NovelToon NovelToon
Sifat tersembunyi My Husban

Sifat tersembunyi My Husban

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erni Permata Dewi

Menikah adalah suatu yang sakrar yang dinanti-nantikan oleh semua umat manusia dan merupakan salah satu ibadah. Menikah? yang pasti mereka ingin menikah dengan orang yang mereka cintai dan sayangi. Lalu bagaimana dengan zahra yang menikah bukan karena cinta. ini bukan pernikahan karena cinta dan bukan juga pernikahan karena perjodohan.. lalu pernikahan apa ini? ya pernikahan paksa oleh lelaki bejat. lelaki ini bukan mencintai zahra tapi untuk menikmati tubuh zahra. ya Zahra menikahi lelaki yang hampir saja memperkosannya.

lalu bagaimana pernikahan ini bisa terjadi?
dan apa yang akan terjadi setelah pernikahan ini? apa zahra akan membiarkan lelaki ini menjamahnya karena statusnya sudah menjadi suami zahra apalagi bagi zahra yang alim dan mengenal agama? apakah mereka akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

3 hari kemudian.

Dirumah sakit

Zahra mengerjapkan matanya.

"Aduh" rintih Zahra

Zahra merasakan sakit dipungung dan juga kepalanya.

"Nyonya sudah bangun? Apa yang sakit nyonya?" tanya Endah kepala pelayan kawatir

"Endah?" Zahra memengang kepalanya "Kepalaku pusing sekali"

ditangan kiri Zahra ada selang impus

"Eh. Anakku?" Zahra langsung memengang perutnya. Zahra lega.

" Mereka baik-baik saja nyonya".

"Lalu kemana mas Sofian ? " tanya Zahra melihat tidak ada kehadiran Sofian disana.

Endah tidak menjawab. Endah bingung mau menjawab apa.

"Ada apa ndah? Mas Sofian mana?" tanya Zahra mulai kawatir

"Itu. Nyonya. Tuan" kata Endah terpotong potong

"Kenapa dengan tuanmu?" tanya Zahra kawatir. Endah hanya diam.

"Ndah. tolong jawab saya!" Zahra menarik-narik tangan Endah.

"Tuan. Kritis nyonya" ucap Endah lembut dan sedih.

Zahra menangis. Hanya isakan yang bisa Zahra keluarkan.

"Nyonya yang sabar. Nyonya tidak boleh terlalu berfikir. Tolong jaga kesehatan nyonya kasian bayi yang ada dalam kandungan nyonya" Endah mencoba menenangkan Zahra dengan mengusap bahu Zahra.

"Hiks hiks ini salah saya, Ndah. Ini salah saya"

"Tidak nyonya ini sudah takdir"

"Kalau saya tidak kabur-kaburan tidak akan seperti ini hiks hiks"

Endah mengusap bahu Zahra agar bisa tenang.

"Hiks dimana mas Sofian sekarang Endah? Hiks"

"Tuan tuan masih di IGD, nyonya".

Zahra duduk dan menyikap selimutnya dan hendak turun dari ranjang rumah sakit itu.

"Nyonya anda mau kemana? Nyonya harus istirahat" Endah mencoba memberhentikan nyonyanya untuk turun.

"Aku ingin ke tempat mas Sofian, Ndah" lirih Zahra "Tolong jangan larang aku..Aku akan pelan-pelan. Aku cuma ingin melihatnya saja" ucap Zahra dengan isakan.

"Baiklah nyonya" Endah kasian.

"Tapi tunggu sebentar ya" lanjut Endah.

Endah keluar kamar.

Tidak lama Endah datang dengan dokter dan kursi roda.

"Dok tolong periksa nyonya saja dok" pinta Endah pada dokter.

"Tolong tidur dulu, nyonya" perintah dokter itu pada Zahra.

Zahra menurut.

Dokter meriksa Zahra.

"Bagaimana dengan bayi saya, dok?" tanya Zahra.

"Alhamdulillah bayi anda baik-baik saja. Semua kuasa tuhan. Bayi anda sangat kuat walau awalnya ada ganguan namun mereka bertahan. Luka pada punggung anda juga sudah membaik" ujar dokter itu.

