Ini kisah Alina seorang wanita wanita introver dan sangat menyayangi ibunya. Pengkhianatan yang dilakukan ayahnya meninggalkan luka menganga di hatinya.
Luka yang belum sembuh itu semakin menjadi saat Reyhan Wijaya datang. Sosok yang keras kepala, egois, dan berhati dingin, telah menodai Alina tanpa sengaja. Reyhan meninggalkan kenangan menyakitkan lainnya untuk Alina hingga ia mesti tertatih merapikan hidupnya yang semakin porak-poranda.
Takdir keduanya membawa pada beragam pertanyaan, haruskah mereka bertahan atau saling meninggalkan?
Akankah hati dan cinta mereka saling membahagiakan atau malah menghancurkan?
Temukan jawabannya dengan membaca kisah mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Sima Simi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Cantik
Sampainya dirumah Alina segera menuju meja makan, dia membuka kue yang sudah dibelinya dengan mata berbinar.
"Hmm ... Wah ... ini sangat enak sekali!" Alina memakan kue seperti orang yang sudah tidak makan beberapa hari.
"Apa kau sangat menyukainya?" tanya Reyhan sambil menelan ludah memperhatikan Alina yang makan seperti orang kesurupan.
"Tentu saja! aku sudah lama ingin makan ini, anakku pasti sangat bahagia," jawab Alina mengelus perutnya.
Reyhan yang mendengar ucapan Alina terdiam, dia bahkan hampir lupa dengan kehamilan Alina. Selama ini dia tidak pernah sekalipun menanyakan tentang kehamilannya, bahkan dia tidak tau apapun tentang kehamilan Alina. Mata Reyhan menatap kearah perut Alina, sorot mata yang penuh tanya dan sedikit sendu dalam tatapannya. Bagaimana jika itu benar-benar anakku? hanya pertanyaan itu yang sekarang ada di kepalanya.
"Apa kau mau, kau terus saja melihat aku makan?" tanya Alina membuat Reyhan sedikit tersentak dan mengangkat kedua matanya.
"Habiskan saja! kau akan menjadi b*bi setelah menghabiskan semua itu," jawab Reyhan dan langsung berbalik meninggalkan Alina dengan tersenyum kecil.
Reyhan memilih mempelajari dokumen-dokumennya sambil menunggu makan malam. Karena Doni yang masih sangat sibuk diluar negeri untuk mengurus proyek ayahnya sementara, mau tidak mau Reyhan harus menyelesaikan urusannya sendiri tanpa bantuan.
Alina yang sudah merasa puas dengan makannya berniat untuk menemani Reyhan sebentar, dia menyusul Reyhan dan duduk disampingnya. Awalnya Alina hanya diam dan memindah-mindah channel TV, tiba-tiba dia teringat sesuatu
"Heii, Bos, apa–apa aku boleh ijin kerja setengah hari besok?" tanya Alina sedikit ragu.
"Untuk apa?" tanya Reyhan datar tanpa melihat Alina.
"Aku ingin bertemu seseorang, ayolah, Bos. Aku sudah lama tidak menemuinya." Alina mendekat ke arah Reyhan dan memohon dengan wajah memelas.
"Ya ya. Sekali ini saja ...." Alina memohon dengan menunjukkan mata puppy dan wajah dibuat seimut mungkin yang selalu jadi senjatanya saat menginginkan sesuatu.
Reyhan hanya diam melihat tingkah Alina,
"Apa-apaan perempuan ini, apa dia sedang merayuku?" batin Reyhan menatap aneh Alina.
"Hmm, terserah mu." jawab Reyhan mengalihkan pandangannya.
"Yeey! terimakasih, Boss." ucap Alina tersenyum cerah secerah matahari disiang hari dan dengan menunjukkan barisan gigi putihnya.
"Apa-apaan panggilan itu?" tanya Reyhan aneh.
"Apa?" Alina menyipitkan sebelah matanya.
"Ohh ... Boss, aku menirukan asisten Doni. Keren saja menurutku manggil kayak dia," jawab Alina sambil tersenyum manis.
Kenapa dengan jantungku ini, apa aku punya penyakit jantung sekarang, sepertinya jantungku mau melompat. Reyhan menutupi kegugupannya dengan membolak-balik dokumennya.
