NovelToon NovelToon
My Sweet Izzi

My Sweet Izzi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mia Dewi48

"Argghhhhhhh!!! kenapa sih hidup gue selalu begini?!!! "

"Lo kenapa Zii?! " Galang berlari mendengar teriakan Izzi dari ruang sebelahnya.

"Nih! " Izzi menyodorkan sebuah kotak berwarna pink yang di atasnya ada pita berbentuk hati. Galang menutup mulutnya berusaha untuk tidak tertawa.

"Napa lo ketawa?! " Izzi melipat kedua tangannya di depan dada. " Sebel gue! "

"Lagi? "

"Hahhh!! pengen rasanya hidup gue tenang, tenteram aman dan damai gitu, gak bisa! si teroris tuh neror gue mulu tahu gak! "

"Waktu itu dia ngirim lo nasi uduk yang kotaknya warna ungu? sekarang pink? "


Izzi, wanita karir berusia 25 tahun, seorang sekretaris di kantornya. cantik, baik dan juga ramah. 2 tahun bekerja di perusahaan kerjanya ini hidupnya berubah menjadi 80 %. Seseorang selalu mengiriminya sebuah barang yang sangat di bilang antik. kalau bunga sih mending. Nah ini nasi uduk guys? nasi uduk??? setiap harinya Izzi selalu mendapatkannya dari pengagum rahasianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Dewi48, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terciduk????

"Loh Evellyn, kamu ngapain kesini? "

Deg.....

Bagai tersengat listrik yang berhasil menusuk tulang dan juga uratnya, demi tuhan Izzi benar-benar terkejut sekaligus ketakutan. Apalagi sekarang pria itu ada di hadapannya. Izzi meneguk salivanya susah payah, sedangkan Ranti tak berani menatap mata tajam milik Zain.

"Dan kamu Ranti? Kamu juga bareng Evellyn? "

"Hehe, i-iya Pak. " Ucap Ranti cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Mata Zain baralih menatap Izzi yang kink sedang menutupi wajahnya dengan buku menu makanan.

Jangan panggil gue.....

"Kamu belum jawab pertanyaanku Evellyn. " Ucap Zain datar.

Izzi tersenyum kikuk. " Pertanyaan apa ya Pak? " Zain memutar bola matanya malas.

"Kamu ngapain ada disini? Apa kamu ngikutin saya? "

Selidik Zain yang kini sudah entah kapan sudah duduk di kursi. " Lepas maskermu. Tidak sopan jika bicara dengan orang lain dalam keadaan seperti itu. "

"Buka ogeb! " Ucap Ranti pelan. Izzi mendelik sebal.

Perlahan Izzi membuka masker itu. Rasa takut semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Merutuki kebodohannya karena telah melakukan hal yang semakin membuatnya rumit.

"Kamu mau makan apa mau memata-matai orang? "

Deg....

Lagi?????

Mengapa pria di hadapannya ini selalu saja tahu isi pikirannya? Seorang cenayangkah dia?

"Ma-mau makan Pak. " Ucap Izzi cepat. Zain menyipitkan matanya.

"Tapi pakaianmu-"

"Apa salahnya jika kami memakai pakaian seperti ini? Siapa tahu jika ada maling kita bisa melaporkannya ke polisi. " Itu suara Ranti. Setelah sekian lama diam, akhirnya Ranti membuka suara. Mencoba untuk bersikap tenang dan santai.

"Saya kira, kalian sedang berlomba menjadi Detektif kota. " Izzi menahan tangan Ranti yang ingin menggebarak meja. Izzi menutup matanya sekilas, lalu itu tersenyum tipis.

"Bapak mau makanan apa? biar saya pesankan. "

Zain terdiam sejenak. " Seafood aja. " Izzi mengangguk. Meskipun di dalam hatinya sempat teriak karena kebodohannya sendiri, Izzi tetap mencoba biasa saja.

Izzi memanggil pelayan itu dan memesan makanan. Setelah itu pelayan itu pergi dan tak lupa dengan senyum tipis di bibirnya.

"Lalu Bapak? Untuk apa Bapak di sini juga. "

"Bertemu klien. "

Kubur gue hidup-hidup, gue mobon????

Izzi memutus kontak mata dengan Ranti yang kini menaapnya datar.

"Kamu tidak mau cuti? "

"Sa-saya Pak? " Izzi menunjuk dirinya ragu.

"Siapa lagi jika bukan kamu. "

"Kok Izzi saja yang di tanya Pak? Kan saya juga pengen libur. "

Zain mengernyit. " Loh? Bukannya kamu sudah mengambil cutimu beberapa hari lalu selama 2 hari? "

"Ya tapi itu belum cukup Pak. " Ranti meminum aqua yang ada di sebelahnya.

"Yang sopan. " Desis Izzi. Ranti tertawa sinis.

"Dia aja gak sopan sama kamu. "

"Ranti?!! " Izzi menegur pelan temannya itu. Bisa dibilang Ranti cukup berani jika dalam melawan seorang Zain Amami itu.

Pesanan pun datang. Entah kenapa suasana mendadak canggung. Izzi berdehem pelan untuk melawan kecanggungan.

" Emmm, Bapak tidak mau pulang? " Zain menaikkan sebelah alisnya. " T-tidak! Maksud saya, Bapak tidak mau memakan ini? Lihat ini makanannya enak sekali. "

"Dari mana kamu tahu jika itu enak? "

Jleb.....

"Aa.. nu itu dari... makanannya! " Izzi mengangguk antusias.

"Guoblokkkkk! " Lirih Ranti. Izzi mendelik kesal.

Lagi.....

Akhirnya mereka bertiga makan bersama. Dan sepertinya Izzi dan Ranti gagal untuk rencana pertamanya.

1
Sri Lestari
tuh kayaknya yg jadi pengagum rahasianya si Izzi boss nya alias si Zain ipritt dech.. 🤔🤔🤔
Kurnia Syahru Mubarokin
bagus
Ummi Kulsum Kulsum
wah ...bagus ceritane...👍😍😉
Ratna Alfia
sdh 2x bacanya...ceritanya baguus bgt
hayatun nufus
yeeery... akhirnya nikah juga
hayatun nufus
🥰🥰🥰🥰😍😍😍😍
hayatun nufus
kagak habis2 keseruannya
hayatun nufus
bucin banget sih mr. CEO😀😀😀
hayatun nufus
jadi baper 😍😍😍
hayatun nufus
bukannya dulu udah ditanya bapak zi Japan mau ngelamar yak ... Kok baik lg
hayatun nufus
yak zain jd mau lg kan tuh 😀😀😀
hayatun nufus
sampai sakit pipi aku krn ketawa 😂😂😂
hayatun nufus
pasti main kartu kan 🤣🤣🤣
hayatun nufus
tau rasa alana punya mulut nggak ikut sekolah ya kena kan 🤣🤣🤣
hayatun nufus
lucu bikin ketawa😀😀😀😀🤣🤣🤣
hayatun nufus
fakultas kedokteran kalu thor
hayatun nufus
udah jd calon mantu aja ya zi 😀😀😀
hayatun nufus
jawan dong zi... 🥰🥰🥰
hayatun nufus
🤣🤣🤣 senam mulut
hayatun nufus
mauuuuuu dong zi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!