NovelToon NovelToon
Pedang Penguasa

Pedang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / System / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Philipus Nahaya

Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulihnya Sang Dewa

Desa pasir merupakan, salah satu desa yang terkenal akan penghasilan rumpul Laut Hijau yang dijadikan salah satu bahan untuk membuat pil.

Desa pasir terletak pada kawasan daerah kepulauan yaitu kerajaan 100 pulau. dan Desa Pasir sendiri berada di bagian selatan yang merupakan perbatasan dengan samudra luas.

Kerajaan 100 Pulau sendiri tidak termasuk dalam kawasan kekaisaran manapun dan hanya berdiri sendiri.

Adapun Kerajaan 100 pulai sendiri terdapat seratus pulau denan pusatnya pada pulau naga yang berada ditengah dan yang merupakan pulau terbesar dari yang lainnya.

____

Kediaman Kakek Liang

Xio Sin masih tidak sadarkan diri selama 1 minggu telah berlalu, luka disekujur tubuhnya sudah mulai membaik dan luka dalamnya pun sudah diobati oleh Tabib yang berada didesa tersebut.

Mu Huanran setiap hari, merawat Xio Sin dengan hati-hati dan mengobati luka-luka yang ada pada tubuhnya.

"Bagaimana kondisinya Ran'er? apakah ada perubahan?" tanya Chu Liang

"Luka pada tubuhnya sebagian sudah sembuh kakek, dan kondisinya juga sudah mulai membaik, Qi pada dantiannya pun sudah terisi kembali" jawab Mu Huanran

Selama Xio Sin tidak sadarkan diri, setiap hari juga Mu Huanran selalu mengalirkan Qinya untuk mengisi Qi milik Xio Sin dan juga sebagai suplai makanannya.

Tubuh Xio Sin nampak mulai kurus, dan hanya dibalut oleh selimut untuk menutup tubuhnya. wajah tampannya masih yerlihat jelas.

"Hari ini tabib luo akan kesini lagi untuk melihat kondisi dan keadaan pemuda tersebut" ucap kakek Liang.

"Ran'er, kakek akan pergi dulu, kamu tinggal dirumah untuk menjaganya, selama kakek pergi" ucap Chu Liang

"Baik kakek, hati-hati kek" ucap Mu Huanran

Setelah kepergian , kakek Liang, Huanran duduk disamping ranjang dan memperhatikan wajah tampan tersebut.

'Wajah yang selalu terlihat tampan, tidak ada dikerajaan 100 Pulau yang setampan dia. Wajah mirip ketampanna seorang dewa' batin Mu Huanran.

Tok tom tok tok

Si tua liang, apakah kau ada dirumah?" ucap Tabib Luo

" seebntar, kakek" jawab Mu Huanran lalu pergi untuk membukakan pintu

Krieeett

"Silahkan masuk kakek, kakek liang sedang pergi" ucap Mu Huanran lalu berjalan dengan di ikuti oleh tabib Luo.

"Bagaimana kondisinya selama beberapa hari ini?" tanya tabib Luo lalu mulai memeriksa keadaan Xio Sin

"Sudah mulai membaik ke" jawan Mu huanran

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, tabib Luo menyerahkan Sebuah pil dan beberapa obat herbal untuk mengobati Xio Sin.

"Kondisinya sudah sangat baik, mungkin beberapa saat lagi dia akan sadar"

"Nanti setelah dia sadar berikan pil ini padanya untuk mengobati luka dalamnya dan ini untuk obat luka luarnya, saya akan kembali masih ada beberapa hal yang akan saya lakukan" ucap tabib Luo sambil pergi.

"Oh iya 3 hari lagi saya akan kemari untuk memeriksanya kembali, sampaikan salamku pada si tua Liang" ucapnya lalu keluar pergi.

_____

"Syukurlah jika keadaanmu sudah semakin membaik" ucap Mu Huanran

'Kenapa dadaku rasanya berdebar-debar ketika mengingatnya akan kembali sadar' batin Mu Huanran lalu menyandarkan kepalanya pada dinding didekat ranjang lalu memejamkan matanya dan tanpa sadar akhirnya tertidur.

Beberapa saat kemudian Xio Sin perlahan membuka matanya namun tubuhnya masih yerasa sakit ketika digerakkan.

"Dimana aku? Kenapa tubuhku sakit ketika digerakkan?' gumam Xio Sin.

Mu Huanran lalu terbangun mendengar gumaman Xio Sin.

"Kau akhirnya sadar juga, jangan terlalu banyak gerak, luka-luka pada tubuhmu belum pulih semua" ucap Mu Huanran

"emmp" jawab xio Sin singkat padat dan jelas (SPJ)

"Berada dimana aku?" tanya Xio Sin

"Kau sekarang berada di Desa Pasir, tepatnya di kerajaan 100 Pulau" jawab Mu Huanran

"Kerajaan 100 pulau?" ucap Xio Sin. sambil berusaha untuk duduk dan bersandar.

