kisah tentang berbagi cinta antara seorang gadis belia berusia 16 tahun bernama dinda kanaya yang terpaksa menjadi dirinya madu sementara kakak tirinya yang sedang koma hampir dua tahun lamanya. ia terpaksa mengikuti keinginan ayahnya demi pengobatan ibunya. menikah karena terpaksa mengatasnamakan bakti kepada orang tua tanpa membawa cinta dan berharap ini segera berakhir.
apakah dia akan bahagia selama menjalani lakonnya sebagai madu sementara kakak tirinya atau ini awal dari penderitaannya.
apakah kontrak pernikahan yang diberikan suaminya menjadi neraka sendiri bagi dirinya sedangkan senyum merendahkan selalu diberikan suaminya.
akankah Reno abraham seorang CEO Garment terbesar di negeri ini yang terkenal dingin dan keras hati akan luluh dan menerima dinda.
IG : titeue_keumalasaringl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon titeue keumala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
karina sadar
sudah seminggu dinda beristirahat dirumah kini keadaannya semakin membaik dan luka bekas operasinya juga sudah tidak terasa sakit lagi. kini saatnya ia kembali sekolah untuk melanjutkan pendidikannya yang sebentar lagi akan ujian akhir. untung dinda diberkahi otak yanh cukup cerdas dan sahabat yang sangat baik seperti raisa dan andra selama dinda beristirahat dirumah mereka sering datang untuk mengulang kembali pelajaran disekolah. andra yang awalnya yang menyimpan rasa pada dinda memilih tetap menjadi sahabat gadis itu karena melihat dinda hanya menganggapnya sebatas sahabatnya saja. pagi ini dinda sudah duduk bersama keluarga abraham untuk sarapan. mereka semua senang melihat dinda kembali ceria dan kembali sekolah. hingga dering ponsel tuan abraham dan melihat ekspresi tuan abraham saat menerima panggilan telepon sedikit menyita perhatian mereka.
"ada apa pa, apakah ada masalah" ucap nyonya ivanka
"karina sadar, dia mencari reno tetapi anak itu tidak bisa dihubungi jadi menghubungi aku" ucap tuan abraham
"Alhamdulillah, apakah aku bisa bertemu dengan kak karina pa" ucap dinda
"sayang, kau harus sekolah dan lagi karena tidak seramah dan sebaik yang kau kira akan jadi masalah jika kau tiba-tiba datang menjenguknya" ucap nyonya ivanka
"baik Ma dinda mengerti" ucap dinda
"sekarang habiskan sarapanmu, Mama akan mengantarmu" ucap nyonya ivanka
"biar rendy saja yang mengantar dinda, Mama dan papa langsung saja keruma sakit" ucap rendy
"ya sudah kalau begitu" ucap rendy
setelah selesai sarapan dinda berpamitan dengan mencium punggung tangan tuan abraham dan nyonya ivanka.walau didalam hati dinda masih banyak pertanyaan tapi ia berpikir bukan waktu yang tepat apalagi ada rendy disini. dinda pun diantar rendy dengan mobilnya sekalian ia akan berangkat kerumah sakit.
"hei, kenapa kau diam saja" ucap Rendy
"tidak apa kak, hanya saja aku penasaran seperti apa kak karina itu" ucap dinda
"aku tidak terlalu mengenalnya karena saat mereka menikah aku tidak di Indonesia, aku hanya tau dia cantik dan seorang model" ucap rendy
"oh begitu ya kak" ucap dinda
"sudah tidak usah dipikirkan lebih baik kau fokus dengan sekolahmu bukankah sebentar lagi kau akan lulus" ucap Rendy mengalihkan pembicaraan
"ia Kak aku sudah sangat tidak sabar untuk jadi mahasiswa tapi kak awal bulan nanti ada from night disekolahku kata raisa, apakah mama dan papa akan mengizinkan aku pergi keacara itu karena acaranya malam kak" ucap dinda
"tentu diizinkan asal perginya denganku" ucap Rendy mengedipkan sebelah matanya pada dinda.
