Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulihnya Sang Dewa
Desa pasir merupakan, salah satu desa yang terkenal akan penghasilan rumpul Laut Hijau yang dijadikan salah satu bahan untuk membuat pil.
Desa pasir terletak pada kawasan daerah kepulauan yaitu kerajaan 100 pulau. dan Desa Pasir sendiri berada di bagian selatan yang merupakan perbatasan dengan samudra luas.
Kerajaan 100 Pulau sendiri tidak termasuk dalam kawasan kekaisaran manapun dan hanya berdiri sendiri.
Adapun Kerajaan 100 pulai sendiri terdapat seratus pulau denan pusatnya pada pulau naga yang berada ditengah dan yang merupakan pulau terbesar dari yang lainnya.
____
Kediaman Kakek Liang
Xio Sin masih tidak sadarkan diri selama 1 minggu telah berlalu, luka disekujur tubuhnya sudah mulai membaik dan luka dalamnya pun sudah diobati oleh Tabib yang berada didesa tersebut.
Mu Huanran setiap hari, merawat Xio Sin dengan hati-hati dan mengobati luka-luka yang ada pada tubuhnya.
"Bagaimana kondisinya Ran'er? apakah ada perubahan?" tanya Chu Liang
"Luka pada tubuhnya sebagian sudah sembuh kakek, dan kondisinya juga sudah mulai membaik, Qi pada dantiannya pun sudah terisi kembali" jawab Mu Huanran
Selama Xio Sin tidak sadarkan diri, setiap hari juga Mu Huanran selalu mengalirkan Qinya untuk mengisi Qi milik Xio Sin dan juga sebagai suplai makanannya.
Tubuh Xio Sin nampak mulai kurus, dan hanya dibalut oleh selimut untuk menutup tubuhnya. wajah tampannya masih yerlihat jelas.
"Hari ini tabib luo akan kesini lagi untuk melihat kondisi dan keadaan pemuda tersebut" ucap kakek Liang.
"Ran'er, kakek akan pergi dulu, kamu tinggal dirumah untuk menjaganya, selama kakek pergi" ucap Chu Liang
"Baik kakek, hati-hati kek" ucap Mu Huanran
Setelah kepergian , kakek Liang, Huanran duduk disamping ranjang dan memperhatikan wajah tampan tersebut.
'Wajah yang selalu terlihat tampan, tidak ada dikerajaan 100 Pulau yang setampan dia. Wajah mirip ketampanna seorang dewa' batin Mu Huanran.
Tok tom tok tok
Si tua liang, apakah kau ada dirumah?" ucap Tabib Luo
" seebntar, kakek" jawab Mu Huanran lalu pergi untuk membukakan pintu
Krieeett
"Silahkan masuk kakek, kakek liang sedang pergi" ucap Mu Huanran lalu berjalan dengan di ikuti oleh tabib Luo.
"Bagaimana kondisinya selama beberapa hari ini?" tanya tabib Luo lalu mulai memeriksa keadaan Xio Sin
"Sudah mulai membaik ke" jawan Mu huanran
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, tabib Luo menyerahkan Sebuah pil dan beberapa obat herbal untuk mengobati Xio Sin.
"Kondisinya sudah sangat baik, mungkin beberapa saat lagi dia akan sadar"
"Nanti setelah dia sadar berikan pil ini padanya untuk mengobati luka dalamnya dan ini untuk obat luka luarnya, saya akan kembali masih ada beberapa hal yang akan saya lakukan" ucap tabib Luo sambil pergi.
"Oh iya 3 hari lagi saya akan kemari untuk memeriksanya kembali, sampaikan salamku pada si tua Liang" ucapnya lalu keluar pergi.
_____
"Syukurlah jika keadaanmu sudah semakin membaik" ucap Mu Huanran
'Kenapa dadaku rasanya berdebar-debar ketika mengingatnya akan kembali sadar' batin Mu Huanran lalu menyandarkan kepalanya pada dinding didekat ranjang lalu memejamkan matanya dan tanpa sadar akhirnya tertidur.