"Ya kau benar, Apakah kau seorang dewa?" ucap Mu Huanran

"Dewa?" jawab Xio Sin semakin binggung

"Iya dewa. Soalnya minggu lalu, kami melihatmu jatuh dari langit dengan dipenuhi luka pada sekujut tubuhmu. Kalau bukan dari dunia Dewa darimana lagi coba? pada kerajaan ini tidak pernah ada yang bisa terbang" papar Mu Huanran.

"Begitu, tapi aku hanya manusia biasa dan bukan seorang dewa" jawab Xio Sin

"Jika bukan seoranh dewa kenapa bisa jatuh dari langit?" tanya Mu Huanran

Mendengar itu, Xio Sin kebinggungan harus menjawab apa.

"Aku terhisap oleh tornano yang besar dan terlempar dari langit" jawab Xio Sin mencoba berkata jujur.

"Tornado sebesar apa yg bisa melempar orang sangat jauh. dan kemarin sore tidak ada tornado di laut" ucap Mu Huanran.

Bingung! ya begitulah pikiran Xio Sin mau menjawab apa juga tidak tahu lagi.

"Kau pastilah Anak seorang dewa, sudahlah akui saja" ucap Mu Huanran

"Haisss, terserah padamulah" jawab Xio Sin pasrah

"Oh ya , siapa namamu?" tanya Mu Huanran

"Xio Sin, namaku Xio Sin" jawabnya

"Clan Xio?" ucap Mu Huanran penuh selidik

"Ya benar, apakah kau mengetahuinya?" tanya Xio Sin penuh harap

"Tidak, dan pada kerajaan 100 pulau tidak ada yang namanya Clan Xio, Apakah Clan Xio itu Clan Dewa?" tanya Mu Huanran.

"Sudah aku duga kamu tidak akan tahu" jawab Xio Sin

"Namaku Mu Huanran, di Desa ini aku tinggal bersama dengan kakek Liang. Oh iya minum pil ini!" ucap Mu Huanran.

"Tadi tabib, menyurihku untuk memberikanmu pil ini ketika kamu sadar" lanjut Mu Huanran

Xio Sin mengambil pil tersebut dan segera menelannya, lalu mencoba untuk berdiri dan berjalan dengan pelan-pelan.

"Baiklah, mari aku bantu" ucap Mu Huanran

"Tidak perlu saya akan berusaha sendiri, Terima kasih huanran relah merawatku dengan baik" ucap Xio Sin

"Iy.....iya ti..tidak masalah" jawab Mu Huanran dengan terbata dan dengan wajah Huanran memerah dan merasakan detak jantungnya semakin cepat.

"Kamu kenapa Huanran! apakah kamu juga sakit? kenapa wajahmu memerah?" ucap Xio Sin

"Ah.. tidak" jawan Huanran malu lalu menundukan kepalanya.

"Aku akan ke dapur dulu untuk mengambilkanmu bubur, kamu pasti lapar sudah lama tidak makan" ucap Mu Huanran

1
kayla
Msih banyak typo, nulisnya santai aja thor jngan takut diburu pocong.
Pitoyo Tw
mantap
Sang M
sialan
Sang M
Xio sin beraksi setelah jatuh korban..payah.....
Sang M
gak penting,,, lewati....
Sang M
bantaiiii jgn kasih ampun iblis2 berwujud manusia.potong tangan kaki kepala
Sang M
Thor ini yg gak bener kayaknya
Sang M
Xio sin dasar malas kultivasi. musuhmu level atas. otak keong lu crita makin jelek kalo karakter tokoh juga memalukan gak sempurna
Sang M
lakon model apa ini???? Xio yan......payah. thor ini
Sang M
Naif skali otakmu Xio yan.memalukan aja lu..
Sang M
dasar otak kadal lu, xio . kalo musuh menang pasti di bantai juga sektemu. kalo otak lu waras ya wajib bantu kekaisaran Meng. egois lu dancok. mo rugi dan korban. cookkk
Sang M
Xio sin ini kayak orang sontoloyo
Sang M
Alur cerita gak jelas
Sang M
halah .... .
Sang M
herbal penting kok dilelang....dasar bocil bodoh dan tolol
David Jonathan
Luar biasa
Rizky Fadillah
aku tidak suka mcnya Terlalu lambat membatu nya,katanya Kita harus Saling membantu,ini kok di biarin Penduduk desa di perkosa
Wiliam Andries
bagus dan seru
Supriadi
Luar biasa
da Widey
ceritanya tentang petualang apa,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!