang ghibah di kampung Vaya.

Vaya memasuki kamar mandi yang berada di kamar itu. Kamar mandi yang jelas tidak bisa dibandingkan dengan kamar mandi yang ada di paviliun utama.

Lantai dan dinding kamar mandi yang sudah dipenuhi kerak meski Vaya sudah mencoba membersihkannya, penerangan berpencahayaan temaram sungguh menambah kesan angker.

Kamar yang awalnya membuat Vaya merasa seperti mengikuti program uji nyali itu justru lebih membuat Vaya merasa tenang, ketimbang harus berada di kamar mewah yang digunakan Vier untuk menyiksanya.

Vaya cepat-cepat mengguyurkan air dingin ke tubuhnya. Rasa menggigil menyergap, namun guyuran air dingin jauh lebih baik dibandingkan harus terkena siraman air panas dari Vier. Vaya bahkan tidak berani tidur telentang lantaran masih merasakan rasa kurang nyaman pada punggungnya yang diguyur air panas.

"Kenapa Vier mengguyurku dengan air panas? Apa dia pikir aku ini ayam yang bulunya hendak dicabuti?" Vaya masih ngedumel sendiri.

Usai mandi, Vaya segera berpakaian. Ia mengenakan seragam kerjanya, kemeja berwarna biru gelap dipadu rok span dengan panjang di bawah lutut berwarna hitam. Vaya tidak mengenakan riasan sama sekali, ia juga mengikat rambutnya secara asal-asalan. Tujuannya tentu saja supaya tidak perlu membuang-buang waktu.

Vaya menatap pantulan wajahnya melalui cermin saku.

"Pantas saja petugas keamanan itu percaya bahwa aku adalah seorang pembantu, haha," Vaya tertawa getir melihat penampilannya yang nampak pucat tanpa ada sapuan riasan.

Vaya mengambil tasnya, lalu segera membuka pintu kamar.

"Kyaa!"

Vaya menjerit histeris tatkala melihat sosok seorang pria berwajah dingin sudah menunggunya.

"Ya ampun, Pak Jo! Anda benar-benar bikin kaget saja!"

"Maaf jika Anda terkejut, Bu Vaya," kata Pak Jo dengan nada datar sedatar ekspresinya.

Vaya masih berusaha mengontrol detak jantungnya.

"Ada apa Anda kemari, Pak Jo?" tanya Vaya.

"Saya datang untuk menjemput Anda atas permintaan Pak Vier," jawab Pak Jo.

Vaya memutar bola matanya.

Kenapa pria itu pagi-pagi begini mencariku? Mau apa lagi dia? Apa semalam dia belum puas menyiksaku? pikir Vaya.

"Oh begitu, ngomong-ngomong kenapa beliau mencari saya ya?" tanya Vaya.

"Saya hanya diminta untuk menjemput Anda," jawab Pak Jo singkat.

"Hmm, Pak Jo, sebelumnya saya minta maaf, saya sedang terburu-buru, jadi, nanti saja ya," kata Vaya.

"Bu Vaya, apa Anda ingin melihat saya bernasib seperti petugas keamanan yang membiarkan Anda pergi?" tanya Pak Jo.

"'Saya benar-benar bisa mendekam di penjara jika anda menolak."

"Aduh, Pak Jo, jangan menakuti seperti itu," ucap Vaya.

"Bu Vaya, saya hanya mengatakan fakta yang ada," sahut Pak Jo.

"Baiklah, Pak Jo," sahut Vaya mengalah.

Dengan sangat terpaksa Vaya harus menemui Vier yang saat ini sedang berolahraga pagi di gym pribadi miliknya.

Vaya memasuki gym pribadi berukuran luas dengan pemandangan kolam renang. Namun Vier yang saat ini sedang berolahraga jelas lebih menarik perhatiannya. Pria itu mengenakan kaus longgar tanpa lengan yang memperlihatkan jelas otot-otot atletisnya pada saat mengangkat beban. Keringat yang bercucuran di wajah pria itu terlihat berkilauan. Vaya meneguk ludahnya, memaki matanya yang tak bisa teralih otot-otot lengan yang menghipnotisnya.

Vier menghentikan sesi latihan bebannya, ia menyugar rambut sambil menyeka keringat yang bercucuran di wajahnya.

"Vaya, bagaimana kondisi kulitmu? Sudah lebih baik?" tanya Vier.

Oh, kenapa dia tanya kulitku? Apa dia sungguh ingin melihat kulitku melepuh baru merasa puas? Batin Vaya.

"Masih perih, tapi tidak terlihat karena kulitku yang gelap ini," jawab Vaya.

"'Ck, kenapa kau tidak menggunakan obat yang kuberikan?" tanya Vier.

"Haha, kulitku sensitif, aku malah takut kalau pakai obat sembarangan, nanti malah tambah parah," jawab Vaya sekenanya.

Vier mengerutkan alisnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Vaya, kau tidak lupa dengan apa yang kuperintahkan padamu kan?"

Vier mengangkat sebelah alisnya, masih memandangi Vaya yang nampak memasang ekspresi kesal.

"Apa ya?" Vaya balik bertanya.

"Vaya, bukankah aku sudah memberimu perintah untuk mengikuti latihan fisik? Kau harus berolahraga agar tubuhmu bisa terlihat lebih berbentuk," sahut Vier.

"Oh itu, hm, ya, aku sedang memikirkannya untuk mencari waktu yang tepat," ucap Vaya.

"Lagipula aku juga belum mendapatkan tempat gym yang sesuai untukku," Vaya melanjutkan.

"Vaya, apa menurutmu gym pribadiku ini tidak cukup untukmu?" tanya Vier.