"Dok nyonya mau ke tempat tuan. Apakah sudah boleh?" tanya Endah

"Em. Sebenarnya lebih baik anda istirahat. tapi anda bisa menjadi penguat bagi tuan, Anda tolong jaga kesehatan. Saya mau memeriksa pasien lain" pamit dokter itu

"Terima kasih, dok" jawab Endah dan Zahra berbarengan.

"Nyonya naik ini, ya" pinta Endah pada Zahra untuk naik kursi roda.

Zahra hanya pasrah.

Zahra dibantu turun dari ranjang dan duduk di kursi roda dengan Endah dengan selang impusnya

Endah mendorong kursi roda keluar.

"Nyonya mau kemana?" tanya Ambri (bodyguard)

Dii depan ruangan Zahra ada 4 bodygurd yang berjaga. Bukan suruhan Sofian karena Sofian masih tidak sadar. Namun memang keinginan mereka sendiri.

"Kalian?" tanya zahra kaget melihat mereka yang setia. Zahra tidak tau nama mereka tapi tau mereka bodyguard Sofian.

"Nyonya mau ketempat tuan" jawab Endah.

"Bukannya nyonya harus istirahat?" Avri (bodyguar juga)

" Sudah di ijinkan dokter kok" jelas Zahra dengan senyum lesunya.

"Terima kasih " lirih Zahra bangga. Zahra menangis.

"Nyonya apakah ada yang sakit?" tanya endah , ambri, dan avri bersamaan.

"Nyonya sebaiknya istirahat" pinta Bali (bodyguard)

Zahra tersenyum "Aku baik- baik saja. Mas sofian pasti bangga punya bodyguard yang baik seperti kalian"

"Tidak nyonya. kami yang bangga punya tuan seperti tuan Sofian" ujar Ambri membuat Zahra kaget.

"Walau amarah tuan kadang tidak dapat tuan kendalikan namun kami hidup karena adanya tuan" jelas Endah.

"Kalau tidak ada tuan mungkin saya sudah tiada" lanjut Avri dan didapat anggukan Endah, Ambri, Bali, dan Gilen.

"*K*amu orangnya seperti apa, mas? " tanya Zahra dalam hati.

"Ayok nyonya saya antar ke tempat tuan" kata Endah. Zahra mengangguk mengiyakan.

4 bodyguard itu mau ikut.

"Kenapa kalian ikut? Istirahat saja. Kalian pasti lelah" kata Zahra.

"Kami juga ingin ketempat tuan, nyonya. Yang lain juga disana" tutur Ambri

####

Zahra masuk keruangan Sofian. di depan ruang sofian juga ada beberapa bodyguard Sofian..

Mereka sama menanyakan keadaan zahra

"Mau kemana? Dan kenapa tidak beristirahat?"

Air mata Zahra kembali mengalir setelah bisa melihat tubuh sofiatn yang terbaring dengan selang impus, selang trasnfusi darah, alat pendeteksi jantung, alat bantu pernapasan.

Endah mendorong kursi roda Zahra sampai disamping ranjang Sofian.

Zahra mengengam tangan Sofian.

"Mas" panggil Zahra lirih.

Endah mengusap bahu Zahra "Nyonya saya permisi pamit" Zahra tidak memperdulikan Endah dan terus menatap mata Sofian yang masih tertutup.

Endah memilih pergi membiarkan Zahra di dalam.

" Mas hiks hiks apa sebenarnya terjadi mas? Kenapa kamu bisa seperti ini?"

Ingatan Zahra.

Zahra mengingat pada saat penculikan. Pada saat terakhir ia melihat Alex membawa kursi dan hendak memukul Sofian.

Yang ada difikiran Zahra adalah melindungi Sofian. Jika Sofian mati ia akan terjebak bersama Alex selamanya dan ia tidak mau.

Saat Alex akan memukul

"AWAS MAS" teriak Zahra dan berlari dan melindungi Sofian dari belakang.

Sehingga.

Brak ( suara kursi hancur)

"AWW" kursi itu hancur di punggung zahra

Zahra terjatuh dan di tangkap Sofian.

Posisinya Zahra tertidur. Tangan Sofian melingkar dibahu Zahra dan kepala Zahra di pangku Sofian. Di mata Sofian mengalir air mata. Untuk pertama kalinya Zahra melihat kelemahan Sofian.

"MAs ma...af.. to....long se...lamat....kan a.....nak ki...ta mas...mas di se....ti...ap su...dut ada bom" ucap Zahra menahan sakit. kemudian Zahra pinsan.