"aku kan bukan anak kecil lagi kak harus ditemani" ucap dinda
"kalau pergi sendiri pasti tidak diijinkan" ucap rendy
dinda hanya menghembuskan berat nafasnya, ia ingin pergi keacara yang diadakan sekolahnya itu, dia harus memikirkan bisa pergi kesana dan mendapatkan ijin dari mama dan papa.
"kalau aku pergi dengan kak Rendy mereka pasti menduga Kak Rendy kekasihku dan aku tidak bebas bertemu teman-temanku aku ingin pergi dengan raisa" batin dinda
akhirnya dinda sampai disekolah ia berpamitan dengan Rendy dengan mencium punggung tangan pria itu. dan keluar mobil lalu melambaikan tangannya kearah Rendy.
"sungguh menggemaskan sekali ABGku ini" batin Rendy lalu melakukan kembali mobilnya menuju rumah sakit tempat ia bekerja.
sedangkan karina yang telah sadar sudah dipindahkan keruangan perawatan, wanita cantik itu Terus menanyakan keberadaan reno yang tak kunjung muncul kepada ibu dan ayahnya.
"pasti reno sedang dengan j•lang kecil itu" batin nyonya lussy dengan kesal
ia mencoba menenangkan putrinya, tetapi karena terus memaksa ingin bertemu reno, hingga nyonya lussy yang tidak lain adalah ibu dari karina mengatakan sesuatu yang membuat karena begitu terkejut.
"sabar ya nak, reno pasti datang menemui mungkin dia sedang sibuk dikantor" ucap tuan hendra
"cepat hubungi dia ayah, katakan aku sudah sadar dan aku mencarinya karena aku begitu merindukannya.
"karina dengarkan ibu, reno sudah menikah lagi, dia pasti sedang bersama madumu jadi kau harus sabar" ucap nyonya lussy sambil menangkup wajah anak perempuan satu-satunya itu.
"tidak ibuuu, reno begitu mencintaiku dia tidak akan menghianatiku dan berbagi cintanya pada wanita lain" ucap karina menangis
"itu memang kenyataannya karina, dia menikahi adik tirimu, anak ayahmu dari istrinya yang dulu" ucap nyonya lussy
"apa? ayah benarkah itu, kenapa kau tega padaku ayah setelah aku melakukan apapun untukmu" ucap karina marah
"tenanglah nak, dia hanya madu sementara reno dan itu hanya pernikahan kontrak, setelah kau sadar mereka akan bercerai dan posisimu tetap aman sebagai istri ren satu-satunya" ucap tuan Hendra menjelaskan.
"kenapa ayah melakukan itu" ucap karina
"karena keluarganya berencana mencarikan reno jodoh yang lain, jadi aku menawarkan dinda, dan gadis itu dalam kendali kita kau tenang saja" ucap tuan hendra
"oh jadi nama j•lang itu dinda, aku akan mengh•bisi gadis itu jika dia berani berniat mengambil reno dariku" ucap karina masih dengan derai air mata karena marah.
tuan abraham dan nyonya ivanka terus menghubungi reno tetapi anak pertama mereka itu tidak menjawab panggilan tersebut. tuan abraham dan nyonya ivanka menuju kantor reno, setelah sebelumnya tuan abraham menghubungi asisten reno, setelah sampai dilantai reno mereka langsung menuju ruangan reno dilantai 23 dan masuk keruangan bertuliskan CEO. tuan abraham masuk dengan begitu emosi.