"Haha, tentu saja tidak, Vier. Ini gym pribadimu. Aku tidak mau menganggu sesi latihanmu," jawab Vaya.

"Lagipula aku risih jika instrukturnya bukan wanita," Vaya mengulas senyum kecut ke arah instruktur pribadi Vier.

"Baiklah, aku akan meminta Mike untuk memberimu instruktur wanita terbaik," sahut Vier.

"Tidak perlu! Aku bisa cari sendiri!" sergah Vaya.

Vier mengangkat sebelah alisnya.

"Tunggulah di ruang makan! Akan kuminta Pak Jo menyiapkan sarapan untukmu," kata Vier.

"Hoho! Terima kasih, Vier, aku rasa tidak perlu, aku sedang terburu-buru, aku harus pergi sekarang juga, atau aku akan terlambat," sahut Vaya.

Kening Vier kembali berkerut. Vaya lagi-lagi menolak kebaikannya.

"Baiklah, kalau begitu, aku pergi dulu," Vaya berpamitan.

"Akan kusuruh sopir untuk mengantarmu," cegah Vier.

"Tidak, terima kasih, aku bisa pergi sendiri!" sahut Vaya terburu-buru pergi.

Vier memutar bola matanya, apa-apaan wanita ini?!

"Vaya, kau tidak lupa dengan apa yang sudah kita sepakati semalam kan?!"

Seruan Vier benar-benar tidak digubris oleh Vaya yang sudah terburu-buru pergi.

Ada apa dengan wanita itu? Kenapa dia malah menolak semua yang kuperintahkan padanya?

Vaya melangkah cepat menyusuri koridor, ia bahkan nyaris bertabrakan dengan Mike yang tiba-tiba muncul.

"Selamat pagi, Bu Vaya," sapa Mike.

"Ya, selamat pagi, Pak Mike!" Vaya menyahut sambil terburu-buru pergi.

Vaya tidak mau berurusan dengan Vier pagi-pagi begini, daripada harus menghancurkan moodnya seharian.

...*****...

"Selamat pagi, Bu Vaya."

"Selamat pagi, Pak Andre."

Vaya balas menyapa Pak Andre, manager Vaya. Mereka berdua kebetulan bertemu di lobi kantor. 

"Bu Vaya, apa laporan yang saya minta kemarin sudah disiapkan?" tanya Pak Andre.

"Oh sudah, Pak, sebentar akan saya kirim soft file dan hard copy-nya," jawab Vaya.

"Bu Vaya sudah sarapan?" tanya Pak Andre.

"Kebetulan belum, Pak," jawab Vaya singkat.

"Oh pantas saja, Bu Vaya terlihat pucat," kata Pak Andre.

"Oh begitu, hehe," Vaya terkekeh.

Aku pucat karena belum berdandan, Pak! Batin Vaya.

"Ini, makanlah, saya ada beli roti lapis lebih."

Pak Andre menyerahkan kantong kertas untuk Vaya.

"Ya ampun, Pak Andre, tidak perlu repot-repot begini," kata Vaya merasa sungkan.

"Tidak apa-apa, saya kan beli lebih," sahut Pak Andre.

"Terima kasih, Pak," kata Vaya.

Pak Andre mengulas senyumnya, lalu bergegas menuju ke lift lebih dulu kemudian Vaya mengikuti dari belakang.

Begitu pintu lift tertutup, dua orang wanita yang sedari tadi melihat interaksi antara Vaya dan Pak Andre langsung saling melempar senyum.

"Wah... wah.. Vaya yah, berani-beraninya menggoda Pak Andre."

"Kalau orang belum laku ya begitu! Gatal!"

"Tak akan kubiarkan dia mendapatkan Pak Andre!"

"Ya janganlah! Pak Andre terlalu bagus untuk Vaya!"

...*****...

1
Iin Ajaa
Thor mana karya barumu?
Maria Ursula
salut dgn vero umur 2 thn lebih udah jago ngomong,,anakku ngomongnya aja masih sepotong2 dan cadel, bahkan byk kata yg blm terangkai dgn semestinya
Dyana
aku sampe bc marathon thorr...👍👍👍👍👍👍
linanti yani
🤭🤭🤭🤣🤣🤣 astaga
linanti yani
wakakakakak 🤣🤣🤣🤣
Noorkhalidah Hj
hebat cerita yg bagus
👑Arsy Al'Fazza🌿
keren😍😍😍
Iin Ajaa
novelmu membuat aku kecanduan thor..bikin lagi kisah tentang cinta masa sekolah thor
Dara
Luar biasa 👍👍👍💖💖💖💖💖
Dara
Sebenarnya siapa yg lbh pantas dikasihani sih diantara mrk semua...msg2 punya sisi tragis tersendiri
Dara
Vaya terlalu keras kepala ga sih
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "benih cinta yang tak dianggap" makasih kak🙏
total 1 replies
Dara
Gaya yg main api kok aku yg kepanasan dan deg2an ya...
Dara
wah vaya......siap2 dg hukumanmu
Dara
Sebenarnya siapa yg modus vier?
Dara
Lho.....apa kbr dirimu vier?
Kar Genjreng
lelaki jaminan tapi belum sampai abis..😁😁
Kar Genjreng
Vlav apa ada lanjutannya apa ganti judul apa yang bau judul nya Ak baca yang Vadra dan Vilda tapi belum rpung ha ha 🤗🤣
Jenk Siz: hai kaka, mampir juga yuk ke novel aku, judulnya Ritual Cinta
total 1 replies
Haniyah
hadeehh kenapa mesti idolaku yg jadi deri, kan banyak yg lebih cocok
123
🤣🤣🤣
Nurul
direkomendasikan novel nuansa cinta , keluarga dan tingkah kekocakan tokoh utamanya bernama Vier dan Vaya. semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!