Zahra tidak tau apa-apa setelah itu.

Ingatan Zahra off

Zahra masih mengengam tangan Sofian dan mata Zahra terus menatap Sofian.

"Mas bangun mas. Hiks hiks bangun mas. Mas kamu punya hutang sama aku mas. Kamu harus bayar mas. Bangun mas" Zahra berusaha menyadarkan Sofian. Namun Sofian setia dengan tidurnya.

"Mas, bangun mas. hiks hik. Bangun sayang. Aku ada disini. Mas kamu mau anak kan? Mereka ada disini (Zahra mengusap perutnya) Mereka hebat mas mereka baik-baik saja mas.Kamu kok kalah sama mereka mas. Ayo bangun sayang. Aku hiks hiks" Zahra kehilangan kata-kata.

"Qku menunggu hukumanmu Sayang. Aku janji akan jadi istri yang soleha. Kalau kamu mau pukul aku. Pukul saja. Tapi bangun ya hiks hiks " Zahra terus berusaha.

Ada yang mengusap punggung Zahra. Zahra menengok dan melihat Endah. Ternyata Endah masuk.

Pas Endah keluar dia dimarahi para bodyguard di luar karena meninggalkan Zahra yang lagi hamil dibiarkan sendiri. Jadi enydah masuk lagi.

"Hiks hiks dia tidak bangun, Ndah" lirih Zahra.

Endah terus mengusap bahu zahra menjalurkan semangat. "Sabar nyonya tuan pasti sembuh. Tuan orang yang kuat dan juga baik hati" Endah mencoba menenangkan Zahra.

" Sekarang nyonya harus pikirkan mereka yang ada di perut nyonya. Jika nyonya sedih terus akan mengangu perkembangan mereka. tuan juga pasti tidak mau nyonya sedih" ujar Endah.

Zahra mengusap air matanya. Benar kata Endah ia tidak boleh lemah.

"Mas. Kamu harus janji sama aku untuk bangun dan sehat ya mas. Kamu harus hukum aku" ujar Zahra.

Airr mata Endah sudah mengalir melihat Zahra dan tuannya "Tuan kesabaran dan penantian tuan bertahun-tahun telah berbuah manis tuan. Ayo bangun" lirih Endah dalam hati.

Zahra ingat 2 orang yang bersama Sofian pas masuk. Kabur dirinya telah menyusahkan banyak orang.

"Ndah bagaimana keadaan 2 orang yang bersama tuan.."

"2 orang yang mana nyonya?" tanya Endah dia tidak ada di lokasi tidak tau 2 orang yang mana.

"Jangan jangan yang terluka bukan hanya 2 orang. Seingatku ada Doni" fikir Zahra. kalau 2 orang Endah akan tetap tau walau tidak ada di lokasi.

"Anak buah mas ada berapa yang terluka Ndah?" tanya zahra.

"Ada sembilan nyonya"

"HA? sebanyak itu" kaget Zahra.

"Iya nyonya 9 yang luka parah. 12 yang luka ringan" jelas Endah menambah keterkejutan Zahra.

"Mereka sepertinya sudah tau dan mempersiapkannya. Lawan tuan adalah salah satu orang terpengaruh dan juga gila. Anak buahnya banyak juga dan senjata mereka sungguh cangih dan mereka ada di sarangnya. Untung kita ditambah polisi" lanjut Endah.

"Ndah aku mau keluar" pinta zahra.

"Mas, Zahra keluar sebentar" pamit Zahra pada Sofian

Endah mendorong kursi roda Zahra.

di luar ruangan Zahra.

"Nyonya" hormat mereka semua

"Apa ada yang bisa cerita kejadian semuanya?" tanya Zahra ia ingin tau semua kejadian dari dia kabur sampai detik ini.

Mereka saling tengok-tengok.

"Doni dimana?" tanya Zahra..Doni adalah bodyguar yang selalu ada disampingnya dan Doni juga ada di tempat kejadian.

"Doni ada diruangan rawat, Nyonya" kata salah satu orang.

"Yerima kasih dan maaf karena saya kalian menanggung semuanya" ucap Zahra lirih.

"Kami dibayar memang untuk melindungi nyonya. Luka yang kami dapatkan karena kami lalai mengerjakan tugas" Ijar salah satu orang dan dianggukan semua orang setuju.