"dasar anak brengs•k kenapa kau tidak mengangkat panggilanku kau cari mat• denganku" ucap tuan abraham menunjuk reno
"papa mau memberitahukan bahwa karina sudah sadar seperti semua orang" ucap reno
"istri kesayangan dan paling kau cintai melebihi orangtuamu sudah sadar, harusnya kau bahagia dan langsung mendatanginy" ucap tuan abraham
"aku tidak mau lagi melihat wanita itu pa, dia menghianatiku cinta dan kepercayaanku, aku sedang mengurus perceraian kami dan mengumpulkan bukti" ucap reno
"hahahaha kau baru menyadarinya sekarang, bukankah aku pernah mengatakan tetapi kau tidak percaya" ucap tuan abraham
"maafkan aku pa, ma tidak percaya dengan semua perkataan kalian waktu itu" ucap reno
"satu permintaan papa reno, selesaikan dan akhiri semua dengan baik kalau bisa kau temuilah dulu karina buat dia mengaku semua perbuatannya dan ingat reno mertuamu itu licik aku tidak akan tinggal diam jika masalah kalian ini dihubungkan kepada dinda" ucap tuan abraham
"ini murni kesalahan karina dan kelicikan ayah Hendra pa" ucap reno
"maka selesaikan, sekarang lebih baik kita pergi bersama kerumah sakit" ucap tuan abraham
"aku tidak mau pa" ucap reno
"please reno turuti padamu sekali ini saja" ucap nyonya ivanka membujuk putranya
"baiklah Ma, hanya kali ini saja" ucap reno
akhirnya teko dan kedua orangtuanya pergi kerumah sakit, setiba dirumah sakit dimana Karina dirawat dan mereka menuju ruang perawatan karina. reno dan orangtuanya masuk keruangan itu. karina begitu senang melihat ren datang.
"sayang, lihat aku sudah sadar aku begitu merindukanmu" ucap karena sambil mengangkat kedua tangannya agar reno mendekat dan memeluknya
tapi duluan apa yang karima pikirkan ren tak bergunung ditempatkan dan hanya diam begitu juga dengan kedua orang tuanya.
"sayang kau kenapa?, kau tidak merindukan dan tidak ingin memelukku" ucap karina lagi.
"semuanya bisa tinggalkan kami berdua" ucap reno
kedua orang tua karina dan orang tua Rendy keluar dan menunggu diluar.
"kau merindukanku atau benny atau pria yang bersamamu saat kecelakaan" ucap Reno to the point
"apa maksudmu sayang, siapa mereka tentu saja aku merindukanmu kau kan suamiku" ucap karina
"jangan berbohong lagi, aku sudah muak mari kita akhiri saja semuanya" ucap reno
"apa maksudmu sayang, please jangan bercanda seperti ini" ucap karina
"siapkan dirimu kita bertemu dipengadilan" ucap reno
"apa ini jadi atasanmu untuk terus bersama j•lang kecilmu yang bernama Dinda itu" ucap karina
"oh kau sudah tau baguslah, apakah ayah dan ibumu itu memutar balik fakta lagi seperti biasa" ucap reno
"reno kenapa kau meninggalkanku karena dia" ucap karina
"aku meninggalmu karena dirimu sendiri bukan karena orang lain kali sudah lama membohongiku bahkan kau berniat meninggalkan diriku lebih dulu" ucap reno
"itu fitnah aku hanya mencintai sayang" ucap karina
"buktikan semuanya dipengadilan, aku permisi semoga kau cepat sembuh" ucap reno
"aku akan mengh•bisi j•langmu itu jika kau meninggalkanku" ucap karina
"akhirnya sifat aslimu keluar istriku, jika kau melakukan itu kau tidak akan mendapatkan sepeserpun harta dariku sebagai kompensasi" ucap Reno lalu berlalu dari ruangan karina.
karina histeris dan mencabut infus ditanganinya dan berteriak memanggil reno tetapi reno tidak mengindahkan dan tetap pergi dengan orangtuanya.
nanti kalau sudah timbul fitnah dan salah paham, dinda selalu berlindung dengan asas kepercayaan tapi faktanya dinda tidak pernah menjaga kepercayaan yang diberikan padanya, dan dia buka merasa salah tapi malah merasa korban dan malah balik menyalahkan pasangannya, dan parah dinda akan membuat masalah seolah masalah paling besar, dan dia mau pasangan bersujud dan mengemis maaf padanya
wanita kayak dinda kalau dijadi kan istri, niscaya suaki pasti akan makan hati dan faktanya istri2 bersifat kayak dinda ini pasti rumah tangganya tidak bertahan lama