Raden Ayu Gendis atau bisa dipanggil gendis,
don't plagiat
semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lupain gendis yang dulu
Senin menyapa, gendis melakukan aktifitas seperti biasanya, namun ada yang berbeda hari ini ia nampak lebih diam dan tidak berisik, tidak seperti biasanya ia seperti itu hanya saja teman temannya merasa ada yang tidak beres pada gendis apa dia sakit??
"ndis" ucap Fani pada gendis yang masig sibuk dengan pekerjaannya
"hmmm" hanya itu jawabannya namun tanpa menoleh ke arahnya
"elo sakit??"
"gendis sehat kok"
"trus ngapa elo jadi kalem gini?? abis kejedot dimana???"
"dimasa lalu" gumam gendis sehingga tak didengar Fani
"hah?? dimana??? ngomong yang jelas ngapa" Fani nyolot gendis malas membalasnya
"gendis cantik gendis baik gendis lagi bete" gendis menoleh dengan tatapan nyalang ya
" widih tatapan Badas, kalo ada masalah cerita sama gw, gausah sungkan gw gini gini baik kok orangnya nggak kaya elo harus disumpel makanan dulu baru kicaunya anteng"
" eh nggak ya gendis kan anak baik hati dan tidak sombong kaya Baim"
" baim?? Baim siapa?? Baim wong?? baim William??"
"itu boy oncom boy William bukan Baim William" Vita ikut nimbrung meledek Fani
"mbak Fani receh ya kurang nih"
" emang gw pak ogah yang suka receh, gw sukanya dolar US dong"
" apalah gendis duit dolar aja nggak tau"
"serius??" Fani mengeluarkan dompet nya dan mengambil sepuluh dolar dari dompetnya "nih namanya dolar, kemaren pacar gw ngelamar pake beginian dibawain segepok keren kan"
" ini buat gendis mbak?? wah makasih ya"
" dasar anak kucing"
.
Abi hari ini sangat sibuk sehingga tak bisa menjemput gendis, ia sedang menyiapkan materi yang akan dipersentasikan kepada kolega dari prancis, software systemnya sudah masuk kancah internasional sungguh kemajuan yang sangat pesat, waktu menunjukan pukul delapan malam, ia sudah selesai tinggal besok bekerja, ia merindukan sosok gendis si anak kucing yang mengambil alih dunianya setelah yang dilakukan penghianatan oleh Kikan. ia menelpon namun alasannya apa?? ah iya dia ingat foto tempo hari di Ancol belum ia kirim
"hallo"
." gendis lagi dimana??"
." dikost pak"
" photo tempo hari gimana?? mau saya cuci atau mau soft coppynya??
."soft coppynya aja tapi nanti aja kalo bapak nggak sibuk cincay lah sama saya mah pak"
" hahaha kamu bisa aja, kamu lagi apa??"
." lagi rebahan pak, bapak biar saya tebak pasti belum mandi"
" hahaha kok tahu?? kamu ngintip ya??" ucapan Abi hanya membuat gendis membuat gendis memutar bola matanya dengan malas,
.
pagi menyapa, gendis ingin berangkat kerja, ia dikejutkan dengan kedatangan sosok Andri yang ingin mengantarnya kekantor lantaran dirinya sedang cuti.
"gendis, Abang antar ke kantor ya"
" nggak bang makasih gendis bisa berangkat sendiri"
" kamu kenapa sih gendis selalu menghindar sama Abang??"
" gendis berangkat bareng saya" suara bariton yang dikenalnya namun bukan Abi, dia adalah
"bang Aldi"
.
.
sepanjang jalan, Aldi dan gendis hanya diam saja tanpa interaksi apapun, ya setelah mengetahui jika kakak ya menyukai gendis, wanita yang pernah menarik hatinya ketika SMA, ia bertekad mendekat kearahnya karna sejujurnya setelah lulus SMA, Aldi menyelesaikan kuliah di luar negeri tepatnya di Manchester institut technologi, ia mencari keberadaan gendis namun tidak menemukannya, anggap lah dirinya jahat kepada sang kakak tapi dia juga ingin bahagia
" ndis" Aldi memulai percakapan dan yang dipanggil menoleh
" gw minta maaf soal kejadian waktu SMA"
" yang mana bang??" tanya gendis jujur ia belum mengerti arah pembicaraan
" gw jadiin elo taruhan, jujur setelah gw lulus dan merantau, gw merasa bersalah dan setelah balik lagi ke indo, tekad gw buat nyari elo makanya gw bersyukur banget bisa ketemu elo" gendis melihat muka air Aldi mencari kebohongan namun nihil.
" oke. ngga apa apa, tapi bang bisa ga Abang lupain karakter gendis yang dulu??"
" kenapa??" tanya Aldi heran
" gendis udah kubur itu dalam dalam bang, semoga Abang paham waktu itu kondisi gendis tidak memungkinkan dalam arti seseorang yang dibully memang harus melindungi dirinya nah kondisi gendis demikian. gendis yang dulu dan yang sekarang udah beda" gendis menoleh dan tersenyum membuat Aldi panas dingin. menyesal sangat jika gendis tak mau memaafkannya
" oke" semoga ini awal yang baik monolog Aldi dalam hati.
tbc