"Kami tidak masalah terluka. Soalnya hidup kami dan hidup keluarga kami juga terjadi karena adanya tuan" ujar salah satu orang.

"Nyonya saya Alvi. Dulu saya gelandangan makan sisa orang lain dari tong sampah. Tidur dijalanan. Namun setelah ketemu tuan aku di beri tempat tinggal dan makan berkecukupan" ujar Alvi salah seorang disitu.

"Kalau saya Deva nyonya. Anak saja kena kanker harus oprasi saja tidak tau harus bayar dengan apa saya miskin. Tuan Sofian lah yang membatu biaya oprasi dan tuan jugalah memberi saja perkerjaan. Jika tidak ada tuan maka keluarga saya akan tinggal di jalan dan mungkin anak saja satu-satunya sudah meninggal karena kanker itu" ujar Deva.

"Kami disini dengan senang hati melindungi tuan kami termasuk keluarga dan orang yang disayangi tuan Sofian" ujar Alvi.

" Walau kadang jika tuan emosi seperti singa. Tuan tidak dapat menahan emosi siapa yang melangar kata-katanya akan terkena hukuman, tapi tuan hanya menghukum orang yang bersalah bahkan jika baginya sudah cukup dan emosinya belum reda dia akan menyakiti dirinya sendiri agar tidak kelewatan menghukum. Ya kami harus tau diri, tuan sudah memberikan perkerjaan jika kami di usir dan dipecat maka keluarga akan mati karena kelaparan mencari kerja sulit nyonya" lanjut Endah.

Zahra ingat saat dia melanggar keluar rumah dan melamar perkerjaan sofian menyakiti dirinya sendiri dengan mengengam pecahan gelas.

"M*a*s, siapa kamu sebenarnya?" Zahra semakin penasaran namun ia ingin tau cerita penculikannya dulu.

"Mari nyonya saya antar ketempat Doni" ujar Ambri yang ada disitu.

Endah mendorong zahray diikuti Ambri, Avri, dan Bagus

Zahra masuk Doni langsung mau berdiri.

"Kau duduk saja, Don" ujar Zahra memberhentikan Doni

"Kenapa nyonya kesini?" ujar Doni.

"Aku ingin kau ceritakan semua dari Aku hilang sampai kita dirumah sakit" ujar zahra

"Baiklah nyonya. Saqat....."

see you next time

suka ngga ceritanya .kalau suka jangan lupa like, komen dan ikuti terus yan.😙😙😙

1
Alanna Th
akhirnya zahra (tania kcl) dprtemukn dg ian (sofian), pngntn kcl mrk, oleh dr tio 👍😘😍😂🤣
Alanna Th
bisa nguamuk tuh sofian, kl zahra ken kursi 😱👍😂🤣
Alanna Th
tania = zahra, zahra nama dpn, tania nm blkng. main rahasia"n sih, jadinya salah paham 😱😵😠
Alanna Th
tak mungkin sofian mmbiarkn zahra (tania-nya) kabur. aq hrp sofian mnderita parah dulu sblm mndptkn istri n sikem nya 😱😵😫💔💔
Alanna Th
mungkin tmn n ttngg ms kcl, itu sbbny ayah zahra percaya pd sofian.tp pnykt jiwanya mngerikn 😱😵😫😥😰🤮
Alanna Th
bnr" tdk punya otak! kuliah perlu prjuangn - aq gagal - stlh lulus ilmunya d sia" kn! ayah k mn? sptnya dsogok, sm aja dg mnjual anak. tega, smoga mrk kena azab n karma!
🌟æ⃝᷍𝖒ᵐᵉN^W^NH^Ti᭄💫
Sofyan itu siapa thor???kok aku ngeri sendiri ya,gila ga sih dia????
Malem Sihombing
sayang banget itu dokter nya Zahra ngga di pake buat kerja ya, mana dari Harvard University lagi, sayang banget ya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pasti kerennnnnnnn ceritanya👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
seru kayaknya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bahagianya skrng Sofian dan Zahra
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus kalungnya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Nawal mertua yg baik
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ngakak liat Dani🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
oh gitu ceritanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tuhkan bener Sofian itu Ian
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baperrrrrrrrrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ian tuh Sofian kayaknya🤔🤔🤔🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
siapa lg
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
trus Alex nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!