NovelToon NovelToon
Ikhlasku Berbagi Cintamu

Ikhlasku Berbagi Cintamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:228.3k
Nilai: 5
Nama Author: adeana

"Dan kamu satu-satunya alasan agar Diana bisa sembuh. Aku mohon padamu, beri Diana kesempatan satu kali saja, biarkan Diana merasakan bagaimana hidup bersama laki-laki yang di cintainya..." Syifa mengatupkan kedua tangannya di depan dada, sementara Sean hanya menatapnya dengan datar. Bagaimana bisa istrinya memintanya menikahi wanita lain bahkan sampai memohon seperti itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adeana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menanti Kasihmu (Rayyan & Nadine)

Rayyan Firdaus adalah seorang pengusaha muda yang sukses. Usianya kini menginjak 27 tahun. Ia ingin sekali segera menikah dan mempunyai keluarga. Karena selama ini ia hanya hidup sendiri.

Rayyan adalah anak dari istri kedua Sean Firdaus, Diana Darmawan. Sebelumnya Sean sudah menikah dengan Asyifa, namun Syifa memaksa Sean menikah lagi demi menyelamatkan Diana yang saat itu menderita penyakit kanker hati. Dan hanya Sean yang menjadi penyemangat hidupnya.

Namun sayang, Mama Diana, ibu kandungnya meninggal ketika melahirkannya. Karena saat hamil Rayyan, penyakit kanker hati yang dulu di derita Mama Diana kembali kambuh dan Mama Diana lebih memilih mempertahankan kandungannya daripada harus menjalani kemoterapi.

Beruntung Rayyan masih memilki Bunda Syifa dan Ayah Sean yang sangat menyayanginya. Bunda Syifa merawatnya dengan penuh kasih sayang, memperlakukannya bagai anak kandungnya sendiri.

Rayyan tumbuh menjadi anak pintar dan juga rupawan. Dia selalu menjadi juara kelas di sekolahnya.

Saat usia tiga belas tahun, Rayyan dan kedua orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat saat akan kembali dari liburannya. Kecelakaan itu merenggut nyawa Ayah Sean dan Bunda Syifa.

Dan bagai sebuah keajaiban, Rayyan selamat dari kecelakaan itu, walaupun sempat koma selama beberapa hari karena lukanya yang cukup parah.

Rayyan benar-benar terpuruk karena kematian kedua orang tuanya. Terlebih  lagi, akibat kecelakaan itu Rayyan menderita pneumothoraks traumatik, dan membuatnya harus menggunakan alat bantu untuk bernafas selama beberapa hari.

Beruntung masih ada Kakek Frans dan Nenek Viona yang merawatnya. Sejak Ayah dan Bundanya meninggal, Rayyan tinggal di rumah keluarga Darmawan.

Sayangnya, dua tahun kemudian Rayyan harus merasakan kembali sakitnya kehilangan, Kakek Frans harus pergi selama-lamanya karena penyakit yang di deritanya, dan di susul Nenek Viona enam bulan kemudian.

Dan sejak saat itu, Bi Ami dan Bi Ina lah yang merawatnya. Mereka adalah pelayan setia keluarga Darmawan.

Di usianya yang masih lima belas tahun, Rayyan sudah belajar untuk mengelola perusahan. Apalagi ada dua perusahaan yang akan menjadi tanggung jawabnya. Masa remaja Rayyan di habiskan untuk belajar dan bekerja, hingga di usianya yang kini menginjak dua puluh tujuh tahun Rayyan ingin segera menikah dan memiliki keluarga.

* * * * * * * *

Siang itu di sebuah masjid Perusahaan Firdaus Grup. Rayyan yang hendak keluar setelah melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim secara tak sengaja menemukan sebuah dompet yang terjatuh dengan posisi terbuka.

"Dompet siapa ini?" Tanyanya pada dirinya sendiri, karena di masjid itu sudah tidak ada orang. Rayyan mengambil dompet tersebut, di lihatnya foto yang terlihat jelas di sana. Nampak foto seorang gadis, berwajah oval dan tersenyum cerah.

DEG

Rayyan terpaku, detak jantungnya seakan terhenti melihat foto gadis tersebut.

"Astagfirullah... Apa yang sudah aku lakukan?" Dengan cepat ia menutup kembali dompet tersebut, jangan sampai pikirannya kemana-mana hanya karena sebuah foto.

