Daren Vincent seorang pengusaha muda yang sangat tampan, dingin bahkan semua kaum hawa akan menyukainya..
Dia di pertemukan dengan gadis cantik, body seksi bahkan sangat manja.. namanya Sheela lee.
mereka dijodohkan dari kecil oleh kedua kakek..
Langsung saja.... cekidot.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Saat ini Daren sedang sibuk di ruang kerjanya,
Dia membereskan kerjaannya
yang sedikit menumpuk dari kantor,
Sedangkan Sheela sedang asik dengan tontonannya diruang tamu, apa lagi kalau bukan drama korea....
raut wajahnya berubah-ubah, kadang sedih, marah, cemberut trus mewek.....
Satu jam berlalu,... Sheela menatap jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul 9 malam pas..
Sesekali mulutnya menguap karena lelah dan kantuk melanda....
Kemudian Ia mengambil remote dan menekan tombol off..
Saat Sheela hendak ke kamar tiba2 langkahnya terhenti, karena berpapasan dengan Daren yang baru saja keluar dari ruang kerjanya...
Daren menatap dirinya tanpa ekspresi sedikit pun dan melewatinya begitu saja saat masuk ke kamar, mungkin karena lelah.
Hati Sheela sedikit tergores,
Ia berbalik arah hendak ke dapur...
Tiba2 saja kerongkongannya jadi kering,
Ia duduk di meja makan lalu mengambil teko air minum serta menuangnya ke dalam gelas dan meminumnya.
Sheela hanya diam merenung menatap keluar jendela kaca yang ada di dapur,
Entah apa yang Ia pikirkan hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.
Beberapa menit kemudian Sheela berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar tidur.
Didepan kamar dirinya sungkan untuk membuka pintu....
kemudian Sheela memegang gagang pintu dan memutarnya pelan....
Pelan2 sekali Sheela melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar karena terlihat olehnya kalau Daren sudah tidur diatas kasur.
Kemudian menutup pintunya dengan pelan dan berjalan langsung ke kamar mandi.
Daren hanya pura2 menutup matanya, seakan-akan Ia sudah lelap dalam tidurnya.
Daren tahu kalau Sheela malu masuk ke kamarnya.
Selesai dengan rutinitasnya di kamar mandi, Sheela pun keluar mengendap-endap takutnya Daren terbangun...
Kemudian mengambil bantal dari tempat tidur tepat di samping kepala Daren, baru satu langkah Daren sudah menegurnya.
"Mau ke mana.....?"
Ucap Daren tiba2, masih dengan mata tertutup,
Sheela terkejut....
dan menghentikan langkahnya...
Mau tidur di sofa.....
sahutnya tanpa menoleh....
Cepat naik ke sini.....
ucapnya mendelik ke arah Sheela yang masih membelakanginya...
Apa kau punya telinga....?
ucapnya lagi dengan nada geram
Sheela memutar tubuhnya seketika kearah Daren...
Tubuhnya sedikit tersentak karena bentakan Daren..
Sheela
hanya diam mematung di tempat, dirinya sungkan naik ke kasur...
Apa perlu aku mengangkat tubuhmu.?
Ucapnya mengancam sambil melototin tubuh Sheela.....
n.nggak perlu..
ujarnya cepat dan langsung naik ke tempat tidur..
Daren menyelimuti tubuh Sheela hingga ke lehernya...
Seketika Sheela tidur menyamping, lagi2 membelakangi Daren...
nampak raut wajah Sheela memerah dan nafasnya tidak beraturan...
Dia merasa sesak dan panas....
Seringai sinis tersungging dari bibir Daren....
Apa aku begitu menakutkan bagi dirimu, sehingga kau membelakangi-ku...?
ucapnya meninggi....
ya memang benar... raut wajahmu sangat menakutkan dan dingin seperti es balok
gumam Sheela sambil memutar tubuhnya menghadap ke langit2 palfon..
Bukan begitu....
Aku sedikit lelah dan sangat nyaman dengan posisi seperti itu...
sahutnya tanpa menoleh....
Daren semakin geram karena merasa Sheela kurang menghargainya sebagai suami..
Bukankah aku sudah berjanji nggak akan menyentuh tub........
Ya...
Saya tahu, karena anda tidak mencintai saya.... ucapnya menyela perkataan Daren kemudian mengubah posisi tidurnya seperti semula.
Daren nampak bingung karena Sheela sudah menanggapi salah ucapannya, yang kalimatnya belum selesai.
Maksud Daren adalah, Ia tidak akan menyentuh tubuh isterinya tanpa persetujuan dari Sheela sendiri....
karena itu sudah menjadi kesepakatan mereka sebelumnya.
Baiklah...
lalukanlah sesuka hatimu........
ucap Daren kesal kemudian mengambil bantal
dan keluar dari kamar menuju sofa ruang tamu...
Sunyi dan sepi menemani Sheela saat ini.... tak terasa tetesan air jatuh dari matanya yang indah, kemudian mengusapnya dengan tangan....
Malam semakin larut, terdengar rintik hujan yang deras di sertai suara gemuruh langit yang memancarkan kilatan api.... seakan membelah langit....
Sheela merasa takut dengan cahaya kilatan dari jendela kamar, kemudian Ia berdiri menyalakan lampu lalu duduk dan bersandar di sandaran kasur.
Sheela pun mulai gelisah karena rasa kantuk tak kunjung datang....
Ia ingin keluar menemui Daren namun rasa gengsi melanda di hatinya.
Sama halnya dengan Daren....
hatinya pun gelisah dan sulit untuk menutup matanya....
karena baru kali ini Ia akan tidur di sofa ruang tamu.
Kini ke duanya tidur meringkuk dengan posisi masing2 di tempat yang berbeda..
Lama-kelamaaan mata mereka mulai takluk dengan rasa kantuk yang melanda....
dan tidur dengan lelapnya...
di temani mimpi yang indah......
Hai guys...... mohon dukungannya ya....
jangan lupa Vote-nya.....
bila berkenan di hati......
Biar Author lebih semangat lagi menulisnya..
Terima kasih sebelumnya....
Saran dan kritikannya Author terima ya...
Salam hangat dari Author...