Beberapa saat kemudian Xio Sin perlahan membuka matanya namun tubuhnya masih yerasa sakit ketika digerakkan.
"Dimana aku? Kenapa tubuhku sakit ketika digerakkan?' gumam Xio Sin.
Mu Huanran lalu terbangun mendengar gumaman Xio Sin.
"Kau akhirnya sadar juga, jangan terlalu banyak gerak, luka-luka pada tubuhmu belum pulih semua" ucap Mu Huanran
"emmp" jawab xio Sin singkat padat dan jelas (SPJ)
"Berada dimana aku?" tanya Xio Sin
"Kau sekarang berada di Desa Pasir, tepatnya di kerajaan 100 Pulau" jawab Mu Huanran
"Kerajaan 100 pulau?" ucap Xio Sin. sambil berusaha untuk duduk dan bersandar.
"Ya kau benar, Apakah kau seorang dewa?" ucap Mu Huanran
"Dewa?" jawab Xio Sin semakin binggung
"Iya dewa. Soalnya minggu lalu, kami melihatmu jatuh dari langit dengan dipenuhi luka pada sekujut tubuhmu. Kalau bukan dari dunia Dewa darimana lagi coba? pada kerajaan ini tidak pernah ada yang bisa terbang" papar Mu Huanran.
"Begitu, tapi aku hanya manusia biasa dan bukan seorang dewa" jawab Xio Sin
"Jika bukan seoranh dewa kenapa bisa jatuh dari langit?" tanya Mu Huanran
Mendengar itu, Xio Sin kebinggungan harus menjawab apa.
"Aku terhisap oleh tornano yang besar dan terlempar dari langit" jawab Xio Sin mencoba berkata jujur.
"Tornado sebesar apa yg bisa melempar orang sangat jauh. dan kemarin sore tidak ada tornado di laut" ucap Mu Huanran.
Bingung! ya begitulah pikiran Xio Sin mau menjawab apa juga tidak tahu lagi.
"Kau pastilah Anak seorang dewa, sudahlah akui saja" ucap Mu Huanran
"Haisss, terserah padamulah" jawab Xio Sin pasrah
"Oh ya , siapa namamu?" tanya Mu Huanran
"Xio Sin, namaku Xio Sin" jawabnya
"Clan Xio?" ucap Mu Huanran penuh selidik
"Ya benar, apakah kau mengetahuinya?" tanya Xio Sin penuh harap
"Tidak, dan pada kerajaan 100 pulau tidak ada yang namanya Clan Xio, Apakah Clan Xio itu Clan Dewa?" tanya Mu Huanran.
"Sudah aku duga kamu tidak akan tahu" jawab Xio Sin
"Namaku Mu Huanran, di Desa ini aku tinggal bersama dengan kakek Liang. Oh iya minum pil ini!" ucap Mu Huanran.
"Tadi tabib, menyurihku untuk memberikanmu pil ini ketika kamu sadar" lanjut Mu Huanran
Xio Sin mengambil pil tersebut dan segera menelannya, lalu mencoba untuk berdiri dan berjalan dengan pelan-pelan.
"Baiklah, mari aku bantu" ucap Mu Huanran
"Tidak perlu saya akan berusaha sendiri, Terima kasih huanran relah merawatku dengan baik" ucap Xio Sin
"Iy.....iya ti..tidak masalah" jawab Mu Huanran dengan terbata dan dengan wajah Huanran memerah dan merasakan detak jantungnya semakin cepat.
"Kamu kenapa Huanran! apakah kamu juga sakit? kenapa wajahmu memerah?" ucap Xio Sin
"Ah.. tidak" jawan Huanran malu lalu menundukan kepalanya.
"Aku akan ke dapur dulu untuk mengambilkanmu bubur, kamu pasti lapar sudah lama tidak makan" ucap Mu Huanran