"Lebih baik aku serahkan saja dompet ini ke pos satpam."

Baru saja Rayyan menginjakkan kakinya keluar halaman masjid, ada seseorang yang menghampirinya.

"Maaf, Pak Rayyan. Itu dompet milik saya." Ujar lelaki paruh baya tersebut.

"Oh dompet ini milik Pak Zain?" Tanya Rayyan.

"Iya Pak, tadi sepertinya terjatuh saat saya akan masukkan ke dalam saku celana saya." Jelas Pak Zain.

"Ya sudah, ini saya serahkan kembali. Tadi saya menemukannya di dalam masjid. Tadinya mau saya serahkan ke pos satpam." Jawab Rayyan sambil menyerahkan dompet itu pada Pak Zain.

"Terima kasih Pak Rayyan." Pak Zain mengangguk, menerima dompet itu.

"Jangan panggil Bapak, kita sedang di luar kantor. Lagipula saya masih muda..." Canda Rayyan di iringi tawa renyahnya.

"Tapi Pak Rayyan rekan bisnis saya, dan jabatan Pak Rayyan jauh lebih tinggi di banding saya. Tak sopan rasanya." Ujar Pak Zain lagi merasa tak enak.

"Panggil Rayyan saja, Pak. Kita sedang di luar kantor." Pinta Rayyan sedikit memaksa.

"Baiklah kalau begitu, saya panggil Rayyan saja ketika di luar." Pak Zain akhirnya mengalah.

"Begitu kan enak, Pak."

"Ternyata benar ya kata karyawan di sini. Kalau Bos mereka orang yang sangat ramah dan juga rendah hati." Terang Pak Zain.

"Pak Zain terlalu memuji, saya sama saja dengan orang-orang di sini." Ucap Rayyan merendah.

"Oh ya, Pak. Boleh saya tanya sesuatu?" Sambung Rayyan.

"Tentang apa ya? Apa tentang kerja sama kita?"

"Bukan, Pak. Bagaimana kalau kita bicara sambil makan siang?" Tawarnya.

Pak Zain terlihat berfikir sejenak.

"Boleh saja." Jawabnya kemudian.

************

"Ada apa, Rayyan? Apa ada masalah?" Keduanya kini tengah duduk di sebuah kedai makanan di pinggir jalan, makan siang pun sudah selesai. Dan Pak Zain benar-benar kagum dengan Rayyan yang sudah terbiasa makan makanan pinggir jalan di banding restoran mewah.

"Ehm. Maaf sebelum, Pak. Tadi saya tidak sengaja melihat dompet Pak Zain yang jatuh terbuka. Di dalamnya ada sebuah foto. Foto siapa itu, Pak?" Tanya Rayyan dengan sopan.

"Foto? Oh foto ini maksudnya?" Pak Zain membuka kembali dompetnya, memperlihatkan foto yang di maksud Rayyan.

"I... Iya, Pak." Mendadak Rayyan menjadi gugup melihat foto gadis itu kembali.

"Oh, ini foto anak saya. Namanya Nadine." Jawab Pak Zain.

"Kenapa memangnya? Rayyan kenal?" Lanjut Pak Zain.

"Tidak, Pak. Saya baru melihatnya. Kalau boleh tahu, berapa usianya?" Tanya Rayyan.

"19 tahun, masih kuliah semester dua." Jawa Pak Zain, Rayyan sedikit terkejut mendengarnya.

"19 tahun? Apa sudah memiliki kekasih?" Tanya Rayyan.

"Kekasih? Tidak. Saya tidak pernah mengizinkan anak saya untuk pacaran. Kalau memang ada lelaki yang cocok, lebih baik langsung melamar saja." Jelas Pak Zain. Dan bagai mendapat angin segar Rayyan mendengarnya.

"Apa boleh saya melamarnya?" Tanya Rayyan hati-hati.

Kali ini giliran Pak Zain yang terkejut.

"Rayyan mau melamar anak saya?" Tanya Pak Zain seakan tak percaya.

"Iya, Pak. Kalau Pak Zain mengizinkan, saya mau melamar anak Bapak." Jawab Rayyan dengan yakin.

"Sebentar Ray, kamu kan belum mengenal anak saya. Kenapa tiba-tiba mau melamar?" Tanya Pak Zain heran.