"Baiklah, Bos, aku akan segera membuat makan malam spesial untukmu sebagai ucapan terimakasihku," ucap Alina beranjak menuju dapur.
"Berapa usia kandunganmu?" tanya Reyhan tiba-tiba.
Pertanyaan Reyhan membuat Alina menghentikan langkahnya dan langsung menoleh, ini pertama kalinya laki-laki itu bertanya tentang kehamilannya.
"Tiga bulan lebih, ada apa?" jawab Alina sambil sedikit mengangkat kedua alisnya.
"Apa aku perlu mencarikan pembantu untukmu?"
"Ahh! tidak perlu aku masih bisa melakukannya sendiri. Dan jika aku kurang bergerak pasti tubuhku ini akan mengembang dengan sempurna, dan ucapanmu akan terjadi. Aku akan menjadi **** sebentar lagi," ucap Alina menggembungkan pipinya.
Reyhan tersenyum kecil melihat tingkah Alina, senyum yang sebelumnya sangat sulit dia tunjukkan tapi sekarang ingin sekali dia selalu tersenyum saat melihat Alina. Seolah kehidupannya telah diputar oleh Alina, entah sejak kapan dia begitu tertarik untuk semakin dekat dengan Alina.
Reyhan POV
Aku melihat dia pergi ke dapur dan mulai memasak, dia sangat pandai memasak bahkan apapun yang dimasaknya akan terasa sangat enak dilidahku. Dia ternyata juga sangat menggemaskan, ingin sekali aku mencubit pipinya saat dia bertingkah seperti tadi, tapi tentu saja itu akan sangat memalukan untukku.
Aku memilih melanjutkan membaca dokumen ku, tapi pikiran ku sekarang benar-benar tidak bisa fokus, hanya ada senyuman perempuan itu sekarang di otakku. Bahkan aku hari ini menolak ajakan makan malam dari Citra agar bisa makan malam bersamanya.
Hah! Aku merasa diriku sudah gila sekarang, dulu aku bahkan sangat benci melihat dia dihadapan ku. Aku pikir dia akan sama seperti wanita lain yang sering aku temui, tapi sepertinya aku salah. Dia sedikitpun tidak pernah meminta sesuatu padaku, dia benar-benar memegang ucapannya untuk tidak ikut campur urusan pribadiku.
Aku menyusulnya dan duduk di meja makan, dia sedang menyiapkan makanan dimeja sesekali dia mengelus perutnya yang masih terlihat rata. Aku pernah berpikir jika saja dia benar-benar anakku pasti akan sangat menyenangkan, tapi aku masih tidak percaya dengan semua ini.
###########
Hai sahabat novel Simi 🤗
masih setia dengan novel Simi yang seperti remahan rengginang ini ya🤭
Semangat terus untuk kalian semua, semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Untuk teman-temanku yang sedang menjalankan karantina mandiri, terus semangat yaa🤗
Baca Cerita Simi terus aja biar kalian nggak bosan.😉
Kita pasti bisa melewati semua ini bersama-sama, dan saat inilah waktu yang tepat untuk kita lebih peduli terhadap sesama dan tetangga kita yaa👍
terimakasih banyak.🙏
dulu udah berjanji setelah Alin a mau kembali dan anaknya lahir, hanya akan membahagiakan istri dan anaknya, mereka berdua yg jadi prioritas.
sekarang... boro-boro, inget anak juga nggak!
coba istrimu yg ada diposisimu, makan sama laki-laki lain dari siang ampe sore? pasti ngamuk tuh.
laki-laki egois!
dua-duanya salah, tapi gak ada yg mau menyampaikan apa yg menjadi keinginannya, api gak bisa dilawan dengan api, jadinya kebakar.
Alina udah tau kerepotan tp gak mau menerima ide suami untuk dibantu baby sitter, Reyhan kecewa dengan penolakan istrinya yg katanya lelah, lebih memilih meninggalkan rumah dan mencari pelampiasan lain yaitu alkohol.
takutnya seperti sekarang dia ketemu dengan wanita lain yg bisa memberinya kenyamanan
setelah baca beberapa bab ternyata ceritanya bagus banget 👍😍
cerita ini benar-benar bagus, tak terduga dan pastinya beda dengan cerita-cerita lainnya😍👍