"Saya memang belum mengenal anak bapak, tapi entahlah tiba-tiba saja ada suatu keyakinan dalam diri saya kalau Nadine adalah jodoh saya.

Begitu melihat fotonya, saya merasakan sesuatu yang aneh dalam diri saya. Entah Pak Zain mau percaya atau tidak, sepertinya saya sudah jatuh cinta hanya karena melihat fotonya." Jawab Rayyan jujur sejujurnya.

"Maka dari itu, saya meminta izin Pak Zain untuk melamar Nadine." Rayyan menatap dalam Pak Zain. Tidak ada kebohongan yang terlihat di matanya. Pak Zain terlihat berfikir sejenak.

"Baiklah, kalau memang kenyataannya seperti itu, saya mengizinkan Rayyan untuk melamar anak saya." Jawab Pak Zain.

 

1
Klepon Manis
Sean, Sifa. berbahagialah di surga. Jangan kuatirkan Rayan, Rayan akan jadi anak yang baik dan bisa kalian banggakan. Selamat jalan Sean dan Sifa. Hu hu hu.... /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis: Aku berharap Sean, Sifa, dan Diana. sudah bahagia bersama di surga. Aku berdoa untuk kalian bertiga. kebaikan dan kisah cinta kalian akan abadi. /Heart//Heart//Heart/
total 1 replies
Klepon Manis
Aku tetep nangis meski sudah baca 2 kali. Diana, kudoakan kamu bahagia di surga. Aku menyayangimu. Pengorbananmu tidak akan sia2. Rayan akan tumbuh jadi anak yang baik. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Hu hu hu... Huwaaa.... 2x baca novel ini, aku tetep nangis. Ini novel terbaik yang pernah aku baca. Benar2 novel terbaik ku. Hu hu hu... /Sob//Sob//Sob//Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Diana, kamu baik sekali. Sifa, Diana, kalian memang madu yang baik. Aku selalu mendoakan kalian berdua. Juag untuk Sean. Pengorbananmu tak akan sia2 Diana. Aku kagum padamu. Mungkin bila aku di posisimu, aku tak akan sanggup melakukan hal yang sama. Semoga kamu sembuh dan bahagia . /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku sedih lihat Diana sakit lagi. Tapi aku bahagia lihat Sean sayang sama Diana. Pengorbananmu tak akan sia2 Diana. Kamu wanita yang baik. Aku berdoa untukmu Diana. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Perasaan cemburu itu wajar. Tapi bagaimana kita mengolahnya Sifa. Aku yakin kamu kakak yang baik. Semua akan indah kalau kita ridho. Aku selalu berdoa untukmu Sifa. Meski ini cuma novel . /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Sifa, aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Kamu kakak madu yang baik. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku bahagia lihat Diana hamil. Seneng banget bisa hamil. Semoga kalian semua bahagia. /Smile//Smile//Smile/
Klepon Manis
Sean, kamu harus adil ya. Jangan sia2kan istri ke 2 mu. Bagaimanapun, istri ke 2 tetap istrimu, dan punya perasaan. Aku percaya padamu Sean. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku terharu banget lihat Sifa. Baiknya hatimu Sifa. Hatimu seperti malaikat. Bahagianya Diana punya kakak madu sepertimu. Semoga hidupmu bahagia Sifa. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku terharu. Baiknya Sifa. Aku paham perasaan Diana. Dan aku bersyukur dengan kebesaran hati Sifa. /Rose//Rose/
Klepon Manis
Biarpun cuma digombalin, tapi rasanya gmn yah. Seneng bangettt.. Aku suka . /Smile//Smile//Smile/
Klepon Manis
Ini sampe kubaca ulang, bagus banget.
Klepon Manis
Sama ka. Aku suka novel ini
Klepon Manis
Sean bener2 tulus ya. Aku terharu lihatnya. Sean mau menerima kekurangan Sifa.
Klepon Manis
Hu hu hu.... 😭 😭 😭
Klepon Manis
Sifa, kamu baik banget. Yakinlah, Diana yang akan memberimu anak yang lucu dan gemesin.
Klepon Manis
Luar biasa
Klepon Manis
Aku kok kasihan ya lihat Diana. Paling ga kuat kalau lihat adegan menderita begini. Udah putus cinta, kena sakit parah lagi. Diana, hidupmu tak seindah namamu. Berasa ngupas bawang tiga setengah kilo nih.
Klepon Manis
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!